(GFD-2024-21189) Cek Fakta: Hoaks Coca-Cola Dilarang Dikonsumsi Manusia karena Termasuk Bahan Pembersih di China
Sumber:Tanggal publish: 18/07/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan yang mengklaim Coca-Cola dilarang dikonsumsi manusia karena diklasifikasikan sebagai bahan pembersih di China. Postingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 14 Juni 2024.
Berikut isi postingannya:
"*Tiongkok melarang Coca-Cola diminum oleh manusia. Coca-Cola dan minuman bersoda diklasifikasikan sebagai bahan pembersih, bukan untuk diminum.*Di *Tiongkok*, Coca-Cola akan dijual sebagai pembersih limbah, bukan diminum. Minuman ringan Coca-Cola yang diproduksi oleh The Coca-Cola Company Amerika Serikat akan dipindahkan ke kategori "pembersih limbah" berdasarkan keputusan Komisi Kualitas Makanan dan Minuman Pemerintah Pusat Tiongkok. Coca-Cola dan minuman sejenis, sekarang diklasifikasikan sebagai cairan sanitasi yang direkomendasikan untuk membersihkan pipa...Keputusan tegas tersebut didorong oleh penelitian ilmiah terhadap kandungan minuman tersebut dan dampaknya terhadap kesehatan manusia. Lebih dari 500 tahanan dipilih untuk eksperimen dan penelitian di penjara Tiongkok. Mereka disuruh minum Coca-Cola tiga kali sehari selama enam bulan. Eksperimen tersebut pada akhirnya mengakibatkan 75 kematian dan 150 infeksi. Yang lainnya adalah penyandang cacat, dan sisanya menderita penyakit kronis yang semakin parah dan gangguan kesehatan dengan tingkat yang berbeda-beda…Berdasarkan data tersebut, pihak berwenang mengambil kesimpulan tentang *bahaya minuman ringan Coca-Cola dan sejenisnya* bagi *kehidupan dan kesehatan manusia*. Sehingga diambil keputusan untuk segera menarik Coca-Cola dari semua toko kelontong di Tiongkok CNY…Pada saat yang sama, *sifat positif cairan* yg terkandung di dalamnya Coca-Cola juga dicatat. Terutama *efektifitasnya* untuk *membersihkan karat, plak pada sistem perpipaan dan kerak kamar mandi*. Terbukti secara percobaan, Coca-Cola dapat sebagai *pembersih yang efektif pada kerak kamar mandi, saluran air dapur dan toilet*...Di *Turki*, untuk pertama kalinya di dunia, persidangan dimulai terhadap American Coca-Cola Company atas klaim bahwa ramuan minuman tersebut dapat menyebabkan *infeksi parah paru-paru, hati, tiroid, dan menimbulkan leukemia*...Di *India*, Mahkamah Agung melarang distribusi minuman Coca-Cola karena risiko kesehatannya…*Latvia* melarang distribusi Coca-Cola dan Pepsi di sekolah dasar.Sementara di sekolah *Inggris* dan *Ukraina* melarang mengkonsumsi Coca-Cola, dan minuman sejenis…"
Lalu benarkah postingan yang mengklaim Coca-Cola dilarang dikonsumsi manusia karena diklasifikasikan sebagai bahan pembersih di China?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel dari website The Quint.com yang merupakan salah satu anggota IFCN berjudul "Fact-Check: Coca-Cola Will Not Be Sold as a Cleaning Liquid in China!" yang tayang pada 24 Januari 2024.
Dalam artikel itu dijelaskan bahwa klaim dalam postingan adalah tidak benar. Klaim serupa pernah diunggah oleh website Rusia bernama Panorama pada tahun 2018.
Panorama merupakan website satir yang kerap mengunggah artikel serupa. Dalam unggahannya di akhir artikel juga terdapat tulisan sebagai berikut:
"Semua tulisan dalam website ini adalah parodi dari kenyataan dan bukan berita yang sesungguhnya."
Kesimpulan
Postingan yang mengklaim Coca-Cola dilarang dikonsumsi manusia karena diklasifikasikan sebagai bahan pembersih di China adalah tidak benar.
Rujukan
(GFD-2024-21190) Hoaks Bendera Indonesia Berkibar Saat Belanda Main di EURO 2024
Sumber:Tanggal publish: 18/07/2024
Berita
tirto.id - Gelaran EURO 2024 telah selesai. Spanyol mengukuhkan diri menjadi juara, setelah mengalahkan Inggris di laga final dengan skor 2-1, Senin (15/7/2024) dini hari.
Selain menyajikan laga yang menarik di atas lapangan hijau, banyak juga perbincangan terkait kehebohan gelaran empat tahunan tersebut di media sosial. Salah satu yang banyak menarik perhatian masyarakat Indonesia adalah unggahan soal berkibarnya bendera Indonesia di ajang bagi negara Eropa tersebut.
Tirto menemukan unggahan di beragam media sosial yang menyebut pengibaran bendera Indonesia dilakukan oleh pendukung Tim Nasional Belanda.
"Belanda Kibarkan Bendera Indonesia di Jerman, Tijjani Reijnders, Piala Euro 2024, Kualifikasi Piala Dunia 2026," begitu bunyi unggahan akun @rozymoan (arsip) di Threads pada Selasa (9/7/2024). Unggahan tersebut mendapatkan lebih dari 1.300 tanda suka. Kami juga menemukan unggahan serupa dari akun @ladoddyparenrengi (arsip).
Konten serupa juga ditemukan dari platform Meta lainnya, Instagram, dari akun @balane_rudi (arsip), serta Facebook, dari akun "Fanisheila" dan "Gaitha Elnara Rahmad".
Berdasar penelusuran kami, unggahan paling ramai terkait pengibaran bendera Indonesia di ajang EURO 2024, ada di TikTok, pada unggahan akun "il_capolista" (arsip), yang mengumpulkan lebih dari 2 juta penonton, sejak pertama kali diunggah pada 7 Juli 2024 lalu.
Terdapat juga unggahan beberapa akun lain seperti "theblus22"(arsip), "nizar_16_djarcok" (arsip), dan "atventio" (arsip), yang mengambil potongan gambar pengibaran bendera Indonesia tersebut oleh pendukung Belanda. Unggahan-unggahan tersebut juga mengumpulkan ratusan, bahkan ribuan tanda suka.
Lalu, bagaimana kebenarannya? Apakah benar Belanda mengibarkan bendera Indonesia di EURO 2024?
Selain menyajikan laga yang menarik di atas lapangan hijau, banyak juga perbincangan terkait kehebohan gelaran empat tahunan tersebut di media sosial. Salah satu yang banyak menarik perhatian masyarakat Indonesia adalah unggahan soal berkibarnya bendera Indonesia di ajang bagi negara Eropa tersebut.
Tirto menemukan unggahan di beragam media sosial yang menyebut pengibaran bendera Indonesia dilakukan oleh pendukung Tim Nasional Belanda.
"Belanda Kibarkan Bendera Indonesia di Jerman, Tijjani Reijnders, Piala Euro 2024, Kualifikasi Piala Dunia 2026," begitu bunyi unggahan akun @rozymoan (arsip) di Threads pada Selasa (9/7/2024). Unggahan tersebut mendapatkan lebih dari 1.300 tanda suka. Kami juga menemukan unggahan serupa dari akun @ladoddyparenrengi (arsip).
Konten serupa juga ditemukan dari platform Meta lainnya, Instagram, dari akun @balane_rudi (arsip), serta Facebook, dari akun "Fanisheila" dan "Gaitha Elnara Rahmad".
Berdasar penelusuran kami, unggahan paling ramai terkait pengibaran bendera Indonesia di ajang EURO 2024, ada di TikTok, pada unggahan akun "il_capolista" (arsip), yang mengumpulkan lebih dari 2 juta penonton, sejak pertama kali diunggah pada 7 Juli 2024 lalu.
Terdapat juga unggahan beberapa akun lain seperti "theblus22"(arsip), "nizar_16_djarcok" (arsip), dan "atventio" (arsip), yang mengambil potongan gambar pengibaran bendera Indonesia tersebut oleh pendukung Belanda. Unggahan-unggahan tersebut juga mengumpulkan ratusan, bahkan ribuan tanda suka.
Lalu, bagaimana kebenarannya? Apakah benar Belanda mengibarkan bendera Indonesia di EURO 2024?
Hasil Cek Fakta
Tirto mencoba melakukan penelusuran lewat pencarian gambar terbalik (reverse image search) menggunakan perangkat Google Lens. Kami mencoba mengambil potongan gambar (crop) yang tidak menunjukkan bendera Indonesia.
Hasil pencarian mengarahkan ke foto unggahan akun Instagram @oranje_indonesia pada 3 Juli 2024. Ini adalah akun resmi federasi sepak bola Belanda yang berbahasa Indonesia. Unggahan tersebut juga ditemukan di kanal media sosial resmi lainnya, seperti di akun X, @OnsOranje. Akun-akun tersebut memiliki tanda centang (verified), tanda akun resmi.
Dalam dua foto tersebut, terlihat nama stadion "Munich", tertutup bendera bertuliskan "Weert" di posisi yang sama. Jika melihat lebih detail, terlihat juga wajah Kapten Belanda, Virgil van Dijk, yang sedang membalikkan badan serta pemain bernomor punggung 5 dan 22 yang mengangkat tangan.
Hal ini menjadi indikasi kalau dua foto tersebut adalah foto yang sama dengan foto bendera Indonesia berkibar di Jerman, yang ramai di media sosial. Di foto aslinya, terlihat tidak ada bendera Indonesia yang dibentangkan pendukung Belanda.
Berdasar keterangan dalam teks, foto tersebut diambil selesai laga antara Belanda melawan Rumania. Mengutip UEFA.com, laga 16 besar tersebut berlangsung di Munich Football Arena, pada 2 Juli 2024 lalu. Belanda, yang mengenakan baju berwarna biru, menang dengan skor 3-0.
Hasil pencarian mengarahkan ke foto unggahan akun Instagram @oranje_indonesia pada 3 Juli 2024. Ini adalah akun resmi federasi sepak bola Belanda yang berbahasa Indonesia. Unggahan tersebut juga ditemukan di kanal media sosial resmi lainnya, seperti di akun X, @OnsOranje. Akun-akun tersebut memiliki tanda centang (verified), tanda akun resmi.
Dalam dua foto tersebut, terlihat nama stadion "Munich", tertutup bendera bertuliskan "Weert" di posisi yang sama. Jika melihat lebih detail, terlihat juga wajah Kapten Belanda, Virgil van Dijk, yang sedang membalikkan badan serta pemain bernomor punggung 5 dan 22 yang mengangkat tangan.
Hal ini menjadi indikasi kalau dua foto tersebut adalah foto yang sama dengan foto bendera Indonesia berkibar di Jerman, yang ramai di media sosial. Di foto aslinya, terlihat tidak ada bendera Indonesia yang dibentangkan pendukung Belanda.
Berdasar keterangan dalam teks, foto tersebut diambil selesai laga antara Belanda melawan Rumania. Mengutip UEFA.com, laga 16 besar tersebut berlangsung di Munich Football Arena, pada 2 Juli 2024 lalu. Belanda, yang mengenakan baju berwarna biru, menang dengan skor 3-0.
Kesimpulan
Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan klaim Belanda mengibarkan bendera Indonesia di EURO 2024 adalah hasil dari manipulasi foto (altered photo).
Foto yang beredar di media sosial yang menunjukkan bendera Indonesia dikibarkan pendukung Belanda adalah hasil suntingan. Foto asli kejadian tersebut berasal dari akun media sosial resmi federasi sepak bola Belanda. Gambar diambil pada 2 Juli 2024, setelah kemenangan Timnas Belanda atas Rumania. Tidak ada bendera Indonesia yang berkibar di laga tersebut.
Foto yang beredar di media sosial yang menunjukkan bendera Indonesia dikibarkan pendukung Belanda adalah hasil suntingan. Foto asli kejadian tersebut berasal dari akun media sosial resmi federasi sepak bola Belanda. Gambar diambil pada 2 Juli 2024, setelah kemenangan Timnas Belanda atas Rumania. Tidak ada bendera Indonesia yang berkibar di laga tersebut.
Rujukan
- https://www.threads.net/@rozymoan/post/C9LhyibhLwL?fbclid=IwY2xjawEBbSBleHRuA2FlbQIxMAABHbTlN_CkL4JzzmdJvY_WpRrxo4rsyyxOTHid7PKb9EroXIL1qsPOuvpCYg_aem_5ud9zb3dGmLkNBRgHJET9g
- https://web.archive.org/web/20240718033235/
- https://www.threads.net/@rozymoan/post/C9LhyibhLwL
- https://www.threads.net/@ladoddyparenrengi/post/C9JPhl1P6kf
- https://web.archive.org/web/20240718033238/
- https://www.threads.net/@ladoddyparenrengi/post/C9JPhl1P6kf
- https://www.instagram.com/reel/C9L6ywOy6DB/?fbclid=IwZXh0bgNhZW0CMTAAAR0g3EXH9pGPR1bqUnDbdAlTUiZU-v_DxNpo8fwEseWtBlf1SvAXEGlUL90_aem_AkXgPW41QTy4rTMAjq4KfA
- https://ghostarchive.org/archive/o8Sz8
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=457660047023457&id=100083383963343&mibextid=oFDknk&rdid=2xkeL47KWwjg1RXt
- https://www.facebook.com/groups/762966208553998/posts/846078686909416/
- https://www.tiktok.com/@il_capolista/video/7388464894661774600?lang=id-ID
- https://archive.ph/LdYmA
- https://www.tiktok.com/@theblus22/video/7388374190199524614
- https://archive.ph/opTUX
- https://www.tiktok.com/@nizar_16_djarcok/video/7388315246483508486
- https://www.tiktok.com/@atventio/video/7388019278383041798
- https://archive.ph/9vUGT
- https://www.instagram.com/oranje_indonesia/p/C89MBRRShCE/?img_index=2
- https://x.com/OnsOranje/status/1808205138848338219
- https://www.uefa.com/euro2024/match/2036203--romania-vs-netherlands/matchinfo/
(GFD-2024-21191) Hoaks Metode Soda Kue untuk Sembuhkan Gangguan Prostat
Sumber:Tanggal publish: 18/07/2024
Berita
tirto.id - Berbagai macam iklan obat ataupun metode alternatif banyak bermunculan dan tersebar di media sosial. Sayangnya, sejumlah iklan tersebut banyak yang bermuatan informasi palsu atau hoaks.
Dalam beberapa pekan terakhir saja, Tirto telah membantah beberapa unggahan iklan obat dan metode penyembuhan alternatif, yang mencatut sejumlah tokoh.
Terbaru, di Facebook, muncul unggahan yang menawarkan metode penyembuhan terkait prostatitis.
"Bagaimana saya membantu lebih dari 3 juta orang Indonesia terbebas dari prostatitis dalam 2 tahun dengan metode baking soda yang telah terbukti ini?" begitu bunyi pesan pembuka dari unggahan akun "Your Doctor" pada 4 Juli 2024 (arsip).
Dalam unggahan tersebut, dijelaskan juga kalau metode soda kue untuk penyembuhan prostatitis telah melalui sertifikasi dan konfirmasi uji klinis. Kemudian, unggahan ini juga menjabarkan keuntungan dari metode tersebut.
Di bagian akhir unggahan, terdapat ajakan untuk menonton video terlampir dan mengklik tombol di unggahan.
"Klik tombol di bawah ini dan tonton video berdurasi 3 menit sebelum dihapus," tutup pesan tersebut.
Video yang menyertai berdurasi sekitar empat menit, dengan keterangan dalam teks berbunyi, "Soda kue, membunuh penyebab sebenarnya ereksi lemah dalam 24 jam."
Dalam video tersebut, terlihat ada sosok Dokter Terawan Agus Putranto, mantan Menteri Kesehatan RI, bersama Deddy Corbuzier, yang berbicara dan menceritakan pengalaman mereka, mengiklankan metode tersebut.
Sampai dengan Kamis (18/7/2024), video tersebut telah diputar ulang sebanyak 709 kali. Sementara itu, unggahan ini telah mengumpulkan lebih dari 1.600 tanda suka (likes) dan sekitar 200 komentar.
Kami juga menemukan unggahan serupa dari akun "Healthy Life" (arsip). Pesan dalam unggahan tersebut sama persis dengan unggahan akun "Your Doctor". Video yang menyertai unggahan juga mencatut Dokter Terawan dan Deddy Corbuzier. Hanya saja, keterangan dalam video berbeda.
Lalu, bagaimana faktanya? Benarkah terdapat metode soda kue untuk menyembuhkan prostatitis dan gangguan ereksi yang diiklankan Dokter Terawan dan Deddy Corbuzier?
Dalam beberapa pekan terakhir saja, Tirto telah membantah beberapa unggahan iklan obat dan metode penyembuhan alternatif, yang mencatut sejumlah tokoh.
Terbaru, di Facebook, muncul unggahan yang menawarkan metode penyembuhan terkait prostatitis.
"Bagaimana saya membantu lebih dari 3 juta orang Indonesia terbebas dari prostatitis dalam 2 tahun dengan metode baking soda yang telah terbukti ini?" begitu bunyi pesan pembuka dari unggahan akun "Your Doctor" pada 4 Juli 2024 (arsip).
Dalam unggahan tersebut, dijelaskan juga kalau metode soda kue untuk penyembuhan prostatitis telah melalui sertifikasi dan konfirmasi uji klinis. Kemudian, unggahan ini juga menjabarkan keuntungan dari metode tersebut.
Di bagian akhir unggahan, terdapat ajakan untuk menonton video terlampir dan mengklik tombol di unggahan.
"Klik tombol di bawah ini dan tonton video berdurasi 3 menit sebelum dihapus," tutup pesan tersebut.
Video yang menyertai berdurasi sekitar empat menit, dengan keterangan dalam teks berbunyi, "Soda kue, membunuh penyebab sebenarnya ereksi lemah dalam 24 jam."
Dalam video tersebut, terlihat ada sosok Dokter Terawan Agus Putranto, mantan Menteri Kesehatan RI, bersama Deddy Corbuzier, yang berbicara dan menceritakan pengalaman mereka, mengiklankan metode tersebut.
Sampai dengan Kamis (18/7/2024), video tersebut telah diputar ulang sebanyak 709 kali. Sementara itu, unggahan ini telah mengumpulkan lebih dari 1.600 tanda suka (likes) dan sekitar 200 komentar.
Kami juga menemukan unggahan serupa dari akun "Healthy Life" (arsip). Pesan dalam unggahan tersebut sama persis dengan unggahan akun "Your Doctor". Video yang menyertai unggahan juga mencatut Dokter Terawan dan Deddy Corbuzier. Hanya saja, keterangan dalam video berbeda.
Lalu, bagaimana faktanya? Benarkah terdapat metode soda kue untuk menyembuhkan prostatitis dan gangguan ereksi yang diiklankan Dokter Terawan dan Deddy Corbuzier?
Hasil Cek Fakta
Pertama-tama, perlu diketahui bahwa prostatitis adalah peradangan pada kelenjar prostat yang bisa terjadi tiba-tiba, atau akut, atau pula berkembang secara bertahap dalam waktu yang lama, atau kronis, menukil dari Alodokter. Prostatitis biasanya ditandai dengan nyeri dan kesulitan buang air kecil.
Kembali ke unggahan. Tirto menyaksikan keseluruhan video dalam unggahan tersebut. Terdapat dua bagian utama dari video. Pertama, soal wawancara Terawan yang memaparkan soal metode pengobatan prostatitis dan kedua, soal kesaksian Deddy yang membahas soal masalah disfungsi ereksi.
Di bagian pertama, Terawan membahas soal metode pengobatan prostatitis.
"Bersama sekelompok kecil ilmuwan dari Oxford, setelah ribuan tes, saya menemukan penyebab sebenarnya dari prostatitis, molekul kopro. Molekul ini perlahan menghancurkan prostat pria seumur hidupnya seperti racun tidak terlihat," begitu penjelasannya dalam video.
Dia menambahkan, metode soda kue yang dia tawarkan akan menghancurkan molekul penyebab prostatitis tersebut.
Namun, sampai akhir bagian tersebut, kami tidak menemukan penjelasan mengenai metode soda kue yang digembar-gemborkan di video.
Sementara di bagian video berikutnya, terlihat Deddy memberi kesaksian, namun bukan membahas soal prostatitis, dia malah membahas gangguan ereksi.
"Saya pernah mengalami momen di mana hidup saya berubah menjadi mimpi buruk. Bayangkan saya bersiap beraksi, tapi 'mister P' saya mengecewakan pada saat yang paling tidak tepat," begitu kata Deddy.
Deddy menjelaskan metode soda kue juga memperbaiki masalah kesehatannya. Dia juga menyebut dia menemukan metode tersebut di internet.
Tapi, sama seperti bagian pertama, di video Dokter Terawan, kami tidak menemukan penjelasan mengenai metode soda kue yang digembar-gemborkan. Sampai akhir video juga tidak ada penjelasan sama sekali mengenai metode tersebut.
Tirto juga mencurigai adanya manipulasi dari audio konten video tersebut. Gerak bibir dengan audio dari video terlihat tidak sinkron.
Untuk menguji keaslian video, kami menggunakan perangkat pemindaian konten kecerdasan buatan (AI), Hive Moderation. Kami mengambil sample audio untuk bagian Terawan dan Deddy, yang kemudian kami gunakan untuk bahan pemindaian.
Dari video Dokter Terawan, Hive Moderation menyebut konten tersebut kemungkinan besar mengandung konten buatan AI. Penilaian mereka menyebut 92,7 persen peluang video adalah konten Deepfake. Sementara bagian video Deddy juga disebut kemungkinan besar adalah konten bermuatan AI, meski persentase hasil pemindaiannya lebih kecil, 68,4 persen.
Kami juga melakukan pemindaian terpisah, hanya untuk konten audio dari bagian video Terawan maupun Deddy. Hasil pemindaian Hive Moderation menyebut 99,9 persen konten audio Terawan dan Deddy dibuat menggunakan kecerdasan buatan.
Kami kemudian mengambil beberapa potongan gambar dari video untuk menelusuri keaslian asal video tersebut.
Mula-mula dari bagian video Terawan. Hasil pencarian gambar terbalik (reverse image search) menunjukkan, potongan gambar Terawan tersebut berasal dari video YouTube Kompas TV dalam wawancara eksklusif di acara Rosi.
Penelusuran kami mengarahkan ke video berikut. Terlihat Terawan mengenakan baju putih dengan aksen batik dan latar rumah yang serupa dengan video di Facebook. Video tersebut berjudul "Soal Kegagalan Pasien Terapi DSA Tidak Terpublikasi, Ini Jawaban Terawan - ROSI", yang tayang pertama kali pada 11 Juli 2022.
Dalam wawancara eksklusif bersama Rosianna Silalahi tersebut, Terawan memaparkan tentang metode DSA (Digital Subtraction Angiography) atau terapi cuci otak yang dilakukannya.
Tidak ada penjelasan apapun mengenai metode soda kue dalam video tersebut.
Sementara reverse image search dari video Deddy mengarahkan ke video berikut. Terlihat dalam video tersebut Deddy berbincang dengan Habib Jafar. Berdasar petunjuk tersebut kami mencari video ke YouTube dan menemukan video berikut. Terlihat Deddy mengenakan baju dan topi hitam, di bagian latarnya terlihat aksen hitam dan putih serupa dengan unggahan di Facebook.
Video tersebut pertama kali diunggah pada 18 Maret 2024, yang membahas soal pengalaman Deddy dalam membesarkan anaknya.
Di video tersebut, tidak ada keluhan Deddy soal disfungsi ereksi, apalagi soal metode soda kue yang disebut dalam video.
Kami juga mencoba mencari keterkaitan antara soda kue dengan gangguan prostatitis. Hasilnya mengarahkan ke artikel dari Kominfo berikut yang membantah informasi tersebut. Sekitar bulan Juni 2024, unggahan tentang metode yang serupa sempat muncul di media sosial dengan mencatut nama dr. Lie Dharmawan. Namun informasi tersebut telah mendapat cap hoaks dari Kominfo.
Kami juga menemukan artikel dari Alodokter berikut. Dalam halaman tanya jawab tersebut, dr. Jati Satriyo menyebut pemanfaatan soda kue (yang dicampur dalam madu) untuk pengobatan gangguan kesehatan prostat sampai saat ini belum terbukti karena belum ada penelitian medis yang menyatakan bahwa hal ini dapat digunakan.
Sementara hubungan soda kue untuk gangguan ereksi juga belum didukung bukti untuk mendukung argumen tersebut.
Sekilas soal soda kue, soda kue memang disebut sering digunakan sebagai obat, menurut artikel Alodokter yang telah ditinjau oleh dr. Sienny Agustin.
Selain digunakan menetralkan asam lambung dan membantu mengatasi sakit maag, soda kue juga sering digunakan menjaga keseimbangan pH darah, meningkatkan energi, serta menjaga kesehatan gigi dan mulut. Bahkan, zat ini juga digunakan untuk membersihkan dan meredakan iritasi ringan pada kulit.
Tidak disebutkan soal penggunaannya untuk gangguan ereksi maupun prostatitis.
Berdasarkan laman yang sama, perlu diketahui, mengonsumsi soda kue berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Konsumsi berlebihan dapat mengganggu pencernaan, saraf, otak, dan keseimbangan elektrolit dalam tubuh, memperburuk kondisi ginjal dan jantung serta mengganggu keseimbangan asam basa darah, di antara dampak-dampak lainnya.
Kembali ke unggahan. Tirto menyaksikan keseluruhan video dalam unggahan tersebut. Terdapat dua bagian utama dari video. Pertama, soal wawancara Terawan yang memaparkan soal metode pengobatan prostatitis dan kedua, soal kesaksian Deddy yang membahas soal masalah disfungsi ereksi.
Di bagian pertama, Terawan membahas soal metode pengobatan prostatitis.
"Bersama sekelompok kecil ilmuwan dari Oxford, setelah ribuan tes, saya menemukan penyebab sebenarnya dari prostatitis, molekul kopro. Molekul ini perlahan menghancurkan prostat pria seumur hidupnya seperti racun tidak terlihat," begitu penjelasannya dalam video.
Dia menambahkan, metode soda kue yang dia tawarkan akan menghancurkan molekul penyebab prostatitis tersebut.
Namun, sampai akhir bagian tersebut, kami tidak menemukan penjelasan mengenai metode soda kue yang digembar-gemborkan di video.
Sementara di bagian video berikutnya, terlihat Deddy memberi kesaksian, namun bukan membahas soal prostatitis, dia malah membahas gangguan ereksi.
"Saya pernah mengalami momen di mana hidup saya berubah menjadi mimpi buruk. Bayangkan saya bersiap beraksi, tapi 'mister P' saya mengecewakan pada saat yang paling tidak tepat," begitu kata Deddy.
Deddy menjelaskan metode soda kue juga memperbaiki masalah kesehatannya. Dia juga menyebut dia menemukan metode tersebut di internet.
Tapi, sama seperti bagian pertama, di video Dokter Terawan, kami tidak menemukan penjelasan mengenai metode soda kue yang digembar-gemborkan. Sampai akhir video juga tidak ada penjelasan sama sekali mengenai metode tersebut.
Tirto juga mencurigai adanya manipulasi dari audio konten video tersebut. Gerak bibir dengan audio dari video terlihat tidak sinkron.
Untuk menguji keaslian video, kami menggunakan perangkat pemindaian konten kecerdasan buatan (AI), Hive Moderation. Kami mengambil sample audio untuk bagian Terawan dan Deddy, yang kemudian kami gunakan untuk bahan pemindaian.
Dari video Dokter Terawan, Hive Moderation menyebut konten tersebut kemungkinan besar mengandung konten buatan AI. Penilaian mereka menyebut 92,7 persen peluang video adalah konten Deepfake. Sementara bagian video Deddy juga disebut kemungkinan besar adalah konten bermuatan AI, meski persentase hasil pemindaiannya lebih kecil, 68,4 persen.
Kami juga melakukan pemindaian terpisah, hanya untuk konten audio dari bagian video Terawan maupun Deddy. Hasil pemindaian Hive Moderation menyebut 99,9 persen konten audio Terawan dan Deddy dibuat menggunakan kecerdasan buatan.
Kami kemudian mengambil beberapa potongan gambar dari video untuk menelusuri keaslian asal video tersebut.
Mula-mula dari bagian video Terawan. Hasil pencarian gambar terbalik (reverse image search) menunjukkan, potongan gambar Terawan tersebut berasal dari video YouTube Kompas TV dalam wawancara eksklusif di acara Rosi.
Penelusuran kami mengarahkan ke video berikut. Terlihat Terawan mengenakan baju putih dengan aksen batik dan latar rumah yang serupa dengan video di Facebook. Video tersebut berjudul "Soal Kegagalan Pasien Terapi DSA Tidak Terpublikasi, Ini Jawaban Terawan - ROSI", yang tayang pertama kali pada 11 Juli 2022.
Dalam wawancara eksklusif bersama Rosianna Silalahi tersebut, Terawan memaparkan tentang metode DSA (Digital Subtraction Angiography) atau terapi cuci otak yang dilakukannya.
Tidak ada penjelasan apapun mengenai metode soda kue dalam video tersebut.
Sementara reverse image search dari video Deddy mengarahkan ke video berikut. Terlihat dalam video tersebut Deddy berbincang dengan Habib Jafar. Berdasar petunjuk tersebut kami mencari video ke YouTube dan menemukan video berikut. Terlihat Deddy mengenakan baju dan topi hitam, di bagian latarnya terlihat aksen hitam dan putih serupa dengan unggahan di Facebook.
Video tersebut pertama kali diunggah pada 18 Maret 2024, yang membahas soal pengalaman Deddy dalam membesarkan anaknya.
Di video tersebut, tidak ada keluhan Deddy soal disfungsi ereksi, apalagi soal metode soda kue yang disebut dalam video.
Kami juga mencoba mencari keterkaitan antara soda kue dengan gangguan prostatitis. Hasilnya mengarahkan ke artikel dari Kominfo berikut yang membantah informasi tersebut. Sekitar bulan Juni 2024, unggahan tentang metode yang serupa sempat muncul di media sosial dengan mencatut nama dr. Lie Dharmawan. Namun informasi tersebut telah mendapat cap hoaks dari Kominfo.
Kami juga menemukan artikel dari Alodokter berikut. Dalam halaman tanya jawab tersebut, dr. Jati Satriyo menyebut pemanfaatan soda kue (yang dicampur dalam madu) untuk pengobatan gangguan kesehatan prostat sampai saat ini belum terbukti karena belum ada penelitian medis yang menyatakan bahwa hal ini dapat digunakan.
Sementara hubungan soda kue untuk gangguan ereksi juga belum didukung bukti untuk mendukung argumen tersebut.
Sekilas soal soda kue, soda kue memang disebut sering digunakan sebagai obat, menurut artikel Alodokter yang telah ditinjau oleh dr. Sienny Agustin.
Selain digunakan menetralkan asam lambung dan membantu mengatasi sakit maag, soda kue juga sering digunakan menjaga keseimbangan pH darah, meningkatkan energi, serta menjaga kesehatan gigi dan mulut. Bahkan, zat ini juga digunakan untuk membersihkan dan meredakan iritasi ringan pada kulit.
Tidak disebutkan soal penggunaannya untuk gangguan ereksi maupun prostatitis.
Berdasarkan laman yang sama, perlu diketahui, mengonsumsi soda kue berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Konsumsi berlebihan dapat mengganggu pencernaan, saraf, otak, dan keseimbangan elektrolit dalam tubuh, memperburuk kondisi ginjal dan jantung serta mengganggu keseimbangan asam basa darah, di antara dampak-dampak lainnya.
Kesimpulan
Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan, video metode soda kue untuk menyembuhkan prostatitis dan gangguan ereksi, yang mencatut Dokter Terawan dan Deddy Corbuzier, adalah hasil manipulasi menggunakan kecerdasan buatan (altered video).
Video yang tersebar di Facebook adalah hasil suntingan dan menggunakan kecerdasan buatan untuk memalsukan audionya. Di konten asli video Terawan dan Deddy, keduanya tidak membahas sama sekali soal metode soda kue.
Hasil pemeriksaan alat pemindai konten AI, Hive Moderation juga menunjukkan konten tersebut diduga kuat dibuat menggunakan kecerdasan buatan.
Video yang tersebar di Facebook adalah hasil suntingan dan menggunakan kecerdasan buatan untuk memalsukan audionya. Di konten asli video Terawan dan Deddy, keduanya tidak membahas sama sekali soal metode soda kue.
Hasil pemeriksaan alat pemindai konten AI, Hive Moderation juga menunjukkan konten tersebut diduga kuat dibuat menggunakan kecerdasan buatan.
Rujukan
- https://www.facebook.com/100090724520190/videos/1056196792733363
- https://archive.ph/p3Hgk
- https://www.facebook.com/61556091384513/videos/1404540466910868/
- https://archive.ph/Mgjzf
- https://www.alodokter.com/prostatitis
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://yandex.com/images/search?cbir_id=7552029%2FaKb9f0EcEOdmqCJTOhMLzw6655&cbir_page=sites&rpt=imageview&source-serpid=QxYIXH9sYPElmS-4OEqtqg&url=
- https%3A%2F%2Favatars.mds.yandex.net%2Fget-images-cbir%2F7552029%2FaKb9f0EcEOdmqCJTOhMLzw6655%2Forig
- https://www.youtube.com/watch?v=Of98voiuE7M
- https://yandex.com/images/search?cbir_id=1865662%2FkHPH7rw2Wo47tsmB4sBnqg6725&cbir_page=sites&rpt=imageview&source-serpid=QxYIXH9sYPElmS-4OEqtqg&url=
- https%3A%2F%2Favatars.mds.yandex.net%2Fget-images-cbir%2F1865662%2FkHPH7rw2Wo47tsmB4sBnqg6725%2Forig
- https://www.tiktok.com/@story_a.g/video/7347724894110616837?lang=ru-RU
- https://www.youtube.com/watch?v=1h1w876eIAo
- https://www.kominfo.go.id/content/detail/57510/hoaks-video-dr-lie-dharmawan-terkait-penemuan-obat-sakit-prostat-menggunakan-soda-kue/0/laporan_isu_hoaks
- https://www.alodokter.com/komunitas/topic/baik-atau-tidak-bagi-kanker-prostat
- https://www.alodokter.com/jangan-asal-pakai-perhatikan-bahaya-soda-kue-di-sini
(GFD-2024-21195) [HOAKS] Logo BMW Memakai Lambang Nazi
Sumber:Tanggal publish: 18/07/2024
Berita
KOMPAS.com - Produsen mobil BMW diklaim memakai lambang Partai Nazi, swastika, dalam logo perusahaannya pada 1940-an.
Pengguna media sosial mengunggah logam dengan tulisan "BMW" dan lambang swastika.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Informasi logo BMW memakai lambang swastika disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 2 Juni 2024:
People bang on about companies supporting pride but BMW been doing it since the 40s.
Berikut terjemahannya:
Orang-orang membicarakan tentang perusahaan yang mendukung kebanggaan, tetapi BMW telah melakukannya sejak tahun 40an.
Pengguna media sosial mengunggah logam dengan tulisan "BMW" dan lambang swastika.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Informasi logo BMW memakai lambang swastika disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 2 Juni 2024:
People bang on about companies supporting pride but BMW been doing it since the 40s.
Berikut terjemahannya:
Orang-orang membicarakan tentang perusahaan yang mendukung kebanggaan, tetapi BMW telah melakukannya sejak tahun 40an.
Hasil Cek Fakta
BMW atau Bayerische Motoren Werke merupakan perusahaan otomotif asal Jerman. Kepala Arsip BMW Group, Katrin Gfrorer mengatakan, perusahaannya tidak pernah memakai lambang swastika pada desain logonya.
"Lambang ini terus bermunculan di media sosial. Ini bukan lambang asli BMW, tetapi dibuat oleh orang ketiga. BMW tidak pernah memiliki swastika di logonya," kata Gfrorer, dikutip dari Snopes.
Hal senada disampaikan sejarawan BMW, Annika Biss yang menyatakan, tidak ditemukan informasi mengenai siapa yang membuat dan menjual logo tersebut.
Ia menjelaskan, BMW sempat mengganti logo pada 1933 dan 1936, tetapi tidak ada lambang swastika pada logo di tahun tersebut.
Gfrorer mencatat, BMW sebelumnya secara terbuka mengakui perannya sebagai perusahaan persenjataan bagi Nazi Jerman.
Meski BMW terlibat pada era Nazi, tetapi tidak ada pernyataan atau bukti penggunaan swastika oleh BMW pada periode tersebut. Sejarah logo BMW dapat dibaca di sini.
Sejumlah situs web yang didedikasikan untuk sejarah logo dan perusahaan mobil, seperti Motor1, 1000 Logos, Logo Design Love, dan German Automotive, juga tidak memuat informasi apa pun soal lambang swastika pada logo BMW.
"Lambang ini terus bermunculan di media sosial. Ini bukan lambang asli BMW, tetapi dibuat oleh orang ketiga. BMW tidak pernah memiliki swastika di logonya," kata Gfrorer, dikutip dari Snopes.
Hal senada disampaikan sejarawan BMW, Annika Biss yang menyatakan, tidak ditemukan informasi mengenai siapa yang membuat dan menjual logo tersebut.
Ia menjelaskan, BMW sempat mengganti logo pada 1933 dan 1936, tetapi tidak ada lambang swastika pada logo di tahun tersebut.
Gfrorer mencatat, BMW sebelumnya secara terbuka mengakui perannya sebagai perusahaan persenjataan bagi Nazi Jerman.
Meski BMW terlibat pada era Nazi, tetapi tidak ada pernyataan atau bukti penggunaan swastika oleh BMW pada periode tersebut. Sejarah logo BMW dapat dibaca di sini.
Sejumlah situs web yang didedikasikan untuk sejarah logo dan perusahaan mobil, seperti Motor1, 1000 Logos, Logo Design Love, dan German Automotive, juga tidak memuat informasi apa pun soal lambang swastika pada logo BMW.
Kesimpulan
Logo BMW memakai lambang swastika merupakan konten hoaks.
Kepala Arsip BMW Group dan sejarawan BMW menyatakan, perusahaan otomotif Jerman itu tidak pernah memakai lambang swastika sebagai logonya.
Kepala Arsip BMW Group dan sejarawan BMW menyatakan, perusahaan otomotif Jerman itu tidak pernah memakai lambang swastika sebagai logonya.
Rujukan
- https://twitter.com/paulmac708/status/1797288160180732395
- https://twitter.com/MaitreyaBhakal/status/1797715453583986790/photo/1
- https://twitter.com/its_menieb/status/1400055914279981056/photo/1
- https://www.snopes.com/fact-check/bmw-swastika-nazi-germany/
- https://www.bmwgroup.com/de/unternehmen/historie/bmw-waehrend-der-zeit-des-nationalsozialismus.html
- https://www.bmw.com/en/automotive-life/bmw-logo-meaning-history1.html
- https://www.motor1.com/features/403085/histoire-logo-bmw-legende/
- https://1000logos.net/bmw-logo/
- https://www.logodesignlove.com/bmw-logo-evolution
- https://germanauto.co.uk/the-history-of-bmw-and-evolution-of-the-iconic-badge/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 3244/7951
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4894956/original/074263300_1721287539-cek_fakta_coca.jpg)




