• (GFD-2025-28603) [KLARIFIKASI] Gambar Warga Mesir Melarung Botol Berisi Bantuan ke Gaza Dibuat dengan AI

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/08/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial, beredar sebuah gambar menampilkan sekelompok warga Mesir melarung botol-botol plastik berisi bantuan untuk warga Gaza.

    Botol-botol plastik itu diisi dengan susu formula, beras, dan tepung bagi warga Gaza yang kelaparan.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, unggahan itu merupakan konten manipulatif menggunakan artificial intelligence.

    Gambar warga Mesir melarung botol-botol berisi bantuan untuk Gaza disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut penggalan narasi yang ditulis salah satu akun pada 27 Juli 2025:

    Gaza Yang Terus Dinistakan Mesir dan Israel.

    Di pantai utara Mesir, ribuan botol plastik berisi susu formula, beras, dan tepung terombang-ambing di ombak. Mereka yang melemparkannya ke laut tahu, ini bukan ritual, bukan doa kosong.

    Ini keputusasaan. Gaza hanya beberapa kilometer dari sana, tapi perbatasan Mesir dikunci rapat oleh rezim yang lebih memilih bersekongkol dengan pembantaian daripada membiarkan bantuan lewat.

    Sementara itu, di London, orang-orang Mesir yang hidup dalam bayang-bayang pengasingan mengunci pintu kedutaan besar mereka sendiri dengan gembok besar. Sebuah simbol, rezim mereka telah mengkhianati kemanusiaan.

    Setiap kunci yang digantung adalah jeritan bisu, bahwa Mesir, negeri yang pernah menjadi suara kemerdekaan Arab, kini menjadi penjaga gerbang pembunuhan dan pembantaian massal di Gaza.

    akun Facebook Tangkapan layar konten manipulatif di sebuah akun Facebook, menampilkan gambar warga Mesir melarung botol-botol berisi bantuan untuk Gaza.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com memastikan campur tangan artificial intelligence (AI) dalam konten yang beredar.

    Salah satu tools yang dapat digunakan untuk mengecek konten AI adalah Hive Moderation.

    Hasil pengidentifikasiannya menunjukkan, gambar warga Mesir melarung botol berisi bantuan untuk warga Gaza memiliki probabilitas 99,9 persen dihasilkan AI.

    Meski gambar yang beredar merupakan konten manipulatif, tetapi upaya warga Mesir mengirim bantuan ke Gaza menggunakan botol plastik berdasarkan peristiwa nyata.

    Sebagaimana diwartakan AJ Plus dan Middle East Eye, seorang pria Mesir melemparkan botol-botol plastik berisi biji-bijian dan tepung ke laut, dengan harapan bantuan tersebut akan sampai ke Gaza.

    Aksi itu dilakukan setelah rumah sakit di daerah kantong Gaza, melaporkan 15 kematian akibat kelaparan dan malnutrisi, termasuk empat anak-anak.

    Adapun jumlah korban tewas akibat kelaparan di Gaza mencapai sedikitnya 101 orang, menurut catatan Kementerian Kesehatan Palestina.

    Sebagaimana diwartakan Al Jazeera, Israel memblokir bantuan untuk masuk ke Gaza. Pada Maret 2024, Israel menghentikan konvoi bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di utara Gaza utara.

    Kemudian, pada September 2025, Israel memblokir 83 persen bantuan dari 15 organisasi bantuan internasional untuk Gaza.

    Namun Israel membantah telah memblokir bantuan. Mereka justru menyalahkan PBB atas situasi ini, bahkan menuduh badan bantuannya bekerja sama dengan Hamas.

    Kesimpulan

    Gambar warga Mesir melarung botol-botol berisi bantuan untuk Gaza merupakan konten manipulatif berbasis AI.

    Seorang warga Mesir memang melakukan aksi melempar botol berisi biji-bijian dan tepung ke laut, berharap sampai ke warga Gaza yang kelaparan. Namun peristiwa nyata itu disebarkan dengan konten yang tidak sesuai.

    Adapun ratusan warga Gaza mati kelaparan karena Israel menghalangi bantuan yang diberikan PBB dan badan bantuan lainnya.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28604) [HOAKS] Video Bupati Pati Sudewo Promosi Situs Judi

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/08/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan video yang memperlihatkan Bupati Pati Sudewo seolah-olah sedang mempromosikan situs judi.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan hasil manipulasi berbasis artificial intelligence (AI).

    Video Bupati Pati Sudewo mempromosikan situs judi dibagikan oleh akun Facebook ini pada 14 Agustus 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Viral! Ini Penjelasan Bupati Pati Sudewo Terkait Program Terbarunya

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut dengan teknik reverse image search menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, video yang sama ditemukan di akun Instagram iNews TV, 6 Agustus 2025.

    Video itu memberitakan keputusan Bupati Pati Sudewo menaikkan PBB-P2 hingga 250 persen.

    Dalam video itu, Sudewo menyebut dirinya tak gentar meski didemo puluhan ribu warga Pati. Namun, dia tidak menyebut atau mempromosikan tentang situs judi.

    Kemudian, Kompas.com mengecek video yang disebarkan di Facebook menggunakan Hive Moderation untuk mendeteksi adanya manipulasi AI.

    Hasil pemeriksaan Hive Moderation menunjukkan, video tersebut memiliki probabilitas mencapai 95,7 persen dihasilkan perangkat AI generatif.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video Bupati Pati Sudewo mempromosikan situs judi merupakan hoaks.

    Video itu merupakan hasil manipulasi AI. Dalam video asli, Sudewo menyatakan tak gentar mesi didemo puluhan ribu warga Pati. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-28608) [HOAKS] BP2MI Beri Bantuan Rp 150 Juta untuk TKI di Timur Tengah, Taiwan, Hongkong, Malaysia

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/08/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video yang beredar di media sosial mengeklaim Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menjanjikan bantuan Rp 150 juta kepada tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

    Secara khusus, narasi dalam unggahan menyebut dana bantuan diberikan untuk TKI diTimur Tengah, Taiwan, Hongkong dan Malaysia.

    Namun, setelah ditelusuri unggahan tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video yang mengeklaim BP2MI menjanjikan bantuan Rp 150 juta kepada TKI di Timur Tengah, Taiwan, Hongkong dan Malaysia salah satunya dibagikan akun Facebook ini.

    Video itu menampilkan mantan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani sedang melakukan panggilan video dengan seorang TKI.

    Benny kemudian meminta TKI tersebut untuk mengirim nama lengkap dan alamat tinggal.

    Dalam video, terdapat surat dengan logo BP2MI dan Kementerian Sosial yang berisi pengumuman terkait bantuan Rpp 150 juta kepada TKI di Timur Tengah Taiwan, Hongkong, dan Malaysia.

    Bagi yang tertarik mendapat bantuan diminta menghubungi nomor WhatsApp yang tertera di unggahan.

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang menampilkan Benny Rhamdani identik dengan unggahan di kanal YouTube Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia pada 2021.

    Video itu menampilkan momen ketika Benny yang saat itu menjabat Kepala BP2MI melakukan panggilan video dengan seorang TKI bernama Sri Nawa yang bekerja di Dubai.

    Dalam video aslinya, Benny berbincang terkait pemulangan Sri Nawa ke Indonesia usai mengalami kekerasan saat bekerja di Dubai.

    Benny tidak menjanjikan bantuan Rp 150 juta seperti dalam narasi unggahan yang beredar.

    Adapun, saat ini BP2MI telah berubah nama menjadi Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

    Setelah dicek, di laman dan media sosial resminya tidak ditemukan informasi valid BP2MI menjanjikan bantuan Rp 150 juta kepada TKI di Timur Tengah, Taiwan, Hongkong, dan Malaysia

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim BP2MI menjanjikan bantuan Rp 150 juta kepada TKI di Timur Tengah, Taiwan, Hongkong dan Malaysia merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    Adapun video aslinya adalah momen ketika mantan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani melakukan panggilan video dengan seorang TKI yang berada di Dubai.

    Dalam video, Benny membahas terkait pemulangan TKI tersebut ke Indonesia usai mengalami kekerasan. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-28539) [SALAH] Pelatih Paus Jessica Radcliffe Meninggal Akibat Dimangsa Ikan Paus

    Sumber: TikTok.com
    Tanggal publish: 21/08/2025

    Berita

    Ditemukan sebuah unggahan video oleh akun TikTok “JessicaIncidenctViral” pada Selasa, (5/8/2025) dalam bentuk video [arsip] yang menunjukkan seorang pelatih paus, Jessica Radcliffe dimangsa ikan paus. Informasi serupa juga ditemukan pada video ini, dan ini.

    Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut telah dilihat sebanyak 9 juta tayangan, 1896 suka, dan 214 disimpan

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) coba melakukan penelusuran informasi tersebut melalui mesin pencarian Google. Hasilnya, pencarian mengarah pada salah satu artikel yang ditulis oleh media Forbes, informasi itu juga menjadi perbincangan luas di mancanegara.

    Pemeriksaan fakta yang menyeluruh tidak menunjukkan catatan bahwa Jessica Radcliffe bekerja sebagai pelatih paus di mana pun, serta tidak ada laporan media tentang pembenaran insiden tersebut, dan tidak ditemukan pernyataan dari taman laut atau otoritas keselamatan.

    Pemeriksa fakta juga dilakukan dengan menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan probabilitas AI sebanyak 99,4%.

    Kesimpulan

    Video “Pelatih Paus Jessica radcliffe meninggal akibat dimangsa ikan paus” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan