• (GFD-2025-29925) Hoaks BEM UI Gelar Demo Desak Prabowo Copot Purbaya

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/10/2025

    Berita

    tirto.id - Nama Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa tengah hangat menjadi pembicaraan publik. Berbagai narasi soal Purbaya ramai menghiasai ranah media sosial. Baru-baru ini misalnya, beredar klaim yang menyebut bahwa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar demonstrasi untuk mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Purbaya dari kursi Menkeu.Narasi itu disebarkan oleh sejumlah akun di Facebook, di antaranya “Penting Jadi Duit”,“Viral Nusantara”, dan “Nelson Silitonga”(arsip) pada Senin (27/10/2025) dan Selasa (28/10/2025). Keterangan teks pada sejumlah unggahan tersebut menarasikan bahwa BEM UI menggelar aksi demonstrasi dengan tuntutan agar Prabowo mencopot Menkeu Purbaya.“BEM UI tuntut presiden untuk mencopot menkeu purbaya. entah apa maksud dan tujuan BEM UI tetapi ini menuju ke ranah politik dan di tunggangi para elit pilitk yang merasa terganggu oleh ke hadiran purbaya,” tulis keterangan unggahan bertanggal Selasa (28/10/2025).

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta BEM UI Gelar Demo Desak Prabowo Copot Purbaya. foto/hotline periksa fakta tirto

    Baca juga:Presiden Brasil Bisa Jabat 3 Periode, Prabowo: Kita Enggak Boleh

    Baca juga:DPR Yakin Presiden Prabowo Belum Puas Biaya Haji Turun Rp2 Juta

    Hasil Cek Fakta

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Sejumlah akun yang mengunggah klaim tersebut tidak menyertakan bukti maupun keterangan kredibel untuk memperkuat tudingan bahwa BEM UI mendesak Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya dari jabatan Menteri Keuangan. Meski demikian, beberapa unggahan konsisten menampilkan foto seorang mahasiswa yang mengenakan jaket almamater kuning khas UI.Tirto kemudian melakukan penelusuran untuk mengetahui konteks dan identitas mahasiswa dalam foto tersebut dengan menggunakan teknik reverse image search melalui Google Images. Hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa yang dicatut dalam klaim itu adalah Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Diallo Hujanbiru.Mengacu pada pemberitaan RMOL, Diallo yang mewakili BEM UI disebut mendesak agar Purbaya Yudhi Sadewa dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan.

    Baca juga:Prabowo Dongkol Nonton Podcast Kritik Dirinya tapi Tetap Dicatat

    RMOL

    BeritaSatu

    Beritasatu.com,

    Baca juga:Pertemuan Prabowo dengan Presiden Brasil Hasilkan 8 Kesepakatan

    Baca juga:Prabowo Dorong ASEAN Perkuat Kerja Sama demi Hadapi Tantangan

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sebagai langkah verifikasi tambahan, Tirto menelusuri seluruh kanal resmi milik BEM UI. Hasilnya, tidak ditemukan pernyataan maupun keterangan tertulis yang menyebut bahwa BEM UI mendesak Presiden Prabowo untuk mencopot Menteri Keuangan Purbaya.

    Kesimpulan

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan, klaim yang menyebut Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar demonstrasi untuk mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Purbaya dari kursi Menkeu bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).BEM UI menegaskan bahwa aksi mahasiswa di depan Gedung DPR pada Selasa (9/9/2025) tidak bertujuan mendesak Menteri Purbaya untuk mundur.==Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    closeAdvertisementsgen

    Rujukan

  • (GFD-2025-29705) Hoaks! Artikel Menteri Yusril minta relawan Jokowi dibubarkan

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/10/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah video di TikTok menampilkan tangkapan layar artikel yang disertai foto Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Hukum dan HAM) Yusril Ihza Mahendra.

    Dalam video tersebut, seolah-olah Yusril meminta agar seluruh relawan Presiden Jokowi yang membuat kegaduhan ditangkap dan dibubarkan.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “KAMI MINTA RELAWAN JOKOWI YANG BUAT GADUH HARUS DITANGKAP DAN DIBUBARKAN KARENA TUGAS RELAWAN ITU MEMBANTU BENCANA ALAM, MEMBANTU ORANG MISKIN, BUKAN BUAT GADUH

    ANDA HARUS TAU PRABOWO TIDAK PUNYA RELAWAN KARENA PEMILU SUDAH SELESAI”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, benarkah Artikel Menteri Yusril minta relawan Jokowi dibubarkan tersebut?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan artikel maupun pernyataan resmi dari Yusril Ihza Mahendra yang menyebutkan hal tersebut.

    Foto yang digunakan dalam unggahan itu serupa dengan gambar dari artikel Kompas.com berjudul “Menko Yusril Sebut Tragedi 1998 Bukan Pelanggaran HAM Berat” yang dipublikasikan pada 21 Oktober 2024.

    Foto Yusril lainnya yang mengenakan kemeja putih yang ditampilkan dalam unggahan juga identik dengan artikel lain berjudul “Menko Yusril: UU Tipikor Terlalu Lama Mengikuti Warisan Hindia Belanda”. Tidak ada satu pun pernyataan Yusril yang menyebut pembubaran relawan Jokowi.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    ANTARA juga mencari menggunakan kata kunci “Yusril relawan Jokowi” juga tidak ditemukan judul maupun isi artikel yang membahas topik tersebut.

    Klaim: Artikel Menteri Yusril minta relawan Jokowi dibubarkan

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29706) Hoaks! Kaesang diminta jadi Presiden oleh ojol, buruh dan pedagang

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/10/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan tangkapan layar artikel berita foto Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep.

    Dalam unggahan tersebut, seolah-olah Kaesang mengatakan bahwa keluhan dari komunitas ojek online (ojol), buruh, petani, dan pedagang membuat mereka meminta dirinya segera menjadi presiden.

    Berikut judul dalam unggahan tersebut:

    “Kaesang: Keluhan Buruh Ojol Petani Dan Para Pedagang Meminta Saya Segera Jadi Presiden”

    Unggahan tersebut juga diberi narasi:

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    “KAESANG: KELUHAN BURUH OJOL PETANI DAN PARA PEDAGANG MEMINTA SAYA SEGERA JADI PRESIDEN. Gimana tanggapan kalian lur”

    Namun, benarkah artikel Kaesang ungkap buruh, ojol, petani dan pedangang minta Kaesang jadi presiden?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan artikel berita dengan judul seperti yang disebutkan dalam unggahan tersebut.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan ANTARA, gambar dan nama penulis dalam unggahan itu identik dengan artikel “Kaesang Ungkap Alasan Giring Ganesha Tak Masuk Kepengurusan Baru PSI” yang dimuat di Detik.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dalam artikelnya, Kaesang hanya menjelaskan alasan Giring Ganesha, mantan Ketua Umum PSI, tidak masuk dalam susunan pengurus DPP PSI periode 2025–2030, yang disebut sebagai keputusan pribadi Giring.

    Tidak ada pernyataan Kaesang mengenai buruh, ojol, petani, maupun pedagang yang meminta dirinya menjadi presiden. Dengan demikian, judul dalam tangkapan layar tersebut merupakan suntingan.

    Klaim: Artikel Kaesang ungkap buruh, ojol, petani dan pedangang minta Kaesang jadi presiden

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29707) Hoaks! Luhut suruh rakyat bayar utang kereta cepat Whoosh

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/10/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan tangkapan layar yang menarasikan seolah-olah Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan bahwa utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) akan dibayar oleh rakyat apabila Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, tidak ingin membayarnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    Berikut judul dalam unggahan tersebut:

    “Luhut Binsar Panjaitan Jika Menkeu Purbaya Tidak Mau Sama Sekali Bayar Hutang Kereta Cepat Rakyatlah Yang Akan Ikut Bayar Hutang Pemerintah Tersebut”

    Unggahan tersebut diberi narasi:

    “ENAK AJA KAMU NGOMONG HUT.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    KALIAN YANG NGARONG RAKYAT SURUH BAYAR.”

    Namun, benarkah Luhut sebut rakyat akan bayar utang kereta cepat jika tidak pakai APBN?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan artikel maupun pernyataan resmi dari Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut rakyat akan ikut membayar utang proyek kereta cepat. Foto dan tampilan unggahan tersebut serupa dengan artikel lain berjudul “Drama Politik Purbaya-Jokowi-Luhut: Kejahatan Politik Fiskal”.

    Dalam artikel aslinya, tidak ada kutipan atau pernyataan Luhut yang menyebut rakyat akan membayar utang proyek kereta cepat.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dengan demikian, judul dan narasi dalam unggahan Facebook tersebut merupakan hasil suntingan.

    Klaim: Artikel Luhut suruh rakyat bayar utang kereta cepat Whoosh

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan