• (GFD-2025-25181) [HOAKS] Konten Prabowo Minta Stasiun TV Putar Lagu "Ganyang Fufufafa"

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar sebuah unggahan yang menyertakan logo media Kumparan, dan menghadirkan narasi Presiden Prabowo Subianto meminta semua stasiun televisi memutar lagu "Ganyang Fufufafa" setiap pagi.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konten tersebut hoaks.

    Sebagai konteks, akun Kaskus Fufufafa sempat trending di media sosial X. Akun tersebut pernah melontarkan komentar negatif kepada Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh.

    Hasil penelusuran warganet kemudian mengaitkan kepemilikan akun Kaskus Fufufafa dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

    Berita berjudul Prabowo minta stasiun TV memutar lagu "Ganyang Fufufafa" dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada 21 Desember 2024.

    Berikut judul berita yang dibagikan:

    Prabowo minta semua TV putar Ganyang Fufufafa jam 6 pagi, tumbuhkan cinta Tanah Air.

    Konten tersebut menyertakan logo media Kumparan.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri berita yang telah dipublikasikan Kumparan, dan tidak menemukan artikel dengan judul seperti yang dibagikan akun Facebook tersebut.

    Artikel asli Kumparan dipublikasikan pada 18 Desember 2024. Judul yang digunakan: "Prabowo Perintahkan Seluruh TV Putar Lagu Indonesia Raya Tiap Pukul 6 Pagi".

    Artikel itu memberitakan, Prabowo memerintahkan seluruh stasiun TV di Indonesia untuk memutar lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lagu ini harus diputar pada pukul 06.00 pagi.

    Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo. Namun belum disebut kapan hal tersebut mulai berlaku.

    Angga menjelaskan, pemutaran lagu kebagsaan tersebut untuk memperkuat semangat persatuan rakyat Indonesia.

    Artikel tersebut dibagikan Kumparan di akun Facebook resmi pada 18 Desember 2024. Konten yang dibagikan di Facebook berjudul sebagai berikut:

    Prabowo minta semua TV putar Indonesia Raya jam 6 pagi, tumbuhkan cinta Tanah Air.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, berita berjudul Prabowo minta stasiun TV memutar lagu "Ganyang Fufufafa" adalah hasil manipulasi.

    Berita asli dipublikasikan oleh Kumparan pada 18 Desember 2024 dengan judul "Prabowo minta semua TV putar Indonesia Raya jam 6 pagi, tumbuhkan cinta Tanah Air.".

    Manipulasi dilakukan dengan mengubah judul berita asli Kumparan menjadi "Prabowo minta semua TV putar Ganyang Fufufafa jam 6 pagi, tumbuhkan cinta Tanah Air.".

    Rujukan

  • (GFD-2025-25182) [HOAKS] Sekelompok Gadis Berjoget Lihat Kebakaran di Los Angeles

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video di media sosial yang menghadirkan narasi beberapa gadis di Los Angeles, California, Amerika Serikat berjoget saat melihat kobaran api melahap bangunan.

    Namun, setelah ditelusuri informasi dalam video tersebut keliru dan perlu diluruskan.

    Adapun kebakaran di Los Angeles, Amerika Serikat terjadi pada 7 Januari 2025. Selain menimbulkan korban jiwa, kebakaran juga menghanguskan sejumlah bangunan.

    Video yang mengeklaim beberapa gadis di Los Angeles berjoget saat melihat kebakaran muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan video beberapa perempuan bernyanyi dan berjoget dari sebuah ruangan sambil menyaksikan kebakaran. Video diberi keterangan:

    Sebuah klip video yang menjadi viral di media sosial menunjukkan sekelompok gadis menari sementara rumah-rumah terbakar di dekatnya selama kebakaran hutan Los Angeles.

    Menurut Anda mengapa mereka menari bahkan ketika tetangga mereka dalam kesusahan?

    Hasil Cek Fakta

    Penelusuran menggunakan teknik reverse image search menemukan bahwa video itu telah beredar sebelum kebakaran di Los Angeles pada 7 Januari 2025.

    Video identik dengan unggahan akun TikTok ini pada 23 Desember 2024.

    Dalam keterangan di video terdapat tagar "Svizzera", kata dalam bahasa Italia untuk negara Swiss.

    Ketika ditelusuri lebih lanjut, ditemukan pemberitaan di laman Swissinfo.ch pada 23 Desember terkait kebakaran yang terjadi di Swiss.

    Kebakaran itu menghanguskan sebuah Badhütte (pondok pemandian) di kota Rorschach, tepatnya di tepi Danau Constance.

    Foto Badhütte yang terbakar di laman Swissinfo.ch mirip dengan visual bangunan yang terlihat dalam video yang beredar. 

    Berdasarkan penelusuran menggunakan Google Maps, kemungkinan besar video itu diambil dari Hotel Rosengarten.

    Sebab, bingkai jendela dalam video yang beredar tampak mirip dengan di Hotel Rosengarten.

    Selain itu, di seberang Hotel Rosengarten juga terdapat bangunan Badhütte Rorschach yang belum terbakar pada Juli 2024. 

    Google Map Foto Badhütte di Kota Rorschach, Swiss setelah pada Desember 2024 setelah mengalami kebakaran

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim beberapa gadis di Los Angeles berjoget saat melihat sejumlah rumah terbakar tidak benar atau hoaks.

    Faktanya, video itu diambil di Swiss. Bangunan yang terbakar dalam video adalah Badhütte Rorschach (pondok pemandian) di tepi Danau Constance. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-25183) [HOAKS] BPJS Kesehatan Salurkan Bantuan Dana Rp 125 Juta

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar informasi di media sosial dengan klaim yang menyebut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyalurkan bantuan dana Rp 125 juta untuk para pesertanya.

    Informasi itu turut mencantumkan nama Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron selaku penanggung jawab.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi itu hoaks.

    Informasi bantuan dana Rp 125 juta atas nama BPJS Kesehatan dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Jumat (17/1/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    INFO RESMI KANTOR BPJS PUSAT JAKARTA TAHUN 2025*Jadi silahkan anda laporkan PIN anda(BP2547JS)

    Screenshot Hoaks, BPJS Kesehatan salurkan bantuan dana Rp 125 juta

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi BPJS Kesehatan untuk mengonfirmasi informasi bantuan dana Rp 125 juta tersebut.

    Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi tersebut hoaks dan merupakan modus penipuan.

    "Ini hoaks dan penipuan. Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut. Masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky saat dihubungi Kompas.com, Jumat (17/1/2025).

    Ia mengatakan, masyarakat dapat menghubungi saluran komunikasi resmi apabila memiliki pertanyaan atau keluhan terkait BPJS Kesehatan.

    Berikut saluran komunikasi resmi BPJS Kesehatan:

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi bantuan dana Rp 125 juta atas nama BPJS Kesehatan yang beredar di Facebook adalah hoaks.

    Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi tersebut hoaks dan merupakan modus penipuan.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25190) [HOAKS] Link Pendaftaran Relawan Program Makan Bergizi Gratis

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar link atau tautan pendaftaran sebagai relawan untuk program Makan Bergizi Gratis 2025.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut tidak benar atau merupakan hoaks.

    Tautan pendaftaran relawan program Makan Bergizi Gratis disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Kamis, 9 Januari 2025:

    Telah dibuka pendaftaran relawan makan gratisProgram makan bergizi gratis dimulai januari 2025Informasi selengkapnya silakan klik postingan dibawah ini

    Masing-masing akun menyebarkan tautan berbeda, dengan alamat domain sebagai berikut:

     

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek setiap tautan yang disebarkan menggunakan pelacak situs web URL Scan.

    Salah satu mengarah ke laman yang mensyaratkan nama sesuai KTP dan tanggal lahir sebagai langkah pendaftaran.

    Satu tautan mengarah ke grup Telegram. Dua lainnya merupakan situs web yang tidak valid.

    Hasil pelacakannya dapat dilihat di sini, di sini, di sini, dan di sini.

    Keempatnya tidak mengarah ke situs web resmi Badan Gizi Nasional (BGN) yang bertanggung jawab atas program makan bergizi.

    Melalui situs webnya, BGN mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai penipuan mengatasnamakan lembaga tersebut.

    Sebab, sebelumnya sudah ada laporan mengenai pihak yang mengaku sebagai petugas BGN.

    "Badan Gizi Nasional tidak pernah meminta biaya atau donasi dalam bentuk apa pun terkait program-program kami," tulis Biro Hukum dan Humas BGN pada 24 Desember 2024.

    BGN menyampaikan, petugasnya selalu dilengkapi dengan dokumen tugas yang dapat diverifikasi.

    Kesimpulan

    Tautan pendaftaran relawan program makan bergizi merupakan hoaks. Adapun tautan yang dibagikan di Facebook tidak mengarah ke situs resmi BGN.

    BGN mengimbau masyarakat agar mewaspadai penipuan mengatasnamakan lembaga tersebut atau mencatut nama program Makan Bergizi Gratis.

    Rujukan