KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan yang mengeklaim uang elektronik atau E-money dari Bank Mandiri tidak bisa digunakan untuk transaksi pembayaran tiket Kereta Rel Listrik atau KRL Commuterline mulai 23 April 2025.
Namun setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Narasi yang mengeklaim E-money Mandiri tidak bisa digunakan untuk transaksi pembayaran tiket KRL muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut e-money Mandiri tidak bisa digunakan untuk transaksi pembayaran tiket KRL
(GFD-2025-26694) [HOAKS] E-Money Mandiri Tidak Bisa untuk Transaksi Tiket KRL Commuterline
Sumber:Tanggal publish: 23/04/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Dikutip dari Antara, Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus membantah narasi tersebut.
Ia menegaskan, informasi soal E-money Mandiri tidak bisa digunakan untuk transaksi pembayaran tiket KRL Commuterline adalah hoaks.
"Informasi tersebut merupakan berita tidak benar, hoaks. Dan KAI Commuter tidak pernah mengeluarkan informasi tersebut," kata Joni.
Menurut Joni, E-money Mandiri masih tetap bisa digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran tiket KRL Commuterline.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk jeli dan tidak menyebarkan berita yang belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.
Joni menjelaskan, informasi resmi dari KAI Commuter hanya diumumkan melalui akun perusahaan @commuterline atau informasi yang diberikan pejabat berwenang kepada media massa.
Ia menegaskan, informasi soal E-money Mandiri tidak bisa digunakan untuk transaksi pembayaran tiket KRL Commuterline adalah hoaks.
"Informasi tersebut merupakan berita tidak benar, hoaks. Dan KAI Commuter tidak pernah mengeluarkan informasi tersebut," kata Joni.
Menurut Joni, E-money Mandiri masih tetap bisa digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran tiket KRL Commuterline.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk jeli dan tidak menyebarkan berita yang belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.
Joni menjelaskan, informasi resmi dari KAI Commuter hanya diumumkan melalui akun perusahaan @commuterline atau informasi yang diberikan pejabat berwenang kepada media massa.
Kesimpulan
Narasi yang mengeklaim E-money Mandiri tidak bisa digunakan untuk transaksi pembayaran tiket KRL tidak benar atau hoaks.
Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus memastikan, E-money Mandiri masih tetap bisa digunakan di KRL Commuterline.
Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus memastikan, E-money Mandiri masih tetap bisa digunakan di KRL Commuterline.
Rujukan
(GFD-2025-26695) [HOAKS] Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad Meninggal pada April 2025
Sumber:Tanggal publish: 23/04/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial muncul unggahan pada 15 April 2025 yang mengeklaim mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad meninggal dunia.
Namun setelah ditelusuri unggahan tersebut tidak benar atau hoaks.
Narasi yang mengeklaim Mahathir Mohamad meninggal dunia muncul di media sosial, misalnya yang dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Video itu menampilkan foto Mahathir serta sejumlah orang yang sedang mengangkat keranda jenazah.
Keterangan di video sebagai berikut:
INNALILLAHI, KHABAR SEBAK MANTAN PERDANA MENTERI MAHATHIR MOHAMMAD MENINGGAL DUNIA HARI INI. AL FATIHAH
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim Mahathir Mohamad meninggal dunia pada April 2025
Namun setelah ditelusuri unggahan tersebut tidak benar atau hoaks.
Narasi yang mengeklaim Mahathir Mohamad meninggal dunia muncul di media sosial, misalnya yang dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Video itu menampilkan foto Mahathir serta sejumlah orang yang sedang mengangkat keranda jenazah.
Keterangan di video sebagai berikut:
INNALILLAHI, KHABAR SEBAK MANTAN PERDANA MENTERI MAHATHIR MOHAMMAD MENINGGAL DUNIA HARI INI. AL FATIHAH
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim Mahathir Mohamad meninggal dunia pada April 2025
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri foto yang menampilkan sejumlah orang menggotong keranda jenazah menggunakan teknik reverse image search.
Hasilnya, foto itu mirip dengan unggahan di laman Tempo.co ini.
Foto tersebut adalah momen ketika para pelayat menggotong keranda jenazah terdakwa kasus Bom Bali I, Imam Samudera di Masjid Al Manar, Lopang, Serang, Banten, pada 9 November 2008.
Sehingga, dapat dipastikan yang ada dalam keranda jenazah itu bukanlah Mahathir Mohamad.
Hingga Selasa (22/4/2025), tidak ditemukan informasi valid Mahathir Mohamad meninggal dunia.
Sebelumnya pada September 2024 juga pernah muncul unggahan yang mengeklaim Mahathir Mohamad meninggal dunia. Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com bisa dilihat di sini.
Hasilnya, foto itu mirip dengan unggahan di laman Tempo.co ini.
Foto tersebut adalah momen ketika para pelayat menggotong keranda jenazah terdakwa kasus Bom Bali I, Imam Samudera di Masjid Al Manar, Lopang, Serang, Banten, pada 9 November 2008.
Sehingga, dapat dipastikan yang ada dalam keranda jenazah itu bukanlah Mahathir Mohamad.
Hingga Selasa (22/4/2025), tidak ditemukan informasi valid Mahathir Mohamad meninggal dunia.
Sebelumnya pada September 2024 juga pernah muncul unggahan yang mengeklaim Mahathir Mohamad meninggal dunia. Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com bisa dilihat di sini.
Kesimpulan
Unggahan yang mengeklaim Mahathir Mohamad meninggal dunia pada April 2025 tidak benar atau hoaks.
Foto dalam unggahan yang beredar adalah momen ketika sejumlah pelayat menggotong keranda jenazah terdakwa kasus Bom Bali I, Imam Samudera pada 2008.
Sampai dengan Selasa (22/4/2025) tidak ditemukan informasi valid Mahathir Mohamad meninggal dunia.
Foto dalam unggahan yang beredar adalah momen ketika sejumlah pelayat menggotong keranda jenazah terdakwa kasus Bom Bali I, Imam Samudera pada 2008.
Sampai dengan Selasa (22/4/2025) tidak ditemukan informasi valid Mahathir Mohamad meninggal dunia.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/p/1BKnfvxXVE/
- https://www.facebook.com/share/p/16XgRXKfRY/
- https://www.facebook.com/share/p/1DXEt9cqc9/
- https://www.datatempo.co/foto/detail/P1011200800128/jenazah-imam-samudra
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2024/09/30/132034482/hoaks-mantan-pm-malaysia-mahathir-mohamad-wafat-29-september-2024
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26637) [SALAH] Gelombang Tinggi Pantai Pasir Putih Kangean Sumenep Hingga 10 Meter
Sumber: TikTok.comTanggal publish: 22/04/2025
Berita
Sebuah video [arsip] yang diunggah oleh akun TikTok “alongsigli” pada Minggu (6/4/2025), menunjukkan suasana pantai yang ramai dikunjungi oleh masyarakat diduga mengalami kenaikan gelombang tinggi hingga 10 meter. Dalam unggahannya, lokasi tersebut berada di pantai Pasir Putih Kangean, Sumenep, Jawa Timur.
Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut telah diputar sebanyak 3 juta kali, 22 ribu penyuka, dan 1.400 interaksi komentar.
Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut telah diputar sebanyak 3 juta kali, 22 ribu penyuka, dan 1.400 interaksi komentar.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) coba melakukan penelusuran sumber tersebut melalui alat pencarian “InVid” dengan Google. Hasilnya, ditemukan sebuah unggahan serupa oleh akun TikTok “masens si Railfans” pada Jumat (4/4/2025) dan sudah diputar sebanyak 6 juta kali.
Video tersebut bukan terjadi di pantai Pasir Putih Kangean, Sumenep, Jawa Timur. Melainkan Pantai Pangandaran yang berada di Jawa barat. Video yang diunggah oleh sumber sengaja dipercepat dan terkesan dramatis.
Di lokasi Pantai Pangandaraan pada unggahan asli tersebut, memang sedang terjadi gempa bumi. Dilansir dari detik.com, Gempa berkekuatan M 4,0 itu terdeteksi di kedalaman 22 kilometer. Gempa itu terdeteksi berada pada lokasi 8.11 LS dan 107.90 BT. Pusat gempa disebut berjarak 80 kilometer dari barat daya Pangandaran.
Selain itu, tidak ditemukan pula keterangan resmi bahwa Pantai Pasir Putih Kangean, Sumenep terjadi peningkatan gelombang setinggi 10 meter.
Video tersebut bukan terjadi di pantai Pasir Putih Kangean, Sumenep, Jawa Timur. Melainkan Pantai Pangandaran yang berada di Jawa barat. Video yang diunggah oleh sumber sengaja dipercepat dan terkesan dramatis.
Di lokasi Pantai Pangandaraan pada unggahan asli tersebut, memang sedang terjadi gempa bumi. Dilansir dari detik.com, Gempa berkekuatan M 4,0 itu terdeteksi di kedalaman 22 kilometer. Gempa itu terdeteksi berada pada lokasi 8.11 LS dan 107.90 BT. Pusat gempa disebut berjarak 80 kilometer dari barat daya Pangandaran.
Selain itu, tidak ditemukan pula keterangan resmi bahwa Pantai Pasir Putih Kangean, Sumenep terjadi peningkatan gelombang setinggi 10 meter.
Kesimpulan
Unggahan “gelombang tinggi Pantai Pasir Putih Kangean Sumenep hingga 10 meter” merupakan konteks yang salah (false context).
(Ditulis oleh Arief Putra Ramadhan)
(Ditulis oleh Arief Putra Ramadhan)
Rujukan
- http[detik.com] Gempa M 4,0 Guncang Pangandaran Jabar
- https://www.tiktok.com/@masennyepur/video/7489008820136594696?_r=1&_t=ZS-8vbIHI0vV5U (unggahan video akun tiktok “masens si Railfans”)
- https://www.tiktok.com/@alongsigli/video/7490175819487251719 (unggahan akun tiktok “alongsigli”)
- https://web.archive.org/web/20250417043959/
- http://web.archive.org/screenshot/
- https://www.tiktok.com/@alongsigli/video/7490175819487251719 (arsip unggahan akun tiktok “alongsigli”)
(GFD-2025-26638) [SALAH] Penemuan Kerangka Manusia di Pantai Batu Rakit
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 22/04/2025
Berita
Pada Minggu (6/4/2025) akun Facebook “Jok Bangka” membagikan video [arsip] disertai narasi:
“Breaking News..
Penemuan Kerangka Yg Di Duga Manusia Terkubur Di Pantai Batu Rakit Mentok Sore Tadi….”
Hingga Selasa (22/4/25), unggahan telah mendapatkan lebih dari 4.700 tanda suka, 242 komentar dan telah dibagikan ulang 120 kali.
“Breaking News..
Penemuan Kerangka Yg Di Duga Manusia Terkubur Di Pantai Batu Rakit Mentok Sore Tadi….”
Hingga Selasa (22/4/25), unggahan telah mendapatkan lebih dari 4.700 tanda suka, 242 komentar dan telah dibagikan ulang 120 kali.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “penemuan Kerangka di Pantai Batu Rakit Bangka” ke kolom pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan bangka.tribunnews.com “Kerangka yang Gegerkan Warga Pantai Batu Rakit Ternyata Bukan Manusia, Tapi Hewan Laut”.
Dikutip dari berita yang tayang Kamis (3/4/2025) itu, warga Pantai Batu Rakit, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, memang sempat digegerkan oleh penemuan kerangka yang awalnya diduga milik manusia, pada Minggu (7/4/2025) sore. Setelah dilakukan penyelidikan, kerangka tersebut ternyata adalah hewan laut seperti pesut atau lumba-lumba.
Dikutip dari berita yang tayang Kamis (3/4/2025) itu, warga Pantai Batu Rakit, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, memang sempat digegerkan oleh penemuan kerangka yang awalnya diduga milik manusia, pada Minggu (7/4/2025) sore. Setelah dilakukan penyelidikan, kerangka tersebut ternyata adalah hewan laut seperti pesut atau lumba-lumba.
Kesimpulan
Unggahan video berisi klaim “penemuan kerangka manusia di Pantai Batu Rakit” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Rujukan
- http[bangka.tribunnews.com] Kerangka yang Gegerkan Warga Pantai Batu Rakit Ternyata Bukan Manusia, Tapi Hewan Laut
- https://bangka.tribunnews.com/2025/04/07/kerangka-yang-gegerkan-warga-pantai-batu-rakit-ternyata-bukan-manusia-tapi-hewan-laut
- https://www.facebook.com/jok.bangka.2025/posts/995457696064419 (unggahan akun Facebook “Jok Bangka”)
- https://ghostarchive.org/archive/L9rji (arsip unggahan akun Facebook “Jok Bangka”)
Halaman: 2079/8122

