Beredar foto dengan klaim yang menyebutkan penangkapan terhadap Ustad Abdul Somad yang dilakukan oleh Irjen Pol. Umar Septono Wakil Direktur Pengawasan Umum Mabes Polri (sebelumnya Kapolda Sulsel),
Klaim ini beredar di media sosial Facebook dan Whatsapp, namun sumber yang berhasil diambil tangkapan layarnya di facebook ini sudah tidak bisa diakses ketika postingan ini ditulis.
(GFD-2019-3002) [SALAH] Ustad abdul somad, lc, ma udah ditangkap pihak oleh pihak kepolisian
Sumber:Tanggal publish: 21/08/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan foto yang beredar itu hoaks.
“Hoaks. Itu Kapolda Sulsel yang lama Irjen Pol Umar Septono. Sekarang beliau sudah pindah ke Mabes Polri. Mungkin itu waktu UAS datang mau ceramah di Sulsel,” kata Jules kepada kumparan, Minggu (18/8).
Berdasarkan hasil penelusuran, ditemukan fakta bahwa foto tersebut adalah saat Irjen Umar Septono yang saat itu masih menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Selatan ikut mendampingi Ustad Abdul Somad saat hadir mengisi ceramah di di Masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (26/3/2018).
“Hoaks. Itu Kapolda Sulsel yang lama Irjen Pol Umar Septono. Sekarang beliau sudah pindah ke Mabes Polri. Mungkin itu waktu UAS datang mau ceramah di Sulsel,” kata Jules kepada kumparan, Minggu (18/8).
Berdasarkan hasil penelusuran, ditemukan fakta bahwa foto tersebut adalah saat Irjen Umar Septono yang saat itu masih menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Selatan ikut mendampingi Ustad Abdul Somad saat hadir mengisi ceramah di di Masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (26/3/2018).
Rujukan
- https://kumparan.com/@kumparannews/polisi-hoaks-ustaz-somad-ditangkap-soal-dianggap-singgung-salib-1rgnLOjS9os
- https://kabarmedan.com/cek-fakta-ustadz-abdul-somad-ditangkap-soal-dianggap-singgung-salib-hoaks/
- https://www.suara.com/news/2019/08/19/153723/cek-fakta-viral-foto-ustaz-abdul-somad-ditangkap-polisi-benarkah
- https://fajar.co.id/2018/03/29/dampingi-ceramah-ustad-abdul-somad-kapolda-sulsel-tuai-pujian/
(GFD-2019-3003) [SALAH] Aturan Baru Instagram
Sumber: instagram.comTanggal publish: 21/08/2019
Berita
Don’t forget tomorrow starts the new Instagram rule where they van use your photos. Don’t forget Deadline today!!! It can be used in court cases in litigation against you. Everything you’ve ever posted becomes public from today Even messages that have been deleted or the photos not allowed.
Hasil Cek Fakta
Media sosial Instagram dalam beberapa waktu terakhir dihebohkan dengan munculnya foto yang di dalamnya terdapat narasi berupa aturan baru yang akan diterapkan oleh Instagram. Dalam aturan yang tertulis, disebutkan bahwa Instagram berhak menggunakan foto dan data penggunanya.
Melihat aturan baru tersebut, sontak banyak warganet yang turut mengunggah hal serupa. Tak hanya warganet, artis dalam negeri dan juga luar negeri pun turut mengunggah aturan baru tersebut. Namun belakangan diketahui bahwa aturan baru yang banyak diunggah oleh artis tersebut adalah tidak benar alias hoaks.
Hal tersebut diklarifikasi langsung oleh Brand Communications Manager Instagram, Stephanie Otway. Stephanie dalam wawancaranya kepada wwd.com mengatakan bahwa informasi yang terdapat dalam foto atau tangkapan layer tersebut adalah tidak benar adanya.
“There’s no truth to this post (tidak ada kebenaran dalam postingan ini),” pungkas Stephanie.
Melihat aturan baru tersebut, sontak banyak warganet yang turut mengunggah hal serupa. Tak hanya warganet, artis dalam negeri dan juga luar negeri pun turut mengunggah aturan baru tersebut. Namun belakangan diketahui bahwa aturan baru yang banyak diunggah oleh artis tersebut adalah tidak benar alias hoaks.
Hal tersebut diklarifikasi langsung oleh Brand Communications Manager Instagram, Stephanie Otway. Stephanie dalam wawancaranya kepada wwd.com mengatakan bahwa informasi yang terdapat dalam foto atau tangkapan layer tersebut adalah tidak benar adanya.
“There’s no truth to this post (tidak ada kebenaran dalam postingan ini),” pungkas Stephanie.
Rujukan
(GFD-2019-2996) [BERITA] Bangunan yang Terbakar di Polda Metro Jaya Bukan Gudang Peluru
Sumber:Tanggal publish: 20/08/2019
Berita
Peristiwa kebakaran di Polda Metro Jaya sempat dikatakan terjadi di bangunan gudang peluru. Atas kejadian tersebut, pihak Humas Polda Metro Jaya memberikan klarifikasi.
Hasil Cek Fakta
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengklarifikasi bahwa bangunan yang terbakar di Polda Metro Jaya bukanlah gudang peluru. “Bukan gudang peluru, ruang bawah tanah ukuran 4x3 yang berisi barang-barang tidak terpakai seperti sarung magazen, sangkur zaman dulu, kotak pembungkus logistik,” ujar Argo.
Argo menjelaskan, ruang bawah tanah itu saat ini juga sedang dalam proses renovasi. Ia mengatakan, Ruang bawah tanah tersebut berisi barang-barang yang mudah terbakar.
“Di situ ada gudang nggak dipakai, gudang itu di bawah tanah. Itu isinya ada tempat magazine zaman dulu tahun ‘50 an yang terbuat dari terpal masih ada di sana, masih disimpan di sana. Kemudian, juga ada sangkur zaman dulu yang sudah tidak dipakai lagi. Jadi, barang seperti itu yang tidak dipakai,” kata Argo.
Gudang tersebut, Argo mengatakan, jarang dikunjungi petugas karena memang dalam proses renovasi. Ia membantah bahwa gudang tersebut merupakan amunisi peluru. “Jadi, tidak benar kalau itu gudang peluru. Karena gudang peluru masih agak jauh dari pada lokasi itu,” paparnya.
Argo juga menceritakan, setelah kebakaran awal berkobar, petugas kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran, namun sebelum pemadam datang, petugas yang ada di lokasi sudah lebih dulu berusaha memadamkan api.
“Sebelumnya, ada dari Sabhara sendiri mobilnya datang membantu untuk menyemprot sisa api yang membakar. Jadi, hanya asap, kemudian sekitar pukul 06.00 WIB sudah mati ya tinggal pemadam membantu untuk sterilisasi,” kata Argo.
Ia memastikan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Polisi juga telah mengerahkan tim laboratorium forensik untuk menggali penyebab kebakaran tersebut. “Tidak ada korban jiwa, kerugian sedang kita cek. Kemudian, Labfor yang akan menentukan penyebabnya itu apa,” tuturnya.
Argo menjelaskan, ruang bawah tanah itu saat ini juga sedang dalam proses renovasi. Ia mengatakan, Ruang bawah tanah tersebut berisi barang-barang yang mudah terbakar.
“Di situ ada gudang nggak dipakai, gudang itu di bawah tanah. Itu isinya ada tempat magazine zaman dulu tahun ‘50 an yang terbuat dari terpal masih ada di sana, masih disimpan di sana. Kemudian, juga ada sangkur zaman dulu yang sudah tidak dipakai lagi. Jadi, barang seperti itu yang tidak dipakai,” kata Argo.
Gudang tersebut, Argo mengatakan, jarang dikunjungi petugas karena memang dalam proses renovasi. Ia membantah bahwa gudang tersebut merupakan amunisi peluru. “Jadi, tidak benar kalau itu gudang peluru. Karena gudang peluru masih agak jauh dari pada lokasi itu,” paparnya.
Argo juga menceritakan, setelah kebakaran awal berkobar, petugas kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran, namun sebelum pemadam datang, petugas yang ada di lokasi sudah lebih dulu berusaha memadamkan api.
“Sebelumnya, ada dari Sabhara sendiri mobilnya datang membantu untuk menyemprot sisa api yang membakar. Jadi, hanya asap, kemudian sekitar pukul 06.00 WIB sudah mati ya tinggal pemadam membantu untuk sterilisasi,” kata Argo.
Ia memastikan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Polisi juga telah mengerahkan tim laboratorium forensik untuk menggali penyebab kebakaran tersebut. “Tidak ada korban jiwa, kerugian sedang kita cek. Kemudian, Labfor yang akan menentukan penyebabnya itu apa,” tuturnya.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/958768017789067/
- https://turnbackhoax.id/2019/08/20/berita-bangunan-yang-terbakar-di-polda-metro-jaya-bukan-gudang-peluru/
- https://news.okezone.com/read/2019/08/20/338/2094175/kronologi-terbakarnya-ruang-bawah-tanah-polda-metro-jaya
- https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/GNlYWBPb-polda-metro-sebut-kebakaran-terjadi-di-gudang-tua
- https://megapolitan.kompas.com/read/2019/08/20/08361931/kebakaran-di-polda-metro-jaya-polisi-bantah-terjadi-di-ruang-peluru
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190820081647-12-422907/polda-metro-klarifikasi-bangunan-terbakar-bukan-gudang-peluru
(GFD-2019-2995) [KLARIFIKASI] JANGAN MENGKONSUMSI BAWANG YANG TELAH DIKUPAS, KARENA MENYERAP KUMAN DAN VIRUS DI UDARA
Sumber: www.facebook.comTanggal publish: 17/08/2019
Berita
“Bawang yang telah dikupas tidak disarankan untuk dikonsumsi karena bakteri dapat mencemari bawang yang sudah terkupas tersebut, di mana jika dibiarkan seperti itu maka bawang-bawang merah ini bisa teroksidasi dan selanjutnya dapat mengarah menimbulkan dampak negatif, yakni masalah kesehatan. Berita terkait bawang dapat menarik kuman dan virus influenza diudara tidaklah benar, menurut National Onion Association(NOA). Sebuah organisasi yang mewakili petani, pedagang, eksporter, dan importer bawang merah di Amerika Serikat, Tak ada bukti ilmiah bahwa bawang merah mentah yang dipotong bisa menyerap kuman atau meredakan udara dari racun”
Narasi:
JANGAN SIMPAN BAWANG MERAH YANG SUDAH DIKUPAS UNTUK DIKONSUMSI…??
( Kecuali berencana untuk tidak mengkonsumsinya setelah di kupas ).
Akhirnya rasa penasaran kenapa bawang merah yang sudah dikupas tidak boleh dipakai lagi, berikut alasannya
Alasannya..
Ketika epidemi influenza merebak di banyak tempat di dunia, seorang Dokter memperhatikan
“Ada keluarga yang sama sekali tak tersentuh oleh demam influenza”
Ketika ia mengunjunginya, mendapati keluarga ini tiap hari menaruh bawang merah yang telah dikupas di piring dan meletakkannya di setiap kamar di rumah itu.
Ketika ia mengambil salah satu piring dengan metoda bakteriologis yang semestinya, ia mendapati seluruh permukaan bawang itu penuh virus influenza yang sudah inaktif.
Bawang merah itu memfokuskan virus ke dalam dirinya, lalu membunuhnya.
Bukan hanya virus saja, tapi juga bakteri, semuanya terkumpul di situ dalam keadaan sudah inaktif atau mati.
Beberapa toko yang memasang bawang merah di sekitar tokonya juga terbebas dari serangan epidemi dan mendapati karyawannya lebih sehat.
Jadi tempatkanlah beberapa butir bawang merah yang telah dikupas dalam sebuah mangkuk, tempatkan di kamar tidur dan ruang keluarga.
Ganti setiap hari, maka anda akan terbebas dari virus dan bakteri.
Seorang penderita radang paru berat (pneumonia) menjalani perawatan bawang merah sebagai berikut :
Ambil sebutir bawang merah, iris kedua ujungnya.
Salah satu ujungnya dicocok dengan garpu, lalu tangkai garpu dimasukkan sebuah botol agar dapat berdiri.
Taruh di samping ranjang penderita, semalaman paginya bawang merah berubah jadi kehitaman karena penuh kuman. Kemudian dibuang, ganti dengan yang baru.
Penderita lebih cepat sembuh.
Apa efek dari semuanya ini..??
Bawang merah mentah yang telah dikupas adalah magnet kuat bagi kuman.
Jadi jangan menyimpan bawang merah mentah yang sudah dikupas, walaupun dalam lemari es.
Sebab itu sama dengan anda menyimpan kuman dalam lemari es anda.
Begitu pula kentang mentah,
Setelah diiris atau dikupas mudah sekali dimasuki kuman.
Karena itu sebaiknya mengupas bawang merah mentah hanya jika langsung hendak dimasak. Jangan menjadi untuk persediaan.
Sumber : Grup Pecinta Tanaman Obat
Bawang merah mentah adalah magnet untuk firus
Narasi:
JANGAN SIMPAN BAWANG MERAH YANG SUDAH DIKUPAS UNTUK DIKONSUMSI…??
( Kecuali berencana untuk tidak mengkonsumsinya setelah di kupas ).
Akhirnya rasa penasaran kenapa bawang merah yang sudah dikupas tidak boleh dipakai lagi, berikut alasannya
Alasannya..
Ketika epidemi influenza merebak di banyak tempat di dunia, seorang Dokter memperhatikan
“Ada keluarga yang sama sekali tak tersentuh oleh demam influenza”
Ketika ia mengunjunginya, mendapati keluarga ini tiap hari menaruh bawang merah yang telah dikupas di piring dan meletakkannya di setiap kamar di rumah itu.
Ketika ia mengambil salah satu piring dengan metoda bakteriologis yang semestinya, ia mendapati seluruh permukaan bawang itu penuh virus influenza yang sudah inaktif.
Bawang merah itu memfokuskan virus ke dalam dirinya, lalu membunuhnya.
Bukan hanya virus saja, tapi juga bakteri, semuanya terkumpul di situ dalam keadaan sudah inaktif atau mati.
Beberapa toko yang memasang bawang merah di sekitar tokonya juga terbebas dari serangan epidemi dan mendapati karyawannya lebih sehat.
Jadi tempatkanlah beberapa butir bawang merah yang telah dikupas dalam sebuah mangkuk, tempatkan di kamar tidur dan ruang keluarga.
Ganti setiap hari, maka anda akan terbebas dari virus dan bakteri.
Seorang penderita radang paru berat (pneumonia) menjalani perawatan bawang merah sebagai berikut :
Ambil sebutir bawang merah, iris kedua ujungnya.
Salah satu ujungnya dicocok dengan garpu, lalu tangkai garpu dimasukkan sebuah botol agar dapat berdiri.
Taruh di samping ranjang penderita, semalaman paginya bawang merah berubah jadi kehitaman karena penuh kuman. Kemudian dibuang, ganti dengan yang baru.
Penderita lebih cepat sembuh.
Apa efek dari semuanya ini..??
Bawang merah mentah yang telah dikupas adalah magnet kuat bagi kuman.
Jadi jangan menyimpan bawang merah mentah yang sudah dikupas, walaupun dalam lemari es.
Sebab itu sama dengan anda menyimpan kuman dalam lemari es anda.
Begitu pula kentang mentah,
Setelah diiris atau dikupas mudah sekali dimasuki kuman.
Karena itu sebaiknya mengupas bawang merah mentah hanya jika langsung hendak dimasak. Jangan menjadi untuk persediaan.
Sumber : Grup Pecinta Tanaman Obat
Bawang merah mentah adalah magnet untuk firus
Hasil Cek Fakta
Penjelasan:
Penggunaan bawang merah selain memberikan cita rasa tersendiri yang menjadikan masakan semakin nikmat, bawang merah juga telah lama dikenal dengan manfaat kesehatannya. Menurut buku ‘Healing Foods’ dari DK Publishing, bawang merah mengandung puluhan senyawa kimia obat yang memiliki sifat anti-bakteri dan anti-inflamasi, serta dapat meningkatkan kesehatan jantung juga usus.
Akan tetapi dalam pemakaiannya, agar praktis dan menghemat waktu persiapan memasak, tidak sedikit orang yang suka mengupas dan memotong terlebih dahulu bawang merah lalu disimpan hingga saat tiba waktu ingin digunakan. Namun disebutkan diyakini bawang merah ini tidak seharusnya disimpan dalam keadaan sudah terkupas. Baik itu disimpan biasa ataupun disimpan dalam lemari pendingin. Sebagaimana diwarta Ndtv, Rabu (14/3/2018) menurut Praktisi Kesehatan dan Pelatih Kesehatan Makrobiotik Shilpa Arora, bakteri dapat mencemari bawang yang sudah terkupas tersebut, di mana jika dibiarkan seperti itu maka bawang-bawang merah ini bisa teroksidasi dan selanjutnya dapat mengarah menimbulkan dampak negatif, yakni masalah kesehatan. Maka dari itu, disarankan untuk mengupas dan memotong-motong bawang merah tersebut ketika baru hendak digunakan atau dengan kata lain bukan dipersiapkan sebelumnya.
Ahli gizi dan ahli diet Parmeet Kaur menyebutkan, ketika bawang merah ini dipotong maka dinding sel pada bawang menjadi terganggu, air dan cairan dilepaskan di mana ini kemungkinan mengandung nutrisi yang mendorong terjadinya pertumbuhan bakteri. Lalu saat bawang merah yang sudah dikupas dan diiris-iris tersebut disimpan di tempat dan dingin dan lembap, hingga akhirnya bawang-bawang ini jadi basah dan lembap, suhu temperatur yang dingin dan lembap tersebut lah yang memicu menjadikan bawang jadi basah sehingga bisa menjadi busuk, sebagai hasil kombinasi proses dari pertumbuhan bakteri dan pembusukan.
Dijelaskan oleh National Onion Association (NOA). Sebuah organisasi yang mewakili petani, pedagang, eksporter, dan importer bawang merah di Amerika Serikat yang ada sejak 1913. Dalam sebuah artikelnya, situs tersebut menjelaskan bahwa bawang merah mentah yang dipotong dan diletakkan di ruangan, kemudian bisa menyerap kuman dan racun, hanyalah mitos. ”Tak ada bukti ilmiah bahwa bawang merah mentah yang dipotong bisa menyerap kuman atau meredakan udara dari racun,” tulis artikel tersebut. Menurut tulisan itu, mitos tersebut memang sudah melegenda dan tersebar di seantero dunia. Bukan hanya tulisan dari NOA. Sebuah tulisan di The Wall Street Journal berjudul, ”Home Flu Cures: Bad Medicine?” juga mengatakan demikian. Menurut tulisan itu, tak ada satu pun ahli biologi yang menyatakan bawang dapat menarik virus seperti sebuah perangkat penangkap lalat.
Versi cerita terkait mitos itu banyak. Ada yang bermula dari adanya wabah flu di sebuah kampung pada 1918 dan telah menewaskan lebih dari 40 juta orang. Kemudian, ada satu keluarga yang selamat. Ketika dokter mengunjungi rumah warga yang selamat itu, ternyata ditemukan irisan bawang merah di setiap sudut ruangan. Dokter tersebut lantas memeriksa bawang itu ke laboratorium. Hasilnya (entah benar atau tidak), bawang itu disebut menyerap virus flu. (gun/c10/fat). pada intinya, tak ada bukti ilmiah bahwa bawang merah mentah yang dipotong bisa menyerap kuman atau meredakan udara dari racun. Namun tidak memugkiri bila irisan bawang yang dapatterkontaminasi dengan bakteri atau kiuman bila ditempatkan tidak pada wadah tertutup steril.
Penggunaan bawang merah selain memberikan cita rasa tersendiri yang menjadikan masakan semakin nikmat, bawang merah juga telah lama dikenal dengan manfaat kesehatannya. Menurut buku ‘Healing Foods’ dari DK Publishing, bawang merah mengandung puluhan senyawa kimia obat yang memiliki sifat anti-bakteri dan anti-inflamasi, serta dapat meningkatkan kesehatan jantung juga usus.
Akan tetapi dalam pemakaiannya, agar praktis dan menghemat waktu persiapan memasak, tidak sedikit orang yang suka mengupas dan memotong terlebih dahulu bawang merah lalu disimpan hingga saat tiba waktu ingin digunakan. Namun disebutkan diyakini bawang merah ini tidak seharusnya disimpan dalam keadaan sudah terkupas. Baik itu disimpan biasa ataupun disimpan dalam lemari pendingin. Sebagaimana diwarta Ndtv, Rabu (14/3/2018) menurut Praktisi Kesehatan dan Pelatih Kesehatan Makrobiotik Shilpa Arora, bakteri dapat mencemari bawang yang sudah terkupas tersebut, di mana jika dibiarkan seperti itu maka bawang-bawang merah ini bisa teroksidasi dan selanjutnya dapat mengarah menimbulkan dampak negatif, yakni masalah kesehatan. Maka dari itu, disarankan untuk mengupas dan memotong-motong bawang merah tersebut ketika baru hendak digunakan atau dengan kata lain bukan dipersiapkan sebelumnya.
Ahli gizi dan ahli diet Parmeet Kaur menyebutkan, ketika bawang merah ini dipotong maka dinding sel pada bawang menjadi terganggu, air dan cairan dilepaskan di mana ini kemungkinan mengandung nutrisi yang mendorong terjadinya pertumbuhan bakteri. Lalu saat bawang merah yang sudah dikupas dan diiris-iris tersebut disimpan di tempat dan dingin dan lembap, hingga akhirnya bawang-bawang ini jadi basah dan lembap, suhu temperatur yang dingin dan lembap tersebut lah yang memicu menjadikan bawang jadi basah sehingga bisa menjadi busuk, sebagai hasil kombinasi proses dari pertumbuhan bakteri dan pembusukan.
Dijelaskan oleh National Onion Association (NOA). Sebuah organisasi yang mewakili petani, pedagang, eksporter, dan importer bawang merah di Amerika Serikat yang ada sejak 1913. Dalam sebuah artikelnya, situs tersebut menjelaskan bahwa bawang merah mentah yang dipotong dan diletakkan di ruangan, kemudian bisa menyerap kuman dan racun, hanyalah mitos. ”Tak ada bukti ilmiah bahwa bawang merah mentah yang dipotong bisa menyerap kuman atau meredakan udara dari racun,” tulis artikel tersebut. Menurut tulisan itu, mitos tersebut memang sudah melegenda dan tersebar di seantero dunia. Bukan hanya tulisan dari NOA. Sebuah tulisan di The Wall Street Journal berjudul, ”Home Flu Cures: Bad Medicine?” juga mengatakan demikian. Menurut tulisan itu, tak ada satu pun ahli biologi yang menyatakan bawang dapat menarik virus seperti sebuah perangkat penangkap lalat.
Versi cerita terkait mitos itu banyak. Ada yang bermula dari adanya wabah flu di sebuah kampung pada 1918 dan telah menewaskan lebih dari 40 juta orang. Kemudian, ada satu keluarga yang selamat. Ketika dokter mengunjungi rumah warga yang selamat itu, ternyata ditemukan irisan bawang merah di setiap sudut ruangan. Dokter tersebut lantas memeriksa bawang itu ke laboratorium. Hasilnya (entah benar atau tidak), bawang itu disebut menyerap virus flu. (gun/c10/fat). pada intinya, tak ada bukti ilmiah bahwa bawang merah mentah yang dipotong bisa menyerap kuman atau meredakan udara dari racun. Namun tidak memugkiri bila irisan bawang yang dapatterkontaminasi dengan bakteri atau kiuman bila ditempatkan tidak pada wadah tertutup steril.
Rujukan
Halaman: 7824/8122



