• (GFD-2019-3011) [SALAH] “ternyata si adik kecil ini sudah meninggal”

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 23/08/2019

    Berita

    LP“sangat miris anak yatim kelaparan dan kecapaian sampai meninggal didaerah jkt”.



    “INDONESIA MERDEKA | INDONESIA BERDUKA
    Minggu, 18 Agustus 2019 …”

    Salinan narasi selengkapnya di (2) bagian REFERENSI.

    Hasil Cek Fakta

    Pelintiran daur ulang, video yang dibagikan adalah suntingan dari video pelintiran yang sudah diklarifikasi sebelumnya.

    Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

  • (GFD-2019-3012) [KLARIFIKASI] Polri bantah informasi gambar meme yang sudutkan Komjen Arief

    Sumber: kaskus.co.id
    Tanggal publish: 23/08/2019

    Berita

    Beredar meme 'Skandal Buku Merah, Arief Sulistyanto dan Barisan Iblis'. Selain Arief, di gambar itu terdapat Bambang Widjojanto, Haris Azhar, Ali Maftuh dan Muhammad Adam Firdaus. Gambar itu menyebutkan, Arief Sulistyanto selaku Perwira Tinggi Polri menggelontorkan Rp3 miliar untuk mengeksekusi skandal Buku Merah dan sebagian uang itu dinikmati oleh nama-nama tersebut. Seolah ada 'Perang Jenderal' dalam kasus Buku Merah.

    Hasil Cek Fakta

    Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan bahwa informasi yang dibeberkan dalam sejumlah gambar meme di media sosial yang menyudutkan Kepala Lemdiklat Polri Komjen Pol Arief Sulityanto, tidak benar.

    "Tidak benar sama sekali," kata Kombes Asep di Mabes Polri, Jakarta, Jumat.

    Ia pun menegaskan bahwa Polri tetap solid di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Hal ini sekaligus membantah opini yang berkembang seolah ada 'perang bintang' di institusi Polri.

    "Yang jelas Polri solid di bawah kepemimpinan Jenderal Tito," katanya.

    Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan, masyarakat perlu waspada dengan informasi dan meme seperti itu.

    "Hati-hati akun yang mem-framing personal seperti itu. Ada sanksi pidananya, akan didalami oleh Tim Siber," kata dia ketika dihubungi Tirto, Kamis (8/8/2019).

    Rujukan

  • (GFD-2019-3016) [SALAH] Diam-Diam David Beckham Ke Wamena-Papua

    Sumber: potretanakmelanesia.blogspot.com
    Tanggal publish: 23/08/2019

    Berita

    Beredar kembali sebuah artikel dari situs potretanakmelanesia.blogspot.com yanmg berisi narasi sebagai berikut :

    “Pemain sepak bola asal Inggris David Beckham ternyata berkunjung ke pedalaman Wamena-Papua secara diam-diam.Pemain ternama Dunia ini ternyata memberikana bantuan kemanusiaan setelah mendegar tragedi kematian anak di Nduga pada tahun silam 2015 lalu.Pada kedatangan sang bintang sepak bola itu akhirnya dikagetkana dengan kaos baju yang dikenakan David Beckham yang bertulisan”Free West Papua”.

    Hasil Cek Fakta

    Faktanya, tulisan Free West Papua di kaos putih David Beckham merupakan hasil editan dari situs tersebut. Di foto aslinya, David Beckham hanya memakai kaos polos putih. Foto asli tersebut terpajang di sebuah artikel berjudul ‘David Beckham’s 7 Fund: Keeping children safe from malnutrition in Papua New Guinea’ yang dimuat oleh situs medium.com, situs buatan Evan Williams, pendiri dan mantan CEO Twitter.

    Artikel tersebut juga sudah diunggah sejak 28 Juni 2016 lalu. Berikut cuplikan artikelnya:
    “David Beckham recently travelled to every continent on Earth to find out how grassroots football brings communities together, for a BBC documentary called For the Love of the Game.His incredible journey took him from the dense forests of Papua New Guinea to the foothills of the Himalayas. Along the way he visited Unicef programmes and met some of the children being supported by Unicef and David’s 7 Fund.
    In Papua New Guinea, David met children who were suffering from malnutrition, which is a major issue in the country. It’s the leading cause of death among children under five, with almost half not getting the nutritious food they need to grow up healthy and strong. The first 1,000 days — from conception to a child’s second birthday — is the most critical time in a child’s development; if they don’t get the right nutrients during this time, it can lead to stunting. Stunting causes irreversible physical and mental damage that can harm health, education and economic productivity for life.
    In Papua New Guinea, the underlying causes of child malnutrition are poverty, a diet lacking in the correct nutrients, and a lack of knowledge of good feeding practices and child nutrition. In the Western Highlands, the region that David visited, these factors have been made worse by a seven-month drought, which has caused crops to fail, resulting in smaller than usual harvests, food shortages and even higher levels of malnutrition in the region.”

    Rujukan

  • (GFD-2019-3004) [KLARIFIKASI] Joe Ramadhan yang menghina Alm. Mbah Moen bukan reporter tvOne

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/08/2019

    Berita

    Beredar gambar tangkapan layar dengan narasi sebagai berikut :
    “Kok ada manusia seperti itu Reporter TV ONE tapi mulutnya Busuk, semoga Allah segera menghukum mu atas ucapanmu”

    Hasil Cek Fakta

    General Manager News Daily and News Gathering tvOne, Ecep S Yasa, mengatakan, tidak ada karyawan, wartawan atau kontributor di jaringan tvOne yang bernama Joe Ramadhan. “Saya tegaskan nama itu (Joe Ramadhan) tak tercatat sebagai karyawan atau jaringan wartawan dan kontributor tvOne di Indonesia dan luar negeri,” ujar Ecep kepada VIVAnews, Jumat, 9 Agustus 2019. Ecep mengatakan, kontributor tvOne di Palangkaraya saat ini adalah Agus Supriyanto. Atas pencatutan nama tvOne tersebut, kontributor tvOne di Palangkaraya, Agus Supriyanto, telah melaporkan Joe Ramadhan ke kepolisian setempat. Ecep juga menegaskan, atribut yang dipakai Joe Ramadan dalam postingan yang viral itu, merupakan atribut tvOne yang sudah lama alias usang.
    Sementara itu, Joe Ramadhan (40) sudah ditangkap di Dusun Kalatiri, Desa Mulyasari, Kecamatan Sukamaju, Kebupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat (9/8/2019) sekitar pukul 15.00 Wita. Joe Ramadhan sendiri meminta maaf karena telah menghina Almarhum Mbah Moen dan mengklarifikasi bahwa dirinya bukan kru tvone. Ia meminta maaf pada seluruh rakyat Indonesia dan juga kepada tvOne. Joe meminjam atribut tvOne pada tahun 2013 saat berada di Jakarta. Ia mengakui perbuatannya sudah merugikan tvOne.

    Rujukan