• (GFD-2024-19254) [SALAH]: “FIFA batalkan kemenangan Qatar atas indonesia di AFC”

    Sumber: TIKTOK.COM
    Tanggal publish: 23/04/2024

    Berita

    FIFA batalkan kemenangan Qatar atas indonesia di piala asia

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun Tiktok dengan nama pengguna “timnasgarudaofficial” mengunggah video dengan narasi FIFA batalkan kemenangan Qatar atas indonesia.

    Setelah melakukan penelusuran. Informasi tersebut menyesatkan, faktanya Qatar tetap menjadi pemenang pertandingan tersebut, sejauh ini tidak ditemukan informasi valid dari AFC atau FIFA terkait pertandingan ulang Indonesia vs Qatar baik di laman resmi FIFA maupun akun media sosialnya.

    Saat ini Indonesia sudah dipastikan lolos menuju babak perempat final setelah berhasil berada di peringkat kedua bersama Qatar yang menjadi juara Grup A.

    Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa informasi yang menyebutkan FIFA batalkan kemenangan Qatar atas indonesia adalah salah dan masuk kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Yudho Ardi

    Informasi yang menyesatkan, faktanya Qatar tetap menjadi pemenang pertandingan tersebut, saat ini Indonesia dipastikan lolos menuju babak delapan besar setelah berhasil berada di peringkat kedua Grup A.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19257) Menyesatkan, Video yang Diklaim Antrian Warga Israel yang Ingin Kabur Melalui Bandara Ben Gurion setelah Serangan Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/04/2024

    Berita



    Sebuah video beredar di Instagram [ arsip ] yang diklaim antrian warga Israel di Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv, yang hendak kabur ke luar negeri setelah Iran meluncurkan serangan terhadap negaranya.

    Video itu memperlihatkan orang-orang berdiri dengan koper masing-masing, dalam barisan di sebuah gedung besar. Peristiwa itu terjadi setelah Iran menyerang Israel pada Sabtu, 13 April 2024. Dalam penyerangan itu, diberitakan Iran meluncurkan lebih dari 300 rudal dan drone ke arah Israel.



    Namun, benarkah video itu memperlihatkan antrean orang Israel di Bandara Ben Gurion setelah serangan Iran pada negara tersebut?

    Hasil Cek Fakta



    Tempo menelusuri informasi terkait video yang beredar tersebut menggunakan mesin pencari dan kata kunci. Ditemukan sejumlah keterangan yang menjelaskan bahwa video itu terjadi sebelum serangan Iran ke Israel, Sabtu, 3 April 2024. Berikut hasil penelusurannya:

    Verifikasi Video

    Video 1



    Pada detik ke-4 video yang beredar memperlihatkan antrian orang di dekat tiang bangunan dengan penanda huruf B. Foto yang memiliki kesamaan ditemukan di Google Maps untuk lokasi Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv.

    Foto yang diunggah pemilik akun Andrey Sorokin pada bulan Juli 2021 itu juga memperlihatkan suasana bandara yang ramai penumpang dalam antrean.

    Video 2



    Video yang beredar pada detik ke-6 memperlihatkan seorang penumpang menarik koper merah di belakang antrian. Gambar yang sama ditemukan dalam berita media asal Amerika Serikat, Mediaite.com pada 9 Oktober 2023.

    Berita itu mengatakan akun Twitter atau X bernama @verona_mark yang mengaku sebagai jurnalis BBC turut mengunggah video tersebut pada Oktober 2023. Belakangan diketahui akun yang telah ditangguhkan itu palsu, alias sebenarnya bukan milik jurnalis BBC.

    Jurnalis BBC Verivy, Shayan Sardarizadeh, mengkonfirmasi bahwa BBC News tidak mempekerjakan seseorang bernama Verona Mark. Pemeriksa fakta Misbar.com juga menyatakan narasi yang mengatakan video memperlihatkan antrian warga Israel yang ingin kabur melalui jalur udara setelah Iran menyerang adalah konten yang bersifat misleading atau keliru.

    Video 3



    Video yang sama juga diberitakan Middle East Eye. Mereka mengatakan video itu sesungguhnya memperlihatkan antrian panjang calon penumpang di Bandara Internasional Ben Gurion, yang ingin membeli tiket penerbangan keluar negeri.

    Peristiwa itu terjadi setelah serangan mendadak kelompok Hamas pada Israel tanggal 7 Oktober 2024. Artinya, penumpukan penumpang yang tampak dalam video bukan disebabkan serangan Iran sebagaimana narasi yang beredar.

    Perlu diketahui, setelah serangan Hamas, banyak maskapai penerbangan yang menghentikan sementara seluruh atau sebagian penerbangan ke Tel Aviv. Namun, tidak diketahui orang-orang yang antri untuk ke luar negeri dalam video itu dari kalangan warga Israel atau pelancong.

    Seorang selebgram asal Israel bernama Doron Malik, dalam akun Instagram-nya, mengatakan bahwa video yang beredar sesungguhnya memperlihatkan antrean turis di Bandara Internasional Ben Gurion.

    Doron mengatakan adanya banyak penumpang yang mengantre itu disebabkan konflik militer Israel dan Hamas pada Oktober 2023. Namun belum ada pernyataan resmi yang mendukung atau membantah klaim Doron tersebut.

    Kesimpulan



    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan bahwa video yang beredar memperlihatkan warga Israel yang antre untuk pergi ke luar negeri setelah serangan Iran ke negara mereka adalah klaim menyesatkan.

    Video tersebut sesungguhnya memperlihatkan antrian calon penumpang yang ingin membeli tiket penerbangan di Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv, setelah serangan mendadak kelompok Hamas pada Israel, tanggal 7 Oktober 2023.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19258) Keliru, Video dengan Klaim Gempa 6,7 SR di Sulawesi Barat pada 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/04/2024

    Berita



    Sebuah video yang memperlihatkan tanah terbelah dan suasana kepanikan warga beredar di media sosial dengan klaim sebagai peristiwa gempa di Sulawesi Barat pada 2024. Di Facebook, video berdurasi 2 menit 2 detik itu dibagikan akun ini [ arsip ] pada 9 April 2024.



    Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan sebanyak 765 ribu kali dan mendapat 12 komentar. Apa benar ini video gempa 6,7 SR di Sulawesi Barat pada 2024 ?

    Hasil Cek Fakta



    Hasil verifikasi Tempo dengan menggunakan sejumlah tools seperti InVid dan reverse image Google, video di atas telah beredar di internet sejak 2018. Kerusakan infrastruktur dan kepanikan warga yang terekam dalam video tersebut merupakan dampak dari peristiwa gempa di Sulawesi Tengah pada September 2018.

    Video identik pernah diunggah kanal YouTube Vikar Info pada 7 Oktober 2018 dengan judul "Detik-Detik Terjadinya Gempa di Biromaru Sigi, 28 September". 



    Video identik lainnya juga pernah diunggah ke YouTube oleh kanal Jared Gvin pada 10 Oktober 2018 dengan judul "Tanah Retak Di SPBU Sigi ketika Gempa di Palu".



    Dikutip dari Kompas.com, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan kronologi gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat, 28 September 2018. 

    Menurut Sutopo, gempa pertama kali mengguncang Donggala pukul 14.00 WIB. Gempa tersebut berkekuatan magnitudo 6 dengan kedalaman 10 km. 

    Akibat gempa itu, satu orang meninggal dunia, 10 orang luka, dan puluhan rumah rusak di Kecamatan Singaraja, Kabupaten Donggala. Setelah itu, gempa kembali terjadi pukul 17.02 WIB dengan kekuatan yang lebih besar, yaitu magnitudo 7,4 dengan kedalaman yang sama, 10 km di jalur sesar Palu Koro.

    Gempa Sulbar

    Gempa bumi terjadi di Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) dengan magnitudo (M) 6,2 terjadi Jumat dini hari, 15 Januari 2021 pukul 01.28 WIB. Tidak hanya menimbulkan kepanikan warga, tetapi juga sejumlah kerusakan.

    Berdasarkan sejumlah foto dan video yang beredar di media sosial, gempa diketahui menimbulkan kerusakan pada gedung utama kantor Gubernur Sulbar, rumah sakit Mifta Manakarra, hingga hotel, seperti pemberitaan Detik.

    Berdasarkan data per 17 Januari 2021 pukul 14.00 WIB, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa M6,2 yang terjadi pada Jumat, 15 Januari 2021, pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat di Provinsi Sulawesi Barat menjadi 73 orang. Rinciannya, 64 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 9 orang di Kabupaten Majene. 

    Kesimpulan



    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim gempa 6,7 SR di Sulawesi Barat pada 2024 adalah keliru.

    Gempa dengan magnitudo (M) 6,2 memang pernah terjadi di Sulbar, yakni pada  Jumat dini hari, 15 Januari 2021 pukul 01.28 WIB. Namun, kerusakan infrastruktur dan kepanikan warga yang terekam dalam video tersebut merupakan dampak dari peristiwa gempa di Sulawesi Tengah pada Jumat, 28 September 2018.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19261) Hoaks! Pesawat jatuh di perairan Nagekeo, NTT

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/04/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Beredar informasi adanya pesawat jatuh di perairan Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (22/4).

    Kabar itu dibagikan beberapa pengguna Facebook, yang didukung pula dengan gambar kecelakaan pesawat tersebut.

    "Pesawat jatuh di perairan selatan Nagekeo Flores maunori, blm tau identitas pesawat, jurusan barat ke timur jatuh terbang rendah, byk saksi mata, mohon dilacak dgn jelas, sekitar 1 mil dari darat," demikian isi narasi yang disebarkan salah satu pemilik akun Facebook.

    Lantas, benarkah ada pesawat jatuh di perairan Nagekeo, NTT?

    Hasil Cek Fakta

    Rumor soal kecelakaan pesawat di NTT itu dibantah Perusahaan Umum Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia.

    "Merujuk hal tersebut, AirNav Indonesia sebagai BUMN pemandu pelayanan lalu lintas penerbangan dapat menyimpulkan bahwa pemberitaan tersebut tidak benar atau hoaks," kata Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro sebagaimana isi berita ANTARA ini.

    Menurut Hermana, pesawat yang beroperasi di wilayah yurisdiksi cabang Kupang dipastikan beroperasi dengan normal pada Senin.

    Sebelumnya, maskapai Wings Air juga mengatakan informasi dugaan hilang kontak salah satu pesawat di wilayah NTT tidak benar.

    "Wings Air dengan tegas menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar," kata Corporate Communications Strategic of Wings Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangannya pada Senin.

    Klaim: Pesawat jatuh di perairan Nagekeo, NTT

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan