• (GFD-2025-25420) [HOAKS] Link Rekrutmen Relawan Ramadhan Baznas 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Tawaran kerja dengan gaji menggiurkan beredar di media sosial. Namun, tidak semua informasinya bisa dipercaya.

    Misalnya, informasi rekrutmen relawan Ramadhan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) 2025 yang disebarkan oleh sejumlah pengguna Facebook.

    Namun setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan rekrutmen tersebut merupakan hoaks.

    Tautan rekrutmen relawan Ramadhan Baznas 2025 disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Jumat (31/1/2025):

    Rekrutmen Relawan Ramadhan BAZNAS 2025 Dibuka

    - Pendaftaran Gratis- Penempatan Daerah masing-masing- Gaji 8-10juta

    PENDAFTARAN KLIK LINKhttps://linkedlnnn.com/Edisi-semua-juruasan

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek tautan yang beredar di Facebook menggunakan WhereGoes dan URL Scan.

    Kedua tools tersebut dapat membantu melacak ke mana arah suatu tautan tanpa perlu mengekliknya.

    Hasil pelacakannya dapat dilihat di sini, di sini, di sini, dan di sini.

    Dua tautan mengarah ke situs eror atau tidak aktif.

    Sementara, dua tauan lainnya mengarah ke formulir pendaftaran yang meminta data pribadi.

    Pengunjung situs tersebut diminta mengisi nama lengkap, nomor telepon, akun Telegram, alamat, jenis kelamin, serta tempat dan tanggal lahir.

    Tautan dan situs tersebut kemungkinan besar salah satu modus phishing dengan memanfaatkan data pribadi pelamar kerja.

    Baznas, melalui akun Instagram dan Facebooknya, menginformasikan kepada masyarakat agar mewaspadai penipuan lowongan kerja mengatasnamakan badan tersebut.

    "Segala bentuk informasi rekrutmen hanya melalui saluran media sosial dan website resmi Baznas," tulisnya pada 13 Januari 2025.

    Alamat situs web resminya yakni www.baznas.go.id.

    Kesimpulan

    Tautan rekrutmen relawan Ramadhan Baznas 2025 merupakan hoaks.

    Tawaran tersebut merupakan modus phishing. Tautan yang beredar di media sosial tidak mengarah ke situs resmi Baznas.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25425) [HOAKS] Buaya Masuk Rumah Warga saat Banjir Pekalongan

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim menunjukkan seekor buaya masuk ke rumah warga saat banjir melanda Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada Rabu (29/1/2025).

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut keliru.

    Video yang diklaim menunjukkan seekor buaya masuk ke rumah warga saat banjir Pekalongan dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Seluruh kota Pekalongan di kepung banjir..dan di Tirto gang 2 / gang 3 ada rumah warga yang di masukin buaya entah itu datang dari mana...

    Semua warga Kota Pekalongan di mohon waspada..karna kita belum tau kelanjutannya si buaya apakah sudah diamankan apa belum...

    Screenshot Hoaks, buaya masuk ke rumah warga saat banjir Pekalongan

    Hasil Cek Fakta

    Unggahan video yang memperlihatkan buaya di dalam rumah yang dilanda banjir pernah beredar sebelumnya.

    Tim Cek Fakta Kompas.com telah membantah video serupa yang dinarasikan buaya masuk ke rumah warga saat banjir di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 28 Januari 2025.

    Video tersebut telah diunggah oleh akun TikTok ini pada 12 Oktober 2022. Dalam unggahan itu terdapat tagar yang menunjukkan lokasi video berada di Bogor, Jawa Barat.

    Pemilik akun TikTok beberapa kali membagikan konten, misalnya ini dan ini, yang menunjukkan dirinya sedang menghabiskan waktu bersama buaya di rumahnya.

    Adapun dikutip dari situs resmi Pemprov Jawa Tengah, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Aprilyanto Dwi Purnomo, mengatakan bahwa banjir dipicu meluapnya Sungai Bremi.

    Meluapnya sungai disebabkan hujan dengan intensitas sedang-besar disertai angin, dengan durasi cukup lama, yang melanda Kota Pekalongan, pada pada 28-29 Januari 2025.

    "Intensitas hujan tinggi selama dua hari menyebabkan daerah cekung di Kota Pekalongan tergenang, drainase penuh, serta limpasan air Sungai Bremi sisi barat Kota Pekalongan, menggenangi permukiman warga khususnya di wilayah Kelurahan Tirto," kata April.

    April menyebutkan, banjir juga terjadi di sebagian wilayah Kecamatan Pekalongan Utara, sebagian wilayah Kecamatan Pekalongan Timur, dan Kecamatan Pekalongan Barat.

    Selain jalan, banjir juga merendam sejumlah kelurahan dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 40 cm, di antaranya Kelurahan Tirto, Podosugih, Gamer, Pasirkratonkramat, Klego, Kauman (Sugihwaras), Karangmalang, serta Kalibaros.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim menunjukkan seekor buaya masuk ke rumah warga saat banjir melanda Pekalongan adalah hoaks.

    Video tersebut sudah dibagikan di TikTok pada 2022. Keterangan yang dicantumkan menunjukkan bahwa video diambil di Bogor, Jawa Barat.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25426) [HOAKS] Pengobatan Ida Dayak di Kalianda, Lampung Selatan pada 1-2 Februari 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar poster yang menyebut Ida Dayak akan melakukan pengobatan alternatif di Gedung Aula Seandanan, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

    Menurut klaim dalam unggahan, pengobatan Ida Dayak akan berlangsung pada 1 sampai 2 Februari 2025.

    Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Poster yang menyebut Ida Dayak akan melakukan pengobatan di Gedung Aula Seandanan, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini.

    Masyarakat yang tertarik mengikuti pengobatan diminta mendaftar melalui nomor WhatsApp yang tertera dalam poster tersebut. 

    Hasil Cek Fakta

    Dikutip dari Tribun Lampung, Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi Yusrin mengatakan, setelah dicek ke lokasi tidak ditemukan informasi Ida Dayak akan melakukan pengobatan di Gedung Aula Seandanan, Kecamatan Kalianda.

    Dia pun memastikan bahwa informasi tersebut adalah hoaks.

    "Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya berita bohong terkait kehadiran pengobatan Ida Dayak di Kalianda," kata Yusriandi, Jumat (31/1/2025).

    "Kalau bisa kita cross check kembali informasi tersebut. Cek dan ricek kebenerannya, supaya kita tidak tertipu," ujar dia.

    Pihak Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda juga memastikan informasi tersebut adalah hoaks. Tidak ada kegiatan pengobatan Ida Dayak di Gedung Aula Seandanan pada 1 sampai 2 Februari 2025. 

    "Hoaks itu. Info adanya kegiatan pengobatan alternatif itu juga dikirim kawan. Mereka juga mempertanyakan kebenaran kabar itu," kata Lurah Way Urang, Iman Wahyudi Jumat (31/1/2025).

    Kesimpulan

    Informasi soal pengobatan Ida Dayak di Gedung Aula Seandanan, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan adalah hoaks.

    Polres Lampung Selatan memastikan tidak ada kegiatan pengobatan Ida Dayak di Kecamatan Kalianda pada 1 sampai 2 Februari 2025. Unggahan itu mengarah pada penipuan. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-25432) [HOAKS] Istilah Bahan Bakar Fosil Diciptakan oleh Rockefeller

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar sebuah unggahan video di media sosial yang memuat narasi tentang asal-usul istilah "bahan bakar fosil".

    Narasi itu mengeklaim, istilah bahan bakar fosil sengaja diciptakan untuk membuat kesan bahwa minyak bumi adalah sumber daya alam yang langka.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Video yang memuat narasi tentang asal-usul istilah bahan bakar fosil dibagikan oleh akun Facebook ini pada Rabu (29/1/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    MINYAK BUMI BERASAL DARI FOSIL ADALAH HOAX

    PASOKAN MINYAK BUMI tidak akan pernah habis, dan menurut para ilmuan, tidak diragukan lagi bahwa minyak bumi dan gas terbentuk tanpa melibatkan fosil purbakala, apa lagi Dinosaurus yang keberadaannya tergolong fiksi ilmiah.

    HIPOTESA minyak bumi berasal dari fosil makhluk hidup purba adalah kebohongan besar. Tujuannya sudah jelas, salah satunya adalah bisnis, membuat kelangkaan buatan agar harga bisa dikendalikan seenaknya.

    ELITE GLOBAL telah memegang kendali bisnis minyak bumi ini. Tidak hanya itu mereka juga menguasai Media, Perbankan (World Bank), bahkan Institusi Pendidikan (UNESCO) dan mengatasnamakan sebagai "Badan Penengah Kedamaian Dunia" (United Nations) termasuk organisasi-organisasi dibawahnya.

    Mereka pula-lah yang menciptakan Ilusi Dinosaurus dan mendesain dogma Bumi Bulat kepada kita semua hingga kini. Sehingga dari situlah mereka mendapat proyek bisnis trilunan dolar dengan ilusi satelit, space program, ISS dll.

    DEPOPULASI manusia juga merupakan salah satu agenda dan target mereka. Saat harga minyak melewati daya beli negara-negara, maka akan ada pengelompokan negara yang diizinkan oleh Elite Global untuk mendapatkan pasokan minyak bumi.

    Milyaran manusia akan dimusnahkan dengan cara yang keji dan fitnah. Akan di buat kekacauan, kepanikan, adu domba, saling bunuh sebagai akibat matinya perdagangan serta industri di negara masing-masing karena ilusi "Kelangkaan Minyak Bumi".

    Video yang dibagikan memuat pernyataan Leroy Fletcher Prouty, seorang kolonel di Angkatan Udara Amerika Serikat (AS).

    Prouty mengeklaim, istilah bahan bakar fosil diciptakan oleh pengusaha minyak JD Rockefeller, yang membayar sejumlah ilmuwan untuk mengusulkan istilah itu pada Konvensi Jenewa 1892.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, video tersebut merupakan potongan wawancara Prouty pada 1994.

    Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan artikel dari pemeriksa fakta Reuters, 24 September 2021, yang membantah klaim Prouty soal asal-usul istilah bahan bakar fosil.

    John Howell, Profesor Geosains Virtual di School of Geosciences, Universitas Aberdeen, mengatakan kepada Reuters bahwa istilah ini tidak diciptakan oleh Rockefeller pada Konvensi Jenewa 1892, tetapi sudah diciptakan jauh lebih awal oleh ahli kimia Jerman, Caspar Neumann.

    Istilah "bahan bakar fosil" dapat ditemukan dalam indeks terjemahan dari buku The Chemical Works of Caspar Neumann yang diterbitkan pada 1759.

    Sementara itu, Profesor Madya di School of Earth Sciences, University College Dublin (UCD), Tom Manzocchi mengatakan, minyak bumi sebagian besar berasal dari fitoplankton, biomassa laut, dan ganggang yang terkubur jutaan tahun yang lalu.

    "Dengan cara yang sama seperti dinosaurus mati, terkubur dan tulang-tulangnya terkadang berubah menjadi batu dan diawetkan sebagai fosil, demikian juga ganggang mati dan bahan tanaman terkadang diubah menjadi minyak dan gas ketika terkubur dengan tekanan dan suhu yang cukup selama waktu geologis (yaitu jutaan tahun)," kata Manzocchi.

    Ketua Geosains Perminyakan di University of Manchester, Jonathan Redfern juga menjelaskan bahwa minyak tidak tercipta dengan cepat di bawah permukaan bumi.

    “Butuh jutaan tahun untuk menghasilkan jutaan barel minyak yang kita bor di sebuah ladang minyak, jadi sebagian besar minyak dan gas yang kita bor sekarang dan ekstraksi terbentuk jutaan tahun yang lalu," kata Redfern.

    "Ladang-ladang tersebut tidak dapat diisi ulang dalam masa hidup kita, atau bahkan dalam ribuan tahun, karena meskipun minyak dan gas selalu terbentuk dan dilepaskan di kedalaman sepanjang waktu, laju pembentukan dan pergerakan hidrokarbonnya (bergerak naik sebagai gelembung kecil gas atau tetesan minyak, di bawah daya apung) terlalu lambat," tuturnya.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim bahwa istilah bahan bakar fosil diciptakan oleh Rockefeller pada Konvensi Jenewa 1892 adalah hoaks.

    Istilah tersebut sudah ada sejak lama, dan dapat ditemukan dalam indeks terjemahan dari buku The Chemical Works of Caspar Neumann yang diterbitkan pada 1759.

    Selain itu, minyak bumi memang merupakan sumber daya alam langka yang berasal dari fitoplankton, biomassa laut, dan ganggang yang terkubur jutaan tahun yang lalu.

    Rujukan