• (GFD-2025-26613) Cek Fakta: Hoaks Kabar tentang Pemda, Dishub, dan Polri Gelar Razia Pajak STNK pada April 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/04/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang pemerintah daerah (pemda), dinas perhubungan (dishub), dan Polri menggelar razia pajak STNK beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 16 April 2025.
    Akun Facebook tersebut mengunggah narasi berisi informasi pemda, dishub, dan Polri akan menggelar razia STNK pada April 2025. Dalam postingan tersebut, terdapat juga waktu digelarnya razia.
    Berikut isi postingannya.
    "*Razia STNK*
    Pemda, Dishub kerja sama dengan Polri menggelar *rajia pajak STNK mobil & motor*
    Bagi kendaraan yang telat bayar pajak 3 tahun atau lebih akan langsung dikandangin.
    Dan bayar derek serta bayar parkir SEHARI Rp 400 ribu.
    Berikut jadwal jam dan tempat razianya. Info dari grup WA kiriman dari Bhayangkara polri.
    1. pagi jam 10:00-12:00
    2. siang dari jam 15:00-17:00
    3. malam dari jam 22:00-24:00 dilanjutkan kembali dari Jam 03:00-05:00 wib.
    ini gak hoax ya temen2,bener2 di kejar sampai dpat 🤭😇
    semoga informasi ini bermanfaat 🥰🙏," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 1 kali dibagikan dan mendapat 12 komentar dari warganet.
    Benarkah pemda, dishub, dan Polri akan menggelar razia STNK pada April 2025? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang pemda, dishub, dan Polri akan menggelar razia STNK pada April 2025. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "pemda, dishub, polri gelar razia stnk" di kolom pencarian Google Search.
    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Hoaks! Pemda dan Polri menggelar razia STNK" yang dimuat antaranews.com pada 18 Januari 2022.
    Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa kabar tentang pemda, dishub, dan Polri menggelar razia STNK merupakan hoaks berulang dan pernah muncul pada tahun 2018 dan 2019.
    Kepolisian RI juga tidak pernah mengumumkan kegiatan operasi lalu-lintas yang mengkhususkan pada pajak kendaraan bermotor karena pajak kendaraan merupakan kewenangan dinas pendapatan daerah.
    Dikutip dari situs polri.go.id, informasi palsu tersebut ternyata juga menyebar hingga ke Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
    Kasat Lantas Polres Tabalong, Iptu Oki Hermawan mengatakan bahwa kabar tersebut beredar sejak Selasa 15 April 2025 di salah satu grup WhatsApp. Narasi pada pesan itu menyebutkan, razia pajak STNK mobil dan sepeda motor dilaksanakan oleh Pemda bekerjasama dengan Polri.
    "Informasi razia STNK yang beredar di medsos tersebut adalah hoaks atau tidak benar," kata Oki.
     

    Kesimpulan


    Kabar tentang pemda, dishub, dan Polri akan menggelar razia STNK pada April 2025 ternyata tidak benar alias hoaks. Faktanya, kabar tersebut merupakan hoaks yang berulang. Informasi palsu itu pernah beredar pada 2018 dan 2019.
     

    Rujukan

  • (GFD-2025-26624) [HOAKS] Inul Daratista Meninggal Dunia pada 16 April 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/04/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Penyanyi dangdut Inul Daratista dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (16/4/2025). Kabar tersebut dibagikan oleh sejumlah akun Facebook.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar tersebut hoaks.

    Kabar kematian Inul Daratista dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini pada Rabu (16/4/2025). Berikut narasi yang dibagikan:

    Inalillahi Wainailaihi Rojiun..Detik - Detik Artis Inul Daratista Menghembuskan Nafas Terakhir di Rumah Sakit..

    Screenshot Hoaks, Inul Daratista meninggal dunia pada Rabu (16/4/2025)

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek kabar terkini Inul Daratista melalui laman Instagram miliknya @inul.d (terverifikasi).

    Inul tampak masih aktif mengunggah konten di laman Instagram-nya. Terbaru, ia mengunggah carousel pada Kamis (17/4/2025).

    Inul membagikan momen dirinya berziarah ke makam penyanyi senior Titiek Puspa yang wafat pada 10 April 2025.

    Sementara itu, foto Inul terbaring di rumah sakit merupakan foto lama. Foto serupa ditemukan di artikel RCTI Plus, 12 Desember 2022.

    Artikel itu menyebutkan, Inul membagikan foto dirinya terbaring di ranjang rumah sakit melalui Instagram Story.

    Namun, saat itu pedangdut yang dikenal dengan "goyang ngebor" ini tidak menyebutkan sakit yang dideritanya.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang mengeklaim Inul Daratista meninggal pada Rabu (16/4/2025) adalah hoaks.

    Inul masih aktif mengunggah konten di laman Instagram-nya. Terbaru, ia membagikan foto saat berziarah ke makam Titiek Puspa pada Kamis (17/4/2025).

    Foto yang digunakan dalam konten merupakan peristiwa saat Inul sakit pada 2022.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26625) [KLARIFIKASI] Konten Satire Remaja Florida Disengat Tawon 600 Kali

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/04/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar narasi seorang remaja laki-laki di Florida disengat tawon sebanyak 600 kali karena memasukkan alat kelaminnya ke sarang mereka.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu merupakan satire.

    Narasi seorang remaja laki-laki di Florida disengat tawon sebanyak 600 kali dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini pada April 2025.

    Akun-akun tersebut membagikan tangkapan layar artikel World News Daily Report (WNDR) dengan judul sebagai berikut:

    Florida teen stung over 600 times after inserting his penis inside of beehive (Remaja Florida disengat lebih dari 600 kali setelah memasukkan penisnya ke dalam sarang lebah)

    Screenshot Klarifikasi, artikel remaja Florida disengat tawon 600 kali adalah satire

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri informasi terkait artikel tersebut dan menemukan artikel bantahan dari pemeriksa fakta Snopes yang dipublikasikan pada 20 Mei 2020.

    Menurut Snopes, artikel itu dipublikasikan World News Daily Report (WNDR) pada 21 Januari 2020 (arsip).

    Berikut kutipan artikelnya:

    REMAJA FLORIDA DISENGAT LEBIH DARI 600 KALI SETELAH MEMASUKKAN PENISNYA KE DALAM SARANG LEBAH

    Seorang remaja Florida terbaring dalam kondisi kritis setelah disengat lebah lebih dari 600 kali.

    Lawrence Thomas, 14 tahun, yang alergi terhadap lebah, dibawa ke Rumah Sakit Komunitas Naples setelah mengalami syok anafilaksis yang parah.

    Remaja berusia 14 tahun itu rupanya memasukkan penisnya ke dalam sarang lebah yang terletak di bawah balkon rumah keluarganya saat ia diserang kawanan lebah.

    Akan tetapi, artikel tersebut bukan berdasarkan kejadian nyata. Situs WNDR mencantumkan penafian yang menyebutkan bahwa semua tokoh dalam artikel mereka sepenuhnya fiksi.

    Situs itu mencantumkan deskripsi sebagai organisasi media satire independen yang didedikasikan untuk meliput berita dan peristiwa dari seluruh dunia dengan gaya komedi.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi seorang remaja laki-laki di Florida disengat tawon sebanyak 600 kali perlu diluruskan.

    Artikel tersebut bukan berdasarkan kejadian nyata. Narasi itu bersumber dari situs yang mempublikasikan cerita fiksi dan artikel satire dengan tujuan menghibur.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26811) [SALAH] Pesan Berantai “Perempuan Amerika Serikat Semua Tanpa Baju Protes Rencana Pemerintah AS Stop Impor Baju dari China”

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/04/2025

    Berita

    Pada Senin (7/4/2025) beredar pesan berantai (broadcast) di sebuah grup WhatsApp (arsip cadangan) yang membagikan sebuah video dengan narasi:

    “Pemerintah AS rencana stop import baju dari China, “Tidak ada baju murah Dari china kami pakai apa?” perempuan AS lepas baju,semua tanpa baju , protes pemerintah”

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim menggunakan perkakas (tools) pencarian gambar Google Images, hasilnya ditemukan artikel periksa fakta dari MyGoPen, organisasi pemeriksa fakta dari Taiwan, yang terbit pada tahun 2019 lalu Kamis (4/7/2019) yang saat itu mengklarifikasi klaim yang serupa berkaitan dengan kebijakan Donald Trump .

    Faktanya, tidak berkaitan dengan rencana menghentikan impor baju dari Tiongkok. Video yang dibagikan adalah dokumentasi yang direkam di acara seni instalasi oleh seniman Spencer Tunick di Museum Seni Kontemporer Cleveland pada tahun 2004 lalu.

    Pemeriksaan silang (cross check) ke situs Spencer Tunick juga mengkoroborasi atau mendukung hasil pemeriksaan oleh MyGoPen, di salah satu segmen video yang disebarkan memperlihatkan bangunan yang sesuai dengan salah satu foto yang ditampilkan di situs di bagian “Installations / Selected Works 4” dengan deskripsi:

    “Ohio 4.1 (Museum of Contemporary Art Cleveland) 2004Pigment printh: 48 x w: 60 in / h: 121.92 x w: 152.4 cmEdition of 6″.

    Kesimpulan

    Unggahan tersebut masuk ke kategori konten yang menyesatkan (misleading content), faktanya video yang dibagikan adalah dokumentasi yang direkam di acara seni instalasi oleh seniman Spencer Tunick di Museum Seni Kontemporer Cleveland pada tahun 2004 lalu.

    Rujukan

    https://www-mygopen-com.translate.goog/2019/07/Spencer-Tunick.html?_x_tr_sl=auto&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=en&_x_tr_pto=wapp /

    https://archive.ph/36bXR (arsip cadangan)

    https://www.mygopen.com/2019/07/Spencer-Tunick.html /

    https://archive.ph/6I5DU (arsip cadangan).

    https://www.spencertunick.com/installations/selected-works-4 /

    https://archive.ph/q2WX8 (arsip cadangan).

    https://archive.ph/nyHVv, arsip cadangan pesan berantai yang beredar di WhatsApp.

    *) Artikel ini direpublikasi dari website cekfakta.com