(GFD-2025-30451) Cek Fakta: Video Harimau Terbawa Arus Banjir di Sumatera Ini Buatan AI
Sumber:Tanggal publish: 02/12/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan video harimau sedang terbawa arus banjir di Sumatera. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Instagram. Akun itu mempostingnya pada 1 Desember 2025.
Dalam postingannya terdapat video sedang duduk di atas asbes dan terbawa arus banjir. Video itu disertai narasi:
"Akibat kerakusan manusia terutama para mafia-mafia tambang yang merusak hutan demi kepentingan perutnya sendiri"
Akun itu menambahkan narasi:
"Harimau sumatra pun jadi korban kekejaman mafia tambang"
Hingga saat ini video tersebut telah ditonton 4,8 juta kali dan mendapatkan lebih dari 220 ribu likes.
Lalu benarkah postingan video harimau sedang terbawa arus banjir di Sumatera?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan beberapa kejanggalan dalam video tersebut. Terlihat harimau seperti tidak terlihat panik meski arus deras mengitarinya, selain itu ada arus air yang tampak tidak melewati tubuhnya ketika akan memasuki bawah atap rumah.
Penelusuran dilanjutkan dengan menggunakan website pendeteksi video AI, Hive Moderation. Hasilnya ditemukan bahwa 86 persen video tersebut kemungkinan dibuat menggunakan modifikasi AI.
Selain itu di dalam kolom komentar pengunggah video sempat membalas beberapa komentar terkait keaslian video tersebut. Ia menyebut "Yang jelas nyata gajah yang udah mati kak dan ditemukan warga."
Tim Cek Fakta Liputan6.com juga sudah meminta konfirmasi langsung dari pengunggah video namun hingga saat ini belum mendapatkan respons.
Di sisi lain belum ada laporan kredibel yang menyebutkan ada harimau yang terjebak banjir di perumahan seperti yang terlihat dalam postingan.
Kesimpulan
Postingan video harimau sedang terbawa arus banjir di Sumatera adalah hoaks. Video itu merupakan modifikasi AI.
Rujukan
(GFD-2025-30452) [SALAH] Dunia Tetapkan Status Bencana Internasional untuk Indonesia
Sumber: TikTokTanggal publish: 02/12/2025
Berita
Beredar foto [arsip] dari akun TikTok “Sumatera.negeri.bertuah” pada Senin (01/12/2025) berisi narasi:
“TAK KUNJUNG DI KELUARKAN STATUS BENCAN4 NASIONAL DI INDONESIA,
DUNIA MENGELUARKAN STATUS BENCAN4 INTERNASIONAL DI INDONESIA”
Pengunggah menambahkan takarir:
“Perhari ini berbagai bantuan dari berbagai wilayah dan Negera luar sudah mulai berdatangan di berbagai titik bencan4 di pulau sumatera Mulai dari Provinsi Sumatera Utara,Aceh dan Juga Sumatera Barat
Sementara status bencan4 nasional belum dikeluarkan pemerintah,namun Negera Amerika Serikat,Singapura dan Malaysia sudah menurunkan bantuan dan memutuskan Bencan4 di Indonesia sebagai Bencan4 internasional"
Hingga Selasa (02/12/2025), konten tersebut telah mendapat lebih dari 67 ribu tanda suka, 1.000-an interaksi komentar, serta dibagikan ulang sebanyak 2.120 kali.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “dunia mengeluarkan status bencana internasional di Indonesia” dan “Amerika Serikat, Singapura dan Malaysia memutuskan bencana di Indonesia sebagai Bencana internasional”. Hasilnya, tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim.
TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “bantuan dari luar negeri untuk banjir Sumatera”. Hasil teratas mengarah ke pemberitaan cnnindonesia.com “Malaysia Kirim Obat-obatan hingga Tim Dokter untuk Korban Banjir Aceh” yang tayang Minggu (30/11/2025) dan antaranews.com “Dompet Dhuafa salurkan bantuan warga AS untuk Tapanuli Selatan” yang tayang Senin (01/12/2025). Namun, Amerika Serikat belum turun tangan secara langsung untuk memberikan bantuan, melainkan dari masyarakat Amerika yang dihimpun melalui dompet dhuafa dan tidak ditemukan penjelasan terkait penetapan status bencana internasional.
Kesimpulan
Rujukan
(GFD-2025-30453) [SALAH] Menkeu Purbaya Usul MBG Diuangkan
Sumber: facebook.comTanggal publish: 02/12/2025
Berita
Akun Facebook “Dedi Fakta” pada Sabtu (27/11/2025) mengunggah video [arsip] berisi narasi:
“PURBAYA MINTA IZIN KE PRESIDEN PRABOWO SUPAYA MBG KITA UANGKAN SAJA KE SISWA
ANGGARAN MBG, 15RB/SISWA SEMINGGU 15 RB x 5 HARI = 75 RB JADI 1 BULAN, 4 MINGGU x 75 RB = .
= 300 RB
Keuntungan;
Nasi Gak Basi, Orang Tua Tau Kesukaan Anak, Bebas Korupsi.
Jika uang bersisa bisa ditabung”
Hingga Selasa (2/12/2025), unggahan telah disukai sekitar 2.200 akun, dibagikan ulang lebih dari `77 kali, serta menuai 1.100-an komentar.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengetikkan kata kunci “menkeu purbaya usul MBG diuangkan” di mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan satupun informasi kredibel yang mendukung klaim. Penelusuran teratas mengarahkan ke pemberitaan cnbcindonesia.com “Video: Purbaya Bakal Alihkan Anggaran MBG Jika Tidak Terserap Optimal”.
Berita yang tayang Minggu (21/9/2025) itu membahas mengenai rencana Menkeu Purbaya mengalihkan dana MBG jika tidak terserap maksimal. Namun, Purbaya tidak menyebut bahwa dana MBG akan diuangkan.
Kesimpulan
Rujukan
(GFD-2025-30454) [SALAH] Prabowo Ancam Ganti Kapolri Jika Tidak Bisa Bersihkan Institusi
Sumber: facebook.comTanggal publish: 02/12/2025
Berita
Akun Facebook “Ibnu Habib Harahab” pada Minggu (2/10/2025) mengunggah video [arsip] berisi narasi:
“PR4BOWO KALO G4K BISA B3RS1HKAN INSTITUSIMU LU GUE G4NTI...
3mo5i Prabowo meled4k led4k Terkejut Ma5uk Akpol Bay4r Ratusan Juta,, Pec4t Puluhan Jendr41 Nakal Yan9 Jual Beli Jab4tan
Gimana Menurut Kalian lurrr”
Hingga Selasa (2/12/2025), unggahan telah disukai sekitar 3.300 akun, dibagikan ulang lebih dari 178 kali, serta menuai 389-an komentar.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video dengan mengetikkan kata kunci “Prabowo ancam ganti Kapolri jika tidak bisa benahi institusi” di mesin pencarian Google. Namun, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim.
Hasil penelusuran teratas mengarah pada video pemberitaan di kanal YouTube Kompas.com “Kapolri Ancam Anggota yang Tak Bisa Perbaiki Citra Institusi”.
Video yang diunggah pada (4/3/2023) itu membahas tentang instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang meminta jajarannya solid untuk memperbaiki citra institusi Polri. Namun, instruksi ini terbit di masa pemerintahan Joko Widodo.
Selain itu seperti dikutip dari pemberitaan kompas.com “Istana Bantah Prabowo Kirim Surpres Pergantian Kapolri Ke DPR” yang terbit pada (13/9/2025), Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah isu terkait rencana penggantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.


