KOMPAS.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna menyebut Nadiem ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sekitar 120 saksi dan 4 tersangka.
Kemudian, di media sosial muncul unggahan berupa tangkap layar artikel dengan judul yang menyebut Nadiem menyatakan penetapannya sebagai tersangka karena ulah mantan presiden Joko Widodo (Jokowi).
Selain Jokowi, nama Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan juga disebut oleh Nadiem.
Namun, setelah ditelusuri, tangkapan layar judul artikel itu merupakan hasil manipulasi.
Judul artikel yang mengeklaim Nadiem menyebut penetapan dirinya sebagai tersangka karena ulah Jokowi dan Luhut dibagikan akun Facebook ini, Instagram ini, dan TikTok ini.
Dalam judul artikel itu, Nadiem diklaim mengatakan bahwa Jokowi dan Luhut menerima uang sekitar Rp 4,5 triliun dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Artikel yang terbit pada 4 September 2025 itu berjudul "Nadim Makarim Saya Tersangka ini ulah Jokowi Dan Luhut Mereka Berdua Banyak Menerima Uang ada sekitar 4,5 Triliun Dari Saya".
(GFD-2025-29175) [HOAKS] Nadiem Sebut Penetapannya sebagai Tersangka karena Ulah Jokowi dan Luhut
Sumber:Tanggal publish: 22/09/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri artikel tersebut melalui mesin pencari Google Search.
Namun, tidak ditemukan artikel yang menyebut Nadiem mengatakan bahwa penetapannya sebagai tersangka karena ulah Jokowi dan Luhut.
Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri foto dalam artikel tersebut menggunakan Google Lens.
Hasilnya, unggahan yang beredar dari segi tanggal terbit dan nama penulis identik dengan artikel di laman Viva.co.id ini.
Artikel aslinya berjudul "Dibawa ke Tahanan, Nadiem Makarim Titip Pesan Belasungkawa Buat Ojol Dilindas Rantis".
Artikel itu membahas soal Nadiem yang mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan pada 28 Agustus 2025.
Hal itu disampaikan Nadiem saat ia dibawa ke mobil tahanan Kejagung. Seperti diketahui Nadiem merupakan pendiri dan mantan Chief Executive Officer (CEO) Gojek.
Namun, tidak ditemukan artikel yang menyebut Nadiem mengatakan bahwa penetapannya sebagai tersangka karena ulah Jokowi dan Luhut.
Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri foto dalam artikel tersebut menggunakan Google Lens.
Hasilnya, unggahan yang beredar dari segi tanggal terbit dan nama penulis identik dengan artikel di laman Viva.co.id ini.
Artikel aslinya berjudul "Dibawa ke Tahanan, Nadiem Makarim Titip Pesan Belasungkawa Buat Ojol Dilindas Rantis".
Artikel itu membahas soal Nadiem yang mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan pada 28 Agustus 2025.
Hal itu disampaikan Nadiem saat ia dibawa ke mobil tahanan Kejagung. Seperti diketahui Nadiem merupakan pendiri dan mantan Chief Executive Officer (CEO) Gojek.
Kesimpulan
Judul artikel Nadiem Makarim menyebut penetapan dirinya sebagai tersangka karena ulah Jokowi dan Luhut merupakan hasil manipulasi.
Artikel aslinya berjudul, "Dibawa ke Tahanan, Nadiem Makarim Titip Pesan Belasungkawa Buat Ojol Dilindas Rantis".
Artikel itu membahas soal ucapan belasungkawa Nadiem atas meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan yang dilindas kendaraan taktis Brimob pada 28 Agustus 2025.
Artikel aslinya berjudul, "Dibawa ke Tahanan, Nadiem Makarim Titip Pesan Belasungkawa Buat Ojol Dilindas Rantis".
Artikel itu membahas soal ucapan belasungkawa Nadiem atas meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan yang dilindas kendaraan taktis Brimob pada 28 Agustus 2025.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/p/1CqeTnh5hD/
- https://www.instagram.com/reel/DOWcur6kqhS/?igsh=djZmc2EzdW1zZm0w
- https://www.tiktok.com/@nitizennkri2024/video/7548267971206974725?_r=1&_t=ZS-8zqZHgVktHM
- https://www.viva.co.id/berita/nasional/1847019-dibawa-ke-tahanan-nadiem-makarim-titip-pesan-belasungkawa-buat-ojol-dilindas-rantis
- https://app.kompas.com/download?source=Kompas.com&medium=Referral&campaign=belowarticle
(GFD-2025-29176) [HOAKS] Eminem Buat Lagu Tribute untuk Charlie Kirk
Sumber:Tanggal publish: 22/09/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar sebuah lagu penghormatan untuk Charlie Kirk, yang diklaim karya penyanyi rap Amerika Serikat, Marshall Mathers atau yang lebih dikenal sebagai Eminem.
Sebagaimana diketahui, Charlie Kirk merupakan aktivis sayap kanan AS yang tewas ditembak saat sedang berpidato di Utah Valley University pada Rabu (10/9/2025).
Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, lagu tersebut palsu dan merupakan manipulasi berbasis artificial intelligence (AI).
Lagu penghormatan untuk Charlie Kirk yang diklaim karya Eminem dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang dibagikan:
Penghormatan Eminem untuk #CharlieKirk
Screenshot Hoaks, Eminem buat lagu penghormatan untuk Charlie Kirk
Sebagaimana diketahui, Charlie Kirk merupakan aktivis sayap kanan AS yang tewas ditembak saat sedang berpidato di Utah Valley University pada Rabu (10/9/2025).
Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, lagu tersebut palsu dan merupakan manipulasi berbasis artificial intelligence (AI).
Lagu penghormatan untuk Charlie Kirk yang diklaim karya Eminem dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang dibagikan:
Penghormatan Eminem untuk #CharlieKirk
Screenshot Hoaks, Eminem buat lagu penghormatan untuk Charlie Kirk
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan pemberitaan resmi yang menyebutkan Eminem merilis lagu khusus sebagai penghormatan untuk Charlie Kirk.
Pemberitahuan semacam itu juga tidak ditemukan di akun Instagram Eminem.
Kemudian, Kompas.com mengecek keaslian lagu yang beredar di Facebook itu menggunakan Hive Moderation, untuk mendeteksi apakah konten itu asli atau buatan AI.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Hive Moderation, lagu yang diklaim tribute Eminem untuk Charlie Kirk memiliki probabilitas mencapai 98,3 persen dihasilkan AI.
Pemberitahuan semacam itu juga tidak ditemukan di akun Instagram Eminem.
Kemudian, Kompas.com mengecek keaslian lagu yang beredar di Facebook itu menggunakan Hive Moderation, untuk mendeteksi apakah konten itu asli atau buatan AI.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Hive Moderation, lagu yang diklaim tribute Eminem untuk Charlie Kirk memiliki probabilitas mencapai 98,3 persen dihasilkan AI.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, lagu yang disebarkan di Facebook dan diklaim tribute Eminem untuk Charlie Kirk adalah hoaks.
Tidak ada bukti Eminem merilis lagu khusus sebagai penghormatan untuk Charlie Kirk. Selain itu, lagu yang beredar di Facebook itu terdeteksi hasil manipulasi AI.
Tidak ada bukti Eminem merilis lagu khusus sebagai penghormatan untuk Charlie Kirk. Selain itu, lagu yang beredar di Facebook itu terdeteksi hasil manipulasi AI.
Rujukan
(GFD-2025-29157) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Kartu Prakerja 2025
Sumber:Tanggal publish: 21/09/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan klaim link pendaftaran Kartu Prakerja 2025. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 19 September 2025.
Klaim tautan pendaftaran berupa tulisan sebagai berikut:
"Pendaftaran Kartu Prakerja Telah Dibuka!
Program kartu Prakerja, yang dinantikan oleh banyak masyarakat Indonesia, telah dibuka gelombang pendaftaran 2025.
Program ini dirancang untuk membantu pencari kerja, pekerja, dan pelaku usaha mikro dan kecil dalam meningkatkan keterampilan mereka.
Jangan lewatkan kesempatan ini dan dapatkan insentif sebesar Rp.4.200.000
Pendaftaran Gratis tidak dipungut biaya apapun!!!"
Unggahan menyertakan narasi sebagai berikut:
"PENDAFTARAN KARTU PRAKERJA 2025
PROGRAM KARTU PRAKERJA KEMBALI DIBUKA
DAFTAR SEKARANG UNTUK MENDAPATKAN INSENTIF RP 4.200.000"
Ketika link "daftar" dibuka, mengarah pada pada halaman situs yang meminta nama lengkap dan nomor Telegram.
Benarkah klaim link pendaftaran Kartu Prakerja 2025? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran Kartu Prakerja 2025. Berdasarkan akun Instagram resmi Kartu Prakerja yakni @prakerja.go.id, belum ada informasi terbaru mengenai Kartu Pekerja 2025.
Website resmi Kartu Prakerja yakni prakerja.go.id juga tidak dibisa dibuka. Pendaftaran terakhir Kartu Prakerja yang dibuka adalah Gelombang 71 pada Agustus 2024.
Penelusuran juga mengarah pada artikel Liputan6.com yang berjudul: "Prakerja.go.id: Portal Resmi Program Kartu Prakerja Indonesia"
Dalam artikel ini, Prakerja.go.id merupakan portal resmi yang menjadi pintu gerbang utama bagi masyarakat Indonesia untuk mengakses Program Kartu Prakerja.
Situs ini dikelola oleh pemerintah dan menyediakan berbagai layanan penting, mulai dari pendaftaran peserta hingga akses ke ribuan kelas pengembangan kompetensi kerja
Program Kartu Prakerja sendiri dicetuskan oleh Presiden Jokowi pada Februari 2019. Tujuannya adalah membantu angkatan kerja Indonesia dalam melakukan proses skilling, upskilling, dan reskilling agar lebih siap untuk memasuki pasar kerja.
Sejak diluncurkan pada tahun 2020, prakerja.go.id telah melayani 19.867.589 surat keputusan penetapan peserta dengan tingkat kepuasan pengguna yang terus meningkat.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran Kartu Prakerja 2025, tidak benar.
Rujukan
(GFD-2025-29158) Cek Fakta: Hoaks Artikel Menkeu Purbaya Minta Rakyat Menyumbang Bila Ingin Ekonomi Maju Lagi
Sumber:Tanggal publish: 21/09/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta rakyat menyumbang bila ingin ekonomi maju lagi. Postingan ini diunggah salah satu akun Facebook pada 12 September 2025.
Dalam postingannya terdapat tangkapan layar artikel dari Gelora News pada tanggal 9 September 2025, berjudul:
"Menkeu Purbaya Meminta Rakyat Menyumbang Bila Ingin Ekonomi Maju Lagi"
Akun tersebut menambahkan narasi:
"Lepas dari srilmulyani masuk Purbaya...
lepas dari mulit singa masuk mulut buaya..
Apes bgt jadi WNI...
punya Metri ko gini"
Sedangkan caption dari unggahan tersebut adalah sebagai berikut:
"Menkeu Purbaya Minta Rakyat Menyumbang Bila Ingin Ekonomi Maju Lagi 😲🤭😁🤣🤣🤣🤣🤣
#Fotoviral #fypfoto #sorotan #publik #viral"
Benarkah postingan artikel Menkeu Purbaya meminta rakyat menyumbang bila ingin ekonomi maju lagi? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah Gelora News dengan foto dan waktu unggahan yang sama dengan postingan.
Artikel tersebut berjudul: Menkeu Purbaya Minta Maaf, Akui Salah Ngomong Soal Tuntutan 17+8
Artikel ini sama sekali tidak membahas mengenai pernyataan Menkeu Purbaya yang meminta rakyat menyumbang bila ingin ekonomi maju lagi.
Dalam artikel aslinya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meluruskan pernyataannya yang menuai kontroversial terkait tuntutan 17+8.
Dalam pernyataan perdananya usai dilantik, Senin, 8 September 2025, Purbaya menilai tuntutan 17+8 hanya datang dari “sebagian kecil rakyat”. Ucapannya itu menuai kritik luas karena dianggap meremehkan aspirasi publik.
Usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 9 September 2025, Purbaya meminta maaf karena salah ucap dalam pernyataan sebelumnya.
"Kalau kemarin salah ngomong, saya minta maaf," ungkapnya kepada awak media
Ia menegaskan, pernyataannya sehari sebelumnya tidak dimaksudkan untuk mengecilkan aspirasi masyarakat.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, pernyataan Menkeu Purbaya meminta rakyat menyumbang bila ingin ekonomi maju lagi adalah hoaks. Faktanya, judul dalam postingan itu merupakan hasil editan.
Rujukan
Halaman: 1305/7959
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5356132/original/032618000_1758426302-prakerja.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5356211/original/010464900_1758431406-purbaya.jpg)