• (GFD-2023-12255) [SALAH] AHY Masuk Kabinet, Resmi Menjadi Menpora

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 31/03/2023

    Berita

    “AHY MASUK KABINET ANIES GIGIT JARI. DILUAR DUGAAN..!! AHY RESMI JABAT MENP0RA, ANIES RESMI GIGIT JARI..”

    “Breaking News! AHY Masuk Kabinet. Tak Mau Ditipu Nasdem dan PKS.”

    Hasil Cek Fakta

    Video menyerupai laporan berita breaking news mengabarkan bahwa ketua umum Partai Demokrat, AHY, resmi sebagai Menpora yang menggantikan Zainudin Amali yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menpora. Thubnail video tersebut menunjukkan beberapa tokoh seperti Presiden Jokowi, AHY, Yusuf Kalla, hingga Surya Paloh sebagai ketua umum Partai Nasdem yang merupakan partai koalisi Demokrat pada Kontestasi Pilpres 2024.

    Setelah ditelusuri klaim dalam video tersebut salah. Hasil penelusuran dari berbagai sumber menunjukkan bahwa Presiden Jokowi belum secara resmi menunjuk siapa Menpora pengganti Zainudin Amali. Kemudian, untuk sementara waktu Jokowi menunjuk Menko PMK, Muhadjir Effendy, sebagai Menpora. Diketahui Kemenpora menjadi salah satu kementerian yang dikoordinatori oleh Kemenko PMK.

    Isi video yang menunjukkan pertemuan antara Jokowi dan AHY merupakan kumpulan dari beberapa video yang tidak ada kaitannya dengan mundurnya Zainudin Amali dan penunjukan AHY sebagai Menpora. Video pertama merupakan penyambutan Jokowi saat AHY berkunjung ke Istana Merdeka pada 2 Mei 2019, dalam pertemuan tersebut mereka membahas mengenai hasil Pilpres 2019. Kemudian video kedua adalah kunjungan silaturahmi keluarga AHY dan EBY pada hari raya Idul Fitri 2019, tepatnya pada 5 Juni 2019.

    Begitu juga dengan gambar thumbnail yang disematkan pada video tersebut merupakan hasil suntingan dari beberapa foto dokumentasi kegiatan yang berbeda. Pertama, foto utama merupakan dokumentasi dari kegiatan rapat kabinet paripurna Jokowi terkait RAPBN 2018, terlihat terdapat Yusuf Kalla yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden. Kedua, foto AHY yang diambil saat ia bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Parabowo Subianto, pada Juni 2022. Ketiga, juga terdapat Surya Paloh yang merupakan ketua umum Partai Nasdem, foto tersebut telah lama dipublikasi pada web resmi Nasdem.id.

    Dengan demikian, AHY masuk kabinet, resmi menjadi Menpora adalah tidak benar dengan kategori Konteks yang Salah.

    Kesimpulan

    Faktanya Jokowi menunjuk Menko PMK, Muhadjir Effendy, sebagai pelaksana tugas setelah Zainudin Amali mengundurkan diri sebagai Menpora. Sampai saat ini belum ada keputusan resmi dari presiden siapa yang akan menduduki jabatan Menpora setelah Zainudin Amali mengundurkan diri. Selengkapnya pada bagian penjelasan.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12256) [SALAH] Larangan Membeli Kurma Impor Produksi Israel

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 31/03/2023

    Berita

    Jangan Dibeli
    Dr. Anang Saifuddin, MA
    Dosen UIN Antasari Bjm
    Inilah Daftar Merk Kurma Import Asal Israel, Negara Ini Membunuh Kaum Muslimin :
    Sehubungan Dengan Persiapan Untuk Romadhon, Harap Di Perhatikan Dengan Seksama Agar JANGAN BELI KURMA Dari Israeli, Yang Di Jual Dengan Nama-Nama Merk Sbb:
    1.Bomaja
    2.Carmel Agrexco
    3.Delilah
    4.Desert Diamond
    5.Hadiklaim
    6.Jordan Plains
    7.Jordan River
    8.King Solomon
    9.Paradise Dates
    10.Rapunzel
    11.Red Sea
    12.Royal Treasure
    13.Shams
    14.Tamara
    BANTU SEBARKAN…
    Syukron
    صل وسلم وبارك على سيدنا محمد”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar unggahan Facebook yang menjelaskan larangan membeli kurma yang diimpor dari Israel beserta daftar merk kurma. Dalam pesan tersebut mencatut nama Dosen UIN Antasari Banjarmasin, Anang Saifuddin.

    Faktanya, dilansir dari uin-antasari.ac.id, dosen Anang Saifuddin menegaskan ia tidak pernah membuat dan mengeluarkan imbauan larangan membeli produk kurma tersebut.

    “Dari redaksinya: menulis menggunakan nama seperti itu dan gelar akademik di platform WhatsApp atau media sosial lainnya, itu tidak pernah saya lakukan,”, tegasnya dilansir dari situs uin-antasari.ac.id, 10 Maret 2023.

    Berdasarkan penjelasan di atas, unggahan Facebook terkait larangan membeli kurma yang diimpor dari Israel adalah salah dan masuk kategori konten palsu.

    Kesimpulan

    Hoaks lama berulang kembali. Anang Saifuddin menegaskan ia tidak membuat imbauan larangan membeli kurma yang diimpor dari Israel.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12224) Menyesatkan, Vaksin COVID-19 Buruk Bagi Kesuburan Pria dan Tingkatkan Risiko Keguguran

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 30/03/2023

    Berita


    Sebuah akun Facebook mengunggah sebuah video yang diberi judul “Vaksin Covid-19 berpengaruh ke sperma dan sel telur”.
    Video ini diberi keterangan “Apa yang terjadi di sini? Sperma pria yang di covid vaksin tidak berenang/lemah, sel telur wanita Bisa tidak tumbuh menjadi embrio. Kami sudah melihat 80% tingkat keguguran wanita yang di covid vaksin pada trimester pertama Keguguran naik 700-800% dan 79% peningkatan malformasi janin.”

    Video ini menampilkan seseorang bernama Christiane Northrup yang sedang berbicara dalam pertemuan online. 

    Hasil Cek Fakta


    Sejumlah penelitian menunjukkan vaksin COVID-19  tidak merusak sperma. Pasangan yang ingin hamil direkomendasikan melakukan vaksinasi, karena vaksinasi tidak mempengaruhi sperma dan infeksi SARS-CoV-2 tidak merusak sperma.
    Video di atas merupakan potongan video pertemuan online yang diselenggarakan oleh organisasi nirlaba bernama Children's Health Defense. Potongan video ini merupakan bagian dari acara CHD Friday Roundtable yang diselenggarakan pada tanggal 10 Juli 2022 dengan tema Infertility: A Diabolical Agenda Expert Q+A. Diskusi ini menghadirkan 6 pembicara, satu di antaranya Christiane Northrup.
    Video tersebut bersumber dari laman Children's Health Defense. Christiane Northrup menjadi dokter kandungan selama 20 tahun. Ia juga menjadi asisten profesor Klinik Obstetri dan Ginekologi di Maine Medical Center, yang menulis beberapa buku laris dan pembicara di televisi.
    Christiane Northrup dalam acara itu mengklaim sperma laki-laki yang diinokulasi tidak dapat berenang menuju sel telur. Sel telur wanita yang diinokulasi tidak dapat tumbuh menjadi embrio karena terkontaminasi sesuatu yang non organik. Ia juga mengklaim pada bulan Juli 2021, 80% wanita yang mendapatkan suntikan vaksin pertama dan kedua pada masa kehamilan 0 hingga 20 minggu memiliki tingkat keguguran 80%.
    Akan tetapi menurut Press Herald, Christiane juga disebut sebagai dokter disinformasi, karena mempromosikan teori konspirasi ekstrem tentang pandemi COVID-19, masker, dan vaksin. The Washington Post, dalam artikel yang ditulis Sam Kestenbaum mengatakan bahwa Christiane Northrup pernah menjadi guru kesehatan terkemuka, namun sekarang ia menyebarkan disinformasi Covid. Ia juga dikenal mendukung gerakan anti vaksin.
    Klaim 1: Vaksin Covid-19 pertama dan kedua berdampak buruk bagi kesehatan sperma 
    Fakta: Dilansir jurnal berjudul “ Sperm Parameters Before and After COVID-19 mRNA Vaccination” disebutkan tidak ada penurunan kualitas sperma secara signifikan pada orang yang telah menerima dua kali suntikan vaksin COVID-19 mRNA. 
    Penelitian yang dilaksanakan University of Miami ini melibatkan 45 orang pria sehat berusia rata-rata 28 tahun. Namun para peneliti mengakui keterbatasan karena hanya melibatkan sampel pria muda dalam kondisi sehat.
    Dalam jurnal penelitian yang dirilis Vitro Fertilization Unit, Hadassah Medical Organization and Faculty of Medicine, Hebrew University Jerusalem, juga menunjukkan vaksin COVID-19 tidak merusak parameter sperma. Mereka merekomendasikan agar pasangan yang ingin hamil harus melakukan vaksinasi, karena vaksinasi tidak mempengaruhi sperma dan infeksi SARS-CoV-2 tidak merusak sperma.
    Dilansir laman American Society for Reproductive Medicine, mengatakan bahwa vaksin COVID-19 diperbolehkan untuk pria yang menginginkan kesuburan sejauh ia memenuhi kriteria vaksinasi. Disebutkan juga, pria yang menginginkan kesuburan boleh menerima vaksin COVID-19 sejauh ia memenuhi kriteria.
    Klaim 2: Wanita yang menerima vaksin Covid-19 pada usia kehamilan 0-20 minggu, 80% mengalami keguguran.
    Fakta: Dilansir Research Square, berdasarkan penelitian yang melibatkan 2457 wanita dengan usia kehamilan 6-12 minggu yang menerima vaksin COVID-19 mRNA tidak ditemukan keterkaitannya dengan resiko spontaneous abortion (SAB) atau keguguran. Temuan ini membuktikan bahwa wanita hamil aman untuk menerima vaksinasi Covid-19.
    Dilansir laman American College of Obstetricians and Gynecologists, mereka merekomendasikan agar semua orang berusia 6 bulan ke atas yang memenuhi syarat, termasuk individu hamil dan menyusui dapat menerima vaksin COVID-19 atau seri vaksin.
    Viki Male, Dosen Senior Imunologi Reproduksi di Imperial College London mengatakan berdasarkan 27 studi yang dilakukan, tidak ditemukan peningkatan risiko kehamilan buruk setelah vaksinasi COVID-19. Termasuk kelahiran prematur, lahir mati atau bayi yang lahir lebih kecil dari diharapkan, atau dengan kelainan bawaan.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tim Cek Fakta Tempo, “Vaksin Covid-19 berpengaruh ke sperma dan sel telur” adalah menyesatkan.
    Berdasarkan penelitian, tidak ada penurunan kualitas sperma secara signifikan pada orang yang telah menerima dua kali  suntikan vaksin Covid-19 mRNA. Begitu juga, tidak ditemukan korelasi antara peningkatan risiko kehamilan buruk, spontaneous abortion (SAB) atau keguguran lainnya setelah menerima vaksinasi COVID-19.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12225) Sebagian Benar, Video Aksi Tolak Larangan Buka Puasa Bersama

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 30/03/2023

    Berita


    Sebuah akun Facebook membagikan video dengan narasi penolakan pejabat publik dan tokoh agama soal larangan buka puasa bersama. Video tersebut berjudul “Aksi tolak larangan buka bersama dilakukan umat Islam hari ini”.
    Di dalamnya terdapat komentar dari Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas dan mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj.

    Konten video yang diunggah pada 26 Maret 2023 ini disukai seribuan pengguna Facebook, 2 ribuan komentar dan 142 ribu kali ditonton. Namun, benarkah umat Islam melakukan demo tolak larangan berbuka puasa bersama?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi kebenaran klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi video itu menjadi gambar menggunakan tools Keyframe dan menelusurinya pakai beberapa instrumen seperti Yandex Image Search dan Google Reverse Image.
    Verifikasi Tempo menunjukkan bahwa potongan video yang diunggah tersebut berisi pernyataan sejumlah tokoh yang mengkritik kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah soal larangan buka puasa bersama, bukan aksi seperti tertulis dalam judul.
    Video itu berisi kolase video Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dan Pimpinan Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Said Aqil Siradj.
    Video 1

    Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, terlihat pada awal video memberikan keterangan kepada awak media. Pada kesempatan itu, dia menjawab pertanyaan jurnalis tentang larangan berbuka puasa bersama bagi pejabat.
    "Wah mana ada pemerintah anti-Islam, semua diurus dari lahir sampai mati. Ibadah haji diurus, syahadat diurus, shalat diurus, semua diurus," ujar Yaqut saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat, 24 Maret 2023 dikutip dari channel YouTube KompasTV.
    Yaqut juga membantah larangan buka bersama yang menimbulkan kontroversi. "Nggak ada kontroversi, siapa bilang? Nggak ada kontroversi," ujar Yaqut.
    Yaqut juga menjelaskan sebaiknya dana berbuka puasa bersama diberikan kepada fakir miskin atau yatim piatu. Sehingga lebih bermanfaat dan berguna.
    Video 2

    Potongan video berikutnya menampilkan mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, yang juga memberikan tanggapan atas kebijakan larangan berbuka puasa bersama yang dikeluarkan sekretariat kabinet.
    Pimpinan Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) ini mengkritik agar sebelum mengeluarkan kebijakan atau larangan, pemerintah mempertimbangkan baik dan buruknya bagi masyarakat luas. Ini agar timbul kebijaksanaan dalam sebuah aturan yang dikeluarkan.
    Menurut dia, boleh saja pemerintah membuat imbauan, misalnya, tidak menggunakan anggaran pemerintah saat melakukan buka puasa bersama.
    "Buka bersama itu ada di mana-mana, di Masjidil Haram, Mekah buka bersama. Amir-amir, famili dari kerajaan buka bersama itu biasa. Hanya maksudnya baik agar tidak terjadi pemborosan, tinggal itu saja penekanannya, jangan dilarang buka bersama," kata Said dikutip dari kantor berita Antara berjudul Said Aqil Siradj singgung larangan buka bersama, yang diterbitkan pada 25 Maret 2023.
    Dua potongan video tersebut memang membicarakan tentang larangan buka puasa bersama, tetapi tidak membahas soal umat Islam melakukan aksi untuk menolak larangan buka puasa bersama. Tidak hanya itu, seluruh isi konten itu juga tidak berkaitan dengan narasi yang dituliskan pengunggah video, yaitu "Aksi tolak larangan buka bersama dilakukan umat islam hari ini".
    Pernyataan Presiden Joko Widodo
    Dalam arsip Tempo disebutkan, Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mengklarifikasi arahan Presiden Jokowi tentang larangan buka puasa bersama. Arahan itu tertuang dalam surat berkop Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Nomor R38/Seskab/DKK/03/2023 tertanggal 21 Maret 2023. 
    "Yang pertama bahwa buka puasa itu atau arahan Presiden itu hanya ditujukan kepada para Menko, Menteri, dan kepala lembaga pemerintah," ujar Pramono dalam keterangannya, Kamis, 23 Maret 2023. 
    Pramono memastikan larangan buka puasa bersama itu tidak berlaku bagi masyarakat umum. Sehingga, dia memastikan masyarakat diberikan kebebasan untuk melakukan atau menyelenggarakan buka puasa bersama.
    Selain itu, Pramono menyebut larangan buka puasa bersama itu lantaran aparatur sipil negara, pejabat pemerintah sedang mendapatkan sorotan yang sangat tajam dari masyarakat.
    "Untuk itu Bapak Presiden meminta kepada jajaran pemerintah, ASN untuk berbuka puasa dengan pola hidup yang sederhana, tidak melakukan atau mengundang para pejabat jika mereka melakukan buka puasa bersama," kata Pramono. 
    Sehingga dengan demikian, Jokowi berharap para pejabat dapat memberikan contoh kepada masyarakat soal kesederhanaan.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta, video dengan narasi aksi tolak larangan buka puasa bersama, adalah sebagian benar.
    Potongan video yang diunggah tersebut tentang kritik atas kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah soal larangan buka puasa bersama. Akan tetapi, tidak ada aksi penolakan seperti demonstrasi dalam video tersebut seperti yang tertulis dalam judul.

    Rujukan