(GFD-2025-29708) Hoaks! Tautan pendaftaran digitalisasi bansos PKH 2025
Sumber:Tanggal publish: 29/10/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan poster yang menarasikan adanya tautan pendaftaran daring (online) untuk program bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH).
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa masyarakat yang belum pernah menerima bansos PKH dapat mendaftar melalui tautan yang disediakan dan akan mendapatkan bantuan sebesar Rp2,5 juta tanpa dipungut biaya apa pun.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“KABAR GEMBIRA BUAT YANG BELUM DAPAT BANTUAN SOSIAL (BANSOS)
PKH SAMA SEKALI BELUM DAPAT ATAU BELUM CAIR, RP2.500.000 PERIODE TAHUN 2025 INI BISA LANGSUNG DAFTAR, TIDAK DI PUNGUT BIAYA SEDIKITPUN. CEK NAMA ANDA DENGAN CARA KLIK DAFTAR”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah tautan pendaftaran digitalisasi bansos PKH 2025 tersebut?
Hasil Cek Fakta
Hingga saat ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa proses digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) masih dalam tahap pengembangan oleh Komite Percepatan Transformasi Digital (KPDT).
Uji coba sistem digitalisasi tersebut baru dilakukan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dan saat ini sedang dalam proses evaluasi.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, pendaftaran PKH dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu:
1. Secara mandiri melalui aplikasi Portal Perlinsos (Perlindungan Sosial), dengan syarat peserta telah memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) karena portal tersebut terhubung langsung dengan data kependudukan.
2. Melalui agen perlinsos yang telah dilatih, seperti pendamping PKH, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), dan operator desa/kelurahan. Saat ini terdapat sekitar 500 agen perlinsos yang siap membantu proses pendaftaran di Banyuwangi.
Dengan demikian, tautan yang beredar di media sosial bukan merupakan saluran resmi pendaftaran bansos PKH 2025, dan masyarakat diimbau untuk berhati-hati agar tidak menjadi korban penipuan digital. Awas penipuan.
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2025-29725) [SALAH] Demo Tolak Imigran Islam di Jepang
Sumber: TiktokTanggal publish: 29/10/2025
Berita
Beredar unggahan [arsip] dari akun tiktok “lgbtindonesiaraya” pada Minggu (26/10/2025) disertai takarir:
“Demo Tolak Imigran Islam di Jepang”
Hingga Selasa (28/10/2025), konten tersebut telah mendapat lebih dari 16 ribu tanda suka, menuai lebih dari seribu interaksi komentar dan dibagikan ulang sebanyak 680 kali oleh pengguna Tiktok lainnya.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “demo tolak imigran Islam di Jepang” ke mesin pencarian Google. Hasilnya tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) kemudian menelusuri gambar dalam klaim melalui Google Lens. Hasilnya, ditemukan video serupa dengan klaim dari akun youtube 日本BUZZ NEWS!! yang tayang Minggu (26/10/2025) tentang demo tolak imigran di Shinjuku Jepang bukan spesifik penolakan terhadap imigran Islam.
Tim pemeriksa fakta Mafindo (Turnbackhoax) kemudian menelusuri lebih dalam terkait demo imigran di Jepang melalui Google, hasilnya ditemukan artikel dari netralnews.com dengan judul “Aksi Warga Jepang Tolak Rencana Imigrasi Besar-besaran dari India”. Dalam artikel yang tayang pada Jumat (12/09/2025) tersebut dijelaskan bahwa gelombang protes di Jepang disebabkan adanya wacana pemerintah membuka pintu lebih lebar bagi imigran asal India. Warga Jepang menilai masuknya imigran dalam jumlah besar berpotensi menimbulkan guncangan sosial, budaya dan ekonomi.
Kesimpulan
Rujukan
(GFD-2025-29726) [SALAH] Trump Sebut Dedi Mulyadi Berpotensi Jadi Presiden
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 29/10/2025
Berita
Akun Facebook “Penting Jadi Duit” pada Rabu (8/10/2025) membagikan video [arsip] berisi foto Donald Trump, Prabowo, dan Dedi Mulyadi disertai narasi:
“saat rapat PBB presiden AS Donald trump tanyakan anak buah prabowo yang ramai di FB dan di y*ut*be yaitu KDM. trump berkata dalam bahasa ingris bahwa KDM berpotensi menjadi presiden berikutnya. trump mengatakan sepak terjang politik KDM sangat luar biasa baru jadi gubernur sudah di sukai rakyat dunia bukan hanya indonesia. ternyata negara lain pantau indonesia hingga tau kinerja KDM.”
(GFD-2025-29727) Cek Fakta: Hoaks Artikel Kepala Staf Kepresiden M Qodari Usulkan Wapres Gibran Jadi Pahlawan Nasional
Sumber:Tanggal publish: 29/10/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qadari usulkan Wapres Gibran Rakabuming Raka jadi pahlawan nasional. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 29 Oktober 2025.
Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel berjudul:
"Muhammad Qadari Usulkan Gibran Jadi Pahlawan Nasional Jasanya Sudah Banyak Buat Bangsa Dan Negar Melebihi Soekarno Dan Soeharto".
Akun itu menambahkan narasi:
"Tolong jangan di hujat ya…"
Lalu benarkah postingan artikel Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qadari usulkan Wapres Gibran Rakabuming Raka jadi pahlawan nasional?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan menggunakan Google Images. Hasil penelusuran menemukan artikel yang identik dengan postingan.
Kesamaan terdapat pada foto yang dipakai, nama penulis artikel dan waktu artikel diunggah. Artikel asli diunggah oleh situs berita Sindonews pada Senin (27/10/2025) pukul 07.29 WIB.
Namun dalam artikel asli berjudul:
"Hari Ini Sidang Gugatan Ijazah SMA Gibran Digelar di PN Jakarta Pusat".
Artikel asli sama sekali tidak membahas usulan Qadari agar Gibran menjadi pahlawan nasional. Artikel asli membahas sidang gugatan perdata ijazah SMA Wapres Gibran yang akan digelar Senin (27/10/2025) lalu di PN Jakarta Pusat.
Kesimpulan
Postingan artikel Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qadari usulkan Wapres Gibran Rakabuming Raka jadi pahlawan nasional adalah hoaks.

