KOMPAS.com - Raja Jordania Abdullah II bin Al-Hussein disebut memperingatkan Presiden Indonesia Prabowo Subianto agar tidak mengirimkan pasukan ke Palestina.
Pengguna media sosial menyebutkan, peringatan itu disampaikan agar Indonesia aman dari pengintaian Badan Intelijen Israel, Mossad.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Informasi mengenai Raja Jordania memperingatkan Prabowo agar tidak mengirim pasukan ke Palestina disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Pengguna media sosial mengunggah foto Raja Jordania Abdullah, disertai teks berikut:
RAJA YORDANIA INGATKAN PRABOWO JANGAN KIRIM PASUKAN KE PALESTINA, JIKA INGIN INDONESIA AMAN DARI PENGINTAIAN MOSSAD ISRAEL.
Sementara, berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Selasa (4/11/2025):
Raja Yordania ingatkan Prabowo akan resiko di incar agen rahasia intelejen Israel Mossad yg memang ckp terkenal dlm menghabisi tokoh2 elit dan tokoh-tokoh penting dr negara lain yg ikut campur dlm urusan kepentingan negeri Zionis tsb.
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Selasa (4/11/2025), mengenai Raja Yordania memperingatkan Prabowo agar tidak mengirim pasukan ke Palestina.
(GFD-2025-29978) [HOAKS] Raja Jordania Peringatkan Prabowo Jangan Kirim Pasukan ke Palestina
Sumber:Tanggal publish: 10/11/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Foto Raja Abdullah II yang dipakai pengguna media sosial bersumber dari Reuters yang dipotret oleh Muhammad Hamed. Foto tersebut dipakai situs berita Antara.
Dalam foto, Raja Abdullah II menyampaikan sambutan dalam pembukaan sidang umum keempat Parlemen ke-18 di Amman, Jordania pada Minggu, 10 November 2019.
Dalam sejumlah kesempatan, Raja Abdullah II dan Prabowo memang membahas mengenai konflik di Gaza.
Misalnya, pertemuan pada April 2025, ketika Prabowo bertandang ke Jordania.
Sebagaimana diwartakan Kompas.com, Prabowo menyampaikan topik yang dibicarakan bersama Raja Abdullah II. Mereka membahas upaya bantuan kemanusiaan dan mendesak gencatan senjata.
"Kita juga bicara masalah Gaza, bagaimana kita bisa membantu dari segi kemanusiaan, juga kita mendesak segera ada gencatan senjata, dan kita akan menawarkan apa yang bisa kita bantu untuk mempercepat proses perdamaian," kata Prabowo.
Sebelumnya, Prabowo menyatakan Indonesia siap mengevakuasi warga Gaza yang terluka akibat serangan Israel.
Namun, tidak ada pernyataan resmi dari Raja Abdullah II yang melarang Indonesia mengirim pasukan ke Palestina.
Jordania memiliki peran vital sebagai jalur pengiriman bantuan dari berbagai negara ke Palestina.
Bantuan dari Indonesia juga dikirim lewat Jordania.
Dikutip dari situs web Kemhan, Indonesia berhasil memberangkatkan dua pesawat C-130J Super Hercules milik TNI Angkatan Udara dari King Abdullah II Air Base, Amman, Jordania.
Dalam foto, Raja Abdullah II menyampaikan sambutan dalam pembukaan sidang umum keempat Parlemen ke-18 di Amman, Jordania pada Minggu, 10 November 2019.
Dalam sejumlah kesempatan, Raja Abdullah II dan Prabowo memang membahas mengenai konflik di Gaza.
Misalnya, pertemuan pada April 2025, ketika Prabowo bertandang ke Jordania.
Sebagaimana diwartakan Kompas.com, Prabowo menyampaikan topik yang dibicarakan bersama Raja Abdullah II. Mereka membahas upaya bantuan kemanusiaan dan mendesak gencatan senjata.
"Kita juga bicara masalah Gaza, bagaimana kita bisa membantu dari segi kemanusiaan, juga kita mendesak segera ada gencatan senjata, dan kita akan menawarkan apa yang bisa kita bantu untuk mempercepat proses perdamaian," kata Prabowo.
Sebelumnya, Prabowo menyatakan Indonesia siap mengevakuasi warga Gaza yang terluka akibat serangan Israel.
Namun, tidak ada pernyataan resmi dari Raja Abdullah II yang melarang Indonesia mengirim pasukan ke Palestina.
Jordania memiliki peran vital sebagai jalur pengiriman bantuan dari berbagai negara ke Palestina.
Bantuan dari Indonesia juga dikirim lewat Jordania.
Dikutip dari situs web Kemhan, Indonesia berhasil memberangkatkan dua pesawat C-130J Super Hercules milik TNI Angkatan Udara dari King Abdullah II Air Base, Amman, Jordania.
Kesimpulan
Narasi mengenai Raja Jordania memperingatkan Prabowo agar tidak mengirim pasukan ke Palestina merupakan hoaks.
Tidak ada pernyataan dari Raja Abdullah II mengenai larangan mengirim TNI ke Palestina.
Sebaliknya, Jordania memiliki peran vital sebagai jalur kiriman bantuan berbagai negara ke Gaza, termasuk Indonesia.
Tidak ada pernyataan dari Raja Abdullah II mengenai larangan mengirim TNI ke Palestina.
Sebaliknya, Jordania memiliki peran vital sebagai jalur kiriman bantuan berbagai negara ke Gaza, termasuk Indonesia.
Rujukan
- https://www.kompas.com/tag/cek-fakta
- https://www.kompas.com/tag/hoaks
- https://www.kompas.com/tag/raja-jordania
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=32331562196487096&set=a.1259746857428703
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=852785637701937&set=a.134353069545201
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=2697591120607530&set=a.125491731150828
- https://www.kompas.com/tag/raja-abdullah-ii
- https://jatim.antaranews.com/berita/487186/raja-yordania-tekankan-pentingnya-gencatan-senjata-komprehensif-gaza
- https://nasional.kompas.com/read/2025/04/14/22594271/masalah-gaza-jadi-pembicaraan-di-pertemuan-prabowo-dan-raja-yordania
- https://www.kemhan.go.id/2025/08/18/bantuan-indonesia-untuk-gaza-sukses-dilaksanakan-di-hari-kemerdekaan-ri.html
- https://app.kompas.com/download?source=Kompas.com&medium=Referral&campaign=belowarticle
(GFD-2025-29979) [HOAKS] Foto Bahlil Sambut Kedatangan Ahli Gizi India
Sumber:Tanggal publish: 10/11/2025
Berita
KOMPAS.com - Ahli gizi dari India disebut telah tiba di Indonesia untuk membantu pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Klaim ini beredar di media sosial pada November 2025.
Narasi itu mencantumkan foto Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadia berjabat tangan dengan ahli gizi India.
Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto itu merupakan hasil rekayasa berbasis artificial intelligence (AI).
Foto Bahlil berjabat tangan dengan ahli gizi India dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini, pada November 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
BREAKING NEWS. Ahli gizi dari India resmi tiba di Indonesia untuk bantu awasi program makanan gizi gratis. Menindaklanjuti upaya pemerintah mengawasi nilai gizi MBG. Hal ini dilakukan agar masyarakat asupan gizi seimbang.
Screenshot Hoaks, Bahlil sambut kedatangan ahli gizi India
Narasi itu mencantumkan foto Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadia berjabat tangan dengan ahli gizi India.
Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto itu merupakan hasil rekayasa berbasis artificial intelligence (AI).
Foto Bahlil berjabat tangan dengan ahli gizi India dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini, pada November 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
BREAKING NEWS. Ahli gizi dari India resmi tiba di Indonesia untuk bantu awasi program makanan gizi gratis. Menindaklanjuti upaya pemerintah mengawasi nilai gizi MBG. Hal ini dilakukan agar masyarakat asupan gizi seimbang.
Screenshot Hoaks, Bahlil sambut kedatangan ahli gizi India
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan sejumlah kejanggalan yang mengindikasikan bahwa foto tersebut merupakan hasil rekayasa berbasis AI.
Pertama, orang yang disebut "ahli gizi India" tidak mengenakan pakaian formal meski bertemu dengan pejabat resmi negara.
Kemudian, foto itu dimaksudkan untuk menunjukkan situasi konferensi pers. Namun, para wartawan yang memegang kamera justru berdiri di belakang Bahlil dan "ahli gizi India".
Selanjutnya, Kompas.com mengecek keaslian foto tersebut menggunakan pendeteksi AI dari situs Undetectable AI.
Menurut hasil pemeriksaan Undetectable AI, foto Bahlil berjabat tangan dengan "ahli gizi India" merupakan hasil rekayasa AI. Kemungkinan foto itu asli hanya 34 persen.
Adapun, pemerintah memang melakukan studi banding ke India terkait pelaksanaan MBG. India memiliki program sejenis, yakni Pradan Mantri Poshan.
Sebagaimana diberitakan Kompas.com, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut, Indonesia meminta bantuan ke India untuk meningkatkan kualitas pelayanan MBG.
Menurut Dadan, bimbingan teknis dari India akan membantu kelancaran MBG di Indonesia.
"Ya kita kan, sebelum kita melaksanakan program makan bergizi, kita berkunjung ke India. Melihat role model di India. Dan saya kira nanti bimbingan teknis dari India akan membantu untuk meningkatkan kualitas pelayanan MBG di Indonesia," kata Dadan, 29 Oktober 2025.
Akan tetapi, tidak ditemukan pemberitaan kredibel tentang kedatangan "ahli gizi India" ke Indonesia yang disambut oleh Bahlil.
Bahlil juga bukan pejabat yang punya wewenang terkait program MBG. Tidak ada keterkaitan Kementerian ESDM untuk bertemu ahli gizi terkait MBG.
Pertama, orang yang disebut "ahli gizi India" tidak mengenakan pakaian formal meski bertemu dengan pejabat resmi negara.
Kemudian, foto itu dimaksudkan untuk menunjukkan situasi konferensi pers. Namun, para wartawan yang memegang kamera justru berdiri di belakang Bahlil dan "ahli gizi India".
Selanjutnya, Kompas.com mengecek keaslian foto tersebut menggunakan pendeteksi AI dari situs Undetectable AI.
Menurut hasil pemeriksaan Undetectable AI, foto Bahlil berjabat tangan dengan "ahli gizi India" merupakan hasil rekayasa AI. Kemungkinan foto itu asli hanya 34 persen.
Adapun, pemerintah memang melakukan studi banding ke India terkait pelaksanaan MBG. India memiliki program sejenis, yakni Pradan Mantri Poshan.
Sebagaimana diberitakan Kompas.com, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut, Indonesia meminta bantuan ke India untuk meningkatkan kualitas pelayanan MBG.
Menurut Dadan, bimbingan teknis dari India akan membantu kelancaran MBG di Indonesia.
"Ya kita kan, sebelum kita melaksanakan program makan bergizi, kita berkunjung ke India. Melihat role model di India. Dan saya kira nanti bimbingan teknis dari India akan membantu untuk meningkatkan kualitas pelayanan MBG di Indonesia," kata Dadan, 29 Oktober 2025.
Akan tetapi, tidak ditemukan pemberitaan kredibel tentang kedatangan "ahli gizi India" ke Indonesia yang disambut oleh Bahlil.
Bahlil juga bukan pejabat yang punya wewenang terkait program MBG. Tidak ada keterkaitan Kementerian ESDM untuk bertemu ahli gizi terkait MBG.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berjabat tangan dengan ahli gizi India adalah hoaks.
Foto itu merupakan hasil manipulasi AI. Selain itu, tidak ada pemberitaan kredibel tentang Bahlil menerima kedatangan ahli gizi India.
Foto itu merupakan hasil manipulasi AI. Selain itu, tidak ada pemberitaan kredibel tentang Bahlil menerima kedatangan ahli gizi India.
Rujukan
- https://www.kompas.com/tag/bahlil
- https://www.kompas.com/tag/ahli-gizi
- https://www.kompas.com/tag/cek-fakta
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=122174995334391578&set=gm.24942441845417471&idorvanity=2177958275625818
- https://www.facebook.com/endrik.wijayanti.2025/posts/pfbid033juTHdpP43UqF3SgNuwNWV2N9Mxug5yZJNMzxKrAJCuKnRf6Xwx6rFS1KomfEQkel
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02mVCkvCwoN94rERE36ytjMGp2jAMHBZV9mQ7YM9Tt8ge1ujERbFo5XjhGps3JPtc1l&id=61554783132977
- https://www.facebook.com/senopatih.senopatih.549/posts/pfbid02NJpuA8X3JFBJcViZVxuiBBocEbM1fsJzDpsFHFboheqVyKiXiRtBTAbRgXoL5cNBl
- https://www.facebook.com/k13zamannow/posts/pfbid02fCDt9eytuyaN1mUZysfEFDd7XqJvBBLwP9YF4URD27qLSzUVStPafk8YE1QxYYCBl
- https://undetectable.ai/ai-image-detector
- https://nasional.kompas.com/read/2025/11/04/08361151/mbg-india-jadi-role-model-indonesia-meski-tak-diikuti-sama-persis?page=all#page2
- https://www.kompas.com/tag/bahlil-lahadalia
- https://www.kompas.com/tag/hoaks
- https://app.kompas.com/download?source=Kompas.com&medium=Referral&campaign=belowarticle
(GFD-2025-29980) [KLARIFIKASI] Zakir Naik Bantah Terkena HIV/AIDS
Sumber:Tanggal publish: 10/11/2025
Berita
KOMPAS.com - Penceramah internasional asal India, Zakir Abdul Karim Naik atau Zakir Naik dikabarkan mengidap penyakit HIV/AIDS.
Pengguna media sosial mengunggah hasil tes HIV/AIDS dari Pantai Hospital, Kuala Lumpur, Malaysia. Tertera nama Zakir Naik sebagai pasien yang terkonfirmasi positif HIV/AIDS.
Namun, sosok kontroversial tersebut membantah klaim tersebut. Simak penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com berikut.
Foto hasil tes HIV/AIDS Zakir Naik disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 18 September 2025:
Beredar foto hasil pemeriksaan kesehatan Zakir Naik, entah asli atau palsu.Hasilnya positif HIV Aids
akun Facebook Tangkapan layar konten dengan narasi belum terbukti di sebuah akun Facebook, 18 September 2025, yang mengabarkan Zakir Naik terinfeksi HIV/AIDS.
Pengguna media sosial mengunggah hasil tes HIV/AIDS dari Pantai Hospital, Kuala Lumpur, Malaysia. Tertera nama Zakir Naik sebagai pasien yang terkonfirmasi positif HIV/AIDS.
Namun, sosok kontroversial tersebut membantah klaim tersebut. Simak penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com berikut.
Foto hasil tes HIV/AIDS Zakir Naik disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 18 September 2025:
Beredar foto hasil pemeriksaan kesehatan Zakir Naik, entah asli atau palsu.Hasilnya positif HIV Aids
akun Facebook Tangkapan layar konten dengan narasi belum terbukti di sebuah akun Facebook, 18 September 2025, yang mengabarkan Zakir Naik terinfeksi HIV/AIDS.
Hasil Cek Fakta
Terdapat sejumlah kejanggalan pada hasil tes yang beredar di media sosial.
Dokumen tersebut mencantumkan tanggal lahir Zakir Naik yakni 18 Oktober 1965. Namun, usia yang tertera yakni 65 tahun.
Padahal tes dilakukan pada 2025, yang seharusnya mencantumkan usia Zakir Naik 60 tahun. Atau, 59 tahun, karena tanggal diterbitkan dokumen adalah 11 September 2025 sebelum Zakir Naik berulang tahun.
Padahal, catatan medis biasanya mencantumkan usia yang akurat.
Dikutip dari Free Malaysia Today, Zakir Naik membantah narasi yang mengeklaim dirinya terinfeksi HIV/AIDS.
"Itu sampah! Itu berita bohong," kata dia.
Pengacaranya, Akberdin Abdul Kadir juga membantah narasi serupa.
“Seperti yang sudah saya katakan, itu adalah berita sampah, berita palsu dan sama sekali tidak benar," kata Kadir sebagaimana dilaporkan The True Net.
Selain pendakwah kontroversial, Zakir Naik menjadi buronan di India atas tuduhan pencucian uang.
Pada 2019, pria kelahiran Mumbai mengucapkan ujaran kebencian mengenai umat Hindu dan Tionghoa yang tinggal di Malaysia.
Dalam rangka menjaga keamanan nasional dan menjaga kerukunan, polisi melarang Zakir Naik berpidato di hadapan publik. Namun berdasarkan laporan Asia News, larangan itu kini telah dicabut.
Dokumen tersebut mencantumkan tanggal lahir Zakir Naik yakni 18 Oktober 1965. Namun, usia yang tertera yakni 65 tahun.
Padahal tes dilakukan pada 2025, yang seharusnya mencantumkan usia Zakir Naik 60 tahun. Atau, 59 tahun, karena tanggal diterbitkan dokumen adalah 11 September 2025 sebelum Zakir Naik berulang tahun.
Padahal, catatan medis biasanya mencantumkan usia yang akurat.
Dikutip dari Free Malaysia Today, Zakir Naik membantah narasi yang mengeklaim dirinya terinfeksi HIV/AIDS.
"Itu sampah! Itu berita bohong," kata dia.
Pengacaranya, Akberdin Abdul Kadir juga membantah narasi serupa.
“Seperti yang sudah saya katakan, itu adalah berita sampah, berita palsu dan sama sekali tidak benar," kata Kadir sebagaimana dilaporkan The True Net.
Selain pendakwah kontroversial, Zakir Naik menjadi buronan di India atas tuduhan pencucian uang.
Pada 2019, pria kelahiran Mumbai mengucapkan ujaran kebencian mengenai umat Hindu dan Tionghoa yang tinggal di Malaysia.
Dalam rangka menjaga keamanan nasional dan menjaga kerukunan, polisi melarang Zakir Naik berpidato di hadapan publik. Namun berdasarkan laporan Asia News, larangan itu kini telah dicabut.
Kesimpulan
Zakir Naik membantah dirinya terinfeksi HIV/AIDS.
Selain itu, terdapat kejanggalan dalam foto hasil tes HIV/AIDS Zakir Naik yang beredar. Tanggal lahir dan usia yang ditampilkan tidak selaras.
Selain itu, terdapat kejanggalan dalam foto hasil tes HIV/AIDS Zakir Naik yang beredar. Tanggal lahir dan usia yang ditampilkan tidak selaras.
Rujukan
- https://www.kompas.com/tag/zakir-naik
- https://www.kompas.com/tag/cek-fakta
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1185422696752555&set=a.103388378289331
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=805868255346825&set=a.127567926510198
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=122132148524903210&set=a.122107482680903210
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1533116624533750&set=a.105733790605381
- https://www.freemalaysiatoday.com/category/nation/2025/09/09/i-dont-have-aids-says-zakir-naik
- https://www.thetruenet.com/news/lawyer-denies-claims-zakir-naik-diagnosed-with-aids/
- https://www.asianews.it/news-en/Malaysia-greenlights-controversial-Islamic-preacher-Zakir-Naik-62566.html
- https://app.kompas.com/download?source=Kompas.com&medium=Referral&campaign=belowarticle
(GFD-2025-29981) [HOAKS] Konten Memuat Narasi Netanyahu Berhak Membantu Bangsa Papua
Sumber:Tanggal publish: 10/11/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah konten di media sosial memuat foto Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan kemudian mengaitkannya dengan isu Papua.
Narasi dalam foto menyebutkan, Netanyahu memiliki hak untuk membantu bangsa Papua.
Namun setelah diperiksa Tim Cek Fakta Kompas.com, konten tersebut merupakan hoaks.
Konten memuat narasi Netanyahu memiliki hak untuk membantu bangsa Papua disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut teks yang tertera pada foto Netanyahu:
Indonesia: Prabowo Subianto Membantu palestina.israel : Netanyahu juga punya gak membantu Bangsa Papua
Sementara, berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (3/11/2025):
Papua _ IsraelTerima kasihMemang kalau ini benar
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Senin (3/11/2025), menampilkan konten memuat narasi Netanyahu memiliki hak untuk membantu bangsa Papua.
Narasi dalam foto menyebutkan, Netanyahu memiliki hak untuk membantu bangsa Papua.
Namun setelah diperiksa Tim Cek Fakta Kompas.com, konten tersebut merupakan hoaks.
Konten memuat narasi Netanyahu memiliki hak untuk membantu bangsa Papua disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut teks yang tertera pada foto Netanyahu:
Indonesia: Prabowo Subianto Membantu palestina.israel : Netanyahu juga punya gak membantu Bangsa Papua
Sementara, berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (3/11/2025):
Papua _ IsraelTerima kasihMemang kalau ini benar
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Senin (3/11/2025), menampilkan konten memuat narasi Netanyahu memiliki hak untuk membantu bangsa Papua.
Hasil Cek Fakta
Pada pojok kanan atas gambar tertera logo tvOne News.
Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan pelacakan gambar dengan metode reverse image search. Hasil pencarian mengarahkan ke unggahan akun X @tvOneNews pada 25 September 2025.
Konten tersebut memuat foto Netanyahu yang sama dengan logo tvOne News di kanan atas. Bedanya, konten keliru yang beredar di media sosial dibuat hitam putih.
Dalam unggahan aslinya, tvOne News mengabarkan mengenai kecaman Netanyahu kepada para pemimpin yang telah mengakui Palestina sebagai negara.
Kecaman tersebut disampaikan pada Kamis, 25 September 2025 sebelum bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih dan berpidato di Majelis Umum PBB.
Pernyataan lengkapnya dapat dilihat di sini. Tidak ada ucapan dari Netanyahu mengenai Papua.
Sejauh ini, tidak ditemukan pernyataan resmi atau pemberitaan yang memuat pernyataan Netanyahu mengenai bangsa Papua di Indonesia.
Namun Netanyahu pernah memuji dan berterima kasih kepada pemerintah Papua Nugini atas dukungannya terhadap Israel di tengah konflik Timur Tengah.
Dikutip dari Asia Pacific Report, pujian itu disampaikan melalui Wakil Menteri Luar Negeri Israel Sharren Haskel selama kunjungan kehormatan di Melanesian House, Waigani.
Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan pelacakan gambar dengan metode reverse image search. Hasil pencarian mengarahkan ke unggahan akun X @tvOneNews pada 25 September 2025.
Konten tersebut memuat foto Netanyahu yang sama dengan logo tvOne News di kanan atas. Bedanya, konten keliru yang beredar di media sosial dibuat hitam putih.
Dalam unggahan aslinya, tvOne News mengabarkan mengenai kecaman Netanyahu kepada para pemimpin yang telah mengakui Palestina sebagai negara.
Kecaman tersebut disampaikan pada Kamis, 25 September 2025 sebelum bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih dan berpidato di Majelis Umum PBB.
Pernyataan lengkapnya dapat dilihat di sini. Tidak ada ucapan dari Netanyahu mengenai Papua.
Sejauh ini, tidak ditemukan pernyataan resmi atau pemberitaan yang memuat pernyataan Netanyahu mengenai bangsa Papua di Indonesia.
Namun Netanyahu pernah memuji dan berterima kasih kepada pemerintah Papua Nugini atas dukungannya terhadap Israel di tengah konflik Timur Tengah.
Dikutip dari Asia Pacific Report, pujian itu disampaikan melalui Wakil Menteri Luar Negeri Israel Sharren Haskel selama kunjungan kehormatan di Melanesian House, Waigani.
Kesimpulan
Konten memuat narasi Netanyahu memiliki hak untuk membantu bangsa Papua merupakan hoaks.
Konten aslinya bersumber dari tvOne News, yang mengabarkan soal kecaman Netanyahu kepada para pemimpin yang mengakui Israel.
Tidak ada pernyataan atau pemberitaan yang memuat dukungan Netanyahu terhadap bangsa Papua di Indonesia.
Konten aslinya bersumber dari tvOne News, yang mengabarkan soal kecaman Netanyahu kepada para pemimpin yang mengakui Israel.
Tidak ada pernyataan atau pemberitaan yang memuat dukungan Netanyahu terhadap bangsa Papua di Indonesia.
Rujukan
- https://www.kompas.com/tag/papua
- https://www.kompas.com/tag/cek-fakta
- https://www.kompas.com/tag/hoaks
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=122205875240829439&set=gm.843888571509520&idorvanity=422995936932121
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=2733047447027213&set=gm.3696637730528529&idorvanity=345292102329792
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=797685606366851&set=pcb.2054376545330964
- https://x.com/tvOneNews/status/1971213103313584418
- https://www.gov.il/en/pages/pm-netanyahu-s-remarks-at-ben-gurion-international-airport-25-sep-2025
- https://asiapacificreport.nz/2025/10/21/netanyahu-praises-papua-new-guinea-with-deep-gratitude-for-backing-israel/
- https://app.kompas.com/download?source=Kompas.com&medium=Referral&campaign=belowarticle
Halaman: 1083/7945