• (GFD-2025-29982) [KLARIFIKASI] Mahfud MD Minta Usut Kasus Korupsi BTS 4G Terjadi 2023, Bukan 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/11/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Mahfud MD baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Komisi Reformasi Polri. Ia dilantik bersama sembilan orang lainnya di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/11/2025).

    Di media sosial kemudian muncul video yang mengeklaim bahwa setelah pelantikan Mahfud meminta kasus korupsi pembangunan base transceiver station (BTS) 4G dan paket pendukungnya kembali diusut. 

    Setelah ditelusuri, video itu dibagikan dengan konteks keliru. Video aslinya diambil pada 2023 sebelum Mahfud dilantik menjadi anggota Komisi Reformasi Polri.

    Video yang mengeklaim Mahfud MD meminta kasus korupsi BTS 4G kembali diusut dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan video yang menampilkan Mahfud sedang memberi keterangan pers.

    Dalam video tersebut, ia meminta dana yang disalahgunakan dalam proyek BTS 4G untuk dikejar. Kemudian salah satu akun menulis keterangan sebagai berikut:

    MAHFUD MD LANGSUNG NGEGAS ! DESAK PENUNTASAN KASUS DUGAAN PENYALAHGUNAAN ANGGARAN PROYEK BTS 4G BAKTI KOMINFO TAHUN 2020-2022!

    Akun Facebook Video yang mengeklaim Mahfud MD meminta agar kasus korupsi BTS 4G kembali diusut setelah dilantik menjadi anggota Komisi Reformasi Polri.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, tidak ditemukan adanya pernyataan Mahfud MD terkait pengusutan kasus korupsi BTS 4G setelah dilantik menjadi anggota Komisi Reformasi Polri, Jumat (7/11/2025).

    Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri sumber video tersebut menggunakan teknik reverse image search.

    Hasilnya, diketahui bahwa video itu identik dengan unggahan di kanal YouTube Kemkomdigi TV pada 2023.

    Mahfud yang saat itu menjabat Plt Menteri Komunikasi dan Informatika (Plt Menkominfo) meminta Irjen Kemenkominfo, Arief Tri Hardiyanto untuk mengejar uang yang disalahgunakan dalam proyek pembangunan BTS 4G. Klip tersebut bisa dilihat pada menit 5:17.

    Dikutip dari Kompas.id, kasus korupsi yang menjerat mantan Menkominfo, Johnny G Plate itu menimbulkan negara Rp 8,032 triliun.

    Johnny Plate dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dalam kasus tersebut. 

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim Mahfud MD meminta kasus korupsi BTS 4G kembali diusut setelah dilantik menjadi anggota Komisi Reformasi Polri dibagikan dengan konteks keliru.

    Peristiwa dalam video aslinya terjadi pada 2023 ketika ia menjadi Plt Menkominfo. Saat itu Mahfud meminta Irjen Kemenkominfo, Arief Tri Hardiyanto mengejar uang yang disalahgunakan dalam proyek pembangunan BTS 4G. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-29983) [HOAKS] Tautan Undian Berhadian Wondr BNI pada November 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/11/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar tautan yang diklaim untuk pendaftaran undian berhadiah mobil, sepeda motor, ponsel, rumah, dan umrah, dari Wondr Bank NI.

    Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut hoaks dan terindikasi modus pencurian data pribadi.

    Tautan yang diklaim untuk pendaftaran undian berhadiah Wondr BNI dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada November 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Khusus Nasabah Wondr BNI yang sudah mempunyai Wondr BNI . BNI Festival Berhadiah Hadir lagi jangan lewatkan kesempatan Anda untuk memenangkan hadiah undian Wondr BNI Berhadiah,

    Ayo buruan Daftar dan Raih hadiah menarik sebagai apresiasi dari Wondr Bni ingat nasabah tidak dipungut biaya apapun tinggal klik, (DAFTAR SEKARANG) Dibawah.WONDR by BNI BELIMPAH HADIAH

    Hasil Cek Fakta

    Tautan yang dibagikan oleh akun Facebook tersebut mengarah ke sebuah situs yang meminta data pribadi pengunjung.

    Data tersebut meliputi nama lengkap, nomor telepon, dan saldo rekening. Namun, situs tersebut bukan situs resmi BNI.

    Awas, jangan masukkan data pribadi apa pun ke situs tersebut. Ini merupakan modus phishing atau pencurian data pribadi.

    Adapun, BNI telah mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan undian berhadiah Wondr BNI.

    Direktur Consumer Banking BNI, Corina Leyla Karnalies menjelaskan, kupon undian Wondr BNI akan ter-generate secara otomatis untuk transaksi yang memenuhi syarat.

    Ini meliputi pembukaan rekening, transaksi perbankan, aktivasi aplikasi Wondr, dan peningkatan saldo tabungan. Kupon tersebut dapat langsung dilihat melalui aplikasi Wondr.

    "Kami minta masyarakat untuk berhati-hati terhadap oknum yang mengaku sebagai admin BNI dan menipu dengan modus undian berhadiah. Itu hanya jebakan agar korban mentransfer sejumlah uang ke pelaku. Jangan mudah percaya," kata Corina, pada 6 Mei 2025.

    Seluruh program undian resmi BNI, tidak pernah mensyaratkan pembayaran atau transfer dana untuk pencairan hadiah. Informasi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi BNI.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan yang diklaim untuk pendaftaran undian berhadiah Wondr BNI adalah hoaks.

    Tautan tersebut palsu dan merupakan modus pencurian data pribadi. Kupon undian Wondr BNI akan ter-generate secara otomatis setiap melakukan transaksi.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29984) [HOAKS] Video Imam Shamsi Ali Baca Al Quran di Pelantikan Zohran Mamdani

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/11/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar video dengan narasi yang mengeklaim ustaz asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, Imam Shamsi Ali membacakan Al Quran dalam acara pelantikan calon Wali Kota New York, Zohran Mamdani.

    Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Sebagai konteks, Imam Shamsi Ali merupakan imam besar Islamic Center di New York, Amerika Serikat. Di New York ia juga menjabat sebagai President of Nusantara Foundation dan Imam of Jamaica Muslim Center.

    Video yang mengeklaim Imam Shamsi Ali menjadi pembaca Al Quran saat acara pelantikan Zohran Mamdani dibagikan akun Facebook ini, ini ini, dan ini.

     Akun tersebut membagikan video yang menampilkan Ali naik ke atas panggung dan membaca Al Quran. Narasi dalam video yakni demikian:

    Iman Shamsi AliAsal Kajang Bulukumba

    Membaca Surah AL -Quran didepan Presiden Amerika di New York

    Pertama kali pelantikan Walikota New York Zohran Mamdani yg beragama Islam diawali dng baca Al Quran oleh Qari dari Indonesia

    Akun Facebook Video yang mengeklaim Imam Shamsi Ali menjadi pembaca Al Quran saat pelantikan Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York.

    Hasil Cek Fakta

    Hal mendasar yang perlu diketahui, belum ada pelantikan Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York.

    Dikutip dari NBC, politisi Partai Demokrat itu baru akan dilantik pada 1 Januari 2026.

    Zohran terpilih menjadi Wali Kota New York setelah berhasil meraih suara di atas 50 persen. . Ia akan menjadi muslim pertama yang menjadi wali kota New York.

    Dikutip dari Antara, Shamsi Ali juga membantah unggahan yang mengeklaim dirinya membacakan Al Quran saat pelantikan Zohran. Ali menjelaskan, video itu diambil pada 2001 usai Tragedi 11 September di New York. 

    Tragedi 9/11 merupakan peristiwa pilu ketika dua menara kembar World Trade Center (WTC) di New York runtuh akibat tabrakan pesawat yang dibajak teroris.

    "Zohran Mamdani belum dilantik. Beliau akan dilantik pada tanggal 1 Januari atau dini hari setelah peringatan tahun baru biasanya, untuk menjadi Wali Kota New York. Jadi pembacaan Al Quran itu tidak ada hubungannya dengan Zohran Mamdani. Al Quran itu saya baca ketika setelah terjadi 9/11 di tahun 2001 yang lalu," kata Ali pada Jumat (7/11/2025). 

    Ia menyebut narasi dalam video itu merupakan kebohongan. Setelah video viral di media sosial, Ali mengaku banyak mendapat pertanyaan soal kebenaran narasi tersebut. 

    "Saya hanya ingin meluruskan karena ini sudah begitu banyak yang bertanya kepada saya perihal video yang beredar tentang pembacaan Al Quran dalam pelantikan Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York," ujarnya. 

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim Imam Shamsi Ali menjadi pembaca Al Quran saat pelantikan Zohran Mamdani merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    Peristiwa dalam video itu diambil pada 2001 usai tragedi 9/11 di New York. Zohran sendiri sampai saat ini belum dilantik sebagai Wali Kota New York. Ia baru akan dilantik pada 1 Januari 2026. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-30005) Hoaks Artikel Jokowi Minta Rakyat Patungan Bayar Whoosh

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/11/2025

    Berita

    tirto.id - Polemik terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh kembali menjadi sorotan publik. Isu ini mencuat seiring munculnya perhatian terhadap utang proyek yang disebut-sebut membengkak.

    ADVERTISEMENT

    Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan enggan terlibat dalam proses negosiasi penyelesaian utang Whoosh. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan urusan bisnis antarperusahaan (business to business/B2B) yang tidak seharusnya melibatkan pemerintah.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Pernyataan itu disampaikan Purbaya menanggapi pertanyaan mengenai rencana restrukturisasi utang antara pihak Indonesia dan Tiongkok, yang disebut memiliki tenor hingga 60 tahun.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu utang proyek Whoosh, beredar unggahan di media sosial tangkapan layar artikel berita yang memuat klaim bahwa Presiden Joko Widodo menyebut rakyat akan “patungan selama tiga tahun” untuk membayar utang Whoosh jika Menteri Keuangan menolak menanggungnya.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Narasi itu diunggah oleh akun Facebook bernama “Agus Abdurrahim”(arsip) Senin (27/10/2025) melalui unggahan tangkapan layar artikel berita yang mencatut nama Gelora News berjudul, "Jokowi Muda Saja Jika Menkeu Tidak Mau Bayar Utang Kereta Cepat Atau Whoosh Rakyatkan Ada Patungan Membayar Utang Whoosh Tiga Tahun Lunas".

    Tangkapan layar ini disertai takarir berbunyi, "Apakah kita siap PATUNGAN untuk bayar hutang whooos? Kalau gw cuma mo bilang.. ”KEPALA LU PEANG”,,!,”

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Jokowi Minta Rakyat Patungan Bayar Whoosh. foto/hotline periksa fakta tirto

    Sepanjang Senin (27/10/2025) sampai Jumat (7/11/2025) atau selama 11 hari tersebar di Facebook, unggahan ini telah memperoleh dua reaksi, 11 komentar dan sekali dibagikan. Lantas, bagaimana kebenaran klaim itu?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto menelusuri klaim tersebut dengan menelusuri judul berita yang disebut serta mencantumkan nama media Gelora News sebagai sumber unggahan. Hasil penelusuran menunjukkan tidak ditemukan artikel dengan judul serupa di situs Gelora News. Selain itu, tidak ada pemberitaan serupa di sejumlah media arus utama lainnya.

    Namun, penelusuran menemukan gambar tangkapan layar dan tanggal publikasi yang sama, tetapi dengan judul berbeda, yakni “Disalahkan soal Utang Proyek Whoosh, Jokowi: Tujuannya Bukan Mencari Laba, tapi Keuntungan Sosial.”

    Dalam artikel asli tersebut, Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa proyek Whoosh tidak dibangun untuk mengejar keuntungan finansial, melainkan untuk memberikan manfaat sosial, seperti mengurangi kemacetan yang telah terjadi selama puluhan tahun di kawasan Jabodetabek dan Bandung.

    Baca juga:Dubes China: Whoosh Proyek Besar, Restrukturisasi Utang Wajar

    Sebagai informasi, sebelumnya, Jokowi secara terbuka menjelaskan alasan di balik pembangunan proyek-proyek transportasi massal, termasuk Whoosh, yang kerap disorot karena besarnya beban utang. Ia menegaskan bahwa transportasi massal adalah layanan publik yang prinsip dasarnya bukan mencari laba.

    “Kereta cepat, MRT, LRT, kereta bandara, KRL. Agar kerugian itu bisa terkurangi dengan baik. Dan prinsip dasar transportasi massal, transportasi umum itu adalah layanan publik. Ini kita juga harus ngerti bukan mencari laba,” kata Jokowi.

    Hingga Jumat (7/11/2025) atau saat artikel periksa fakta ini ditulis, Tirto tidak menemukan adanya pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut rakyat akan melunasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dalam tiga tahun. Dengan demikian, judul dan narasi dalam unggahan yang beredar merupakan hasil suntingan dan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

    Presiden ke-7 RI itu menekankan bahwa keberhasilan transportasi umum tidak diukur dari keuntungan finansial semata, melainkan dari social return on investment.

    “Jadi, sekali lagi, transportasi massal, transportasi umum, itu tidak diukur dari laba, tetapi adalah diukur dari keuntungan sosial. Social return on investment, misalnya, pengurangan emisi karbon,” terangnya.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa klaim yang menyebut Jokowi menyebut rakyat akan patungan selama tiga tahun untuk membayar utang Whoosh bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Tirto tidak menemukan adanya pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut rakyat akan melunasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) dalam tiga tahun.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-11:53CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0001:19UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios

    Rujukan