“Tumbangnya Alzaytun, dan para tangan INTELJEN
RESMI DITAHAN HARI INI, Panji Gumilang Di Tangkap Brimob Atas Perintah Kapolri & Mahfud MD”
(GFD-2023-13166) [SALAH] Panji Gumilang Telah Ditangkap atas Perintah Mahfud MD dan Kapolri
Sumber: FACEBOOKTanggal publish: 17/07/2023
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah informasi melalui media sosial Facebook mengenai pembubaran Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun yang belakangan ini tengah hangat dibicarakan oleh masyarakat di Indonesia. Di dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Facebook bernama Ariadi Tanjung pada tanggal 30 Juni 2023 ini, disebutkan bahwa Pemimpin Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang, telah ditangkap oleh Brimob atas perintah Kapolri dan Menkopolhukam, Mahfud MD.
Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut mengenai hal ini, ditemukan beberapa kekeliruan yang terdapat di dalam unggahan akun Facebook tersebut. Melalui penelusuran di laman pencarian online, sampai saat ini belum ada ditemukan ulasan resmi mengenai penangkapan Pemimpin Ponpes Al Zaytun ini.
Jika kembali melihat potongan-potongan video yang terdapat di dalam unggahan, dapat juga disimpulkan bahwa tidak ada pernyataan resmi yang menyatakan bahwa Panji Gumilang telah ditangkap. Di dalam video dapat dilihat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang tengah menyampaikan laporan mengenai tinjauan Ponpes Al Zaytun. Pada video aslinya yang diunggah pada tanggal 24 Juni 2023, Ridwan Kamil masih menyampaikan rekomendasi kepada Menkopolhukam dan Kepolisian RI untuk segera melakukan pembubaran terhadap Ponpes Al Zaytun. Hal tersebut disampaikan usai dilakukan peninjauan secara langsung terhadap ponpes yang terdapat di Indramayu ini.
Jadi dapat disimpulkan, klaim yang menyatakan bahwa Pemimpin Ponpes Al Zaytun, panji Gumilang telah ditangkap atas perintah Kapolri dan Mekopolhukan merupakan isu hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut mengenai hal ini, ditemukan beberapa kekeliruan yang terdapat di dalam unggahan akun Facebook tersebut. Melalui penelusuran di laman pencarian online, sampai saat ini belum ada ditemukan ulasan resmi mengenai penangkapan Pemimpin Ponpes Al Zaytun ini.
Jika kembali melihat potongan-potongan video yang terdapat di dalam unggahan, dapat juga disimpulkan bahwa tidak ada pernyataan resmi yang menyatakan bahwa Panji Gumilang telah ditangkap. Di dalam video dapat dilihat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang tengah menyampaikan laporan mengenai tinjauan Ponpes Al Zaytun. Pada video aslinya yang diunggah pada tanggal 24 Juni 2023, Ridwan Kamil masih menyampaikan rekomendasi kepada Menkopolhukam dan Kepolisian RI untuk segera melakukan pembubaran terhadap Ponpes Al Zaytun. Hal tersebut disampaikan usai dilakukan peninjauan secara langsung terhadap ponpes yang terdapat di Indramayu ini.
Jadi dapat disimpulkan, klaim yang menyatakan bahwa Pemimpin Ponpes Al Zaytun, panji Gumilang telah ditangkap atas perintah Kapolri dan Mekopolhukan merupakan isu hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga
Faktanya sampai saat ini belum ada ulasan resmi yang menyatakan bahwa Panji Gumilang resmi ditangkap oleh pihak berwajib. Perihal pembubaran Ponpes Al Zaytun ataupun penangkapan terhadap pemimpin ponpes masih berupa rekomendasi dari pemerintah Jawa Barat yang kedepannya segera ditindaklanjuti oleh Menkopolhukam dan pihak berwajib.
Faktanya sampai saat ini belum ada ulasan resmi yang menyatakan bahwa Panji Gumilang resmi ditangkap oleh pihak berwajib. Perihal pembubaran Ponpes Al Zaytun ataupun penangkapan terhadap pemimpin ponpes masih berupa rekomendasi dari pemerintah Jawa Barat yang kedepannya segera ditindaklanjuti oleh Menkopolhukam dan pihak berwajib.
Rujukan
(GFD-2023-13167) [SALAH] Al Zaytun Punya Ruangan Dugem Khusus
Sumber: YOUTUBETanggal publish: 17/07/2023
Berita
“Tak Disangka! Al Zaytun Punya Ruangan Dugem Khusus Bak Klub Malem! Santr1wati Sering di Cekoki Disinii!!”
Hasil Cek Fakta
Sebuah video mengenai kontroversi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun kembali beredar. Kini, akun Youtube Lidah Rakyat mengunggah sebuah video dengan judul, “Tak Disangka! Al Zaytun Punya Ruangan Dugem Khusus Bak Klub Malem! Santr1wati Sering di Cekoki Disinii!!”.
Namun, setelah menonton secara keseluruhan dari video Youtube ini, tidak ditemukan sebuah narasi yang menyebutkan bahwa di dalam Pondok Pesantren Al Zaytun ini terdapat klub malam atau diskotik seperti yang disampaikan melalui judul video tersebut. Video berdurasi 8 menit 14 detik ini hanya berisi informasi mengenai berbagai kontroversi mengenai Ponpes Al Zaytun yang tengah ramai dibicarakan oleh masyarakat.
Melansir dari laman pencarian online, berita mengenai diskotik yang terkait dengan Ponpes Al Zaytun hanya sebatas hasil wawancara mantan pengurus pondok pesantren dengan tvOne, yang menyebutkan bahwa dirinya pernah mengantar beberapa santri untuk pergi ke diskotik. Selain dari itu, belum dapat ditemukan kabar resmi terkait, yang dapat membuktikan kebenaran dari klaim tersebut.
Jadi dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa di dalam Pondok Pesantren Al Zaytun terdapat klub malam atau tempat dugem, merupakan klaim hoaks kategori konten yang dimanipulasi.
Namun, setelah menonton secara keseluruhan dari video Youtube ini, tidak ditemukan sebuah narasi yang menyebutkan bahwa di dalam Pondok Pesantren Al Zaytun ini terdapat klub malam atau diskotik seperti yang disampaikan melalui judul video tersebut. Video berdurasi 8 menit 14 detik ini hanya berisi informasi mengenai berbagai kontroversi mengenai Ponpes Al Zaytun yang tengah ramai dibicarakan oleh masyarakat.
Melansir dari laman pencarian online, berita mengenai diskotik yang terkait dengan Ponpes Al Zaytun hanya sebatas hasil wawancara mantan pengurus pondok pesantren dengan tvOne, yang menyebutkan bahwa dirinya pernah mengantar beberapa santri untuk pergi ke diskotik. Selain dari itu, belum dapat ditemukan kabar resmi terkait, yang dapat membuktikan kebenaran dari klaim tersebut.
Jadi dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa di dalam Pondok Pesantren Al Zaytun terdapat klub malam atau tempat dugem, merupakan klaim hoaks kategori konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga
Faktanya, sampai saat ini belum ada berita resmi terkait klaim tersebut.
Faktanya, sampai saat ini belum ada berita resmi terkait klaim tersebut.
Rujukan
(GFD-2023-13079) Cek Fakta: Klarifikasi ICW Rilis Poster Apresiasi Ganjar Pranowo Berantas Korupsi
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 16/07/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan poster ICW memberikan apresiasi pada Ganjar Pranowo karena memberantas korupsi. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.
Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 14 Juli 2023.
Dalam postingannya terdapat poster dengan judul "ICW Puji Ketegasan Ganjar Berantas Korupsi".
Di poster itu juga terdapat narasi:
"Ganjar copot kepsek lakukan pungli tuai pujian dari Indonesia Corruption Watch (ICW). Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo nilai Ganjar pemimpin tegas. Tak pandang bulu berantas korupsi, bentuk komitmen wujudkan pemerintahan bersih dan melayani. Layak dicontoh kepala daerah lain."
Akun itu menambahkan narasi:
"Tegas berantas pungli di tiap sekolah di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendapat pujian dari Indonesia Corruption Watch (ICW). Lewat komitmen galakkan aksi berantas pungli, koordinator ICW nilai Ganjar sebagai pemimpin yang tegas dan layak jadi percontohan kepala daerah lain."
Lalu benarkah postingan poster ICW memberikan apresiasi pada Ganjar Pranowo karena memberantas korupsi?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan membuka akun resmi ICW di Instagram, @sahabaticw yang sudah bercentang biru atau terverifikasi. Dalam akun tersebut terdapat postingan terkait poster yang beredar:
"Nama ICW telah dicatut sembarangan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Kami dinarasikan dan diberitakan seolah-olah mengapresiasi Ganjar Pranowo soal berantas korupsi di lingkungan sekolah. Kami pastikan informasi tersebut tidak benar, alias hoaks!
ICW tidak pernah menyampaikan pernyataan mendukung Ganjar Pranowo seperti yang sempat diberitakan sejumlah media daring dan juga dalam publikasi konten di media sosial."
Di sisi lain Koordinator ICW saat ini adalah Agus Sunaryanto. Dia menggantikan Adnan Topan Husodo pada tahun 2022.
Kesimpulan
Postingan poster ICW memberikan apresiasi pada Ganjar Pranowo karena memberantas korupsi telah diklarifikasi pihak ICW. Faktanya ICW tidak pernah mengeluarkan poster dukungan pada Ganjar Pranowo.
Rujukan
(GFD-2023-13063) [SALAH] Anies Membaca Buku “1001 JURUS MENIPU”
Sumber: FacebookTanggal publish: 15/07/2023
Berita
“1001 JURUS MENIPU”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Hmkadriza Mv memposting gambar Anies sedang membaca buku. Cover buku tersebut bertuliskan “1001 JURUS MENIPU”. Postingan tersebut diunggah pada 10 Juli 2023 pukul 00.08.
Setelah ditelusuri menggunakan Yandex ditemukan gambar asli pada akun Instagram Anies yang diunggah pada 22 November 2020. Gambar tersebut memperlihatkan Anies yang sedang membaca buku, namun buku yang dibaca di bagian cover bertuliskan “HOW DEMOCRACIES DIE” bukan “1001 JURUS MENIPU”. Hoaks dengan menggunakan gambar Anies yang sedang membaca buku ini sudah beberapa kali beredar dengan tulisan cover yang berbeda-beda. Pada bulan Mei 2023 cover buku tersebut diedit menjadi “RAHASIA MENYIMPAN POHON MAHONI”. Pada bulan Januari 2022 cover buku diedit menjadi “101 cara ngeles”.
Dengan demikian gambar Anies sedang membaca buku dengan cover “1001 JURUS MENIPU” merupakan hasil editan. Cover buku yang asli adalah “HOW DEMOCRACIES DIE”, sehingga masuk dalam kategori konten satire.
Setelah ditelusuri menggunakan Yandex ditemukan gambar asli pada akun Instagram Anies yang diunggah pada 22 November 2020. Gambar tersebut memperlihatkan Anies yang sedang membaca buku, namun buku yang dibaca di bagian cover bertuliskan “HOW DEMOCRACIES DIE” bukan “1001 JURUS MENIPU”. Hoaks dengan menggunakan gambar Anies yang sedang membaca buku ini sudah beberapa kali beredar dengan tulisan cover yang berbeda-beda. Pada bulan Mei 2023 cover buku tersebut diedit menjadi “RAHASIA MENYIMPAN POHON MAHONI”. Pada bulan Januari 2022 cover buku diedit menjadi “101 cara ngeles”.
Dengan demikian gambar Anies sedang membaca buku dengan cover “1001 JURUS MENIPU” merupakan hasil editan. Cover buku yang asli adalah “HOW DEMOCRACIES DIE”, sehingga masuk dalam kategori konten satire.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah OJ (UIN Raden Mas Said Surakarta).
Gambar Anies sedang membaca buku dengan cover “1001 JURUS MENIPU” merupakan hasil editan. Faktanya, cover buku yang asli adalah “HOW DEMOCRACIES DIE” dan merupakan hoaks lama yang kembali beredar namun dengan narasi berbeda.
Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Gambar Anies sedang membaca buku dengan cover “1001 JURUS MENIPU” merupakan hasil editan. Faktanya, cover buku yang asli adalah “HOW DEMOCRACIES DIE” dan merupakan hoaks lama yang kembali beredar namun dengan narasi berbeda.
Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Rujukan
Halaman: 5421/8120


