• (GFD-2025-29123) Cek fakta, video Anies Baswedan jadi menteri di Kabinet Merah Putih

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/09/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di Facebook menarasikan bahwa Gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022, Anies Baswedan, telah menjadi salah satu menteri di Kabinet Merah Putih.

    Kabinet Merah Putih sendiri merupakan sebutan untuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

    Dalam video tersebut terlihat Anies Baswedan dan Presiden Prabowo berjabat tangan.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Sehat sllu pak prabowo

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    ANIS BASWEDAN RESMI JADI MENTERI DI KABINET MERAH PUTIH?!

    Alhamdulillah ada kemajuan”

    Namun, benarkah video tersebut merupakan Anies Baswedan jadi menteri di Kabinet Merah Putih?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ada pernyataan resmi yang menyebutkan Anies Baswedan diangkat sebagai menteri.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Video yang beredar ternyata identik dengan unggahan YouTube iNews berjudul “Momen Hangat Prabowo Subianto Jabat Tangan Anies Baswedan - iNews Siang 25/04”.

    Video itu memperlihatkan Prabowo Subianto berjabat tangan erat dengan Anies Baswedan setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2024–2029. Penetapan berlangsung di Gedung KPU pada Rabu, 24 April 2024.

    Dengan demikian, klaim bahwa Anies Baswedan resmi menjadi menteri di Kabinet Merah Putih adalah hoaks.

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29124) Hoaks! Prabowo copot Menteri Keuangan Purbaya

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/09/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di YouTube menarasikan bahwa Presiden Prabowo mencopot jabatan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang baru dilantik pada Senin, 8 September 2025.

    Dalam video itu disebutkan, pencopotan dilakukan karena Purbaya kembali membuat gaduh publik dengan pernyataannya bahwa tuntutan 17+8 bukanlah tuntutan rakyat.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “PRESIDEN PECAT MENKEU BARU YANG BARU DILANTIK KEMARIN ! BLUNDER BESAR MENKEU BUAT SUASANA GADUH LAGI”

    Namun, benarkah Prabowo copot Menteri Keuangan Purbaya?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Presiden Prabowo mengenai pencopotan jabatan Menteri Keuangan Purbaya.

    Justru pada Selasa (16/09), Presiden Prabowo memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, untuk membahas transisi energi dan kelangkaan bahan bakar minyak di beberapa SPBU swasta. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ikut hadir dalam rapat tersebut.

    Purbaya juga mengklarifikasi ucapannya yang sebelumnya menuai reaksi publik terkait pernyataan soal tuntutan “17+8” yang hanya mewakili rakyat kecil.

    “Kalau kemarin salah ngomong, saya minta maaf. Intinya, semakin cepat ekonomi pulih, semakin banyak lapangan kerja tercipta. Itu yang kita kejar,” katanya, dilansir dari ANTARA.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dengan demikian, klaim bahwa Presiden Prabowo telah mencopot jabatan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa adalah tidak berdasar dan menyesatkan.

    Klaim: Prabowo copot Menteri Keuangan Purbaya

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • (GFD-2025-29129) [HOAKS] Video Serangan Iran ke Israel pada 15 September 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/09/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Iran disebut melancarkan serangan ke Israel pada Senin (15/9/2025). Di media sosial, beredar video yang diklaim menampilkan dampak serangan.

    Dalam video tersebut, terlihat kobaran api besar di daerah perkotaan. Kemudian, video menampilkan bangunan porak-poranda.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks dan video yang beredar terindikasi hasil manipulasi artificial intelligence (AI).

    Narasi yang mengeklaim Iran melancarkan serangan ke Israel dibagikan oleh akun Facebook ini pada Senin (15/9/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Hari ini Iran menyerang Israel

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan pemberitaan kredibel tentang adanya serangan yang dilancarkan Iran terhadap Israel pada Senin (15/9/2025).

    Adapun, perang Iran dan Israel berlangsung selama 12 hari pada Juni 2025. Perang itu berakhir dengan gencatan senjata yang disepakati pada 24 Juni 2025.

    Sebagaimana diberitakan Kompas.com, kesepakatan damai diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kesepakatan ini mencegah konflik bersenjata meluas.

    Sementara itu, video yang dibagikan oleh akun Facebook tersebut tidak ditemukan dalam pemberitaan kredibel mana pun tentang Perang Iran-Israel.

    Video itu merupakan hasil manipulasi AI. Ini terlihat dari visual yang tampak dilebih-lebihkan dan tidak sesuai dengan kondisi asli.

    Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian mengambil tangkap layar dari video tersebut dan diuji dengan Hive Moderation untuk mengecek apakah konten itu AI generatif.

    Hasilnya, probabilitas bahwa video itu dibuat dengan AI mencapai 99,9 persen.

    Dampak serangan Iran ke Israel dapat disaksikan dalam video Kompas.com ini, yang menampilkan kerusakan di kota-kota Israel, termasuk Tel Aviv dan Haifa.

    Tel Aviv dan Haifa mengalami kerusakan usai dihantam rudal Iran pada 22 Juni 2025. Serangan rudal Iran dilaporkan melukai 16 orang dan menghancurkan sejumlah bangunan.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang mengeklaim Iran melancarkan serangan ke Israel pada Senin (15/9/2025) adalah hoaks.

    Tidak ada laporan kredibel tentang serangan Iran ke Israel pada tanggal tersebut. Sebelumnya, perang Iran dan Israel berlangsung selama 12 hari pada Juni 2025.

    Perang itu berakhir dengan gencatan senjata yang disepakati pada 24 Juni 2025.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29130) [HOAKS] Rumah Donald Trump Diserang Massa

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/09/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan video yang mengeklaim rumah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump diserang massa pada September 2025.

    Namun setelah ditelusuri video tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video yang diklaim menampilkan rumah Donald Trump diserang massa dibagikan di Facebook, misalnya oleh akun ini, ini  ini, dan ini. 

    Video menampilkan kerumunan massa yang sedang terlibat kericuhan dengan aparat. Narasi dalam video ditampilkan sebagai berikut:

    HARI INI R4KYAT AMERIKA SER4NG RUMAH DON4LD TRUP, TERINSPIRASI NEGARA NEPAL

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi video yang mengeklaim rumah Donald Trump diserang massa

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, tidak ditemukan informasi valid terkait adanya peyerangan di rumah Donald Trump pada September 2025.

    Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com, menelusuri video itu menggunakan teknik reverse image search.

    Hasilnya, ditemukan video identik di kanal YouTube ABC News ini. Adapun potongan video itu bisa dilihat pada detik ke-14.

    Dalam keterangannya, video itu adalah kerusuhan di Gedung Capitol, Amerika Serikat pada 6 Januari 2021.

    Saat itu, pendukung Trump menyerbu Gedung Capitol usai Joe Biden menang dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat.

    Dikutip dari Kompas.id, kerusuhan itu bermula ketika Trump menyebarkan kebohongan terkait kecurangan Pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 2021. Ribuan orang menyerbu Gedung Capitol untuk menggagalkan pengesahan hasil penghitungan suara. 

    Mereka memukuli polisi dengan batang logam dan tiang bendera, serta memecahkan jendela. Kerusuhan itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia.

    Dua orang meninggal karena serangan jantung, satu karena overdosis, dan satu perusuh tewas ditembak polisi saat mencoba memaksa masuk ke ruang DPR. 

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan rumah Donald Trump diserang massa merupakan kabar tidak benar atau hoaks.

    Adapun video asli memperlihatkan kerusuhan di Gedung Capitol, Amerika Serikat pada 6 Januari 2021.

    Saat itu, para pendukung Trump melakukan perusakan Gedung Capitol  untuk menggagalkan pengesahan hasil penghitungan suara Pemilihan Presiden Amerika Serikat. 

    Rujukan