(GFD-2025-29941) Hoaks! Artikel Jokowi terima uang korupsi Gubernur Riau Rp18 miliar
Sumber:Tanggal publish: 10/11/2025
Berita
Klaim tersebut dikaitkan dengan penetapan Abdul Wahid sebagai tersangka pemerasan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 5 November 2025.
Selain Abdul Wahid, tersangka lain dalam kasus tersebut adalah Kepala Dinas PUPR-PKPP Muhammad Arief Setiawan dan Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M. Nursalam.
Berikut narasi judul dalam tangkapan layar tersebut:
“KPK: Joko Widodo Terima Uang Suap Pemerasan 18 Miliar dari Tersangka Gubernur Riau Abdul Wahid”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Unggahan tersebut disertai narasi:
“Jokowi lagi....., lagi lagi Jokowi, tapi tidak pernah dipanggil pada kasus-kasus korupsi..... kebal hukum dia....”
Namun, benarkah artikel Jokowi terima uang korupsi Gubernur Riau Rp18 miliar?
Hasil Cek Fakta
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
ANTARA menemukan artikel asli dengan gambar, waktu publikasi, dan penulis yang sama, namun dengan judul berbeda, yaitu “KPK: Gubernur Riau Abdul Wahid Terima Uang Pemerasan Rp1,6 Miliar”.
Dalam artikel asli tersebut, KPK menyita uang tunai sekitar Rp1,6 miliar yang diduga berasal dari pemerasan sejumlah proyek di Dinas PUPR Provinsi Riau. Tidak ada informasi yang menyebutkan keterlibatan Joko Widodo dalam kasus tersebut.
Dengan demikian, tangkapan layar yang mengatasnamakan artikel berjudul Jokowi menerima uang suap Rp18 miliar adalah hasil suntingan.
Klaim: Artikel Jokowi terima uang korupsi Gubernur Riau Rp18 miliar
Rating: Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2025-29942) Hoaks! Presiden Prabowo bebaskan Ammar Zoni
Sumber:Tanggal publish: 10/11/2025
Berita
Ammar Zoni sebelumnya beberapa kali terjerat kasus penyalahgunaan narkoba dan pada Kamis (16/10/2025) dipindahkan dari Lapas Salemba, Jakarta Pusat, ke Lapas Super Maximum Security Karang Anyar di Nusakambangan.
Dalam video tersebut ditampilkan foto Ammar Zoni bersama Raffi Ahmad dan Presiden Prabowo, disertai klaim bahwa Ammar Zoni dibebaskan berkat doa netizen dan bantuan Hotman Paris.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“AMMAR ZONI AKHIRNYA BEBAS
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
BERKAT DOA NETIZEN AKHIRNYA AMMAR ZONI LANGSUNG DIBEBASKAN OLEH PRESIDEN PRABOWO”
Video tersebut juga diberi narasi:
“Berkat pembelaan Ammar Zoni serta bantuan Hotman Paris akhirnya dia langsung dibebaskan oleh presiden Prabowo Subianto”
Namun, benarkah Prabowo bebaskan Ammar Zoni?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, informasi tersebut tidak benar. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat mendakwa Ammar Zoni dan beberapa rekannya melakukan tindak pidana pemufakatan jahat dalam memperjualbelikan narkotika di dalam Rutan Salemba pada Desember 2024.
Dakwaan tersebut dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dan perbuatan para terdakwa diatur dalam Pasal 112 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Dengan demikian, tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah maupun Presiden Prabowo yang menyatakan bahwa Ammar Zoni telah dibebaskan.
Klaim: Presiden Prabowo bebaskan Ammar Zoni
Rating: Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2025-29944) Hoaks Artikel Jokowi Minta Rakyat Patungan Bayar Whoosh
Sumber:Tanggal publish: 10/11/2025
Berita
#inline1 img{max-width: 300px !important;height:auto;margin: 20px auto;}
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan enggan terlibat dalam proses negosiasi penyelesaian utang Whoosh. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan urusan bisnis antarperusahaan (business to business/B2B) yang tidak seharusnya melibatkan pemerintah.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Pernyataan itu disampaikan Purbaya menanggapi pertanyaan mengenai rencana restrukturisasi utang antara pihak Indonesia dan Tiongkok, yang disebut memiliki tenor hingga 60 tahun.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu utang proyek Whoosh, beredar unggahan di media sosial tangkapan layar artikel berita yang memuat klaim bahwa Presiden Joko Widodo menyebut rakyat akan “patungan selama tiga tahun” untuk membayar utang Whoosh jika Menteri Keuangan menolak menanggungnya.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Narasi itu diunggah oleh akun Facebook bernama “Agus Abdurrahim”(arsip) Senin (27/10/2025) melalui unggahan tangkapan layar artikel berita yang mencatut nama Gelora News berjudul, "Jokowi Muda Saja Jika Menkeu Tidak Mau Bayar Utang Kereta Cepat Atau Whoosh Rakyatkan Ada Patungan Membayar Utang Whoosh Tiga Tahun Lunas".
Tangkapan layar ini disertai takarir berbunyi, "Apakah kita siap PATUNGAN untuk bayar hutang whooos? Kalau gw cuma mo bilang.. ”KEPALA LU PEANG”,,!,”
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Jokowi Minta Rakyat Patungan Bayar Whoosh. foto/hotline periksa fakta tirto
Sepanjang Senin (27/10/2025) sampai Jumat (7/11/2025) atau selama 11 hari tersebar di Facebook, unggahan ini telah memperoleh dua reaksi, 11 komentar dan sekali dibagikan. Lantas, bagaimana kebenaran klaim itu?
Hasil Cek Fakta
Namun, penelusuran menemukan gambar tangkapan layar dan tanggal publikasi yang sama, tetapi dengan judul berbeda, yakni “Disalahkan soal Utang Proyek Whoosh, Jokowi: Tujuannya Bukan Mencari Laba, tapi Keuntungan Sosial.”
Dalam artikel asli tersebut, Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa proyek Whoosh tidak dibangun untuk mengejar keuntungan finansial, melainkan untuk memberikan manfaat sosial, seperti mengurangi kemacetan yang telah terjadi selama puluhan tahun di kawasan Jabodetabek dan Bandung.
Baca juga:Dubes China: Whoosh Proyek Besar, Restrukturisasi Utang Wajar
Sebagai informasi, sebelumnya, Jokowi secara terbuka menjelaskan alasan di balik pembangunan proyek-proyek transportasi massal, termasuk Whoosh, yang kerap disorot karena besarnya beban utang. Ia menegaskan bahwa transportasi massal adalah layanan publik yang prinsip dasarnya bukan mencari laba.
“Kereta cepat, MRT, LRT, kereta bandara, KRL. Agar kerugian itu bisa terkurangi dengan baik. Dan prinsip dasar transportasi massal, transportasi umum itu adalah layanan publik. Ini kita juga harus ngerti bukan mencari laba,” kata Jokowi.
Hingga Jumat (7/11/2025) atau saat artikel periksa fakta ini ditulis, Tirto tidak menemukan adanya pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut rakyat akan melunasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dalam tiga tahun. Dengan demikian, judul dan narasi dalam unggahan yang beredar merupakan hasil suntingan dan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.
Presiden ke-7 RI itu menekankan bahwa keberhasilan transportasi umum tidak diukur dari keuntungan finansial semata, melainkan dari social return on investment.
“Jadi, sekali lagi, transportasi massal, transportasi umum, itu tidak diukur dari laba, tetapi adalah diukur dari keuntungan sosial. Social return on investment, misalnya, pengurangan emisi karbon,” terangnya.
Kesimpulan
Tirto tidak menemukan adanya pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut rakyat akan melunasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) dalam tiga tahun.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-11:53CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0000:00UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios
Rujukan
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2234__znnid=297__cb=ff489b8f91__oadest=
- https%3A%2F%2Fgardaoto.com%2Fgarda-oto%2Fpromo%3Fid%3D13%26utm_source%3Dtirto%26utm_medium%3DBanner%2BAds%26utm_campaign%3DGarda%2BOto
- https://tirto.id/pemerintah-siapkan-rapat-khusus-bahas-utang-kereta-cepat-hkHa
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2234__znnid=318__cb=e77456ff71__oadest=
- https%3A%2F%2Fgardaoto.com%2Fgarda-oto%2Fpromo%3Fid%3D13%26utm_source%3Dtirto%26utm_medium%3DBanner%2BAds%26utm_campaign%3DGarda%2BOto
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2234__znnid=319__cb=40a8480d73__oadest=
- https%3A%2F%2Fgardaoto.com%2Fgarda-oto%2Fpromo%3Fid%3D13%26utm_source%3Dtirto%26utm_medium%3DBanner%2BAds%26utm_campaign%3DGarda%2BOto
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1462978781476783&set=a.378216286619710
- https://archive.ph/RhRJL
- https://www.gelora.co/2025/10/disalahkan-soal-utang-proyek-whoosh.html
- https://tirto.id/dubes-china-whoosh-proyek-besar-restrukturisasi-utang-wajar-hkku
- https://tirto.id/jokowi-sebut-kcic-investasi-sosial-purbaya-ada-betulnya-dikit-hkz5
(GFD-2025-29945) [SALAH] Prabowo Perintahkan Kopassus untuk Menyamar demi Ungkap Polisi Agen Narkoba
Sumber: facebook.comTanggal publish: 10/11/2025
Berita
Akun Facebook “Ruang Publik” pada Jumat (13/8/2025) mengunggah video [arsip] berisi narasi:
“KOP4SUS L3TN4N H4ND4Y4N1 DI UTUS PR3S1D3N Pr4b0w0
MENJADI WANITA MAL4M UNTUK UNGKAP K45vS 30.40 PARA POL151 YANG MENJADI 4G3N N4RKOBOY.
Dibalik g3merl4p mal4m W4n1ta ini mempertaruh Kan ny4w4nya.
ia harus menghadapi para b4ndar Permainan kotor ditvbuh K3p011si4n dan s3r4g4m
Saat bukti mulai t3rungkaр, justru kini nya4ny4 menjadi t4rg3t utama”

Hingga Senin (10/11/2025), unggahan telah disukai sekitar 8.700 akun, dibagikan ulang lebih dari 200 kali, serta menuai 200-an komentar.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Prabowo perintahkan Letnan Handayani menyamar untuk ungkap kasus Polisi jadi agen narkoba” di mesin pencarian Google. Namun, tidak terdapat informasi kredibel yang membenarkan klaim.
TurnBackHoax melanjutkan penelusuran dengan mengetikkan kata kunci “Letnan Handayani”. Hasil teratas merujuk ke video di kanal YouTube Cahaya Hikmah Story “Kopassus Ini Menyamar Menjadi Wanita Malam! Demi Ungkap Kasus Narkoba Polisi” yang diunggah pada Agustus 2025. Kreator konten tersebut menambahkan keterangan bahwa kisah dalam video itu adalah fiktif.




