• (GFD-2024-24739) CEK FAKTA: Prabowo akan Miskinkan Pelaku Korupsi Dana Desa

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/12/2024

    Berita

    Suara.com - Sebuah unggahan viral di platform TikTok dengan klaim bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan peraturan baru untuk memiskinkan pelaku korupsi dana desa menuai perhatian publik. Video yang dibagikan oleh akun “risalnur17” pada Sabtu (30/11/2024) tersebut disertai narasi sensasional sebagai berikut:

    “Prabowo: Peraturan Baru! KORUPSI Dana Desa akan saya MIskinkan, Baik yang masih Menjabat maupun yang sudah Tidak Menjabat”

    Hingga Senin (23/12/2024), unggahan itu telah disukai lebih dari 13.500 pengguna dan menuai sekitar 2.000 komentar.

    Namun, mengutip hasil pemeriksaan fakta yang dilakukan oleh Tempo, klaim tersebut tidak berdasar dan tergolong sebagai konten menyesatkan (misleading content).

    Penelusuran Fakta

    Dalam verifikasinya, Tempo menelusuri regulasi terkait pengelolaan dana desa serta pemberitaan dari berbagai media kredibel. Hasilnya, tidak ditemukan adanya peraturan baru yang diterbitkan oleh Presiden Prabowo untuk memiskinkan pelaku korupsi dana desa. Selain itu, pemerintah juga tidak pernah mengumumkan langkah kebijakan semacam itu.

    Klaim yang beredar dalam unggahan TikTok tersebut memiliki kesamaan narasi dengan artikel yang dimuat di laman Palopopos.fajar.co.id. Dalam artikel itu disebutkan bahwa pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 85 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Dana Desa, yang konon berisi aturan pemiskinan bagi koruptor dana desa. Namun, hasil penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa informasi ini keliru.

    Tempo memeriksa dokumen resmi PP Nomor 85 Tahun 2024 yang tersedia di situs pemerintah. Ternyata, PP tersebut tidak berkaitan dengan pengelolaan dana desa sama sekali. PP itu justru mengatur tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Kawasan Perkotaan Metropolitan Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta, klaim tentang peraturan baru Presiden Prabowo Subianto yang memiskinkan koruptor dana desa adalah tidak benar. Narasi tersebut merupakan hoaks dan termasuk kategori konten menyesatkan. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial dan memastikan kebenarannya melalui sumber-sumber terpercaya.

    Penyebaran informasi palsu seperti ini tidak hanya berpotensi menciptakan kebingungan di tengah masyarakat, tetapi juga dapat merusak kepercayaan terhadap pemerintah. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk bersikap kritis dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial.
  • (GFD-2024-24740) Keliru, Video Pidato Erdogan Sebelum Walkout di KTT D-8

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/12/2024

    Berita



    Sebuah video beredar di Twitter atau X [ arsip ], serta akun Facebook ini dan ini, yang diklaim sebagai video pidato Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelum melakukanwalk outdalam acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-11 Developing Eight (D-8).

    Diketahui, Erdogan dan sejumlah delegasi negara melakukanwalkoutatau berjalan meninggalkan ruangan, saat Presiden RI Prabowo Subianto berbicara dalam sebuah sesi di konferensi yang digelar di Kairo, Mesir, pada Kamis, 19 Desember 2024. “Apabila Palestina dikalahkan, maka kita tidak akan bisa melindungi Kota Madinah. Kalau Kota Madinah dikalahkan, maka kita tidak akan bisa melindungi Kota Makkah. Kalau Kota Makkah dikalahkan, kita akan kehilangan Ka’bah,” kata Erdogan dalam video setelah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.



    Namun, benarkah video itu direkam sebelum Erdoganwalkoutsaat Prabowo berbicara di KTT Ke-11 D-8?

    Hasil Cek Fakta



    Hasil verifikasi Tempo menunjukkan, video Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tersebut tidak terjadi saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-11 Developing Eight (D-8).

    Tempo memverifikasi narasi itu menggunakan layananreverse image searchdari mesin pencari Yandex, dan menemukan informasi terkonfirmasi terkait video pidato Erdogan yang menyerukan pembelaan terhadap Palestina itu.

    Video yang beredar sesungguhnya memperlihatkan Erdogan berpidato dalam Penghargaan Necip Fazil 2017 di sebuah gedung di Istanbul, Turki, pada bulan Desember 2017, sebagaimana dilaporkan Mynet.com.



    Penghargaan Necip Fazil adalah penghargaan untuk orang-orang yang berprestasi di bidang sastra dan ilmu pengetahuan. Anadolu Agency menuliskan bahwa nama penghargaan ini diambil dari nama Necip Fazil Kisakurek, seorang penyair, novelis, dan aktivis yang berkontribusi terhadap pemikiran Islam di Turki dan yang meninggal dunia tahun 1983.

    Dalam pidato itu, Erdogan memuji Necip Fazil dengan menyebutnya sebagai orang yang mengabdikan hidupnya untuk cita-cita "Turki Hebat". Kemudian ia mendorong keaktifan pemuda dalam berkarya. Ia juga mengampanyekan pembelaan terhadap kemerdekaan Palestina.

    “Sekarang, serangan baru telah dimulai melalui Yerusalem , menargetkan seluruh Timur Tengah dan seluruh umat Islam. Kami mengambil langkah pertama dalam skala besar pada hari Rabu, dan mudah-mudahan kami akan terus melanjutkannya. Kami mengetahui hal ini dengan sangat baik. Jika Yerusalem hilang, kita tidak bisa melindungi Madinah. Jika Madinah pergi, Mekah Jika Mekah pergi, kita akan kehilangan Ka'bah. Ingat, Yerusalem berarti Istanbul, Islamabad berarti Jakarta, Damaskus berarti Baghdad,” bunyi potongan pidatonya.

    Kalimat tersebut sama dengan dalam video yang beredar di media sosial. Namun, sesungguhnya pidato itu tidak diucapkannya sebelumwalkoutsaat Prabowo berbicara di KTT D-8 tahun 2024, melainkan di acara Penghargaan Necip Fazil tahun 2017.

    Di sisi lain, dilansir Tempo, video aksi walk out Erdogan saat Prabowo berbicara di sebuah sesi dalam KTT D-8 di Kairo, Mesir, juga beredar di media sosial. Juru Bicara (Jubir) Kemlu RI Rolliansyah Soemirat mengonfirmasi bahwa kondisi seperti itu biasa terjadi di pertemuan internasional, dimana delegasi negara keluar di tengah acara untuk mengikuti pertemuan lain.

    Kesimpulan



    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan Erdogan berpidato sebelumwalkoutdalam sebuah sesi di KTT D-8, saat Prabowo berbicara, adalah klaimkeliru.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24741) Keliru, Video Profesor Teologi Kanada Pierre Gilbert Sebut Vaksinasi Dapat Ubah Manusia Jadi Zombie

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/12/2024

    Berita



    Sebuah video pidato seorang profesor teologi bernama Pierre Gilbert menyebut efek vaksinasi dapat mengubah manusia jadi zombie pada tahun 1995, diunggah akun media sosial Instagram ini [ arsip ]. Dia mengklaim bahwa umat manusia akan menciptakan infeksi yang disengaja di masa depan lalu masyarakat akan dipaksa untuk menjalani vaksinasi wajib. 

    Selain itu, isi video mengklaim bahwa kristal cair akan ditambahkan ke dalam vaksin, yang akan tetap berada di sel otak manusia. Kristal akan menjadi sensor mikro untuk medan elektromagnetik yang akan mengontrol perilaku manusia. melalui gelombang frekuensi rendah ini, manusia tidak akan bisa berpikir anda akan merubah menjadi zombie, pembicara mengutip contoh Rwanda.



    Benarkah vaksinasi dapat mengubah manusia jadi zombie? 

    Hasil Cek Fakta



    Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa video yang dibagikan tersebut berasal dari video pengkhotbah kristen sekaligus yang mempercayai teori konspirasi, Pierre Gilbert, pada 1995. Pierre menyatakan bahwa pada tahun 2000 manusia akan berubah menjadi zombie melalui vaksinasi dan dunia akan berakhir. 

    Video itu pernah beredar pada masa pandemi COVID-19 tahun 2021. Namun jutaan vaksin COVID-19 telah diberikan kepada manusia dan klaim tersebut tidak pernah terbukti bahwa manusia akan menjadi zombie dan dunia berakhir.

    Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi klaim di atas dengan penelusuran Google dan mewawancarai Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman dan merujuk pada artikel cek fakta yang dibuat organisasi pemeriksa fakta independen lainnya.

    Pierre Gilbert sesungguhnya seorang ahli di bidang pengobatan alternatif meliputi terapi tulang (chiropractor), akupuntur serta terapi dengan pengobatan natural (naturopath). Dia menganggap dirinya sebagai pengikut eskatologi atau cabang teologi yang mempelajari ajaran tentang keterbatasan dunia dan manusia bergantung pada dogma agama tertentu.  

    Dikutip dari AFP, video yang dibagikan adalah kutipan dari pidato Pierre Gilbert pada tahun 1995 yang videonya sudah dihapus di Youtube. Dalam pidato lengkapnya, Gilbert menjelaskan bagaimana dia membayangkan akhir dunia berdasarkan Alkitab.

    Kristal cair yang disebutkan oleh Pierre Gilbert adalah wujud materi yang sekaligus mempunyai sifat cair dan kristal (padat). Kondisi ini dapat dideteksi baik pada organisme hidup maupun pada teknologi seperti monitor LCD.

    Kristal cair tidak dapat dipengaruhi oleh medan elektromagnetik. Kristal cair bukanlah reseptor medan elektromagnetik. Mereka adalah struktur kristal yang mengubah orientasi di bawah pengaruh suhu dan tekanan. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa tergantung pada kondisi fisiknya, tidak mungkin juga untuk menanamkannya ke dalam otak dan mengendalikan pemikiran manusia.

    Menurut ahli kimia dan peneliti kristal cair Amerika yang terkenal, Glenn Brown kepada AFP, tidak ada hasil penelitian yang dapat membuktikan kemampuan kristal cair untuk mengendalikan pikiran manusia. Oleh karena itu, kristal cair merupakan bagian integral dari tubuh manusia. Mereka tidak bereaksi terhadap medan magnet, dan dengan menggunakannya tidak mungkin mengendalikan seseorang atau "mengubahnya menjadi zombie".

    Adapun genosida Rwanda yang disebutkan oleh Pierre Gilbert diambil di luar konteks dan tidak ada hubungannya dengan vaksinasi. Genosida di Rwanda pada tahun 1994 bukanlah akibat dari "zombifikasi" melainkan karena krisis politik. Rwanda mengalami masalah etnis yang belum terselesaikan dan menjadi perang saudara. 

    Presiden Hutu di Rwanda dibunuh pada tanggal 6 April 1994, setelah itu orang Hutu mulai memusnahkan kelompok etnis kedua di negara itu, Tutsi. Perkiraan jumlah korban genosida berkisar antara 800.000 hingga 1 juta. PBB membentuk pengadilan internasional mengenai masalah Rwanda untuk mengadili para pelaku genosida.

    Menurut Dicky Budiman, cara kerja vaksin dirancang untuk melatih sistem kekebalan tubuh agar mengenali melawan patogen tertentu seperti virus atau bakteri. Kandungan dalam vaksin di antaranya antigen yang bekerjanya dengan cara yang aman untuk menstimulasi respon imun tanpa menyebabkan penyakit itu sendiri.

    “Jadi tidak ada mekanisme biologis atau ilmiah yang memungkinkan vaksin mengubah manusia menjadi zombie,” kata Dicky kepada Tempo.

    Selain itu, lanjutnya, dari sisi keamanan, semua vaksin yang digunakan secara resmi sudah melalui uji klinis ketat dalam beberapa tahap untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Selain itu, proses persetujuan digunakan dalam program vaksinasi itu melibatkan pengawasan berbagai Lembaga, baik itu di global seperti WHO termasuk nasional seperti badan POM di Indonesia.

    Salah satu pencapaian terbesar dalam dunia kesehatan masyarakat berkat adanya program vaksinasi di dunia dan Indonesia yang termasuk sudah berhasil adalah pemberantasan penyakit seperti cacar atau polio. Bukti di lapangan, sudah sangat sulit mencari anak yang kakinya kecil akibat polio. Beda sekali dengan era-era sebelum tahun 80-an.

    “Jadi kalau mendengar klaim yang seperti ini atau tidak masuk akal tentang vaksin, segera tanyakan pada ahli kesehatan atau rujukan sumber terpercaya diantaranya melalui media-media cek fakta,” kata Dicky.



    Menurut Our World in Data per 12 Agustus 2024, vaksin COVID-19 telah digunakan jutaan dosis di seluruh dunia dengan negara-negara terbesar meliputi Cina, India, Amerika Serikat, Brazil, Indonesia, Bangladesh, Pakistan dan lain-lain.

    Vaksin COVID-19 memiliki efek samping yang jarang terjadi tapi tidak ada yang mengubah manusia menjadi zombie.

    Kesimpulan



    Hasil verifikasi Tempo tentang klaim vaksinasi dapat mengubah manusia jadi zombie adalahkeliru. 

    Video yang dibagikan tersebut berasal dari video pengkhotbah kristen sekaligus yang mempercayai teori konspirasi, Pierre Gilbert, pada 1995. Pierre menyatakan bahwa pada tahun 2000 manusia akan berubah menjadi zombie melalui vaksinasi dan dunia akan berakhir. 

    Video itu pernah beredar pada masa pandemi COVID-19 tahun 2021. Namun jutaan vaksin COVID-19 telah diberikan kepada manusia dan klaim tersebut tidak pernah terbukti bahwa manusia akan menjadi zombie dan dunia berakhir.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24751) [KLARIFIKASI] Belum Ada Bukti Bashar al-Assad Umumkan Bikin Podcast

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/12/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi mengenai Presiden Suriah yang digulingkan, yakni Bashar al-Assad, membuat pengumuman mengenai peluncuran podcast atau siniar pribadinya.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut belum terbukti.

    Informasi mengenai peluncuran siniar pribadi al-Assad disebarkan oleh akun Facebook ini pada Jumat (13/12/2024). Arsipnya dapat dilihat di sini.

    Berikut narasi yang ditulis:

    Presiden Suriah Bashar al-Assad mengejutkan banyak pihak dengan pengumuman melalui media sosial mengenai peluncuran podcast pribadinya pada Rabu [11/12].

    Dalam pengumuman tersebut, al-Assad mengungkapkan rencananya untuk memulai sebuah platform baru di mana ia dapat berbicara langsung dengan pendengarnya tentang berbagai isu penting.

    Peluncuran podcast ini kemungkinan akan memicu beragam reaksi, baik di dalam Suriah maupun dunia internasional.

    Negara-negara Barat, kemungkinan besar akan melihatnya sebagai alat propaganda untuk memperbaiki citra al-Assad setelah bertahun-tahun kritik dan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia.

    Ke depan, podcast ini bisa menjadi bagian penting dari strategi komunikasi al-Assad di era digital.

    Hasil Cek Fakta

    Keluarga al-Assad telah berkuasa selama lebih dari 50 tahun. Rezimnya dituduh melakukan berbagai kejahatan termasuk penyiksaan, penahanan massal, dan banyak lagi.

    Setelah pemerintahannya digulingkan oleh kelompok oposisi pada 8 Desember 2024, Bashar al-Assad mencari suaka ke Rusia.

    Dilansir NPR, al-Assad akhirnya mengeluarkan pernyataan publik pertamanya setelah berhari-hari menghilang.

    Dia membela pemerintahannya dan menyatakan tidak bermaksud untuk mengundurkan diri dari jabatan presiden.

    Pernyataan publik itu disampaikan melalui tulisan di saluran Telegram Kepresidenan Suriah pada Senin (16/12/2024).

    Namun pernyataan tersebut belum diverifikasi secara independen.

    Dikutip dari Al Jazeera, sejauh ini al-Assad belum pernah tampil di media sejak dia melarikan diri ke Rusia bersama keluarganya.

    Tidak ada pernyataan lainnya terkait pembuatan podcast atau siniar pribadi al-Assad.

    Sebelumnya, klaim serupa mengenai siniar pribadi al-Assad telah dibantah oleh Check Your Fact.

    Kesimpulan

    Narasi mengenai peluncuran siniar pribadi Bashar al-Assad merupakan informasi yang belum terbukti kebenarannya.

    Sejak mencari suaka ke Rusia bersama keluarganya, al-Assad belum pernah muncul di hadapan publik.

    Ia sempat membuat pernyataan tertulis melalui saluran Telegram Kepresidenan Suriah, tetapi tidak ada pengumuman mengenai pembuatan siniar.

    Rujukan