KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) diklaim telah menerbitkan uang kertas baru untuk edisi khusus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.
Melalui sebuah video yang beredar di media sosial, tampak uang rupiah kertas baru memuat gambar presiden pertama RI Soekarno, peta Indonesia, bendera Merah Putih, dan angka 80.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Informasi mengenai uang kertas edisi HUT ke-80 RI disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Jumat (20/6/2025):
Keluaran uang baru remisi HUT RI KE 80
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Jumat (20/6/2025), mengenai uang kertas terbaru edisi HUT ke-80 RI.
(GFD-2025-27518) [HOAKS] BI Mengeluarkan Uang Baru Edisi HUT ke-80 RI
Sumber:Tanggal publish: 21/06/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Sejauh ini, BI telah menerbitkan Uang Rupiah Khusus (URK) dalam rangka memperingati berbagai peristiwa.
Terdapat empat URK yang diterbitkan dalam rangka memperingati kemerdekaan RI, meliputi:
Melalui akun Instagram resminya, BI menyampaikan bahwa informasi mengenai uang edisi khusus 80 tahun kemerdekaan RI merupakan haoks.
"Hingga saat ini, Bank Indonesia tidak menerbitkan uang Rupiah peringatan kemerdekaan (UPK) terbaru. Terakhir UPK diterbitkan pada peringatan 75 tahun kemerdekaan RI di tahun 2020," ujar BI.
Di sisi lain, Perum Peruri juga tidak pernah mencetak pesanan uang rupiah edisi khusus HUT ke-80 RI dari BI.
"Peruri tidak pernah menerima pesanan pencetakan uang rupiah edisi kemerdekaan 80 tahun RI," ujar Head of Corporate Secretary Perum Peruri, Adi Sunardi, Kamis (19/6/2025), sebagaimana diwartakan Kompas.com.
Terdapat empat URK yang diterbitkan dalam rangka memperingati kemerdekaan RI, meliputi:
Melalui akun Instagram resminya, BI menyampaikan bahwa informasi mengenai uang edisi khusus 80 tahun kemerdekaan RI merupakan haoks.
"Hingga saat ini, Bank Indonesia tidak menerbitkan uang Rupiah peringatan kemerdekaan (UPK) terbaru. Terakhir UPK diterbitkan pada peringatan 75 tahun kemerdekaan RI di tahun 2020," ujar BI.
Di sisi lain, Perum Peruri juga tidak pernah mencetak pesanan uang rupiah edisi khusus HUT ke-80 RI dari BI.
"Peruri tidak pernah menerima pesanan pencetakan uang rupiah edisi kemerdekaan 80 tahun RI," ujar Head of Corporate Secretary Perum Peruri, Adi Sunardi, Kamis (19/6/2025), sebagaimana diwartakan Kompas.com.
Kesimpulan
Narasi mengenai uang kertas terbaru edisi HUT ke-80 RI merupakan hoaks.
BI memastikan informasi yang beredar tidak benar. Peruri juga mengatakan, tidak ada yang edisi khusus 80 tahun kemerdekaan RI yang dicetak.
BI memastikan informasi yang beredar tidak benar. Peruri juga mengatakan, tidak ada yang edisi khusus 80 tahun kemerdekaan RI yang dicetak.
Rujukan
- https://www.facebook.com/nur.aisah.833268/videos/1460335521791736
- https://www.facebook.com/VampiriaSamsudin/videos/2260677844391557
- https://www.facebook.com/saleh.udin.211319/videos/1436544311027022/
- https://www.facebook.com/rio.tralala.984/videos/2194262997702800/
- https://www.facebook.com/nurdin.fauzi/videos/1429948274871879
- https://www.facebook.com/reel/1030375759274923
- https://www.facebook.com/reel/701718639234309
- https://www.bi.go.id/id/rupiah/gambar-uang/default.aspx
- https://www.instagram.com/bank_indonesia/reel/DLHMc6EMtsw/?hl=en
- https://www.kompas.com/tren/read/2025/06/20/130000965/beredar-narasi-uang-rupiah-edisi-80-tahun-kemerdekaan-ri-ini-kata-bi-dan
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27519) [HOAKS] MUI Dukung Serangan Israel ke Iran
Sumber:Tanggal publish: 21/06/2025
Berita
KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) diklaim telah menyatakan dukungannya atas serangan Israel ke Iran.
Melalui tangkapan layar sebuah pemberitaan yang beredar di media sosial pada Juni 2025, MUI beralasan Iran merupakan aliran syiah yang layak dimusnahkan.
Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menunjukkan, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks. Narasi dalam konten hoaks ini bernuansa ujaran kebencian dan perlu diluruskan.
Informasi mengenai MUI menyatakan dukungan atas serangan Israel ke Iran disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.
Pengunggah menyertakan tangkapan layar berita dari Kumparan dengan judul berikut:
MUI Dukung Serangan Israel ke Iran: Syiah Bukan Islam, Syiah Adalah Kafir Yang Halal Dimusnahkan
Melalui tangkapan layar sebuah pemberitaan yang beredar di media sosial pada Juni 2025, MUI beralasan Iran merupakan aliran syiah yang layak dimusnahkan.
Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menunjukkan, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks. Narasi dalam konten hoaks ini bernuansa ujaran kebencian dan perlu diluruskan.
Informasi mengenai MUI menyatakan dukungan atas serangan Israel ke Iran disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.
Pengunggah menyertakan tangkapan layar berita dari Kumparan dengan judul berikut:
MUI Dukung Serangan Israel ke Iran: Syiah Bukan Islam, Syiah Adalah Kafir Yang Halal Dimusnahkan
Hasil Cek Fakta
Tangkapan layar yang beredar merupakan konten manipulatif dengan menduplikat berita, tetapi disunting untuk tujuan disinformasi.
Berita aslinya bersumber dari artikel Kumparan yang diterbitkan pada Senin, 17 Juni 2024.
Terlihat foto yang dipakai pada berita serupa dengan tangkapan layar yang beredar.
Namun, judul asli artikel tersebut yakni:
MUI Kutuk Israel Serang Warga Palestina yang Hendak Salat Id di Masjid Al Aqsa
Namun konten di media sosial memuat informasi yang bertolak belakang dengan berita tersebut.
Faktanya, MUI mengutuk serangan Israel kepada warga Palestina yang henak shalat Id di Masjid Al Aqsa pada Minggu 16 Juni 2024.
Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim.
Tindakan Israel, menurutnya, mencerminkan sikap Islamofobia atau anti-Islam.
Sementara terkait perang antara Israel dan Iran yang belakangan terjadi, MUI sama sekali tidak menyinggung mengenai aliran agama.
Sebaliknya, MUI) mengutuk keras serangan Israel ke Iran karena memperburuk krisis kemanusiaan di tingkat global.
"Terlaknatlah Israel atas dosa kemanusiaan dan pembangkangan secara kasat mata terhadap hukum internasional," ujar Sudarnoto pada Minggu (15/6/2025), dikutip dari situs web MUI.
Sudarnoto menilai, serangan balasan oleh Iran merupakan hak untuk melakukan perlawanan atas kedaulatan negaranya yang telah dilanggar oleh Israel.
Berita aslinya bersumber dari artikel Kumparan yang diterbitkan pada Senin, 17 Juni 2024.
Terlihat foto yang dipakai pada berita serupa dengan tangkapan layar yang beredar.
Namun, judul asli artikel tersebut yakni:
MUI Kutuk Israel Serang Warga Palestina yang Hendak Salat Id di Masjid Al Aqsa
Namun konten di media sosial memuat informasi yang bertolak belakang dengan berita tersebut.
Faktanya, MUI mengutuk serangan Israel kepada warga Palestina yang henak shalat Id di Masjid Al Aqsa pada Minggu 16 Juni 2024.
Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim.
Tindakan Israel, menurutnya, mencerminkan sikap Islamofobia atau anti-Islam.
Sementara terkait perang antara Israel dan Iran yang belakangan terjadi, MUI sama sekali tidak menyinggung mengenai aliran agama.
Sebaliknya, MUI) mengutuk keras serangan Israel ke Iran karena memperburuk krisis kemanusiaan di tingkat global.
"Terlaknatlah Israel atas dosa kemanusiaan dan pembangkangan secara kasat mata terhadap hukum internasional," ujar Sudarnoto pada Minggu (15/6/2025), dikutip dari situs web MUI.
Sudarnoto menilai, serangan balasan oleh Iran merupakan hak untuk melakukan perlawanan atas kedaulatan negaranya yang telah dilanggar oleh Israel.
Kesimpulan
Narasi yang mengeklaim MUI menyatakan dukungan atas serangan Israel ke Iran merupakan hoaks.
Tangkapan layar berita Kumparan dimanipulasi dengan mengganti judul aslinya. Faktanya, MUI mengutuk serangan Israel terhadap Iran.
Tangkapan layar berita Kumparan dimanipulasi dengan mengganti judul aslinya. Faktanya, MUI mengutuk serangan Israel terhadap Iran.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=24701061706148103&set=a.192587524088862
- https://www.facebook.com/photo?fbid=122205070508041541&set=pcb.122204556176041541
- https://www.facebook.com/photo?fbid=703278815791045&set=a.111594398292826
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=122226913232021074&set=a.122112371198021074
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=646546548411514&set=a.122762907456550
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=772108958474817&set=a.675743921444655
- https://kumparan.com/kumparannews/mui-kutuk-israel-serang-warga-palestina-yang-hendak-salat-id-di-masjid-al-aqsa-22xJdWpuwR8/full?utm_source=Facebook&utm_medium=post&utm_campaign=int
- https://www.mui.or.id/baca/berita/mui-kutuk-keras-serangan-israel-ke-iran-dorong-sanksi-internasional
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27520) [HOAKS] Foto Pilot Perempuan Israel yang Ditangkap Iran
Sumber:Tanggal publish: 21/06/2025
Berita
KOMPAS.com - Beredar unggahan media sosial berupa foto perempuan yang diklaim sebagai pilot militer Israel yang ditangkap oleh pihak Iran.
Narasi dalam unggahan menyatakan, pilot itu bernama Sarah Ahronot. Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut tidak benar atau hoaks.
Dikutip dari Arab News, Pemerintah Iran mengatakan pihaknya akan merilis foto pilot F-35 milik Israel yang diklaim telah ditangkap.
Mereka menyebut dua pilot Israel yang ditangkap salah satunya adalah seorang perempuan.
Foto soal pilot militer Israel yang ditangkap Iran salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan foto seorang perempuan dengan seragam militer sedang berfoto dengan latar pesawat. Salah akun menulis keterangan sebagai berikut:
Iran memiliki Aset Yahudi dalam tahanan mereka.Perkenalkan seorang pilot wanita Israel, Sarah Ahronot, yang telah ditangkap di Iran.
Akun Facebook Foto yang diklaim menampilkan pilot militer Israel yang ditangkap Iran
Narasi dalam unggahan menyatakan, pilot itu bernama Sarah Ahronot. Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut tidak benar atau hoaks.
Dikutip dari Arab News, Pemerintah Iran mengatakan pihaknya akan merilis foto pilot F-35 milik Israel yang diklaim telah ditangkap.
Mereka menyebut dua pilot Israel yang ditangkap salah satunya adalah seorang perempuan.
Foto soal pilot militer Israel yang ditangkap Iran salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan foto seorang perempuan dengan seragam militer sedang berfoto dengan latar pesawat. Salah akun menulis keterangan sebagai berikut:
Iran memiliki Aset Yahudi dalam tahanan mereka.Perkenalkan seorang pilot wanita Israel, Sarah Ahronot, yang telah ditangkap di Iran.
Akun Facebook Foto yang diklaim menampilkan pilot militer Israel yang ditangkap Iran
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri foto yang diklaim sebagai pilot perempuan Israel tersebut menggunakan teknik reverse image search.
Hasilnya, foto identik dengan yang ada di laman Aeroflop ini pada 30 Desember 2021.
Foto itu diunggah dalam artikel berbahasa Inggris dengan terjemahan, "Angkatan Laut Chile melatih penerbang perempuan pertama dalam sejarahnya".
Dalam artikel dijelaskan, perempuan yang memakai seragam militer tersebut adalah Letnan Daniela Figueroa yang berasal dari Chile.
Foto itu diambil ketika ia berfoto dengan latar pesawat Embraer EMB-111 yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Chile.
Saat itu, Daniela Figueroa tengah menjalani pelatihan sebagai pilot atau penerbang perempuan pertama dalam sejarah Angkatan Laut Chile.
Hasilnya, foto identik dengan yang ada di laman Aeroflop ini pada 30 Desember 2021.
Foto itu diunggah dalam artikel berbahasa Inggris dengan terjemahan, "Angkatan Laut Chile melatih penerbang perempuan pertama dalam sejarahnya".
Dalam artikel dijelaskan, perempuan yang memakai seragam militer tersebut adalah Letnan Daniela Figueroa yang berasal dari Chile.
Foto itu diambil ketika ia berfoto dengan latar pesawat Embraer EMB-111 yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Chile.
Saat itu, Daniela Figueroa tengah menjalani pelatihan sebagai pilot atau penerbang perempuan pertama dalam sejarah Angkatan Laut Chile.
Kesimpulan
Foto soal pilot perempuan Israel yang ditangkap Iran tidak benar atau hoaks.
Perempuan yang ada di dalam foto tersebut adalah Letnan Daniela Figueroa yang berasal dari Angkatan Laut Chile.
Foto itu adalah momen ketika Daniela Figueroa tengah menjalani pelatihan sebagai pilot perempuan pertama di Angkatan Laut Chile. Foto tidak terkait dengan konflik Israel dan Iran.
Perempuan yang ada di dalam foto tersebut adalah Letnan Daniela Figueroa yang berasal dari Angkatan Laut Chile.
Foto itu adalah momen ketika Daniela Figueroa tengah menjalani pelatihan sebagai pilot perempuan pertama di Angkatan Laut Chile. Foto tidak terkait dengan konflik Israel dan Iran.
Rujukan
- https://www.arabnews.com/node/2604851/middle-east
- https://www.facebook.com/share/p/1ApbNp2gvP/
- https://www.facebook.com/share/p/1CNvtaMqRB/
- https://www.facebook.com/share/p/1BaCWpWiwr/
- https://www.facebook.com/share/p/18ryeHBBN6/
- https://www.aeroflap.com.br/en/Chilean-navy-graduates-the-first-naval-aviator-in-its-history/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27539) [KLARIFIKASI] Video Ini Bukan Perlihatkan Rudal Hipersonik Iran
Sumber:Tanggal publish: 21/06/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim memperlihatkan ratusan rudal hipersonik Iran meluncur ke arah Israel.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu dibagikan dengan konteks keliru dan perlu diluruskan informasinya.
Video yang diklaim memperlihatkan ratusan rudal hipersonik Iran meluncur ke arah Israel dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada 17 Juni 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Gue Benci Perang.Tapi gue happy liat ini...
Tapi harus diakui, footage ratusan rudal hypersonic yang melintasi langit Israel itu kayak adegan film sci-fi.
Dan yang jatuh bukan efek CGI,TPI rudal sungguhan...
Screenshot Klarifikasi, video ini bukan perlihatkan rudal hipersonik Iran
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu dibagikan dengan konteks keliru dan perlu diluruskan informasinya.
Video yang diklaim memperlihatkan ratusan rudal hipersonik Iran meluncur ke arah Israel dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada 17 Juni 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Gue Benci Perang.Tapi gue happy liat ini...
Tapi harus diakui, footage ratusan rudal hypersonic yang melintasi langit Israel itu kayak adegan film sci-fi.
Dan yang jatuh bukan efek CGI,TPI rudal sungguhan...
Screenshot Klarifikasi, video ini bukan perlihatkan rudal hipersonik Iran
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri menggunakan Google Lens, ditemukan fakta bahwa video itu bukan memperlihatkan ratusan rudal hipersonik Iran meluncur ke arah Israel.
Video yang sama ditemukan dalam pemberitaan Sky News, 17 Januari 2025, tentang serpihan roket SpaceX yang jatuh ke Bumi dan tampak seperti hujan meteor.
Roket Space X meledak di angkasa di atas Bahama pada 16 Juni 2025, sekitar delapan menit setelah lepas landas di Texas, Amerika Serikat.
Serpihan roket yang terbakar terlontar sejauh bermil-mil melintasi langit di atas Kepulauan Turks dan Caicos, Wilayah Seberang Laut Inggris.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim telah meluncurkan rudal hipersonik Fattah-1 untuk menembus pertahanan Israel pada 18 Juni 2025 dini hari.
Rudal Fattah-1 dirancang oleh Divisi Dirgantara IRGC untuk menembus pertahanan tercanggih, seperti Iron Dome milik Israel atau Arrow milik Amerika Serikat.
Adapun fitur utama Fattah adalah nozzle bergerak pada tahap kedua mesin roket, yang memungkinkannya untuk bermanuver lateral (kiri-kanan), vertikal (atas-bawah), dan bahkan berputar di luar atmosfer.
Fattah dirancang sebagai bagian dari strategi pertahanan dan penangkal Iran terhadap potensi ancaman regional. Peluncuran rudal ini pada Juni 2023 disebut sebagai “lompatan generasi” dalam teknologi rudal Iran.
Namun, seperti diberitakan AP, klaim IRGC tersebut diragukan oleh Jack Watling, peneliti senior di Royal United Services Institute.
Watling menjelaskan, senjata hipersonik adalah rudal yang melaju lebih cepat dari Mach 5, atau lima kali kecepatan suara.
Kecepatan ini biasa dicapai rudal balistik yang ditembakkan dari atas atau di luar atmosfer Bumi. Namun, senjata hipersonik juga harus memiliki sistem navigasi canggih.
Menurut Watling, kemampuan tersebut memungkinkan senjata hipersonik menjadi lebih lincah dan mampu mengubah lintasannya saat terbang.
AS dan China adalah negara yang telah mengembangkan rudal hipersonik generasi baru, tetapi keduanya belum menggunakannya dalam pertempuran.
Negara-negara lain seperti Rusia, Korea Utara, dan Pakistan telah menguji atau menggunakan rudal dengan teknologi serupa, tetapi kurang canggih.
Watling mengatakan, sebagian besar negara tidak dapat membuat rudal yang dapat bertahan terhadap tekanan suhu dan momentum dari amunisi yang sangat cepat ini.
"Ini adalah tugas yang sangat rumit. Iran tidak memiliki kapasitas untuk memproduksinya," kata Watling.
Video yang sama ditemukan dalam pemberitaan Sky News, 17 Januari 2025, tentang serpihan roket SpaceX yang jatuh ke Bumi dan tampak seperti hujan meteor.
Roket Space X meledak di angkasa di atas Bahama pada 16 Juni 2025, sekitar delapan menit setelah lepas landas di Texas, Amerika Serikat.
Serpihan roket yang terbakar terlontar sejauh bermil-mil melintasi langit di atas Kepulauan Turks dan Caicos, Wilayah Seberang Laut Inggris.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim telah meluncurkan rudal hipersonik Fattah-1 untuk menembus pertahanan Israel pada 18 Juni 2025 dini hari.
Rudal Fattah-1 dirancang oleh Divisi Dirgantara IRGC untuk menembus pertahanan tercanggih, seperti Iron Dome milik Israel atau Arrow milik Amerika Serikat.
Adapun fitur utama Fattah adalah nozzle bergerak pada tahap kedua mesin roket, yang memungkinkannya untuk bermanuver lateral (kiri-kanan), vertikal (atas-bawah), dan bahkan berputar di luar atmosfer.
Fattah dirancang sebagai bagian dari strategi pertahanan dan penangkal Iran terhadap potensi ancaman regional. Peluncuran rudal ini pada Juni 2023 disebut sebagai “lompatan generasi” dalam teknologi rudal Iran.
Namun, seperti diberitakan AP, klaim IRGC tersebut diragukan oleh Jack Watling, peneliti senior di Royal United Services Institute.
Watling menjelaskan, senjata hipersonik adalah rudal yang melaju lebih cepat dari Mach 5, atau lima kali kecepatan suara.
Kecepatan ini biasa dicapai rudal balistik yang ditembakkan dari atas atau di luar atmosfer Bumi. Namun, senjata hipersonik juga harus memiliki sistem navigasi canggih.
Menurut Watling, kemampuan tersebut memungkinkan senjata hipersonik menjadi lebih lincah dan mampu mengubah lintasannya saat terbang.
AS dan China adalah negara yang telah mengembangkan rudal hipersonik generasi baru, tetapi keduanya belum menggunakannya dalam pertempuran.
Negara-negara lain seperti Rusia, Korea Utara, dan Pakistan telah menguji atau menggunakan rudal dengan teknologi serupa, tetapi kurang canggih.
Watling mengatakan, sebagian besar negara tidak dapat membuat rudal yang dapat bertahan terhadap tekanan suhu dan momentum dari amunisi yang sangat cepat ini.
"Ini adalah tugas yang sangat rumit. Iran tidak memiliki kapasitas untuk memproduksinya," kata Watling.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim memperlihatkan ratusan rudal hipersonik Iran meluncur ke arah Israel dibagikan dengan konteks keliru.
Video tersebut menunjukkan serpihan roket SpaceX jatuh ke Bumi pada 16 Juni 2025. Fenomena itu teramati dari Kepulauan Turks dan Caicos, Wilayah Seberang Laut Inggris.
Video tersebut menunjukkan serpihan roket SpaceX jatuh ke Bumi pada 16 Juni 2025. Fenomena itu teramati dari Kepulauan Turks dan Caicos, Wilayah Seberang Laut Inggris.
Rujukan
- https://www.facebook.com/gibol.chelsea.351/videos/1087383226648841/
- https://www.facebook.com/watch/?v=1078421504256890
- https://www.facebook.com/reel/730648596004912
- https://news.sky.com/story/flights-forced-to-divert-to-avoid-debris-from-spacex-starship-explosion-13290605
- https://www.kompas.com/jawa-tengah/read/2025/06/18/145032188/spesifikasi-rudal-hipersonik-fattah-1-senjata-iran-yang-tembus?page=all#page2
- https://apnews.com/article/hypersonic-missiles-iran-israel-03b2480bbc4562d0e9713aad411dc063
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 1699/7945