• (GFD-2025-25112) Cek Fakta: Megawati Soekarnoputri Mundur dari Kursi Ketua Umum PDIP

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/01/2025

    Berita

    Suara.com - Sebuah unggahan di Facebook menampilkan tangkapan layar thumbnail YouTube yang menarasikan bahwa Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, telah menyatakan mundur dari kursi Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Unggahan tersebut berisi narasi:

    "Megawati RESMI MUNDUR Sebagai KETUM PDIP! Usai Ribuan Kader dan Petinggi Desak Megawati Mundur!"

    Namun, benarkah Megawati mundur dari kursi Ketum PDIP?

    Klarifikasi Fakta

    Mengutip penelusuran ANTARA, klaim yang menyatakan bahwa Megawati resmi mundur dari kursi Ketum PDIP adalah tidak benar. Video yang menjadi sumber unggahan tersebut sebenarnya hanya berisi opini mantan politisi PDIP, Effendi Simbolon, yang menyerukan agar Megawati Soekarnoputri mundur dari jabatannya.

    Seruan Effendi ini mencuat setelah Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Harun Masiku oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Effendi menilai bahwa situasi yang menimpa Hasto perlu menjadi bahan evaluasi bagi kepemimpinan Megawati. Ia berpendapat bahwa pengunduran diri Megawati akan menjadi langkah yang tepat demi menjaga integritas partai.

    Respons Internal PDIP

    Menanggapi isu ini, Ketua DPP PDIP Bidang Politik, Puan Maharani, menegaskan bahwa PDIP tetap solid meski tengah menghadapi berbagai dinamika. Puan meminta semua pihak untuk menghormati mekanisme internal partai terkait pergantian Ketua Umum.

    “Nanti kita lihat di bulan April, insyaallah PDI Perjuangan akan melaksanakan kongresnya. Setiap proses kongres di setiap partai politik itu kan biasa kalau kemudian terjadi pergantian struktur-struktur di partainya,” ujar Puan, dikutip dari ANTARA.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Dengan demikian, narasi yang menyatakan bahwa Megawati Soekarnoputri resmi mundur dari kursi Ketua Umum PDIP merupakan disinformasi. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa Megawati akan mundur dari jabatannya.
  • (GFD-2025-25113) Cek Fakta: Shin Tae Yong Ditunjuk Sebagai Direktur Teknis Timnas Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/01/2025

    Berita

    Suara.com - Beredar di media sosial sebuah unggahan yang menarasikan Mantan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY) akan menjadi Direktur Teknis Timnas Indonesia.

    Dalam unggahan yang dibagikan di Facebook tersebut terlihat tangkapan layar dari laman Wikipedia, STY menjadi Direktur Teknis dan Patrick Kluivert menjadi pelatih kepala.

    Berikut narasi lengkap yang disampaikan dalam unggahan tersebut:

    “Wikipedia Timnas Indonesia Sebut Shin Tae Yong Jadi Direktur Teknik Per 12 Januari

    Pada 6 Januari 2025, PSSI secara resmi mengumumkan pemecatan Shin Tae Yong dari posisinya sebagai pelatih Timnas Indonesia.

    Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim nasional di bawah kepemimpinannya

    Namun, beberapa hari kemudian, muncul spekulasi bahwa Shin Tae Yong tidak sepenuhnya meninggalkan struktur kepelatihan Timnas Indonesia. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ia akan dipromosikan menjadi Direktur Teknik (Dirtek) Timnas Indonesia.

    Posisi ini dianggap strategis untuk memanfaatkan pengalaman dan keahliannya dalam pengembangan sepak bola nasional.

    Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari PSSI mengenai penunjukan Shin Tae-yong sebagai Direktur Teknik. Informasi yang beredar masih berupa spekulasi dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

    Namun pada Minggu (12/1), Wikipedia Timnas Indonesia menyebutkan bahwa Shin Tae Yong kembali bergabung di Skuad Garuda dengan mengisi posisi Direktur Teknik.

    Perubahan ini menimbulkan berbagai reaksi di kalangan pecinta sepak bola Indonesia. Sebagian mendukung langkah PSSI untuk meningkatkan kualitas tim nasional, sementara yang lain mempertanyakan keputusan tersebut.

    Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat diharapkan menunggu pernyataan resmi dari PSSI terkait struktur kepelatihan dan manajemen Timnas Indonesia. (*)”

    Lantas benarkah narasi tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Melansir Antara, ditemukan fakta bahwa Anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Arya Sinulingga enggan memberikan respons mengenai rumor mantan pelatih timnas Belanda Louis van Gaal sebagai kandidat direktur teknik timnas Indonesia.

    Dikatakan juga oleh Arya bahwa tugas direktur teknik yang diinginkan oleh PSSI harus bisa membangun filosofi sepak bola Indonesia. Itu berarti orang tersebut harus melakukan penelusuran bakat di seluruh wilayah Indonesia dan mencanangkan filosofi sepak bola sesuai cetak biru PSSI.

    "Dirtek itu tidak hanya sekedar membawahi pemain timnas Indonesia. Dirtek juga harus mampu untuk membangun filosofi sepak bola. Itu artinya dia harus berkeliling seluruh Indonesia," kata Arya, dilansir dari ANTARA.

    Ketika ditelusuri di Wikipedia dengan kata kunci “tim nasional sepak bola Indonesia” dan melihat pada bagian staf kepengurusan, tidak ada nama Shin Tae-yong sebagai Direktur Teknik Timnas di laman tersebut.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan di atas, hingga saat ini, PSSI belum menetapkan siapa yang akan mengisi jabatan Direktur Teknik Timnas Indonesia. Sehingga, narasi yang menyebut Shin Tae Yong jadi direktur teknis Timnas Indonesia tidak terbukti kebenarannya.
  • (GFD-2025-25117) Shin Tae-yong jadi Direktur Teknis Timnas Indonesia, benarkah?

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/01/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menarasikan Mantan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY) akan menjadi Direktur Teknis Timnas Indonesia.

    Dalam unggahan tersebut terlihat tangkapan layar dari laman Wikipedia, STY menjadi Direktur Teknis dan Patrick Kluivert menjadi pelatih kepala.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Wikipedia Timnas Indonesia Sebut Shin Tae Yong Jadi Direktur Teknik Per 12 Januari

    Pada 6 Januari 2025, PSSI secara resmi mengumumkan pemecatan Shin Tae Yong dari posisinya sebagai pelatih Timnas Indonesia.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim nasional di bawah kepemimpinannya

    Namun, beberapa hari kemudian, muncul spekulasi bahwa Shin Tae Yong tidak sepenuhnya meninggalkan struktur kepelatihan Timnas Indonesia. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ia akan dipromosikan menjadi Direktur Teknik (Dirtek) Timnas Indonesia.

    Posisi ini dianggap strategis untuk memanfaatkan pengalaman dan keahliannya dalam pengembangan sepak bola nasional.

    Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari PSSI mengenai penunjukan Shin Tae-yong sebagai Direktur Teknik. Informasi yang beredar masih berupa spekulasi dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

    Namun pada Minggu (12/1), Wikipedia Timnas Indonesia menyebutkan bahwa Shin Tae Yong kembali bergabung di Skuad Garuda dengan mengisi posisi Direktur Teknik.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Perubahan ini menimbulkan berbagai reaksi di kalangan pecinta sepak bola Indonesia. Sebagian mendukung langkah PSSI untuk meningkatkan kualitas tim nasional, sementara yang lain mempertanyakan keputusan tersebut.

    Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat diharapkan menunggu pernyataan resmi dari PSSI terkait struktur kepelatihan dan manajemen Timnas Indonesia. (*)”

    Namun, benarkah Shin Tae-yong diangkat jadi Direktur Teknis Timnas Indonesia?



    Hasil Cek Fakta

    Sebelumnya, Anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Arya Sinulingga enggan menanggapi rumor mantan pelatih tim nasional Belanda Louis van Gaal sebagai kandidat direktur teknik timnas Indonesia.

    Arya sendiri mengatakan tugas direktur teknik yang diinginkan oleh PSSI harus bisa membangun filosofi sepak bola Indonesia, yang artinya orang itu harus melakukan penelusuran bakat di seluruh wilayah Indonesia dan mencanangkan filosofi sepak bola sesuai cetak biru PSSI.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    "Dirtek itu tidak hanya sekedar membawahi pemain timnas Indonesia. Dirtek juga harus mampu untuk membangun filosofi sepak bola. Itu artinya dia harus berkeliling seluruh Indonesia," kata Arya, dilansir dari ANTARA.

    ANTARA juga mencari di Wikipedia dengan kata kunci “tim nasional sepak bola Indonesia” dan melihat pada bagian staf kepengurusan, tidak ada nama Shin Tae-yong sebagai Direktur Teknik Timnas di laman tersebut.



    Hingga saat ini, PSSI belum menetapkan siapa yang akan mengisi jabatan Direktur Teknik Timnas Indonesia.

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2025

    Rujukan

  • (GFD-2025-25118) Hoaks Bantuan Tunai BPJS Kesehatan

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/01/2025

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial, informasi mengenai program bantuan tunai dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sejumlah akun Facebook menyebarkan narasi tersebut dengan menggunakan embel-embel nama dan foto profil terkait BPJS.

    “BPJS BERBAGI.

    Bantuan Tunai Secara Langsung Pengguna BPJS Tahun 2025 sebesar Rp5.000.000, Secara Langsung Tanpa Syarat.

    Cek & Dapatkan Sekarang 👇,” begitu bunyi unggahan akun “Bantuan BPJS Ketenagakerjaan 2025” (arsip), pada 12 Januari 2025.

    Akun tersebut juga punya beberapa versi unggahan terkait program ini, dengan nilai bantuan yang juga bervariasi (unggahan 1, arsip; unggahan 2, arsip). Namun, semua unggahan tersebut mengarahkan ke tautan situs yang sama.

    Unggahan paling awal dari akun tersebut, yang bertanggalkan 12 Januari 2025, mengumpulkan sekitar 100 tanda suka dan delapan komentar, serta tiga kali dibagikan ulang. Sementara unggahan lainnya dari akun tersebut juga mengumpulkan puluhan, bahkan ratusan tanda suka.

    Kami juga menemukan unggahan serupa dari akun "Seputaran Bantuan BPJS DAN KIS" (arsip) pada Rabu (15/1/2025). Menariknya, unggahan akun tersebut juga mengarahkan ke tautan serupa dengan sebelumnya.

    Lalu bagaimana faktanya? Apakah benar ada dana bantuan tunai dari BPJS Kesehatan?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto mencoba mengakses tautan yang terdapat di bagian akhir unggahan. Terdapat dua tautan yang berbeda dari sekumpulan unggahan tersebut. Tautan pertama menggunakan URL dengan nama "Indobantuan" sementara tautan kedua menggunakan nama "BPJS Gratis".

    Saat mencoba mengakses URL pertama (indobantuan.vercel.app), kami mendapat peringatan kalau situs tersebut tidak dapat diakses karena alasan hukum. Ini memberi impresi yang kurang baik terhadap kredibilitas konten unggahan.

    Sementara URL kedua berupa situs dalam bentuk formulir dengan menggunakan embel-embel BPJS Kesehatan. Terdapat nama BPJS Kesehatan, gambar beberapa media sosial, yang biasa mengindikasikan tautan ke akun media sosial resmi, di bagian atas. Di bagian bawah situs terdapat beberapa kolom yang meminta data pribadi seperti nama, usia, jenis kelamin, dan nomor kontak. Selain textbox tempat mengisi data pribadi, tidak ada tombol dalam halaman yang bisa diklik.

    Kami kemudian mencoba melakukan pemindaian menggunakan perangkat URLScan. Hasil pemindaian menunjukkan tidak ada sangkut-paut situs tersebut dengan situs resmi BPJS Kesehatan, https://www.bpjs-kesehatan.go.id.

    Alamat utama, alias domain situs tersebut mengarahkan ke vercel.app. Ini adalah salah satu penyedia layanan hosting, layanan penyimpanan dan pengelolaan data website. Platform ini menyediakan alat, alur kerja, serta infrastruktur yang diperlukan pengembang untuk membangun aplikasi web lebih cepat, tanpa konfigurasi tambahan.

    Modus seperti ini biasanya digunakan untuk skema phising. Modus serupa pernah ditemukan dengan mengatasnamakan lembaga lain.

    Lebih lanjut, Tirto juga mendapat klarifikasi dari pihak BPJS Kesehatan. Kepala Humas Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menegaskan informasi yang tersebar di media sosial tersebut sebagai hoaks.

    “Ini hoaks dan penipuan Mas. Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut,” ujarnya kepada Tirto, Kamis (16/1/2025). Dia juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan instansinya. “Apabila terdapat pertanyaan dan keluhan terkait BPJS Kesehatan dapat menghubungi Care Center 165, Mobile JKN dan Pandawa (Pelayanan Melalui WA) 08118165165,” tambahnya.

    Pada Juni 2024 lalu, modus penipuan serupa juga beredar di media sosial. Kala itu BPJS Kesehatan, lewat keterangannya di akun Facebook mereka (bercentang biru) menegaskan kalau program bagi-bagi uang tunai dengan mencatut instansi mereka adalah hoaks. "BPJS Kesehatan tidak pernah memberikan dana bantuan tunai untuk masyarakat di seluruh Indonesia,” begitu tegas mereka dalam unggahan tersebut.

    Jika menelaah akun Facebook yang menyebarkan informasi soal bantuan tunai BPJS, keduanya (info akun 1, info akun 2) juga tidak terkait dengan akun resmi BPJS. Dua akun tersebut bahkan baru dibuat pada Desember 2024 dan Januari 2025. Isi unggahannya pun hanya seputar program bantuan tunai, yang juga telah dibantah keasliannya.

    BPJS Kesehatan sudah beberapa kali menjadi objek sasaran hoaks. Tirto sempat menemukan dan membantah narasi yang sempat beredar di media sosial.

    Kesimpulan

    Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan narasi adanya dana bantuan tunai dari BPJS Kesehatan yang dibagikan di media sosial bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Tautan yang terdapat di unggahan mengarahkan ke situs dalam format formulir pendaftaran yang mencurigakan dan berpotensi mencuri data pribadi.

    Pihak BPJS Kesehatan juga telah membantah adanya program bantuan dana tunai seperti yang tertera di media sosial.

    Rujukan