KOMPAS.com - Narasi mengenai pelatih paus pembunuh atau orca bernama Jessica Radcliffe yang tewas dimangsa hewan yang dilatihnya sendiri, santer beredar di media sosial pada pertengahan Agustus 2025.
Belakangan beredar sebuah video menampilkan Jessica terbaring di rumah sakit. Ia menangis saat mengucapkan kata-kata terakhirnya.
Namun hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menunjukkan, video itu merupakan konten manipulatif.
Video menampilkan kondisi Jessica Redcliffe di rumah sakit disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Dalam video, tampak seorang perempuan mengenakan pakaian selam warna biru, yang telah robek di bagian bahu.
Ia terbaring di rumah sakit sambil menggunakan alat bantu pernapasan.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Kamis (14/8/2025):
Keadaan jessica waktu masih di rumah sakit
akun Facebook Tangkapan layar konten manipulatif di sebuah akun Facebook, Kamis (14/8/2025), menampilkan kondisi Jessica Redcliffe di rumah sakit.
(GFD-2025-28531) [HOAKS] Video Pelatih Paus Orca, Jessica Radcliffe Saat di Rumah Sakit
Sumber:Tanggal publish: 19/08/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Apabila diperhatikan dengan saksama, terdapat watermark bertuliskan Veo pada pojok kanan bawah video.
Veo merupakan model kecerdasan buatan yang dikembangan oleh Google DeepMind.
Veo, khususnya Google Veo 3, merupakan generatif akal imitasi yang mampu menghasilkan video dengan memasukkan perintah berupa teks atau gambar.
Untuk semakin membuktikannya, Tim Cek Fakta Kompas.com menguji suara yang digunakan dalam video menggunakan Resemble AI.
Tools tersebut dapat membantu mendeteksi campur tangan artificial intelligence (AI) dalam suatu konten.
Hasilnya, suara dari Jessica yang terbaring di rumah sakit terdeteksi palsu atau memiliki probabilitas dibuat dengan AI.
Sementara itu, kisah mengenai Jessica Radcliffe merupakan hoaks.
Tidak pernah ada laporan valid atau pemberitaan kredibel yang membuktikan adalah seorang pelatih orca bernama Jessica Radcliffe.
Sejauh ini, tidak ada laporan serangan orca yang mengakibatkan kematian manusia.
Sebelumnya, Kompas.com telah melakukan penelusuran fakta tentang kematian Jessica Radcliffe di sini dan di sini.
Veo merupakan model kecerdasan buatan yang dikembangan oleh Google DeepMind.
Veo, khususnya Google Veo 3, merupakan generatif akal imitasi yang mampu menghasilkan video dengan memasukkan perintah berupa teks atau gambar.
Untuk semakin membuktikannya, Tim Cek Fakta Kompas.com menguji suara yang digunakan dalam video menggunakan Resemble AI.
Tools tersebut dapat membantu mendeteksi campur tangan artificial intelligence (AI) dalam suatu konten.
Hasilnya, suara dari Jessica yang terbaring di rumah sakit terdeteksi palsu atau memiliki probabilitas dibuat dengan AI.
Sementara itu, kisah mengenai Jessica Radcliffe merupakan hoaks.
Tidak pernah ada laporan valid atau pemberitaan kredibel yang membuktikan adalah seorang pelatih orca bernama Jessica Radcliffe.
Sejauh ini, tidak ada laporan serangan orca yang mengakibatkan kematian manusia.
Sebelumnya, Kompas.com telah melakukan penelusuran fakta tentang kematian Jessica Radcliffe di sini dan di sini.
Kesimpulan
Video menampilkan kondisi Jessica Redcliffe di rumah sakit merupakan hoaks. Konten itu adalah video manipulatif berbasis AI, yang dibuat menggunakan Veo.
Hingga kini, tidak ada laporan serangan orca yang mengakibatkan kematian manusia.
Hingga kini, tidak ada laporan serangan orca yang mengakibatkan kematian manusia.
Rujukan
- https://www.facebook.com/samsul.arif.314815/videos/1088647013399800/
- https://www.facebook.com/reel/770912838813767
- https://www.facebook.com/reel/1167355961821587
- https://www.facebook.com/reel/1102183101846223
- https://deepmind.google/models/veo/
- https://detect.resemble.ai/results/692c17d2f96763c12395e31da4dfc398
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/08/14/084800282/-hoaks-video-pelatih-jessica-radcliff-diserang-paus-orca?page=all
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/08/13/115500982/-hoaks-narasi-kematian-pelatih-orca-bernama-jessica-radcliffe?page=all#page2
- https://kitabisa.com/campaign/kompascompendidikan
(GFD-2025-28532) [HOAKS] Video Damkar Kabupaten Ngawi Mengusir Pocong
Sumber:Tanggal publish: 19/08/2025
Berita
KOMPAS.com - Beredar unggahan video di media sosial yang diklaim menampilkan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur mengusir pocong dengan menyemprotkan air.
Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Video yang diklaim menampilkan petugas Damkar Kabupaten Ngawi mengusir pocong dibagikan di Facebook, misalnya oleh akun ini, ini, ini, dan ini.
Narator menyebut kejadian itu berada di Dusun Urung-urung, Desa Kedunggalar, Ngawi. Video itu juga diberi keterangan sebagai berikut:
Teror pocong di Ngawi diatasi oleh tim damkar semprot air ke pohon
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang diklaim menampilkan petugas Damkar Ngawi mengusir pocong
Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Video yang diklaim menampilkan petugas Damkar Kabupaten Ngawi mengusir pocong dibagikan di Facebook, misalnya oleh akun ini, ini, ini, dan ini.
Narator menyebut kejadian itu berada di Dusun Urung-urung, Desa Kedunggalar, Ngawi. Video itu juga diberi keterangan sebagai berikut:
Teror pocong di Ngawi diatasi oleh tim damkar semprot air ke pohon
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang diklaim menampilkan petugas Damkar Ngawi mengusir pocong
Hasil Cek Fakta
Saat dikonfirmasi, Damkar Kabupaten Ngawi membantah informasi terkait kemunculan pocong di Dusun Urung-urung, Desa Kedunggalar, Kecamatan Kedunggalar.
Kepala Seksi Pencegahan Kebakaran Damkar Kabupaten Ngawi, Eko Budi Nugroho menyebut pihaknya tidak pernah menurunkan personel untuk mengusir pocong dengan menyemprotkan air.
"Enggak ada petugas Damkar yang ke Dusun Urung-urung untuk mengusir pocong. Enggak ada laporan, masa pocong bisa difoto, kan aneh," ujar Eko kepada Kompas.com, Selasa (19/8/2025).
Eko mengatakan, berdasarkan keterangan yang ia dapatkan dari relawan Damkar di Desa Kedunggalar, tidak ada penampakan pocong di desa tersebut.
Ia menduga konten yang beredar merupakan hasil rekayasa.
"Ada relawan Damkar di Kedunggalar, nah katanya di desanya tidak ada kegemparan terkait kemunculan pocong. Video yang beredar paling hanya prank," ujar Eko.
Kepala Seksi Pencegahan Kebakaran Damkar Kabupaten Ngawi, Eko Budi Nugroho menyebut pihaknya tidak pernah menurunkan personel untuk mengusir pocong dengan menyemprotkan air.
"Enggak ada petugas Damkar yang ke Dusun Urung-urung untuk mengusir pocong. Enggak ada laporan, masa pocong bisa difoto, kan aneh," ujar Eko kepada Kompas.com, Selasa (19/8/2025).
Eko mengatakan, berdasarkan keterangan yang ia dapatkan dari relawan Damkar di Desa Kedunggalar, tidak ada penampakan pocong di desa tersebut.
Ia menduga konten yang beredar merupakan hasil rekayasa.
"Ada relawan Damkar di Kedunggalar, nah katanya di desanya tidak ada kegemparan terkait kemunculan pocong. Video yang beredar paling hanya prank," ujar Eko.
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan petugas Damkar Ngawi, Jawa Timur mengusir pocong dengan menyemprot air merupakan informasi tidak benar atau hoaks.
Saat dikonfirmasi, pihak Damkar Kabupaten Ngawi menyebut tidak pernah menerjunkan personelnya untuk mengusir pocong seperti dalam video yang beredar.
Selain itu, tidak ada informasi valid soal penampakan pocong di Dusun Urung-urung, Desa Kedunggalar, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi.
Saat dikonfirmasi, pihak Damkar Kabupaten Ngawi menyebut tidak pernah menerjunkan personelnya untuk mengusir pocong seperti dalam video yang beredar.
Selain itu, tidak ada informasi valid soal penampakan pocong di Dusun Urung-urung, Desa Kedunggalar, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi.
Rujukan
(GFD-2025-28533) [HOAKS] Tautan Rekrutmen CPNS Penempatan Dinas Perhubungan
Sumber:Tanggal publish: 19/08/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar informasi adanya rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk ditempatkan di Dinas Perhubungan sesuai domisili masing-masing.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.
Informasi rekrutmen CPNS untuk ditempatkan di Dinas Perhubungan domisili masing-masing dibagikan oleh akun Instagram ini, ini, dan ini, pada Juli 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
PERSYARATAN: 1.Laki-Laki & Perempuan 2. Lulusan SMP&SMA/SMKA/D3/S1-S3 3.Usia Min 18 Tahun Maks 18-55 Tahun 4.Sehat Jasmani Rohani & Berkelakuan Baik 5.Penempatan Daerah Masing-Masing Domisili Peserta 6.GAJI SAMPAI 20 JUTA PERBULAN.
PENDAFTARAN GRATIS TIDAK ADA BIAYA APAPUN SILAHKAN KLIK WEB DI BIO YANG INGIN MENDAFTAR CPNS
Screenshot Hoaks, rekrutmen CPNS untuk penempatan Dinas Perhubungan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.
Informasi rekrutmen CPNS untuk ditempatkan di Dinas Perhubungan domisili masing-masing dibagikan oleh akun Instagram ini, ini, dan ini, pada Juli 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
PERSYARATAN: 1.Laki-Laki & Perempuan 2. Lulusan SMP&SMA/SMKA/D3/S1-S3 3.Usia Min 18 Tahun Maks 18-55 Tahun 4.Sehat Jasmani Rohani & Berkelakuan Baik 5.Penempatan Daerah Masing-Masing Domisili Peserta 6.GAJI SAMPAI 20 JUTA PERBULAN.
PENDAFTARAN GRATIS TIDAK ADA BIAYA APAPUN SILAHKAN KLIK WEB DI BIO YANG INGIN MENDAFTAR CPNS
Screenshot Hoaks, rekrutmen CPNS untuk penempatan Dinas Perhubungan
Hasil Cek Fakta
Sejauh ini, tidak ada pembukaan pendaftaran CPNS Kementerian Perhubungan untuk periode Juli sampai Agustus 2025.
Sebagaimana pernah diberitakan Kompas.com, 16 Juli 2025, Juru Bicara Kemenhub Elba Damhuri memastikan belum ada pendaftaran CPNS di kementerian tersebut.
Adapun, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat mewaspadai penipuan lowongan pekerjaan yang mengatasnamakan instansinya.
Melalui akun Instagram resmi, Minggu (17/8/2025), Dishub DKI Jakarta mengumumkan bahwa mereka tidak sedang membuka lowongan pekerjaan, pendaftaran CPNS, atau sejenisnya.
"Jika mendapat informasi serupa, kami tegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar," demikian imbauan Dishub DKI Jakarta.
Masyarakat diimbau untuk memantau kanal media sosial resmi Dishub DKI Jakarta agar mendapatkan informasi yang kredibel.
Sebagaimana pernah diberitakan Kompas.com, 16 Juli 2025, Juru Bicara Kemenhub Elba Damhuri memastikan belum ada pendaftaran CPNS di kementerian tersebut.
Adapun, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat mewaspadai penipuan lowongan pekerjaan yang mengatasnamakan instansinya.
Melalui akun Instagram resmi, Minggu (17/8/2025), Dishub DKI Jakarta mengumumkan bahwa mereka tidak sedang membuka lowongan pekerjaan, pendaftaran CPNS, atau sejenisnya.
"Jika mendapat informasi serupa, kami tegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar," demikian imbauan Dishub DKI Jakarta.
Masyarakat diimbau untuk memantau kanal media sosial resmi Dishub DKI Jakarta agar mendapatkan informasi yang kredibel.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi rekrutmen CPNS untuk ditempatkan di Dinas Perhubungan domisili masing-masing merupakan hoaks.
Juru Bicara Kemenhub Elba Damhuri memastikan belum ada pendaftaran CPNS di instansinya untuk periode Juli sampai Agustus 2025.
Sementara itu, Dishub DKI Jakarta telah mengumumkan bahwa mereka tidak sedang membuka lowongan pekerjaan, pendaftaran CPNS, atau sejenisnya.
Juru Bicara Kemenhub Elba Damhuri memastikan belum ada pendaftaran CPNS di instansinya untuk periode Juli sampai Agustus 2025.
Sementara itu, Dishub DKI Jakarta telah mengumumkan bahwa mereka tidak sedang membuka lowongan pekerjaan, pendaftaran CPNS, atau sejenisnya.
Rujukan
- https://www.instagram.com/p/DL5HZktPC7W/
- https://www.instagram.com/p/DMrM9BOBm7L/
- https://www.instagram.com/p/DL5HWCIhw3r/
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/07/16/085457382/hoaks-pendaftaran-cpns-kemenhub-juli-agustus-2025
- https://www.instagram.com/dishubdkijakarta/p/DNb-ZknSIOj/?hl=en
- https://kitabisa.com/campaign/kompascompendidikan
(GFD-2025-28484) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran BRI Bagikan Hadiah Menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 18/08/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran BRI bagikan hadiah menyambut hari kemerdekaan Indonesia, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 12 Agus 2025.
Klaim link pendaftaran BRI bagikan hadiah menyambut hari kemerdekaan Indonesia berupa tulisan sebagai berikut.
"Hai sobat BRI
Dirgahayu Republik Indonesia Yang Ke- 80 . kami keluarga besar Bank Rakyat Indonesia (BANK BRI) memapresiasi Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan republik indonesia yang ke 80 . khusus nasabah yang sudah lama aktif, dan rajin menabung, dan sering Bertransaksi di BANK BRI (Total Hadiah Rp 3M)
• Uang tunai (Rp1M)
•10unit Sepeda motor listrik
•2unit mobil listrik
ayo daftarkan dirimu segera klik tombol daftar dibawah .👇"
Klaim tersebut disertai dengan link pendaftaran sebagai berikut.
"https://bri.dirgahauhutkemerdek80.site/?fbclid=IwY2xjawMPXOdleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETF4MFhRU2VOd0w0SlBPUHRRAR4fqaGkOLzIITNjZiuwbCj6U9Lb53aqFbCBeNGqmwv00yaVpezA3-_N5825hw_aem_-sHfzyRhy5Pyc3AnQh6_BQ"
Benarkah klaim link pendaftaran BRI bagikan hadiah menyambut hari kemerdekaan Indonesia? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran BRI bagikan hadiah menyambut hari kemerdekaan Indonesia.
Ketika diklik, tautan tersebut tidak bisa dibuka. "This site can’t be reached".
Penelusuran kemudian mengarah pada artikel berjudul "Waspada Penipuan Online Mencatut BRI di Media Sosial, Simak Cara Lindungi Diri Anda" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 1 September 2024.
Dalam artikel Liputan6.com, Direktur BRI, Andrijanto, mengingatkan agar nasabah tetap waspada dan tidak memberikan informasi pribadi atau data perbankan kepada pihak yang tidak jelas atau tidak resmi.
"Hindari memberikan data pribadi seperti nomor rekening, nomor kartu, PIN, username dan password internet banking, OTP, dan informasi sensitif lainnya melalui tautan atau situs yang tidak terverifikasi," tegasnya.
Modus yang sering digunakan adalah melalui pesan-pesan yang mengklaim berasal dari BRI, baik melalui email, SMS, maupun media sosial seperti Facebook, X, dan Instagram. Salah satu taktik favorit mereka adalah menawarkan undian berhadiah menggiurkan, mulai dari uang tunai hingga mobil mewah.
Dalam artikel juga disebut, salah satu contohnya, penipuan online yang mengatasnamakan BRImo FSTVL di media sosial. Mereka mengiming-iming hadiah fantastis, namun ternyata itu semua hanyalah jebakan. Link yang mereka bagikan, bukanlah situs resmi BRI.
Sebab, situs resmi BRI hanya dapat diakses melalui https://bri.co.id/.
Melalui situs resminya, BRI juga pernah membuat tulisan "Waspada Modus Social Engineering". Tulisan tersebut memuat infografis yang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai social engineering yaitu sebuah teknik memperoleh informasi rahasia dengan cara menipu atau memanipulasi korban.
BRI pun mengingatkan agar masyarakat selalu waspada terhadap setiap email, WhatsAp, telepon, alamat web atau tautan dan akun yang mengatasnamakan BRI.
Selain itu juga menjaga kerahasiaan data seperti PIN, password, OTP, CVV/CVC dan M-token agar tidak diberitahukan pada pihak manapun termasuk petugas BRI.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran BRI bagikan hadiah menyambut hari kemerdekaan Indonesia.
Masyarakat diingatkan agar mewaspadai penipuan yang mengklaim berasal dari BRI, baik melalui email, SMS, maupun media sosial seperti Facebook, X, dan Instagram. Salah satu taktik favorit mereka adalah menawarkan undian berhadiah menggiurkan, mulai dari uang tunai hingga mobil mewah.
Rujukan
- https://www.bri.co.id/en/waspada-modus-detail?title=waspada-modus-social-engineering
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/5689971/waspada-penipuan-online-mencatut-bri-di-media-sosial-simak-cara-lindungi-diri-anda
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/6110581/cek-fakta-tidak-benar-ini-link-cetak-kupon-undian-panen-hadiah-simpedes-bri
Halaman: 1467/7959
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5308690/original/026981400_1754553193-bri.jpg)