• (GFD-2025-29190) [SALAH] Rumah Kapolda Bali Digeruduk Massa

    Sumber: X.com
    Tanggal publish: 23/09/2025

    Berita

    Pada Senin (15/9/2025) akun X “masaryaduta” membagikan video [arsip] menampilkan

    sekelompok orang melempari sebuah bangunan berwarna oranye.

    Unggahan disertai narasi :

    “Rumah Kapolda Bali Di gruduk masa”

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri tangkapan layar dari video melalui Google Lens. Diketahui, video tersebut pernah diunggah oleh akun TikTok ‘jowoberkelas’ pada Senin (1/9/2025). Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa aksi terjadi di depan Markas Kepolisian Daerah Bali.
    Sementara itu, melalui akun X ‘'polda_bali' Kabid Humas Polda Bali, Komisaris Besar Ariasandy, S.I.K., memastikan narasi yang menyebut “Rumah Kapolda Bali digeruduk massa” adalah hoaks.
    Dilansir dari pemberitaan kompas.com, aksi unjuk rasa di depan Mapolda Bali, Denpasar, pada Sabtu (30/8/2025) sore berujung ricuh. Kericuhan terjadi saat massa, terdiri dari mahasiswa dan ojek online, mulai membubarkan diri sekitar pukul 15.30 Wita. Sejumlah peserta melempar botol, batu, dan petasan ke arah markas, bahkan mencoba menjebol gerbang.

    Kesimpulan

    Unggahan video berisi klaim “rumah Kapolda Bali digeruduk massa” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-29191) Cek Fakta: Hoaks Artikel Yaqut Cholil Qoumas Minta Jokowi Tidak Hilangkan Barang Bukti

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/09/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta mantan Presiden Jokowi tidak menghilangkan barang bukti. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 14 September 2025.
    Dalam postingannya terdapat cuplikan layar dari Detik.com berjudul:
    "Yaqut Cholil Qiemas Ingatkan Jokowi Jangan Menghilangi Barang Bukti Atau Alasan Sakit Segala, Saya Kalau Tidak Diperintah Jokowi Tidak Saya Lakukan ini Menyangkut Nyawa Saya"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Nyanyian Merdu yg bikin panas telinga & tak nyenyak tidur-Nya"
    Lalu benarkah postingan artikel eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta mantan Presiden Jokowi tidak menghilangkan barang bukti?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah situs Detik.com dengan foto, nama penulis, dan tanggal artikel yang sama dengan postingan.
    Namun dalam artikel asli berjudul "Eks Menag Yaqut Tegaskan 2 Rumah Rp 6,5 M yang Disita KPK Bukan Miliknya"
    Artikel itu juga tidak membahas permintaan Yaqut agar Jokowi tidak menghilangkan barang bukti. Artikel itu membahas bantahan Yaqut terkait dua rumah mewah yang disita KPK terkait kasus dugaan korupsi kuota haji.

    Kesimpulan


    Postingan artikel eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta mantan Presiden Jokowi tidak menghilangkan barang bukti adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29194) [KLARIFIKASI] Video Diklaim Pesan Terakhir Charlie Kirk adalah Hasil Manipulasi Digital

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/09/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim sebagai pesan terakhir Charlie Kirk, aktivis sayap kanan Amerika Serikat yang tewas ditembak pada 10 September 2025.

    Video itu beredar setelah kematian Kirk. Dalam video itu, Kirk mengatakan bahwa ia sudah menyadari jika saat video itu direkam merupakan hari terakhirnya.

    Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konten tersebut merupakan hasil manipulasi.

    Video yang diklaim berisi pesan terakhir Charlie Kirk dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, serta akun Instagram ini.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Charlie Kirk telah meramalkan kedatangan hari ini. Ini adalah pesan pribadi darinya. Ia hanya meminta Anda untuk mempertahankan momentum pesan ini, menjaga kepercayaan, dan memberdayakan orang lain untuk bangkit dan menyebarkan pesannya, karena kebenaran tidak dapat dihentikan.

    Berikut kutipan pernyataan Kirk dalam video:

    Halo semuanya, saya Charlie Kirk. Jika Anda melihat ini, saya merekamnya karena tahu hari ini mungkin akan tiba.

    Saya tahu risikonya membela apa yang saya yakini dan saya tahu oposisi tidak akan berhenti. Namun, saya tidak takut, saya tidak akan tunduk pada rasa takut.

    Saya percaya sepenuh hati, bahwa apa yang telah saya lakukan adalah untuk kebaikan negara ini, untuk masa depan Amerika.

     

    Screenshot Klarifikasi, video ini merupakan hasil manipulasi yang diklaim sebagai pesan terakhir Charlie Kirk

    Hasil Cek Fakta

    Video yang diklaim sebagai pesan terakhir Charlie Kirk itu terindikasi hasil manipulasi. Kirk tidak pernah membuat pernyataan seperti dalam video tersebut.

    Video yang sama ditemukan di akun TikTok dan Facebook milik Kirk. Video tersebut diunggah pada 10 September 2025

    Dalam video tersebut, Kirk bicara tentang penusukan fatal terhadap Iryna Zarutska, seorang pengungsi Ukraina, pada 8 September 2025 di Charlotte.

    "Oke semuanya, kalian mungkin pernah mendengar situasi yang terjadi di Carolina Utara. Sebut saja nama Iryna Zaruska. Ngomong-ngomong, Iryna Zaruska baru saja naik angkutan umum, dia pengungsi dari Ukraina.".

    "Dia datang ke Charlotte, Carolina Utara, dan ada orang yang mengerikan — nah, kalian lihat sendiri kan kejadiannya, saya tidak bisa menggambarkannya di TikTok tanpa melanggar semacam pedoman komunitas, tapi kalau kalian belum nonton videonya, kalian wajib nonton," kata Kirk.

    "Orang ini seharusnya tidak berada di jalanan, sudah 14 kali ditangkap dan ini benar-benar membuat kalian bertanya-tanya. Kenapa kita diam saja? Kenapa kita membiarkan begitu banyak orang yang telah melakukan kejahatan ini terus dibebaskan?" ujarnya.

    Beberapa jam setelah video itu diunggah, Kirk ditembak saat berbicara dalam sebuah acara di Utah Valley University. Ia tewas dengan luka tembak di leher.

    Merujuk pernyataan dalam video asli di akun media sosial Kirk, video yang diklaim sebagai pesan terakhir aktivis sayap kanan AS tersebut tampaknya hasil manipulasi.

    Tidak ada bukti Kirk menyatakan bahwa ia sudah menyadari akan menjadi target pembunuhan pada 10 September 2025. Keluarga Kirk juga tidak merilis pernyataan semacam itu.

    Video asli yang berasal dari akun media sosial Kirk dipotong, dan ditimpa dengan suara imitasi yang dihasilkan menggunakan artificial intelligence (AI). 

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim berisi pesan terakhir Charlie Kirk sebelum meninggal perlu diluruskan.

    Konten itu memang memuat video asli yang diunggah Kirk di media sosial beberapa jam sebelum tewas ditembak. Namun, pernyataan Kirk merupakan hasil manipulasi.

    Tidak ada bukti Kirk menyatakan bahwa ia sudah menyadari akan menjadi target pembunuhan pada 10 September 2025. Keluarga Kirk juga tidak merilis pernyataan semacam itu.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29195) Klaim Menkeu Purbaya Minta Sumbangan pada Rakyat, Apa Benar?

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/09/2025

    Berita

    tirto.id - Pada Senin (8/9/2025) lalu, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Kuangan (Menkeu) menggantikan posisi Sri Mulyani Indrawati. Pelantikan itu dilakukan di Istana Negara.

    ADVERTISEMENT

    Sejak menjabat, Purbaya dikenal "nyentrik" dan kerap menjadi perbincangan, baik akibat pernyatannya maupun kebijakan yang diambil. Pada medio September, di jagat maya juga beredar klaim bahwa Purbaya meminta sumbangan kepada rakyat.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Akun Facebook bernama "Hamsah Ji" (arsip) menyebarkan klaim ini di sebuah grup Facebook. Dalam bentuk tangkapan layar dengan logo Gelora News, tertera judul berbunyi "Menkeu Purbaya Meminta Rakyat Menyumbang Bila Ingin Ekonomi Maju Lagi".

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Artikel tersebut tampak diterbitkan pada 9 September 2025 dengan header foto Purbaya tengah menggunakan jas berwarna hitam. "Lepas dari srimulyani masuk Purbaya... lepas dari mulut singa masuk mulut buaya," begitu bunyi teks di bagian bawah tangkapan layar artikel.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Menkeu Purbaya. foto/hotline periksa fakta tirto

    Sejak disebarkan pada Jumat (12/9/2025) sampai Selasa (23/9/2025), unggahan ini sudah dibagikan sekali, dan meraup 43 reaksi emoji, serta 95 komentar. Meski ada yang tidak percaya terhadap narasi tersebut, ada pula warganet yang menunjukkan komentar tersulut emosi.

    ADVERTISEMENT

    Selain di Facebook, klaim serupa juga diketahui berlalu-lalang di Instagram.

    Lantas, bagaimana kebenarannya?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Riset Tirto mula-mula mencoba menelusuri asal muasal artikel dan konteks aslinya. Untuk memulai pencarian, kami menggunakan teknik advance search di mesin pencarian Google dengan mengetik kata kunci “Menkeu Purbaya meminta rakyat menyumbang site:www.gelora.co”. Hal itu dilakukan untuk membatasi pencarian di situs resmi Gelora.

    Namun begitu, kami tak menemukan satu pun berita Gelora dengan tajuk tersebut. Tirto lantas mencoba mengambil tangkapan layar header gambar Purbaya dan menyalinnya ke mesin telusur Google Image.

    Hasilnya, kami menjumpai artikel Gelora dengan keterangan waktu dan header yang sama persis. Artikel aslinya berjudul “Menkeu Purbaya Minta Maaf, Akui Salah Ngomong Soal Tuntutan 17+8”.

    Dalam laporan tersebut, Menkeu Purbaya meluruskan pernyataannya yang kontroversial terkait tuntutan rakyat 17+8 pasca demonstrasi Agustus 2025. Purbaya meminta maaf karena salah ucap dalam pernyataan sebelumnya.

    “Saya masih pejabat baru di sini. Menterinya juga menteri kagetan. Jadi, kalau ngomong katanya, kalau kata Ibu Sri Mulyani kayak koboi. Waktu di LPS sih enggak ada yang monitor, jadi saya tenang. Ternyata di (Kementerian) Keuangan beda, Ibu. Salah ngomong langsung dipelintir sana-sini. Jadi, kemarin kalau ada kesalahan, saya mohon maaf,” kata dia dalam konferensi pers usai Serah Terima Jabatan Menteri Keuangan di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2025).

    Dalam pernyataan perdananya usai dilantik, Purbaya memang sempat menilai tuntutan 17+8 hanya datang dari “sebagian kecil rakyat”. Ucapannya itu menuai kritik luas karena dianggap meremehkan aspirasi publik.

    Purbaya juga sempat menegaskan bahwa tuntutan itu akan hilang seiring pertumbuhan ekonomi 6–7 persen yang ditargetkannya di kemudian hari. Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, masyarakat akan lebih sibuk mencari kerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ketimbang berdemonstrasi.

    Kesimpulannya, judul artikel asli Gelora terbukti telah disunting secara digital. Saat mencoba melakukan penelusuran lanjutan, Tirto juga tak menemukan adanya berita terkait pernyataan Purbaya meminta sumbangan kepada rakyat jika ingin ekonomi kembali maju. Narasi ini juga telah dinyatakan tidak benar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa tangkapan layar artikel yang berisi narasi bahwa Menkeu Purbaya meminta sumbangan pada rakyat jika ingin ekonomi maju bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Tirto tak menemukan satu pun berita Gelora dengan tajuk tersebut. Artikel asli Gelora dengan tanggal terbit dan header yang sama berjudul “Menkeu Purbaya Minta Maaf, Akui Salah Ngomong Soal Tuntutan 17+8”.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan