• (GFD-2025-28890) Keliru: Ada Korban Penembakan di Warjo Saat Demonstrasi Agustus 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/09/2025

    Berita

    SEBUAH gambar beredar di WhatsApp, Facebook [arsip], dan X dengan klaim ada korban penembakan di tengah gelombang demonstrasi pada Agustus lalu di Jakarta.

    Gambar itu berupa tangkapan layar percakapan di grup WhatsApp yang membahas jatuhnya korban penembakan setelah gabungan TNI-Polri memperketat pengamanan. Di antara pesan itu, terdapat foto seseorang tergeletak di jalan dengan kepala berdarah. 

    Sebagian warganet mengatakan foto itu diambil di warung makan Warjo Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sebagian lain menyatakan penembakan terjadi di Warjo Cipayung, Jakarta Timur.



    Tempo menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran narasi tersebut. Benarkah ada peristiwa penembakan di warung Warjo Jagakarsa atau Warjo Cipayung seperti yang diklaim?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi lokasi dalam gambar menggunakan Google Street View dan pencarian gambar terbalik. Hasilnya foto korban tersebut tidak terjadi saat demonstrasi akhir Agustus 2025.



    Petunjuk pada visual yang beredar tampak berbeda dengan halaman depan Warjo Jagakarsa yang ditampilkan Google Street View. Warjo Jagakarsa tidak memiliki area parkir dengan paving block.

    Melansir mediagram Jagakarsa Update, Kepolisian Sektor Jagakarsa juga sudah membantah informasi yang beredar itu. Selain itu, setelah ditelusuri ke lokasi, tak ditemukan bukti terjadi penembakan di sana, termasuk di Warjo Jagakarsa.

    “Seharian kami berkeliling Jagakarsa, memantau situasi dan kondisi yang ada. Fakta di lapangan ternyata tidak terjadi sesuatu yang dikhawatirkan oleh masyarakat,” dikutip dari siaran Jagakarsa_Update pada 31 Agustus 2025.



    Hal yang sama ditemukan di Warjo Cipayung. Area parkir dan sekitar lokasi Warjo Cipayung juga memperlihatkan kondisi yang berbeda dengan gambar yang beredar. Penelusuran menggunakan Google Street View sampai belasan meter ke arah kanan dan kiri lokasi tersebut, tidak menampakkan adanya trotoar ber-paving block.

    Tempo juga telah merangkum 10 korban meninggal dalam gelombang demonstrasi di berbagai daerah mulai 25 Agustus 2025 sampai 2 September 2025. Mereka adalah Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polda Metro Jaya di kawasan Rusun Bendungan Hilir II, Jakarta Pusat, Kamis malam, 28 Agustus 2025.

    Kemudian Septinus Sesa di Manokwari; Iko Juliant Junior di Semarang; Andika Luthfi Falah di Jakarta; Syaiful Akbar, Muhammad Akbar Basri, Sarinawati, dan Rusmadiansyah di Makassar, Rheza Sendy Pratama, serta Sumari di Solo. Di antaranya tak ada yang dinyatakan korban tembak di Jagakarsa atau Cipayung, Jakarta 

    Data itu diperkuat dengan oernyataan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Meski begitu, Komnas HAM mengaku masih terus menyelidiki temuan-temuan tersebut untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas dan detail.

    “Kami juga ingin mendorong aparat penegakan hukum untuk melakukan proses penegakan hukum, terutama bagi para korban yang meninggal dunia dan mengalami luka-luka yang diduga itu disebabkan oleh kekerasan oleh aparat,” kata Ketua Komnas HAM Anis Hidayah dalam konferensi pers di Jakarta itu.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan gambar yang beredar memperlihatkan korban tembak di warung Warjo Jagakarsa dan Warjo Cipayung, dalam rangkaian demonstrasi di Jakarta adalah klaim keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28891) Cek Fakta: Tidak Benar Foto Istri Uya Kuya Menangis Lihat Harta Benda Dijarah

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/09/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan klaim foto istri Uya Kuya menangis melihat harta bendanya dijarah. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada Rabu 3 September 2025.
    Dalam unggahan tersebut terdapat tulisan:
    "Innalillahi...
    Astrid, istri Vya Kuya, tak kuasa menahan tangis melihat h4rta bendanya hil4ng begitu saja."Semua yang k4lin rvs4k dan kalian j4r4h itu 100% tidak ada u4ng r4ky*t itu semua murni h4s1l kerja ker4s suami saya Ketika ng4rtis berapa puluh tahun suami ku mer1ntis..baca selengkapnya"
    Pada postingan, terdapat 2 foto Astrid Khairunisha atau Astrid Kuya yang menangis. Dia mengenakan baju ungu dengan garis putih serta kerudung warna hijau tua. Dia terlihat memakai jam tangan atau gelang warna hitam.
    Gambar lainnya adalah sejumlah orang di depan pagar rumah yang dipasangi garis warna kuning dan foto Uya Kuya terlihat sedang menelepon.
    Benarkah unggahan klaim foto istri Uya Kuya menangis melihat harta bendanya dijarah? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri unggahan klaim foto istri Uya Kuya menangis melihat harta bendanya dijarah. Penelusuran menemukan klaim foto istri Uya Kuya menangis identik dengan video yang diposting Uya Kuya melalui akun TikTok bercentang biru miliknya yakni king.uyakuya.
    "Pagi2 tiba2 liat istriku @astridkuya nangis kejer.... Alhamdulillah, save and peace," demikian unggahan Uya Kuya pada 21 Mei 2021.
    Dalam video tersebut, Astrid Kuya yang mengenakan baju ungu dengan garis putih serta kerudung warna hijau tua tidak kuasa menahan tangis. Dia menangis dan menutup mulut dengan tangannya.
    Uya Kuya pun bertanya mengapa sang istri menangis. Astrid yang tak kuasa menahan haru menyebut Gaza, Palestina.
    "Gaza menang" kata Astrid sambil menangis.
    Dia juga mengatakan kasihan dengan nasib anak-anak di Gaza, Palestina.
    Sementara itu, peristiwa pada 21 Mei 2021, gencatan senjata antara Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas diberlakukan.
    Gencatan senjata yang dimulai pada Jumat 21 Mei 2021, mengakhiri pemboman selama 11 hari di mana lebih dari 240 orang tewas, kebanyakan dari mereka di Gaza.
    Mengutip BBC, warga Palestina membanjiri jalan-jalan Gaza segera setelah gencatan senjata dimulai. 
    Baik Israel dan Hamas telah mengklaim kemenangan dalam konflik tersebut.
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim foto istri Uya Kuya menangis melihat harta bendanya dijarah, tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28883) Cek Fakta: Klarifikasi Video Demo di Bandara Soetta

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/09/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video demo di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), informasi tersebut diunggah salah satu akun TikTok pada 31 Agustus 2025.
    Unggahan klaim video demo di Bandara Soetta menampilkan sejumlah orang yang sedang berdiri di dalam ruangan dan sebagian memegang koper.
    Dalam video tersebut terdapat tulisan sebagai berikut.
    "Ingin kabur dari ricuh demo nya jkt malah dibandara soeta juga ada demo
    Indonesia sedang tidak baik baik aja"
    Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "Demo sampai bandara! #30agustus2025 #demodpr #🇮🇩"
    Benarkah klaim video demo di Bandara Soetta? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video demo di Bandara Soetta, dalam artikel berjudul "Otoritas Keamanan Sebut Demo di Bandara Soetta Hoaks, Begini Kondisi Sebenarnya" yang dimuat situs Liputan6.com, 5 September 2025.
     Dalam artikel Liputan6.com, Otoritas Keamanan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten membatah telah terjadi demo di bandara Soett, masyarakat pun diimbau untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang beredar di media sosial (medsos).
    Kapolresta Bandara Soetta Kombes Pol Ronald Sipayung isu ancaman keamanan seperti aksi unjuk rasa di kawasan Bandara Soetta dipastikan adalah informasi bohong atau hoaks.
    "Sejak beberapa hari ini memang banyak muncul flayer-flayer, video yang mengajak ke bandara untuk menduduki (bandara). Kami imbau masyarakat untuk tidak terhasut dari upaya provokasi," kata Ronald, dikutip dari Antara, Jumat (4/9/2025).
    Menurut Ronald, kondisi dan situasi di masing-masing terminal penerbangan berjalan lancar dan aman. Hanya saja, ada penumpukan penumpang seperti yang beredar di media sosial tersebut merupakan aktivitas biasa saat menjelang akhir pekan, bukan aksi demo.
    "Dipastikan itu tidak benar, itu bukan aksi demo. Melainkan setiap akhir pekan di Bandara Soetta ini jumlah penumpang pasti meningkat. Artinya situasi itu biasa karena jumlah penumpang baik keberangkatan maupun ketibaan imbang," jelasnya.
    Ia mengungkapkan, sebagai memastikan keamanan dan situasi kamtibmas berjalan Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), akan masih melakukan penembalan pengamanan di kawasan bandar udara terbesar di Indonesia tersebut.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com,  klaim video demo di Bandara Soetta telah diklarifikasi.
    Kapolresta Bandara Soetta Kombes Pol Ronald Sipayung isu ancaman keamanan seperti aksi unjuk rasa di kawasan Bandara Soetta dipastikan adalah informasi bohong atau hoaks.
    Kondisi dan situasi di masing-masing terminal penerbangan berjalan lancar dan aman. Hanya saja, ada penumpukan penumpang seperti yang beredar di media sosial tersebut merupakan aktivitas biasa saat menjelang akhir pekan, bukan aksi demo.
  • (GFD-2025-28887) Hoaks Video Penyelundupan Solar Klaim Keterlibatan Ahmad Sahroni

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/09/2025

    Berita

    tirto.id - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) nonaktif, Ahmad Sahroni belakangan tengah menjadi sorotan. Penjarahan rumahnya menjadi lanjutan dari rangkaian kontroversi dari kemarahan masyarakat kepadanya.

    ADVERTISEMENT

    Di media sosial pun namanya juga jadi kian viral. Terbaru, beredar sebuah video dengan klaim Ahmad Sahroni terlibat dalam praktik penyelundupan solar subsidi.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Video tersebut diunggah oleh akun @wahyu_atika_formozza di Instagram (arsip), Kamis (4/9/2025). Di dalam video tampak banyak truk tangki milik Pertamina berjejer di sebuah pelabuhan yang diklaim Tanjung Priok. Video juga memperlihatkan anggota TNI sedang mengerumuni truk seolah-olah tengah melakukan pemeriksaan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Berita terbaru hari ini Tanjung Priok, Jakarta Utara, dugaan bisnis gelap yang menyeret nama anggota Dewan Sahroni kembali jadi sorotan tajam. Aparat berhasil mengendus praktik ilegal penyelundupan solar subsidi yang disebut-sebut terkait dengan jaringan miliknya,” ucap narator dalam video tersebut.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Cerita video itu juga mengatakan adanya potensi kerugian negara akibat aksi tersebut. “Beberapa truk Pertamina pengangkut solar yang hendak dialirkan ke kapal tanker tujuan Singapura, berhasil digagalkan oleh prajurit TNI di kawasan pelabuhan,” tambahnya.

    PERIKSA FAKTA bisnis gelap sharoni selundupkan solar.

    ADVERTISEMENT

    Sejak pertama kali tayang, unggahan mengumpulkan lebih dari 83 ribu penonton. Unggahan juga mengumpulkan 2420 komentar dan 364 komentar. Terhitung sangat viral untuk video yang belum genap 24 jam tayang di internet.

    Tidak hanya itu, klaim serupa juga ditemukan di media sosial lainnya, antara lain di kanal YouTube @TRAWLid (arsip), TikTok “putra_ajo1” (arsip), dan Facebook “Paramitha Putri” (arsip).

    Lantas, bagaimana kebenaran klaimnya?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk menelusuri kebenaran klaim, pertama-tama Tirto memperhatikan video dengan seksama. Tirto menemukan beberapa kejanggalan, seperti kesalahan penulisan nama Pertamina menjadi “Peertamina”, sampai gerakan anggota TNI yang tidak wajar, dari berjalan maju mendadak menjadi mundur. Kejanggalan tersebut identik dengan konten hasil manipulasi atau buatan kecerdasan buatan (AI).

    Kami juga melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image search) dari salah satu potongan gambar. Pencarian mengarahkan ke unggahan video dari kanal @armyzoneai berikut.

    Video ini serupa baik dari visual maupun narasinya, dengan durasi sedikit lebih panjang. Namun, di video YouTube Shorts tersebut terdapat label “synthetic content”. Label ini adalah penanda kalau konten tersebut merupakan hasil modifikasi atau sintetis. Klasifikasinya suara atau visual disunting atau dibuat secara digital.

    Hal ini sejalan dengan takarir unggahan, pengunggah mengaku konten yang dibuatnya itu dihasilkan dengan teknologi AI.

    “Semua konten yang Anda lihat di sini—mulai dari visual, suara, hingga alur cerita sepenuhnya dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI),” tulis pengunggah dalam deskripsi video.

    Berdasarkan hasil deteksi AI di Hive Moderation oleh Tirto, persentase penggunaan AI atau peluang konten itu adalah video deepfake mencapai 99.8 persen.

    PERIKSA FAKTA bisnis gelap sharoni selundupkan solar.

    Pihak Pertamina dalam keterangan resminya juga menyebut kalau video yang beredar di media sosial tersebut adalah konten buatan AI. Narasinya pun mereka bantah.

    “⁠Berdasarkan Konten yang tersebar, maka disinyalir konten tersebut adalah produk AI dilihat dari tampilan dan narasinya,” tulis Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso kepada Tirto, Jumat (5/9/2025).

    Fadjar juga menyoroti konten dari akun YouTube @armyzoneai di YouTube, sebagai unggahan awalnya karena mengunggah konten lebih dulu, sejak Rabu (3/9/2025).

    Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus melakukan verifikasi terhadap konten-konten yang beredar. “Pertamina menghimbau untuk selalu melakukan verifikasi pada konten-konten yang dihasilkan oleh Artificial Intelligence.

    Dalam pernyataannya Fadjar juga mengungkapkan kalau ⁠⁠Pertamina melaksanakan bisnis mengacu pada tata aturan dan hukum serta perundang-undangan yang berlaku. “Pertamina mengutuk keras segala praktik bisnis yang melanggar aturan dan kepatuhan dalam hal kepentingan pribadi atau golongan,” tambahnya.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta, klaim yang menyebut terjadi penyelundupan solar subsidi di Tanjung Priok, yang melibatkan anggota DPR nonaktif, Ahmad Sahroni bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Video yang digunakan sebagai dasar klaim terbukti merupakan konten sintetis hasil kecerdasan buatan (AI), yang kemudian diunggah ulang dengan narasi berbeda.

    Pihak Pertamina juga telah membuat bantahan dengan mengacu ke video utama di akun YouTube yang dengan tegas menyebut kalau video tersebut adalah buatan kecerdasan buatan.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan