Beredar video yang menampilkan Ketua Umum PSI, Grace Natalie yang diklaim mengajak ‘makan babi sama-sama’
Narasi postingan : “Seruan Ketum PSI: Habis nyoblos makan babi sama-sama”
Narasi dalam video : “Satu suara sangat berharga, dan kalo semua ini sudah selesai. Ayo, Kita makan -bakmi- (bagian ini diklaim sebagai ‘babi’ ) sama-sama, pilih mau yang mana.”
(GFD-2019-1826) Video Grace Natalie Ajak Warga Makan Babi Sama-sama
Sumber: facebook.comTanggal publish: 16/04/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
Sebuah video pendek Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie yang menyapa warga Pluit, Muara Karang, Pantai Indah Kapuk dan mengajak warga untuk mencoblos di hari pemilihan beredar luas di media sosial, tetapi dengan narasi yang sudah diedit dan menyesatkan.
“Hoax terbaru : Bakmi jadi babi
Mohon dengarkan baik baik video ini. Di ujung video, saya mengajak makan bakmi, namun malah diplesetkan menjadi babi. Stop sebarkan HOAX!” tulis Grace di akun instagramnya.
“Luar biasa serangan hoax ke PSI. Sudah beberapa hari ini datang bertubi-tubi. Mulai dari suara PSI akan ditransfer ke partai lain, PSI terkait Tutut, PSI batal ikut Pemilu, dan kini bakmi pun diplesetkan jadi babi,” terang Grace dalam keterangannya, Selasa (16/4) malam.
Menurut Grace, video ini dimaksudkan untuk memotivasi warga agar datang ke tempat pemungutan suara (TPS), karena ada kekhawatiran warga Pluit, terkait kondisi keamanan saat Pemilu. Kebetulan, di wilayah Pluit, Muara Karang memang banyak kuliner bakmi.
“Sekali lagi saya tegaskan, yang saya katakan bakmi, bukan babi,” tegas Grace.
Berikut pernyataan Grace Natalie dalam video aslinya:
Halo Papak, Ibu warga Pluit, Muara Karang, PIK, dan sekitarnya. Terimakasih yang telah membuat dukungan dan support. Dan tidak terasa kita udah hampir sampai di ujung perjalanan ini.
Mendekati ujung bukannya tenang, tapi kami malah diterpa tsunami hoax dan fitnah. Saya yakin bapak ibu sudah menerima berita-berita itu.
Kita tidak tahu siapa yang pertama kali ngirim, siapa yang bertanggung jawab membuat infotmasi itu dan seringkali tanpa data, tanpa fakta alias mengarang semua, yang tujuannya semua untuk menjatuhkan nama baik PSI.
Saya mohon bapak ibu tetap teguh jangan goyah.
Karena perjuangan ini memang ingin membuat proses-proses yang selama ini tertutup kita buat jadi transparan. Gelap mau dikasih terang ya tentu saja banyak yang tidak nyaman.
Itu menyebabkan tsunami hoax bertubi-tubi menerpa dalam beberapa hari terakhir ini. Doa saya bapak ibu terus tidak goyah dan bantu saya untuk melawan hoax-hoax ini. Jangan takut untuk nanti datang ke TPS.
Karena bapak Jokowi sudah menjamin, sudah menerjunkan aparat kepolisian dan militer untuk menjaga prosesnya.
Satu suara sangat berharga, dan kalo semua ini sudah selesai. Ayo, Kita makan bakmi sama-sama, pilih mau yang mana.
(Bagian terakhir dipleset menjadi “makan babi”).
“Hoax terbaru : Bakmi jadi babi
Mohon dengarkan baik baik video ini. Di ujung video, saya mengajak makan bakmi, namun malah diplesetkan menjadi babi. Stop sebarkan HOAX!” tulis Grace di akun instagramnya.
“Luar biasa serangan hoax ke PSI. Sudah beberapa hari ini datang bertubi-tubi. Mulai dari suara PSI akan ditransfer ke partai lain, PSI terkait Tutut, PSI batal ikut Pemilu, dan kini bakmi pun diplesetkan jadi babi,” terang Grace dalam keterangannya, Selasa (16/4) malam.
Menurut Grace, video ini dimaksudkan untuk memotivasi warga agar datang ke tempat pemungutan suara (TPS), karena ada kekhawatiran warga Pluit, terkait kondisi keamanan saat Pemilu. Kebetulan, di wilayah Pluit, Muara Karang memang banyak kuliner bakmi.
“Sekali lagi saya tegaskan, yang saya katakan bakmi, bukan babi,” tegas Grace.
Berikut pernyataan Grace Natalie dalam video aslinya:
Halo Papak, Ibu warga Pluit, Muara Karang, PIK, dan sekitarnya. Terimakasih yang telah membuat dukungan dan support. Dan tidak terasa kita udah hampir sampai di ujung perjalanan ini.
Mendekati ujung bukannya tenang, tapi kami malah diterpa tsunami hoax dan fitnah. Saya yakin bapak ibu sudah menerima berita-berita itu.
Kita tidak tahu siapa yang pertama kali ngirim, siapa yang bertanggung jawab membuat infotmasi itu dan seringkali tanpa data, tanpa fakta alias mengarang semua, yang tujuannya semua untuk menjatuhkan nama baik PSI.
Saya mohon bapak ibu tetap teguh jangan goyah.
Karena perjuangan ini memang ingin membuat proses-proses yang selama ini tertutup kita buat jadi transparan. Gelap mau dikasih terang ya tentu saja banyak yang tidak nyaman.
Itu menyebabkan tsunami hoax bertubi-tubi menerpa dalam beberapa hari terakhir ini. Doa saya bapak ibu terus tidak goyah dan bantu saya untuk melawan hoax-hoax ini. Jangan takut untuk nanti datang ke TPS.
Karena bapak Jokowi sudah menjamin, sudah menerjunkan aparat kepolisian dan militer untuk menjaga prosesnya.
Satu suara sangat berharga, dan kalo semua ini sudah selesai. Ayo, Kita makan bakmi sama-sama, pilih mau yang mana.
(Bagian terakhir dipleset menjadi “makan babi”).
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2019/04/17/salah-video-grace-natalie-ajak-warga-makan-babi-sama-sama/
- https://www.instagram.com/tv/BwUmRffHOSP/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=1nyoysmoqb5ng
- https://www.beritasatu.com/politik/549169/hoax-serang-psi-grace-katakan-bakmi-dipelesetkan-babi
- https://www.jpnn.com/news/ajak-warga-makan-bakmi-grace-psi-diserang-hoaks
(GFD-2019-1805) Samsul Bahri Ketua KPPS Sydney Pro 02
Sumber: facebook.comTanggal publish: 15/04/2019
Berita
Kecurangan di pilpres di Australia.
Ternyata *KETUA KPPS SYDNEY* (Samsul Bahri) sudah jadi Australian citizen!!!
Dan dia ngurusin Pemilu Indonesia!!!!
Udah gitu pro02!
Cara-cara kotor mulai mereka lakukan, bahkan banyak yang kehilangan hak pilihnya di Australia ulah orang-orang dari 02
Ribuan Orang Teken Petisi Online Tuntut Coblosan Ulang di Sydney
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2315930351784003&id=100001011828441
Ternyata *KETUA KPPS SYDNEY* (Samsul Bahri) sudah jadi Australian citizen!!!
Dan dia ngurusin Pemilu Indonesia!!!!
Udah gitu pro02!
Cara-cara kotor mulai mereka lakukan, bahkan banyak yang kehilangan hak pilihnya di Australia ulah orang-orang dari 02
Ribuan Orang Teken Petisi Online Tuntut Coblosan Ulang di Sydney
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2315930351784003&id=100001011828441
Hasil Cek Fakta
Sebuah video beredar tentang kericuhan pencoblosan Pemilu 2019 di Sydney, Australia. Dalam video tersebut tampak seorang pria yang tengah memprotes disebutkan dalam narasi video bernama Samsul Bahri. Adapun, dalam narasi postingan, disebutkan bahwa Samsul Bahri tersebut merupakan Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN).
Atas beredarnya video dengan narasi Samsul Bahri sebagai Ketua KPPSLN Sydney, Komisi Pemilihan Umum (KPU) angkat bicara. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra membantah bahwa nama Samsul Bahri sebagai Ketua KPPSLN.
“Di hoaks itu muncul bahwa seakan-akan Samsul Bahri anggota KPPSLN, di kita enggak ada yang namanya Samsul Bahri,” ungkap Ilham. Ia pun menambahkan, nama tersebut pun tidak tercantum sebagai anggota KPPSLN di manapun.
Senada dengan Ilham, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi juga menyatakan bahwa nama Samsul Bahri tidak ada dalam Surat Keputusan (SK) Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) maupun SK KPPS. “Kami sudah cek SK PPLN maupun SK KPPS luar negeri, tidak ada nama tersebut,” ujar Pramono.
Selain pihak komisioner KPU, bantahan perihal Samsul Bahri sebagai Ketua KPPSLN di Sidney, Australia juga disampaikan oleh Anggota Sekretariat PPLN Sydney, Hermanus Dimara. Ia menegaskan, memang ada Warga Negara Asing (WNA) dalam TPS di KJRI bernama Samsul Bahri, tapi dia bukan Ketua KPPSLN, melainkan hanya pendukung salah satu pasangan calon.
“Itu WNA (eks WNI) yang diviralkan sebagai ketua KPPSLN, padahal tidak. Beliau bukan WNI, jadi tidak bisa jadi KPPSLN, Panwaslu, atau pun saksi,” kata Hermanus.
Atas beredarnya video dengan narasi Samsul Bahri sebagai Ketua KPPSLN Sydney, Komisi Pemilihan Umum (KPU) angkat bicara. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra membantah bahwa nama Samsul Bahri sebagai Ketua KPPSLN.
“Di hoaks itu muncul bahwa seakan-akan Samsul Bahri anggota KPPSLN, di kita enggak ada yang namanya Samsul Bahri,” ungkap Ilham. Ia pun menambahkan, nama tersebut pun tidak tercantum sebagai anggota KPPSLN di manapun.
Senada dengan Ilham, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi juga menyatakan bahwa nama Samsul Bahri tidak ada dalam Surat Keputusan (SK) Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) maupun SK KPPS. “Kami sudah cek SK PPLN maupun SK KPPS luar negeri, tidak ada nama tersebut,” ujar Pramono.
Selain pihak komisioner KPU, bantahan perihal Samsul Bahri sebagai Ketua KPPSLN di Sidney, Australia juga disampaikan oleh Anggota Sekretariat PPLN Sydney, Hermanus Dimara. Ia menegaskan, memang ada Warga Negara Asing (WNA) dalam TPS di KJRI bernama Samsul Bahri, tapi dia bukan Ketua KPPSLN, melainkan hanya pendukung salah satu pasangan calon.
“Itu WNA (eks WNI) yang diviralkan sebagai ketua KPPSLN, padahal tidak. Beliau bukan WNI, jadi tidak bisa jadi KPPSLN, Panwaslu, atau pun saksi,” kata Hermanus.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/874186689580534/
- https://turnbackhoax.id/2019/04/15/salah-samsul-bahri-ketua-kpps-sydney-pro-02/
- https://nasional.kompas.com/read/2019/04/15/07101421/kpu-bantah-soal-kabar-samsul-bahri-wna-yang-disebut-mengurus-pencoblosan-di
- https://news.detik.com/berita/d-4510632/penjelasan-kpu-hingga-ppln-sydney-soal-kisruh-pencoblosan?single=1
- https://news.detik.com/berita/d-4510325/tepis-isu-kpu-ungkap-sebab-tps-sydney-tutup-saat-ada-wni-belum-nyoblos
- https://kumparan.com/@kumparannews/ppln-bantah-video-tuduhan-kecurangan-di-tps-kjri-sydney-1qtHnHcpGyz?ref=relmedia
(GFD-2019-1807) [SALAH] Media Sosial dan Aplikasi Pesan Dipantau Dimasa Tenang Pemilu 2019
Sumber: www.facebook.comTanggal publish: 15/04/2019
Berita
“Mulai besok sudah berlaku Minggu tenang :
Semua panggilan dicatat.
Semua rekaman panggilan telepon tersimpan.
WhatsApp dipantau,
Twitter dipantau,
Facebook dipantau,
Semua…. media sosial….. dan forum dimonitor
Informasikan kepada mereka yang tidak tahu.
Perangkat Anda terhubung ke sistem pelayanan.
Berhati-hatilah mengirimkan pesan yg tidak perlu.
Beritahu anak-anak Anda, Kerabat dan teman tentang berita ini
Jangan teruskan tulisan atau gambar atau video dll yg bersifat negatif / menjelekkan paslon lain
Bila perlu hapus saja postingan yang masuk kalau akan merugikan anda.
Informasikan berita ini kepada orang lain agar selalu waspada.
Ini sangat serius, perlu diketahui semua kelompok dan anggota /individu.
Bila anda sebagai Admin Group infokan pemberitahuan ini ke Group anda, agar berhati-hati dalam mengirim/meneruskan berita,” unggah akun Facebook I’izt T Lezta (@iizt.adja), Senin (15/4).
Masa Tenang Pemilu, Publik Boleh Tunjukkan Dukungan Politik di Medsos
wa di tutup selama sebelum sampai pemilu selesai?
Semua panggilan dicatat.
Semua rekaman panggilan telepon tersimpan.
WhatsApp dipantau,
Twitter dipantau,
Facebook dipantau,
Semua…. media sosial….. dan forum dimonitor
Informasikan kepada mereka yang tidak tahu.
Perangkat Anda terhubung ke sistem pelayanan.
Berhati-hatilah mengirimkan pesan yg tidak perlu.
Beritahu anak-anak Anda, Kerabat dan teman tentang berita ini
Jangan teruskan tulisan atau gambar atau video dll yg bersifat negatif / menjelekkan paslon lain
Bila perlu hapus saja postingan yang masuk kalau akan merugikan anda.
Informasikan berita ini kepada orang lain agar selalu waspada.
Ini sangat serius, perlu diketahui semua kelompok dan anggota /individu.
Bila anda sebagai Admin Group infokan pemberitahuan ini ke Group anda, agar berhati-hati dalam mengirim/meneruskan berita,” unggah akun Facebook I’izt T Lezta (@iizt.adja), Senin (15/4).
Masa Tenang Pemilu, Publik Boleh Tunjukkan Dukungan Politik di Medsos
wa di tutup selama sebelum sampai pemilu selesai?
Hasil Cek Fakta
informasi serupa ini pernah muncul pada tahun 2017 dan 2018. Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), Noor Iza mengatakan bahwa pesan tersebut adalah hoax alias kabar bohong.
“Jelas hoax itu. Tulisan tersebut adalah hoax,” ujar Noor Iza kepada detikcom, Kamis (20/7/2017).
Noor menjelaskan, pemerintah telah memiliki aturan tersendiri soal penyampaian informasi melalui media sosial. Aturan tersebut terdapat pada UU ITE ( Informasi dan Transaksi Elektronik).
“Jelas hoax itu. Tulisan tersebut adalah hoax,” ujar Noor Iza kepada detikcom, Kamis (20/7/2017).
Noor menjelaskan, pemerintah telah memiliki aturan tersendiri soal penyampaian informasi melalui media sosial. Aturan tersebut terdapat pada UU ITE ( Informasi dan Transaksi Elektronik).
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2019/04/15/salah-media-sosial-dan-aplikasi-pesan-dipantau-dimasa-tenang-pemilu-2019/
- https://www.facebook.com/iizt.adja/posts/1589563767854584
- https://news.detik.com/…/beredar-broadcast-whatsapp-hingga-…
- https://www.antaranews.com/…/hoaks-percakapan-telepon-dan-m…
- https://news.detik.com/…/catat-ini-hal-yang-dilarang-selama…
(GFD-2019-1809) Bawaslu Bantah Pelaku Surat Suara Tercoblos Di Malaysia Telah Ditangkap
Sumber: Beritacenter.comTanggal publish: 15/04/2019
Berita
Pelaku surat suara tercoblos telah ditangkap. terdapat 3 orang yang diklaim telah ditangkap bernama Adon Ramdhan, Wahyu Prabowo dan Ellyzar.
polisi malaysia sudah menemukan pelaku pencoblosan surat suara
Polisi malaysia tangkap pelaku pencoblosan surat suara.
https://2017-mv.beritacenter.com/news-208598-polisi-malaysia-tangkap-pelaku-surat-suara-tercoblos-di-malaysia-ternyata-pendukung-fanatik-prabowo.html
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1769962743149443&id=1746283715517346
https://mv.beritacenter.com/news-208598-polisi-malaysia-tangkap-pelaku-surat-suara-tercoblos-di-malaysia-ternyata-pendukung-fanatik-prabowo.html
https://mv.beritacenter.com/news-208598-polisi-malaysia-tangkap-pelaku-surat-suara-tercoblos-di-malaysia-ternyata-pendukung-fanatik-prabowo.html
http://news-id.op-mobile.opera.com/news/detail/44b9b917aaf253e8f6e42ccd02d8210b?country=id&language=id&share=1
polisi malaysia sudah menemukan pelaku pencoblosan surat suara
Polisi malaysia tangkap pelaku pencoblosan surat suara.
https://2017-mv.beritacenter.com/news-208598-polisi-malaysia-tangkap-pelaku-surat-suara-tercoblos-di-malaysia-ternyata-pendukung-fanatik-prabowo.html
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1769962743149443&id=1746283715517346
https://mv.beritacenter.com/news-208598-polisi-malaysia-tangkap-pelaku-surat-suara-tercoblos-di-malaysia-ternyata-pendukung-fanatik-prabowo.html
https://mv.beritacenter.com/news-208598-polisi-malaysia-tangkap-pelaku-surat-suara-tercoblos-di-malaysia-ternyata-pendukung-fanatik-prabowo.html
http://news-id.op-mobile.opera.com/news/detail/44b9b917aaf253e8f6e42ccd02d8210b?country=id&language=id&share=1
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa polisi telah menangkap beberapa pelaku surat suara tercoblos di Malaysia.
Dalam informasi yang beredar, polisi telah mengamankan 3 orang bernama Adon Ramdhan yang merupakan pengelola ekspedisi Syarikat Paket Utama Nusantara yang disinyalir melakukan kecurangan untuk surat suara melalui metode pos.
Dua orang WNI lain yang namanya disebut adalah Wahyu Prabowo dan Ellyzar. Bahkan dalam pesan berantai itu terdapat nama warga negara Malaysia Mohd Shazwan Bin Hassan alias Bang Wan.
Menanggapi hal tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) membantah polisi telah menangkap dalang surat suara tercoblos di Malaysia. Anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar menyampaikan tidak benar informasi bahwa tiga warga negara Indonesia telah menjadi tersangka. "Hoaks," kata Fritz saat dihubungi, Ahad, 14 April 2019.
Saat ini, KPU dan Bawaslu masih menginvestigasi kasus surat suara tercoblos di Malaysia yang sebelumnya viral di media sosial. Surat suara itu ditemukan oleh relawan Prabowo - Sandiaga yang kemudian dilaporkan ke Panwaslu Kuala Lumpur.
Dalam video yang beredar terlihat surat suara sudah tercoblos untuk calon presiden nomor urut 01, Jokowi - Ma'ruf Amin. dan juga calon Legislatif dari partai Nasdem.
Dalam informasi yang beredar, polisi telah mengamankan 3 orang bernama Adon Ramdhan yang merupakan pengelola ekspedisi Syarikat Paket Utama Nusantara yang disinyalir melakukan kecurangan untuk surat suara melalui metode pos.
Dua orang WNI lain yang namanya disebut adalah Wahyu Prabowo dan Ellyzar. Bahkan dalam pesan berantai itu terdapat nama warga negara Malaysia Mohd Shazwan Bin Hassan alias Bang Wan.
Menanggapi hal tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) membantah polisi telah menangkap dalang surat suara tercoblos di Malaysia. Anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar menyampaikan tidak benar informasi bahwa tiga warga negara Indonesia telah menjadi tersangka. "Hoaks," kata Fritz saat dihubungi, Ahad, 14 April 2019.
Saat ini, KPU dan Bawaslu masih menginvestigasi kasus surat suara tercoblos di Malaysia yang sebelumnya viral di media sosial. Surat suara itu ditemukan oleh relawan Prabowo - Sandiaga yang kemudian dilaporkan ke Panwaslu Kuala Lumpur.
Dalam video yang beredar terlihat surat suara sudah tercoblos untuk calon presiden nomor urut 01, Jokowi - Ma'ruf Amin. dan juga calon Legislatif dari partai Nasdem.
Rujukan
Halaman: 7892/8128






