• (GFD-2025-26322) [HOAKS] Will Smith Meninggal pada 24 Maret 2025 akibat Kecelakaan Mobil

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/03/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Aktor dan penyanyi asal Amerika Serikat, Will Smith, dikabarkan meninggal dunia dalam kecelakaan mobil pada Senin (24/3/2025).

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar tersebut hoaks.

    Kabar Will Smith meninggal dunia dalam kecelakaan mobil dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini pada Senin (24/3/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Innalilahi Wa Innailaihi RojiunArtis Legenda Hollywood (Will Smith) Meninggal dunia dalam kecelakaan tragis..

    Narasi tersebut disertai foto sebuah mobil berwarna putih dalam kondisi hancur.

    Screenshot Hoaks, kabar Will Smith meninggal dunia pada 24 Maret

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek kabar terkini Will Smith melalui akun Instagram-nya @willsmith (terverifikasi).

    Will Smith masih mengunggah konten di Instagram pada Selasa (25/3/2025). Tidak ada informasi bahwa ia mengalami kecelakaan mobil.

    Sementara itu, Goal memberitakan bahwa Will Smith baru saja tampil di SoFi Stadium, Inglewood, California pada Minggu (23/3/2025).

    Aktor yang juga penyanyi rap itu membawakan sejumlah lagu hits-nya sebelum laga final CONCACAF Nations League yang mempertemukan Meksiko dan Panama.

    Sementara itu, foto mobil putih dalam kondisi hancur ditemukan dalam pemberitaan San Francisco Chronicle, 12 November 2022.

    Pemberitaan itu menyebutkan, dua kendaraan, sebuah sedan Toyota Prius dan sedan Tesla, bertabrakan di San Bruno Avenue dan Mansell Street pada 10 November 2022. 

    Salah satu kendaraan menabrak sebuah hunian tiga lantai di 3217 San Bruno dan menyebabkan kerusakan pada unit serta saluran utilitas.

    Tiga orang terluka parah dan 22 warga, terdiri dari 18 orang dewasa dan 4 anak-anak, harus mengungsi.

    Kecelakaan tersebut tidak melibatkan Will Smith dan ia juga tidak menjadi korban. Sehingga, kabar yang menyebut foto itu sebagai kecelakaan yang menewaskan Will Smith adalah hoaks.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, Kabar Will Smith meninggal dunia dalam kecelakaan mobil pada Senin (23/5/2025) adalah hoaks.

    Will Smith masih aktif mengunggah konten di laman Instagram-nya pada Selasa (25/3/2025).

    Rujukan

  • (GFD-2025-26327) [HOAKS] Video Kericuhan di DPR Saat Bahas RUU Perampasan Aset

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/03/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim menampilkan sejumlah anggota DPR terlibat kericuhan ketika membahas Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video yang diklaim menampilkan rapat DPR ricuh saat membahas RUU Perampasan Aset muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, ini dan Threads ini. 

    Akun tersebut membagikan video kericuhan di sebuah ruangan. Kemudian, terdapat keterangan sebagai berikut:

    DPR-RI ricuh Yang pro rakyat mendesak RUU Perampasan aset bagi koruptor

    Tetapi wakil ketua DPR RI menolak uu perampasan aset bagi Para koruptorDPR-RI ricuh saat mendesak RUU Perampasan aset koruptor antara dpr yang setuju vs dpr yang tidak setuju

    Akun Facebook Video yang diklaim sebagai kericuhan di DPR saat membahas RUU Perampasan Aset

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, pada Maret 2025 tidak ada pembahasan RUU Perampasan Aset di DPR.

    Dikutip dari Kompas.id, DPR dan pemerintah sepakat tidak memasukkan RUU Perampasan Aset ke dalam Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2025.

    RUU Perampasan Aset hanya masuk dalam Prolegnas Jangka Menengah Tahun 2025-2029.

    Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian menelusuri video tersebut menggunakan Google Lens. Hasilnya, video identik dengan unggahan di kanal YouTube BeritaSatu ini pada tahun 2014.

    Video itu adalah kericuhan saat sidang paripurna untuk menentukan pimpinan DPR pada tahun 2014.

    Sebagaimana pernah diberitakan Kompas.com, kericuhan itu membuat pimpinan sidang sementara, yaitu Popong Otje Djunjunan dan Ade Rezky Pratama, menskors sidang beberapa kali.

    Meski ricuh dan diwarnai hujan interupsi, sidang akhirnya menetapkan Setya Novanto sebagai Kerua DPR periode 2014-2019.

    Ia didampingi oleh empat wakil, yakni Fahri Hamzah, Taufik Kurniawan, Agus Hermanto, dan Fadli Zon. 

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan sejumlah DPR terlibat kericuhan saat membahas RUU Perampasan Aset tidak benar atau hoaks.

    Video itu adalah  kericuhan saat sidang paripurna untuk menentukan pimpinan DPR pada 2014.  Sidang saat itu tidak terkait pembahasan RUU Perampasan Aset.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26328) [KLARIFIKASI] Video Kebakaran Gedung Pencakar Langit Ini Bukan di Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/03/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang menunjukkan sebuah gedung pencakar langit terbakar. Namun, pengunggah video tidak menyertakan lokasi dan waktu kejadian.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konteks video perlu diperjelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

    Narasi yang beredar

    Video yang menunjukkan sebuah gedung pencakar langit terbakar dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini pada Senin (24/3/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Kejadian mengerikan

    Screenshot Klarifikasi, video ini bukan kebakaran gedung pencakar langit di Indonesia

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut dengan teknik reverse image search menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, ditemukan artikel Mirror, 16 September 2022, yang menjelaskan duduk perkara peristiwa dalam video tersebut.

    Menurut artikel Mirror, gedung pencakar langit itu adalah milik China Telecom, kantor perusahaan telekomunikasi negara, di Changsha, Provinsi Hunan.

    Laporan awal mengindikasikan bahwa orang-orang telah dievakuasi saat api melalap bangunan tersebut pada 16 September 2022.

    Sementara itu, China Telecom mengatakan dalam sebuah pernyataan di media sosial bahwa api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 waktu setempat.

    "Sekitar pukul 16.30 hari ini, api di Menara Komunikasi No 2 kami di Changsha telah padam. Belum ada temuan korban dan komunikasi belum terputus," demikian pernyataan China Telecom dikutip dari The Guardian, 16 September 2022.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang menunjukkan sebuah gedung pencakar langit terbakar perlu diperjelas dengan konteks utuh.

    Video itu bukan peristiwa di Indonesia, tetapi kebakaran yang melanda gedung China Telecom di Changsha, Provinsi Hunan, China pada 16 September 2022.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26329) [HOAKS] Jusuf Hamka Adakan Kuis Susun Kata Berhadiah Rp 50 Juta

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/03/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang mengeklaim pengusaha Jusuf Hamka mengadakan kuis susun kata dengan hadiah Rp 50 juta.

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan hasil manipulasi.

    Video yang mengeklaim Jusuf Hamka mengadakan kuis susun kata dengan hadiah Rp 50 juta muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini.

    Dalam video, Jusuf Hamka mengatakan akan memberikan bantuan Rp 50 juta. Syaratnya, warganet diminta untuk menjawab kuis susun kata. 

    BANTUN RAJA TOL 50JTJawab Kuis Dengan Benar

    Syaratnya:Susun Kata Di Bawah

    _* BE-RU-HA-SA(Kunci Kesuksesan)

    Kirim Jawaban melalui Tombol Pesan Di Bawah

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim Jusuf Hamka mengadakan kuis berhadiah Rp 50 juta

    Penelusuran Kompas.com

    Saat dicermati, terdapat kejanggalan dalam video tersebut. Gerakan bibir Jusuf Hamka tidak sinkron dengan perkataannya. 

    Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut menggunakan Google Lens. Hasilnya, video identik dengan unggahan di kanal YouTube ini.

    Dalam video aslinya Jusuf Hamka tidak menawarkan bantuan ataupun kuis berhadiah Rp 50 juta. Namun, ia menyampaikan motivasi soal bagaimana dirinya meraih kesuksesan.

    Tim Cek Fakta Kompas.com juga mengecek video tersebut menggunakan Hive Moderation. Tools tersebut dapat mendeteksi sebuah video dihasilkan oleh artificial intelligence (AI) atau bukan.

    Setelah dicek, video itu terdeteksi dihasilkan oleh AI, probabilitasnya mencapai 99,9 persen. 

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim Jusuf Hamka mengadakan kuis susun kata dengan hadiah Rp 50 juta merupakan hasil manipulasi.

    Dalam video aslinya, Jusuf Hamka menyampaikan motivasi soal bagaimana dirinya meraih kesuksesan.

    Suara dalam video merupakan hasil buatan AI generatif. Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, video Jusuf Hamka mengadakan kuis berhadiah Rp 50 juta memiliki probabilitas 99,9 persen dihasilkan oleh AI.

    Rujukan