KOMPAS.com - Ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan karena dituding palsu. Proses hukum kasus ini juga sedang bergulir setelah Jokowi melapor ke kepolisian.
Di media sosial, kemudian beredar sebuah video dengan narasi yang menyebutkan bahwa hasil persidangan memutuskan ijazah Jokowi terbukti palsu.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Narasi mengenai hasil persidangan membuktikan ijazah Jokowi palsu disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Minggu (18/5/2025):
HAKIM MENGAKUI IJAZAH JOKO WIDODO PALSU.VIRALKAN NEWS INI SE INDONESIA RAYA
Semoga tercipta negara yg damaiHIDUP RAKYAT INDONESIA!!
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Minggu (18/5/2025), mengenai hasil persidangan membuktikan ijazah Jokowi palsu.
(GFD-2025-27100) [KLARIFIKASI] Belum Ada Putusan Hakim Terkait Ijazah Jokowi
Sumber:Tanggal publish: 22/05/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan video serupa di kanal YouTube Harisun Abd Hadi (ustadz kampung), 7 Mei 2025.
Video yang beredar bukanlah penyampaikan hasil sidang, melainkan hanya penyampaian kecurigaan atas ijazah palsu oleh warga.
Sejauh ini, sudah tiga kali ijazah Jokowi diperkarakan keasliannya di meja hijau.
Pertama, pada 2019 ketika seorang bernama Umar Kholid menyebarkan narasi terkait ijazah SMA Jokowi yang diduga palsu melalui akun Facebooknya.
Dikutip dari Kompas.com, narasi itu langsung dibantah oleh pihak sekolah.
Kemudian, gugatan di meja hijau dilayangkan Bambang Tri Mulyono yang menuding ijazah SD, SMP, dan SMA Jokowi palsu.
Namun gugatan dengan nomor perkara 592/Pdt.G/2022/PN Jkt.Pst itu telah ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Gugatan berikutnya dengan nomor perkara 610/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Pst dan 99/Pdt.G/2025/PN Skt yang memperkarakan ijazah S1 Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Baru-baru ini, Jokowi diadukan atas dugaan ijazah palsu dengan nomor laporan LI/39/IV/RES.1.24./2025/Direktorat Tindak Pidana Umum pada 9 April 2025.
Jokowi telah memenuhi undangan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri untuk diperiksa sebagai terlapor dalam kasus dugaan ijazah palsu pada Selasa (20/5/2025).
Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, ia diperiksa selama sekitar satu jam dengan diberi 22 pertanyaan.
Jokowi baru akan menunjukkan ijazah aslinya jika diminta oleh majelis hakim.
“Ijazah nanti akan kami buka pada saat diminta oleh pengadilan, oleh hakim. Jadi, ya kita tunggu proses hukum selanjutnya,” ujarnya.
Sejauh ini, belum ada putusan sidang yang menyatakan bahwa ijazah tersebut asli atau palsu.
Video yang beredar bukanlah penyampaikan hasil sidang, melainkan hanya penyampaian kecurigaan atas ijazah palsu oleh warga.
Sejauh ini, sudah tiga kali ijazah Jokowi diperkarakan keasliannya di meja hijau.
Pertama, pada 2019 ketika seorang bernama Umar Kholid menyebarkan narasi terkait ijazah SMA Jokowi yang diduga palsu melalui akun Facebooknya.
Dikutip dari Kompas.com, narasi itu langsung dibantah oleh pihak sekolah.
Kemudian, gugatan di meja hijau dilayangkan Bambang Tri Mulyono yang menuding ijazah SD, SMP, dan SMA Jokowi palsu.
Namun gugatan dengan nomor perkara 592/Pdt.G/2022/PN Jkt.Pst itu telah ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Gugatan berikutnya dengan nomor perkara 610/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Pst dan 99/Pdt.G/2025/PN Skt yang memperkarakan ijazah S1 Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Baru-baru ini, Jokowi diadukan atas dugaan ijazah palsu dengan nomor laporan LI/39/IV/RES.1.24./2025/Direktorat Tindak Pidana Umum pada 9 April 2025.
Jokowi telah memenuhi undangan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri untuk diperiksa sebagai terlapor dalam kasus dugaan ijazah palsu pada Selasa (20/5/2025).
Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, ia diperiksa selama sekitar satu jam dengan diberi 22 pertanyaan.
Jokowi baru akan menunjukkan ijazah aslinya jika diminta oleh majelis hakim.
“Ijazah nanti akan kami buka pada saat diminta oleh pengadilan, oleh hakim. Jadi, ya kita tunggu proses hukum selanjutnya,” ujarnya.
Sejauh ini, belum ada putusan sidang yang menyatakan bahwa ijazah tersebut asli atau palsu.
Kesimpulan
Narasi mengenai hasil persidangan membuktikan ijazah Jokowi palsu merupakan hoaks.
Dari dua gugatan terkait ijazah Jokowi, tidak ada hasil persidangan yang menyatakan asli atau tidaknya ijazah.
Dalam gugatan teranyar, Jokowi baru diperiksa sebagai terlapor. Dalam kasus baru ini belum memasuki pengadilan, apalagi putusan sidang.
Dari dua gugatan terkait ijazah Jokowi, tidak ada hasil persidangan yang menyatakan asli atau tidaknya ijazah.
Dalam gugatan teranyar, Jokowi baru diperiksa sebagai terlapor. Dalam kasus baru ini belum memasuki pengadilan, apalagi putusan sidang.
Rujukan
- https://www.facebook.com/dora.emon.590666/videos/1009413671304623/
- https://www.facebook.com/ahmad.amin.857744/videos/1142078174266796/
- https://www.facebook.com/publik.bicara.2025/videos/1420724176015990/
- https://www.facebook.com/ahmad.rahmadi.603392/videos/651351157782737/
- https://www.facebook.com/baharudin.533362/videos/1391983085561701/
- https://www.youtube.com/watch?v=eYM8qGbA34I
- https://nasional.kompas.com/read/2025/04/30/11351451/diam-sejak-2019-jokowi-turun-langsung-diduga-laporkan-soal-tudingan-ijazah?page=all
- https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/zaef02c11117d7aaa1cc313230323531.html
- https://nasional.kompas.com/read/2025/05/21/07190651/ketika-jokowi-buktikan-keaslian-ijazah-ke-penyidik-tenteng-bukti-otentitk-di?page=all#page2
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27101) [KLARIFIKASI] Video Erick Thohir Tidak Mau Disuntik Vaksin Lebih Dulu Disebar dengan Keliru
Sumber:Tanggal publish: 22/05/2025
Berita
KOMPAS.com - Video yang memperlihatkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bicara mengenai uji coba vaksin kembali beredar di media sosial pada Mei 2025.
Erick mengatakan bahwa imunisasi diutamakan bagi warga, kemudian ia merasa berdebar jika disuntik vaksin duluan.
Video itu beredar di tengah perhatian warganet terhadap uji coba vaksin TBC di Indonesia.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu disunting dan dinarasikan secara keliru.
Video Erick Thohir tidak mau disuntik vaksin lebih dahulu disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Selasa (20/5/2025):
DIA SENDIRI TAKUT & TIDAK MAU JADI KELINCI PERCOBAAN VAKSIN, UNTUK ITU RAKYAT JANGAN MAU DISUNTIK VAKSIN.
SURUH DULUAN SUNTIK ERICK TOHIR DAN MENTERI KESEHATAN RI YANG HARUS DISUNTIK VAKSIN ITU...
Sementara, berikut ucapan Erick dalam video:
Bukannya saya takut enggak mau disuntik ya, tapi kayaknya sebagai Menteri BUMN ya disuntiknya agak belakangan lah. Rakyatnya dulu disuntik, baru kita. Masa kita duluan yang disuntik. Deg-degan juga.
Erick mengatakan bahwa imunisasi diutamakan bagi warga, kemudian ia merasa berdebar jika disuntik vaksin duluan.
Video itu beredar di tengah perhatian warganet terhadap uji coba vaksin TBC di Indonesia.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu disunting dan dinarasikan secara keliru.
Video Erick Thohir tidak mau disuntik vaksin lebih dahulu disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Selasa (20/5/2025):
DIA SENDIRI TAKUT & TIDAK MAU JADI KELINCI PERCOBAAN VAKSIN, UNTUK ITU RAKYAT JANGAN MAU DISUNTIK VAKSIN.
SURUH DULUAN SUNTIK ERICK TOHIR DAN MENTERI KESEHATAN RI YANG HARUS DISUNTIK VAKSIN ITU...
Sementara, berikut ucapan Erick dalam video:
Bukannya saya takut enggak mau disuntik ya, tapi kayaknya sebagai Menteri BUMN ya disuntiknya agak belakangan lah. Rakyatnya dulu disuntik, baru kita. Masa kita duluan yang disuntik. Deg-degan juga.
Hasil Cek Fakta
Klip yang beredar di media sosial bersumber dari wawancara Erick Thohir di kanal YouTube Kumparan, 8 Agustus 2020.
Dalam kesempatan tersebut, Erick menyampaikan perkembangan uji klinis vaksin Covid-19. Ia memastikan bahwa vaksin Covid-19 yang dikembangkan Biofarma halal dan aman.
Uji klinis tahap tiga melibatkan 1.620 relawan, yang dilakukan sesuai prosedur tetap atau protap.
Setelah kapasitas produksi terpenuhi, jurnalis Kumparan menanyai tentang tahap imunisasi.
"Itu yang masih deg-degan juga. Karena, bayangin kapasitasnya 40 juta, harus 320-380 juta," jawab Erick.
Erick menyampaikan kekhawatirannya terkait angka produksi vaksin dan target imunisasi yang harus dipenuhi.
Kemudian, ia lantas membahas mengenai uji klinis fase tiga yang melibatkan relawan.
Ia tidak menjadi bagian dari relawan tersebut karena merasa tidak etis jika pejabat mendapatkan vaksin terlebih dahulu dibanding warga.
"Bukan berarti enggak berani ya. Pengen disuntik. Bahkan kalau enggak salah, dari BUMN, Jubir saya disuntik duluan dia, mau," ujar Erick.
"Tapi kita sebagai pemimpin belakangan lah, bukan berarti karena takut tapi berikan kesempatan yang lain duluan," lanjutnya.
Namun klip yang beredar disebarkan dengan potongan yang tidak sesuai dengan urutannya, sehingga memicu kekeliruan informasi.
Seperti diwartakan Kompas.com, Erick Thohir mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 pada Kamis, 14 Januari 2021.
Dalam kesempatan tersebut, Erick menyampaikan perkembangan uji klinis vaksin Covid-19. Ia memastikan bahwa vaksin Covid-19 yang dikembangkan Biofarma halal dan aman.
Uji klinis tahap tiga melibatkan 1.620 relawan, yang dilakukan sesuai prosedur tetap atau protap.
Setelah kapasitas produksi terpenuhi, jurnalis Kumparan menanyai tentang tahap imunisasi.
"Itu yang masih deg-degan juga. Karena, bayangin kapasitasnya 40 juta, harus 320-380 juta," jawab Erick.
Erick menyampaikan kekhawatirannya terkait angka produksi vaksin dan target imunisasi yang harus dipenuhi.
Kemudian, ia lantas membahas mengenai uji klinis fase tiga yang melibatkan relawan.
Ia tidak menjadi bagian dari relawan tersebut karena merasa tidak etis jika pejabat mendapatkan vaksin terlebih dahulu dibanding warga.
"Bukan berarti enggak berani ya. Pengen disuntik. Bahkan kalau enggak salah, dari BUMN, Jubir saya disuntik duluan dia, mau," ujar Erick.
"Tapi kita sebagai pemimpin belakangan lah, bukan berarti karena takut tapi berikan kesempatan yang lain duluan," lanjutnya.
Namun klip yang beredar disebarkan dengan potongan yang tidak sesuai dengan urutannya, sehingga memicu kekeliruan informasi.
Seperti diwartakan Kompas.com, Erick Thohir mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 pada Kamis, 14 Januari 2021.
Kesimpulan
Video Erick Thohir tidak mau disuntik vaksin lebih dahulu disebarkan dengan konteks keliru.
Video tersebut telah disunting tidak sesuai dengan urutannya. Erick menyampaikan kekhawatiran pasokan vaksin, kemudian ingin mendahulukan warga untuk divaksin dibanding pejabat.
Ia menegaskan tidak takut untuk divaksin, tetapi memberi kesempatan yang lain lebih dahulu.
Video tersebut telah disunting tidak sesuai dengan urutannya. Erick menyampaikan kekhawatiran pasokan vaksin, kemudian ingin mendahulukan warga untuk divaksin dibanding pejabat.
Ia menegaskan tidak takut untuk divaksin, tetapi memberi kesempatan yang lain lebih dahulu.
Rujukan
- https://www.facebook.com/sam.sam.196356/videos/1228731462311225/
- https://www.facebook.com/sendy.majean.1/videos/572118179257187
- https://www.facebook.com/bekam.az.zahra.2025/videos/1754849845386268
- https://www.youtube.com/watch?v=InY1-hfdBHg
- https://money.kompas.com/read/2021/01/14/130430226/erick-thohir-mengaku-sudah-disuntik-vaksin-covid-19
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27105) [HOAKS] Hercules Ditangkap Aparat Hukum pada 16 Mei 2025
Sumber:Tanggal publish: 22/05/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video di media sosial diklaim menampilkan momen Ketua Umum DPP Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Hercules Rosario de Marshall ditangkap aparat pada 16 Mei 2025.
Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Video yang diklaim menampilkan Hercules ditangkap aparat pada 16 Mei 2025 salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan video Hercules sedang berjalan dengan dikawal sejumlah orang.
Keterangan dalam video yakni sebagai berikut:
Hercules ditangkap tanggal 16-5-2025 tidak ada yang kebal hukum
Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Video yang diklaim menampilkan Hercules ditangkap aparat pada 16 Mei 2025 salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan video Hercules sedang berjalan dengan dikawal sejumlah orang.
Keterangan dalam video yakni sebagai berikut:
Hercules ditangkap tanggal 16-5-2025 tidak ada yang kebal hukum
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, tidak ditemukan informasi valid Hercules ditangkap aparat pada 16 Mei 2025.
Penelusuran menggunakan Google Lens, menemukan video itu identik dengan unggahan di kanal YouTube Kompas.com ini pada 27 Desember 2018.
Judul yang digunakan dalam video itu adalah: "Kelompok Hercules Digiring Polisi Bersiap Diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakbar".
Video itu adalah momen ketika Hercules dan anggotanya digiring dari Polres Metro Jakarta Barat menuju Kejaksaan Negeri Jakarta Barat pada 27 Desember 2018.
Diberitakan Kompas.com, pada 2018 Hercules dan 12 anggota kelompoknya ditahan karena kasus penguasaan lahan milik PT Nila Alam di Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat.
Selain menguasai lahan, mereka juga melalukan perusakan bangunan dan meminta uang Rp 500.000 per bulan kepada para penghuni ruko.
Akibat perbuatannya itu Hercules dan kelompoknya dijerat Pasal 170 KUHP tentang perusakan terhadap barang atau orang, serta Pasal 335 tentang perbuatan tidak menyenangkan.
Penelusuran menggunakan Google Lens, menemukan video itu identik dengan unggahan di kanal YouTube Kompas.com ini pada 27 Desember 2018.
Judul yang digunakan dalam video itu adalah: "Kelompok Hercules Digiring Polisi Bersiap Diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakbar".
Video itu adalah momen ketika Hercules dan anggotanya digiring dari Polres Metro Jakarta Barat menuju Kejaksaan Negeri Jakarta Barat pada 27 Desember 2018.
Diberitakan Kompas.com, pada 2018 Hercules dan 12 anggota kelompoknya ditahan karena kasus penguasaan lahan milik PT Nila Alam di Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat.
Selain menguasai lahan, mereka juga melalukan perusakan bangunan dan meminta uang Rp 500.000 per bulan kepada para penghuni ruko.
Akibat perbuatannya itu Hercules dan kelompoknya dijerat Pasal 170 KUHP tentang perusakan terhadap barang atau orang, serta Pasal 335 tentang perbuatan tidak menyenangkan.
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan Hercules ditangkap aparat pada 16 Mei 2025 tidak benar atau hoaks.
Faktanya, video yang beredar di media sosial adalah momen ketika ditahan aparat pada 2018 karena kasus penguasaan lahan milik PT Nila Alam di Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat.
Faktanya, video yang beredar di media sosial adalah momen ketika ditahan aparat pada 2018 karena kasus penguasaan lahan milik PT Nila Alam di Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/v/18tK3iJVfg/
- https://www.facebook.com/share/v/1FSPuNQuo2/
- https://www.facebook.com/share/p/1BzFdEjKF6/
- https://www.youtube.com/watch?v=PHgejkl1AH4&ab_channel=KompascomReporteronLocation
- https://megapolitan.kompas.com/read/2018/12/27/11323081/dibawa-ke-kejaksaan-hercules-masukkan-tangan-ke-saku-dan-mengaku-tak
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27106) [HOAKS] Jubir OPM Minta Mahasiswa Tidak Ikuti Aksi Tuntut Kemerdekaan Papua Barat
Sumber:Tanggal publish: 22/05/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan berisi rekaman yang diklaim sebagai suarajuru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom.
Dalam rekaman itu, Sebby mengimbau mahasiswa untuk tidak mengikuti aksi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang menuntut kemerdekaan Papua Barat.
Namun, setelah ditelusuri rekaman suara itu merupakan hasil manipulasi.
Rekaman suara Sebby Sambom meminta mahasiswa tidak mengikuti aksi AMP dan KNPB untuk kemerdekaan Papua Barat salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan rekaman suara serta foto Sebby Sambom. Unggahan diberi keterangan sebagai berikut:
"Kepada adik adik mahasiswa semua, mulai sekarang kalian stop ikut aksi aksi AMP dan KNPN untuk perjungan west papua, mulai sekarang kalian fokus belajar untuk majukan papua".
Dalam rekaman itu, Sebby mengimbau mahasiswa untuk tidak mengikuti aksi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang menuntut kemerdekaan Papua Barat.
Namun, setelah ditelusuri rekaman suara itu merupakan hasil manipulasi.
Rekaman suara Sebby Sambom meminta mahasiswa tidak mengikuti aksi AMP dan KNPB untuk kemerdekaan Papua Barat salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan rekaman suara serta foto Sebby Sambom. Unggahan diberi keterangan sebagai berikut:
"Kepada adik adik mahasiswa semua, mulai sekarang kalian stop ikut aksi aksi AMP dan KNPN untuk perjungan west papua, mulai sekarang kalian fokus belajar untuk majukan papua".
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com di Google Search, tidak ditemukan informasi valid Sebby Sambom mengimbau mahasiswa untuk tidak mengikuti aksi AMP dan KNPB.
Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek keaslian suara tersebut menggunakan Hive Moderation.
Setelah dicek, suara Sebby Sambom mengimbau mahasiswa untuk tidak mengikuti aksi AMP dan KNPB memiliki probabilitas 83,9 persen dihasilkan Artificial Intelligence (AI).
Sebelumnya di media sosial juga muncul video manipulasi yang mengeklaim Sebby Sambom mengatakan TPNPB-OPM telah menyerah dan menghentikan perlawanan.
Penelusuran Kompas.com bisa dilihat di sini.
Adapun konflik bersenjata antara OPM dengan TNI saat ini masih berlangsung. Masyarakat sipil di Papua juga turut menjadi korban dalam peristiwa itu.
Dikutip dari Kompas.id, Komnas HAM dan Komisi XIII DPR mendesak pemerintah untuk memprioritaskan perlindungan warga sipil di Papua.
Pemerintah juga diminta menunjukkan komitmennya untuk menyelesaikan konflik tersebut dengan membuka ruang dialog antara pihak yang bertikai.
Konten hoaks terkait Papua berpotensi menjadi gangguan informasi yang mengganggu upaya mencapai perdamaian dan membuka ruang dialog.
Dengan demikian, kabar ini perlu diluruskan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di masyarakat.
Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek keaslian suara tersebut menggunakan Hive Moderation.
Setelah dicek, suara Sebby Sambom mengimbau mahasiswa untuk tidak mengikuti aksi AMP dan KNPB memiliki probabilitas 83,9 persen dihasilkan Artificial Intelligence (AI).
Sebelumnya di media sosial juga muncul video manipulasi yang mengeklaim Sebby Sambom mengatakan TPNPB-OPM telah menyerah dan menghentikan perlawanan.
Penelusuran Kompas.com bisa dilihat di sini.
Adapun konflik bersenjata antara OPM dengan TNI saat ini masih berlangsung. Masyarakat sipil di Papua juga turut menjadi korban dalam peristiwa itu.
Dikutip dari Kompas.id, Komnas HAM dan Komisi XIII DPR mendesak pemerintah untuk memprioritaskan perlindungan warga sipil di Papua.
Pemerintah juga diminta menunjukkan komitmennya untuk menyelesaikan konflik tersebut dengan membuka ruang dialog antara pihak yang bertikai.
Konten hoaks terkait Papua berpotensi menjadi gangguan informasi yang mengganggu upaya mencapai perdamaian dan membuka ruang dialog.
Dengan demikian, kabar ini perlu diluruskan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di masyarakat.
Kesimpulan
Rekaman suara Sebby Sambom meminta mahasiswa tidak mengikuti aksi AMP dan KNPB merupakan hasil manipulasi.
Setelah dicek menggunakan HIve Moderation, suara Sebby Sambom terdeteksi dihasilkan oleh AI.
Sampai saat ini konflik antara OPM dan TNI masih berlangsung di Papua. Sejumlah pihak mendesak pemerintah membuka ruang dialog untuk menyelesaikan konflik bersenjata itu karena masyarakat sipil juga turut menjadi korban.
Konten hoaks terkait Papua perlu diluruskan agar tidak menjadi gangguan informasi yang mengganggu upaya perdamaian dan proses dialog.
Setelah dicek menggunakan HIve Moderation, suara Sebby Sambom terdeteksi dihasilkan oleh AI.
Sampai saat ini konflik antara OPM dan TNI masih berlangsung di Papua. Sejumlah pihak mendesak pemerintah membuka ruang dialog untuk menyelesaikan konflik bersenjata itu karena masyarakat sipil juga turut menjadi korban.
Konten hoaks terkait Papua perlu diluruskan agar tidak menjadi gangguan informasi yang mengganggu upaya perdamaian dan proses dialog.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/r/19CcvPxbzh/
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/05/19/164500782/-hoaks-juru-bicara-opm-menyatakan-menyerah-dan-hentikan-perlawanan
- https://www.kompas.id/artikel/dpr-komnas-ham-desak-pemerintah-buka-ruang-dialog-untuk-akhiri-konflik-di-papua
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 1986/8134