• (GFD-2025-29950) Keliru: Desi Anwar Promosikan Air Garam untuk Nyeri Sendi

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/11/2025

    Berita

    SEBUAH video berlogo CNN Indonesia dengan klaim bahwa Desi Anwar dan Dr. Tony Setiobudi mempromosikan pengobatan nyeri sendi dengan air garam beredar di WhatsApp. 

    Dalam video itu, Desi Anwar mengatakan segelas air garam bisa menghilangkan nyeri sendi dalam beberapa hari. Setelahnya muncul potongan pernyataan Tony Setiobudi tentang metode tersebut. “Pergilah ke dapur, karena semua yang Anda butuhkan untuk memulihkan kesehatan sendi sudah ada di dalam lemari es,” ujarnya.



    Benarkah CNN Indonesia menayangkan program Desi Anwar bersama Dr. Tony Setiobudi tentang metode pengobatan nyeri sendi dengan air garam?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi video yang beredar dengan pencarian gambar terbalik dan mewawancarai Wakil Pemimpin Redaksi CNN Indonesia. Hasilnya, tidak ada siaran Desi Anwar tentang Dr Tony Setiobudi yang membagikan metode menyembuhkan nyeri sendi menggunakan air garam.

    Wakil Pemimpin Redaksi CNN Indonesia Revolusi Riza Zulverdi mengatakan kepada Tempo bahwa CNN Indonesia tidak pernah menayangkan siaran Desi Anwar dengan Dr. Tony Setiobudi sebagai narasumber.

    “Klaim itu tidak benar. CNN tidak menyiarkannya,” kata Revo, Jumat, 7 November 2025.

    Video asli siaran Desi Anwar diunggah akun YouTube CNN Indonesia pada 15 Juni 2025 dengan judul “Badai PHK Melanda, Anak Muda Sulit Cari Kerja?” 



    Dalam program itu, CNN Indonesia menghadirkan Valencia Gabriella, seorang Certified Professional Career Coach, yang membahas cara membangun karier di usia muda di tengah badai PHK. Tidak ada Dr. Tony Setiobudi sebagai narasumber, apalagi pembahasan tentang metode air garam untuk menghilangkan nyeri sendi.



    Potongan video Tony Setiobudi pada menit 01:35–02:58 identik dengan video yang diunggah di akun Dr Tony Setiobudi – Mount Elizabeth Hospital ada 18 Agustus 2022 berjudul “Kretek Tulang Belakang! Apakah Berbahaya?”.

    Dalam video aslinya, dokter spesialis bedah tulang di RS Mount Elizabeth Hospital Singapura itu menjawab sejumlah pertanyaan tentang asal bunyi “kretek” pada pinggang dan leher.

    Tempo juga memverifikasi video tersebut menggunakan pendeteksi video Hive Moderation. Hasil analisis menunjukkan ada kemungkinan 99 persen audio dalam video CNN Indonesia itu telah diubah dengan generator akal imitasi (AI).

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa siaran Desi Anwar yang membagikan metode penyembuhan nyeri sendi menggunakan air garam bersama Dr Tony Setiobudi adalah keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29951) Keliru: Foto Bahlil Sambut Ahli Gizi MBG Asal India

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/11/2025

    Berita

    SEBUAH tangkapan layar yang menampilkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menerima ahli gizi asal India untuk program Makan Bergizi Gratis beredar di X [arsip], TikTok, Facebook dan YouTube [arsip]. 

    Foto itu memperlihatkan Bahlil bersalaman dengan seorang pria berkemeja hijau toska. Pria tersebut diklaim sebagai ahli gizi dari India yang didatangkan pemerintah Indonesia untuk membantu meningkatkan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG).



    Namun, benarkah Menteri Bahlil menyambut kedatangan ahli gizi asal India?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi gambar tersebut melalui analisis manual, penelusuran di sejumlah situs kredibel, dan pemeriksaan dengan pendeteksi gambar berbasis akal imitasi (AI). Hasilnya, meski Indonesia memang berencana merekrut konsultan gizi dari India, foto yang beredar merupakan hasil buatan akal imitasi.



    Berdasarkan analisis manual, Tempo menemukan sejumlah kejanggalan pada foto tersebut. Pertama, beberapa kameramen dan fotografer tampak membelakangi objek, hal yang tidak lazim dalam peliputan karena jurnalis biasanya mengambil posisi di depan. Kedua, pencahayaan pada wajah Bahlil terlihat jauh lebih terang dibanding pria di sampingnya.

    Ketiga, poster dalam foto itu mencantumkan sumber dari situs www.fantasyworld.com yang tidak dapat diakses. Keempat, Kementerian ESDM bukan pelaksana program Makan Bergizi Gratis. Program prioritas Presiden Prabowo itu dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

    Setelah analisis manual, Tempo memeriksa foto tersebut dengan tiga alat pendeteksi akal imitasi. Hasilnya berbeda-beda secara persentase, namun seluruhnya menunjukkan adanya kemungkinan kuat keterlibatan akal imitasi dalam pembuatan gambar.

    Alat deteksi AI or NOT menunjukkan kemungkinan pelibatan AI sebesar 38 persen.



    Sedangkan alat deteksi Decopy.ai, menyatakan kemungkinan 99 persen.



    Alat deteksi ketiga yakni reversely.ai menghasilkan kemungkinan AI sebesar 87,82 persen. 



    Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan pihaknya akan meminta bimbingan teknis dari India untuk meningkatkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Sebelum proyek itu dijalankan, menurut Dadan, tim BGN telah berkunjung ke India untuk mempelajari program serupa.

    “Saya kira nanti bimbingan teknis dari India akan membantu meningkatkan kualitas pelayanan MBG di Indonesia,” ujar Dadan di Istana Kepresidenan, Jakarta, 30 Oktober 2025.

    Bimbingan tersebut akan difokuskan pada pengawasan, peningkatan mutu layanan, dan pengembangan institusi. Dadan belum merinci bentuk pelaksanaan bimbingan maupun pihak dari India yang akan terlibat.

    Pilihan editor: India akan Beri Bimbingan Teknis Makan Bergizi Gratis kepada Indonesia

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan gambar yang beredar memperlihatkan penyambutan ahli gizi India oleh Bahlil Lahadalia, untuk melakukan bimbingan teknis proyek MBG adalah klaim keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29937) [SALAH] Mark Zuckerberg: Jika Iran dan AS Pecah, Kita Kembali ke Masa Tanpa Google dkk

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 08/11/2025

    Berita

    “Mark Zuckerberg: Jika Iran dan Amerika pec4ah

    maka kita ak4n kembali kem4sa tanp4 go0gle,

    facebo0k, wh4tsapp dan inst4gram

    karena damp4k dar1 per4ng tersebut.”

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Mark Zuckerberg: Jika Iran dan Amerika pecah maka kita akan kembali ke masa tanpa Google, Facebook, Whatsapp dan Instagram karena dampak dari perang tersebut” ke mesin pencarian Google. Hasilnya tidak ditemukan informasi yang relevan dengan klaim.







    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo kemudian memasukkan kata kunci “Pernyataan publik terbaru Mark Zuckerberg”. Hasilnya, ditemukan pemberitaan cnbc.com “Meta CEO Mark Zuckerberg defends AI spending: ‘We’re seeing the returns” yang tayang Oktober 2025. Ia hanya membahas soal arah perusahaan yang berinvestasi besar-besaran dalam kecerdasan buatan (AI), tidak pernah mengeluarkan pernyataan kemungkinan dunia tanpa internet akibat perang di masa depan.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “Mark Zuckerberg: Jika Iran dan Amerika pecah, kita kembali ke masa tanpa Google dkk” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-29938) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bansos Digital Sebesar Rp 3 Juta

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/11/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan di media sosial klaim tautan pendaftaran bansos digital untuk mendapatkan bantuan sebesar Rp 3 juta. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 3 November 2025.
    Dalam postingan terdapat tulisan:
    "PROGRAM BANTUAN SOSIAL DIGITAL 2025
    Diselenggarakan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.
    SILAHKAN DAFTARKAN DIRI ANDA SEKARANG 👇"
    Unggahan menyertakan gambar poster yang berisi narasi sebagai berikut:
    "KEMENSOS RI
    BANSOS PKH/BPNT
    PERSYARATAN
    TGL: 1-30 NOVEMBER 2025
    WARGA NEGARA INDONESIA
    NOMINAL BANTUAL 3.000.000
    MEMILIKI KARTU KELUARGA (KK) DAN KTP YANG MASIH BERLAKU.
    BELUM PERNAH MENERIMA BANTUAN SOSIAL SEJENIS."
    Postingan ini menyertakan tautan pendaftaran yang jika diklik muncul sebagai berikut: https://daftarsekarang.regist-info.com/?fbclid=IwY2xjawN7s5VleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFGWXVPb3I2V3M2WXZJWW42c3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHo09qU8mqHVWkuIJBiVfchunZqVN42vyPP3zJezZowH3dt2ZQLobtpVSXJPi_aem_JgU2WbabNSuz1WD-IxASrg
    Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital yang meminta data pribadi, seperti nama dan nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran bansos digital untuk mendapatkan bantuan sebesar Rp 3 juta? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran bansos digital untuk mendapatkan bantuan sebesar Rp 3 juta. Penelusuran mengarah pada artikel Liputan6.com berjudul "Digitalisasi Penerima Bansos Segera Diterapkan Secara Nasional" yang tayang pada 3 Oktober 2025.
    Dalam artikel ini dijelaskan bahwa Banyuwangi ditetapkan sebagai pilot project digitalisasi bansos oleh pemerintah pusat. Uji coba pendaftaran penerima bansos dengan sistem digital dimulai sejak 18 September 2025. 
    Selama dua pekan, warga yang mendaftar bansos melalui portal perlindungan sosial (Perlinsos) telah mencapai 259 ribu. 
    "Kami sudah melihat sendiri bagaimana progresnya. Sudah lancar, lebih dari target progres yang ditetapkan. Tidak salah kami pilih Banyuwangi sebagai pilot project. Selain karena insfrastruktur digitalisasinya sudah memadai, pemerintahannya terbiasa dengan sistem digital," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat berkunjung ke Banyuwangi bersama lintas Kementerian dan 20 lembaga negara, Kamis 2 Oktober 2025.
    Sementara itu dikutip dari website banyuwangikab.go.id dan akun Instagram Dinsos Kabupaten Banyuwangi yakni @dinsosppkb.banyuwangi, dijelaskan bahwa pendaftaran bansos cara baru ini bisa dilakukan dengan dua cara.
    Pertama, secara mandiri melalui Portal Perlinsos (Perlindungan Sosial) di alamat https://www.perlinsos.kemensos.go.id/
    Kedua, pendaftaran bisa melalui agen perlinsos yang sebelumnya telah dilatih. Saat ini terdapat sekitar 500 agen perlinsos di Banyuwangi, yang merupakan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), dan para operator di tingkat desa/kelurahan.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran bansos digital untuk mendapatkan bantuan sebesar Rp 3 juta yang beredar di Facebook, tidak benar.

    Rujukan