KOMPAS.com - Isu Rusia hendak membangun pangkalan militer di Papua ramai diperbincangkan di jagat maya.
Di media sosial beredar video yang diklaim sebagai jet tempur Rusia yang telah tiba di Biak, Papua.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Video jet tempur Rusia tiba di Biak disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Sementara akun Facebook ini menyebarkan tangkapan layarnya.
Berikut teks yang tertera pada video yang diunggah Kamis (17/4/2025):
Detik Detik 2 Pesawat Pengebom Rusia meminta izin ke Indonesia untuk menempatkan 2 pesawat Tupolev TU-95 di biak papua
(GFD-2025-26629) [HOAKS] Video Jet Tempur Rusia Tiba di Biak, Papua
Sumber:Tanggal publish: 18/04/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video, lalu menelusurinya dengan teknik reverse image search.
Hasil pencarian di Google menunjukkan bahwa gambar tersebut berkaitan dengan gambar di situs Dreamstime.com.
Gambar tersebut berkaitan dengan parade militer dalam rangka memperingati Hari Angkatan Laut Rusia di St Petersburg pada 31 Juli 2022.
Gambarnya dapat dilihat di sini dan di sini.
Video formasi pesawat seperti dalam video dapat dilihat di kanal YouTube Rumoaohepta7 menit ke-31 detik ke-40.
Pesawat serupa juga didokumentasikan kanal YouTube CCTV Video News Agency pada detik ke-51.
Kabar kehadiran militer Rusia di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Manuhua, Biak, Papua pertama mencuat usai pemberitaan Antara.
Muncul kabar bahwa pihak Sekretaris Dewan Keamanan Rusia meminta Lanud Manuhua menjadi pangkalan militer mereka, saat mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin pada Februari 2025.
Namun kabar tersebut segera dibantah Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemenhan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang.
"Terkait pemberitaan tentang usulan penggunaan pangkalan Indonesia oleh Rusia, Kemhan mengklarifikasi bahwa berita tersebut tidak benar," kata Frega pada Selasa (15/4/2025) dinukil dari pewartaan Kompas.com.
Ia menjelaskan, pertemuan antara Menhan dan pihak Rusia Februari lalu dalam kerangka hubungan bilateral dan tidak mencakup pembicaraan strategis soal pangkalan militer.
Tanggapan lain disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Rolliansyah Soemirat.
Indonesia pernah berencana membangun tempat peluncuran satelit di Biak
"Pembicaraan mengenai hal tersebut telah dimulai beberapa tahun yang lalu, namun belum sampai pada keputusan apa pun," ujar Rolliansyah pada Rabu (16/4/2025) dilansir Kompas.com.
Ia menegaskan, Indonesia tidak pernah memberikan izin kepada negara mana pun untuk membangun dan memiliki pangkalan militer di Tanah Air.
Hasil pencarian di Google menunjukkan bahwa gambar tersebut berkaitan dengan gambar di situs Dreamstime.com.
Gambar tersebut berkaitan dengan parade militer dalam rangka memperingati Hari Angkatan Laut Rusia di St Petersburg pada 31 Juli 2022.
Gambarnya dapat dilihat di sini dan di sini.
Video formasi pesawat seperti dalam video dapat dilihat di kanal YouTube Rumoaohepta7 menit ke-31 detik ke-40.
Pesawat serupa juga didokumentasikan kanal YouTube CCTV Video News Agency pada detik ke-51.
Kabar kehadiran militer Rusia di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Manuhua, Biak, Papua pertama mencuat usai pemberitaan Antara.
Muncul kabar bahwa pihak Sekretaris Dewan Keamanan Rusia meminta Lanud Manuhua menjadi pangkalan militer mereka, saat mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin pada Februari 2025.
Namun kabar tersebut segera dibantah Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemenhan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang.
"Terkait pemberitaan tentang usulan penggunaan pangkalan Indonesia oleh Rusia, Kemhan mengklarifikasi bahwa berita tersebut tidak benar," kata Frega pada Selasa (15/4/2025) dinukil dari pewartaan Kompas.com.
Ia menjelaskan, pertemuan antara Menhan dan pihak Rusia Februari lalu dalam kerangka hubungan bilateral dan tidak mencakup pembicaraan strategis soal pangkalan militer.
Tanggapan lain disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Rolliansyah Soemirat.
Indonesia pernah berencana membangun tempat peluncuran satelit di Biak
"Pembicaraan mengenai hal tersebut telah dimulai beberapa tahun yang lalu, namun belum sampai pada keputusan apa pun," ujar Rolliansyah pada Rabu (16/4/2025) dilansir Kompas.com.
Ia menegaskan, Indonesia tidak pernah memberikan izin kepada negara mana pun untuk membangun dan memiliki pangkalan militer di Tanah Air.
Kesimpulan
Narasi jet tempur Rusia tiba di Biak, Papua merupakan hoaks.
Video dan gambar yang beredar berkaitan dengan parade militer Hari Angkatan Laut Rusia pada 31 Juli 2022.
Kemenlu dan Kemenhan memastikan isu pendirian pangkalan militer Rusia di Biak tidak benar.
Video dan gambar yang beredar berkaitan dengan parade militer Hari Angkatan Laut Rusia pada 31 Juli 2022.
Kemenlu dan Kemenhan memastikan isu pendirian pangkalan militer Rusia di Biak tidak benar.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1371579337214102
- https://www.facebook.com/reel/682367374234077
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=606128555773067&set=a.179373378448589
- https://www.google.com/search?source=lns.web.cntpubb&vsdim=458,519&gsessionid=ecY7Ti2Hst5ooV_ssvuN3w4aCUNoG3WD1CCetpPfK-TQ-0Ol3oZ2iw&lsessionid=se_XSuMNK2Xh5P_sBsV0NKEalojmNnzE6CGdFG38xQm-aL8HJG8ltg&lns_surface=44&biw=458&bih=519&hl=en-US&vsrid=CKCL5eTN8P6VQRAGGAEiJEVEOUQ4RDE2LTI5Q0UtNEIyMi1BMUQ0LTU2QzIyRjExRTQ3Mw&udm=26&q&vsint=CAQqCgoCCAcSAggHIAE6IwoWDQAAAD8VAAAAPx0AAIA_JQAAgD8wARDKAxiHBCUAAIA_&lns_mode=un&qsubts=1744864733385&stq=1&cs=1&lei=2YUAaIu1F-e-vr0P9-DW2Q0
- https://www.dreamstime.com/july-st-petersburg-russia-ilyushin-il-anti-submarine-aircraft-main-naval-parade-honor-russian-navy-day-plane-sky-image277208645
- https://www.dreamstime.com/russia-st-petersburg-july-military-aircraft-helicopters-air-force-fly-city-celebration-day-image252976724
- https://www.youtube.com/watch?v=Z6Yopc9hu80
- https://www.youtube.com/watch?v=XF3-1-cT36k&t=41s
- https://nasional.kompas.com/read/2025/04/16/06183981/isu-rusia-mau-bangun-pangkalan-militer-di-papua-benar-atau-tidak?page=all
- https://nasional.kompas.com/read/2025/04/17/06141031/bukan-pangkalan-militer-kemenlu-sebut-pernah-ada-rencana-pembangunan-tempat
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26630) [KLARIFIKASI] Salah Konteks, Video Ini Bukan Penjagaan di UGM Saat Demo Ijazah Jokowi
Sumber:Tanggal publish: 18/04/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah unggahan video memperlihatkan sejumlah mobil polisi dan diklaim sedang mengamankan kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Dalam unggahan disebutkan, ratusan polisi berjaga di UGM untuk mengamankan demonstrasi soal keaslian ijazah Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Namun, setelah ditelusuri video tersebut keliru dan perlu diluruskan.
Diberitakan Kompas.com sebelumnya, massa yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) mendatangi Fakultas Kehutanan UGM pada Selasa (15/04/2025). Kedatangan mereka untuk meminta klarifikasi dari pihak kampus terkait keaslian ijazah Jokowi.
Video yang diklaim menampilkan ratusan polisi berjaga di UGM untuk mengamankan demonstrasi ijazah Jokowi salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini dan ini.
Salah satu akun menulis keterangan demikian:
Padahal Cuma Moment Silahturahmi TPUA, Emak2 Yang Semuanya Masih Warga Negara Indonesia. Kok Pejangaan Udah Kaya Mo Kedatangan Musuh Aja Lebayyy..."Demi Sang Pemilik Ijasah Palsu"
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang diklaim menampilkan polisi berjaga di UGM untuk mengamankan demo soal ijazah Jokowi.
Dalam unggahan disebutkan, ratusan polisi berjaga di UGM untuk mengamankan demonstrasi soal keaslian ijazah Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Namun, setelah ditelusuri video tersebut keliru dan perlu diluruskan.
Diberitakan Kompas.com sebelumnya, massa yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) mendatangi Fakultas Kehutanan UGM pada Selasa (15/04/2025). Kedatangan mereka untuk meminta klarifikasi dari pihak kampus terkait keaslian ijazah Jokowi.
Video yang diklaim menampilkan ratusan polisi berjaga di UGM untuk mengamankan demonstrasi ijazah Jokowi salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini dan ini.
Salah satu akun menulis keterangan demikian:
Padahal Cuma Moment Silahturahmi TPUA, Emak2 Yang Semuanya Masih Warga Negara Indonesia. Kok Pejangaan Udah Kaya Mo Kedatangan Musuh Aja Lebayyy..."Demi Sang Pemilik Ijasah Palsu"
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang diklaim menampilkan polisi berjaga di UGM untuk mengamankan demo soal ijazah Jokowi.
Hasil Cek Fakta
Saat dicermati, dalam video itu terdapat watermark "JOGJAKAMPUSID". Setelah ditelusuri video itu merupakan unggahan akun Instagram @Jogjakmapus.id pada 27 Maret 2025.
Dalam keterangannya, video itu adalah momen ketika ratusan polisi berjaga di Titik Nol Kilometer Yogyakarta untuk mengamankan demo menolak pengesahan revisi UU TNI.
Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, massa yang tergabung Aliansi Jogja Memanggil menggelar demonstrasi menolak revisi UU TNI di Titik Nol Kilometer, Yogyakarta pada Kamis (27/3/2025).
Demonstrasi itu juga merupakan bentuk protes terkait adanya intimidasi dan tekanan digital yang berpotensi membungkam aspirasi masyarakat terkait revisi UU TNI.
Dalam keterangannya, video itu adalah momen ketika ratusan polisi berjaga di Titik Nol Kilometer Yogyakarta untuk mengamankan demo menolak pengesahan revisi UU TNI.
Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, massa yang tergabung Aliansi Jogja Memanggil menggelar demonstrasi menolak revisi UU TNI di Titik Nol Kilometer, Yogyakarta pada Kamis (27/3/2025).
Demonstrasi itu juga merupakan bentuk protes terkait adanya intimidasi dan tekanan digital yang berpotensi membungkam aspirasi masyarakat terkait revisi UU TNI.
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan ratusan polisi berjaga di UGM saat demo soal ijazah Jokowi tidak benar.
Video aslinya adalah momen ketika ratusan polisi berjaga di Titik Nol Kilometer Yogyakarta untuk mengamankan demonstrasi menolak pengesahan revisi UU TNI pada 27 Maret 2025.
Video aslinya adalah momen ketika ratusan polisi berjaga di Titik Nol Kilometer Yogyakarta untuk mengamankan demonstrasi menolak pengesahan revisi UU TNI pada 27 Maret 2025.
Rujukan
- https://yogyakarta.kompas.com/read/2025/04/15/114312578/massa-demo-ugm-soal-ijazah-jokowi-bawa-spanduk-ugm-jujur-saja
- https://www.facebook.com/reel/648444808053438
- https://www.facebook.com/share/p/169KWNHAGK/
- https://www.facebook.com/watch/?v=2320738238295151&rdid=4pnSyH86wErn0RVj
- https://www.instagram.com/reel/DHsbDyuvg9O/?igsh=MWJwaW9wY2YzOTlweA%3D%3D
- https://regional.kompas.com/read/2025/03/27/175532878/aliansi-jogja-memanggil-kembali-demo-tolak-uu-tni-soroti-maraknya-kekerasan
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26608) [SALAH] Video “Ada Bangkai Kereta di Tebing, Akibat Jembatan Runtuh”
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 18/04/2025
Berita
Akun Facebook “Agus Jajang Nurjaman” pada Rabu (9/4/2025) membagikan video [arsip] yang diklaim sebagai dokumentasi kereta tua yang mangkrak di tebing akibat jembatan runtuh.
Unggahan disertai narasi :
“Bangkai gerbong kereta bekas kecelakaan mangkrak di ujung tebing”
Hingga Jumat (18/4/25), unggahan telah mendapatkan lebih dari 6.100 tanda suka, 245 komentar, dan dibagikan ulang 55 kali.
Unggahan disertai narasi :
“Bangkai gerbong kereta bekas kecelakaan mangkrak di ujung tebing”
Hingga Jumat (18/4/25), unggahan telah mendapatkan lebih dari 6.100 tanda suka, 245 komentar, dan dibagikan ulang 55 kali.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengunduh video tersebut dan menganalisisnya dengan alat pendeteksi AI, Hive Moderation.
Hasilnya, konten tersebut adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99 persen.
Hasilnya, konten tersebut adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99 persen.
Kesimpulan
Unggahan video berisi klaim “ada bangkai kereta di tebing, akibat jembatan runtuh” merupakan konten palsu (fabricated content).
Rujukan
(GFD-2025-26609) Cek Fakta: Tidak Benar Video yang Diklaim Prabowo Subianto Menyanyikan Lagu Asal Lampung
Sumber:Tanggal publish: 18/04/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim Presiden Prabowo Subianto menyanyikan lagu asal Lampung berjudul "Andahmu" beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 9 April 2025.
Dalam video berdurasi 6 menit 45 detik itu memperlihatkan Prabowo sedang menyayikan lagu asal Lampung yang berjudul "Andahmu". Prabowo tampak berdiri di atas sebuah panggung. Sambil mengenakan kemeja putih dan peci hitam, Prabowo terlihat memegang mikrofon sambil menyanyikan lagu tersebut.
"MOMEN PRESIDEN PRABOWO NYANYI DI ACARA KADIN," demikian narasi dalam video tersebut.
"Special lagu lampung ANDAHMU RI1 PRABOWO SUBIANTO," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 515 kali ditonton dan mendapat 13 respons dari warganet.
Benarkah dalam video tersebut Presiden Prabowo Subianto menyanyikan lagu asal Lampung berjudul "Andahmu" berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim Prabowo Subianto menyanyikan lagu asal Lampung berjudul "Andahmu". Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut ke situs Google Images.
Hasilnya ditemukan gambar identik di situs berbagi video YouTube. Video tersebut berjudul "Momen Presiden Prabowo Nyanyi di Acara Kadin | Kabar Merah Putih tvOne" yang dimuat channel YouTube tvOneNews pada 17 Januari 2025.
Berikut gambar tangkapan layarnya.
"Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Musyawarah Nasional (Munas) konsolidasi persatuan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Dalam acara itu, Prabowo sempat nyanyi 'O Ulate' bareng Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie," tulis channel YouTube tvOneNews.
Penelusuran juga dilakukan dengan memasukkan kata kunci "prabowo bernyanyi di acara kadin" di kolom pencarian Google Search. Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai peristiwa itu.
Satu di antaranya artikel berjudul "Prabowo Nyanyi 'O Ulate' Bareng Anindya Bakrie-Arsjad di Munas Kadin" yang dimuat situs detik.com pada 16 Januari 2025.
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa momen Presiden Prabowo Subianto menyanyikan lagu 'O Ulate' terjadi saat menghadiri acara Munas Konsolidasi Kadin Indonesia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada 16 Januari 2025.
Kesimpulan
Video yang diklaim Prabowo Subianto menyanyikan lagu asal Lampung berjudul "Andahmu" ternyata tidak benar. Video tersebut diduga telah diedit. Video aslinya, Prabowo menyanyikan lagu asal Maluku berjudul "O Ulate" saat hadir di acara Musyawarah Konsolidasi Kadin Indonesia pada 16 Januari 2025.
Rujukan
Halaman: 1893/7926

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5191279/original/026325400_1744948599-Prabowo1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5191284/original/024978400_1744948697-SsPrabowo1.jpg)