• (GFD-2019-3366) [SALAH] Viral Mendunia Dua Bocah Afrika Dihukum dan Dipaksa Bernyanyi Lagu Kebangsaan China

    Sumber: faceboo.com
    Tanggal publish: 05/12/2019

    Berita

    Beredar video yang menampilkan dua anak kecil berkulit hitam tengah meringis menangis sembari menyanyikan lagu. Dalam narasi disebutkan bahwa kedua bocah itu berasal dari Afrika dan tengah dipaksakan menyanyikan Lagu Kebangsaan China. Berikut kutipan narasinya:

    Viral mendunia...

    Mau anak cucu kita kek gini ??

    Kedua bocah Afrika ini sedang dihukum dan dipaksa untuk bernyanyi lagu kebangsaan China. ????????

    Negeri-negeri di Afrika yg telah terjebak utang proyek infrastruktur China,
    kini telah resmi dijajah China.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim postingan itu tidak tepat. Sebab, ada beberapa klaim yang tidak tepat. Pertama, nada nyanyian yang dinyanyikan oleh kedua bocah tersebut ketika didengarkan berbeda dengan nada Lagu Kebangsaan China. Dan, kedua, konten tersebut sudah diperiksa faktanya oleh Pemeriksa Fakta dari lembaga Africa Check, lembaga pemeriksaan fakta di Afrika.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta dari Africa Check, diketahui klaim bahwa kedua bocah itu disiksa dan dipaksa menyanyikan lagu tidak benar. Hasil penelusuran Africa Check, diketahui bahwa kedua bocah tersebut tengah dalam posisi kuda-kuda dalam ilmu beladiri China. Kuda-kuda itu disebut Ma Bu. Berikut penggalan kutipan hasil periksa fakta tersebut:

    […] Children are in martial arts stance

    A glance through the 4,000 replies to the tweet offers some early clues.

    Users were quick to point out that the video comes from an account on Douyin. (Note: It has since been deleted.)The app, known as TikTok outside China, is used to create and share videos.

    The account’s name is 非洲举牌祝福视频, Chinese for “African Blessing Video”.

    A number of videos posted on the account show children performing martial arts. In one video, which is also on Twitter, a group of boys walk on their hands across the floor of a large room. In other videos, children and men hold blackboards with messages on them.

    Africa Check asked Marco Kavalier, the founder of The Chinese Martial Arts and Health Centre in South Africa, about the viral video of the boys crying.

    “The pose they standing in is a basic stance called Ma Bu, which is taught in most Chinese martial art schools,” he said.

    The exercise – also known as “horse stance” – is considered basic training. It is meant to teach willpower, patience and muscle endurance.

    “The Chinese are hard on their martial art students when teaching these systems. They condition their own kids with this extreme kind of training,” said Kavalier.

    Who filmed the video?
    Africa Check found an Instagram account with 非洲举牌创意祝福 (African Blessings) in its bio. A video of children holding a blackboard with a message is posted on the account.

    The account lists contact information for WeChat, a Chinese messaging app.

    We called on the help of Eoghan Sweeney, an open-source intelligence and verification trainer, to follow this clue.

    “The WeChat accounts lead to a website that offers what appear to be rather niche forms of advertising, including ‘Black African kids’ shouting or holding up your slogan or message,” said Sweeney.

    The website says they have more than 20 teams in Africa who can produce cheap videos of “African kids”, “Russian beauty” and “mercenaries” holding a message of your choice.

    Videos possibly shot in Zambia or Malawi
    But where was the video of the two crying children filmed? We have a few guesses.

    In 2017, there were reports of a similar operation selling videos of children holding signs and singing, in Zambia. But the style of the videos – including the children’s clothes and the blackboard – do not match the posts from 非洲举牌祝福视频 (African Blessing Video).

    We found more videos linked to 非洲举牌祝福视频 (African Blessing Video) on a Chinese video sharing website called Bilibili. In one of the videos, children stand behind a pile of “Mother’s Pride Super Breakfast Meal”. This is produced by Zambian company National Milling Corporation Limited.

    Another video on the account appears to have been shot in Malawi – Zambia’s eastern neighbour.

    In it, a group of children sit on the back of a truck and wave at a camera. Behind them is a butchery with a number listed on a sign. This number was linked to a butchery that was certified halaal by the Muslim Association of Malawi in 2015. It is listed in an Excel spreadsheet as being located in Lilongwe, Malawi’s capital. […]

    Berdasarkan penelusuran Africa Check tersebut, video itu bersumber dari aplikasi semacam Tiktok di China, yakni Douyin. Dalam akun yang menampilkan video itu memang terlihat beberapa postingan terkait kegiatan orang Afrika tengah latihan beladiri China.

    Pakar beladiri yang dimintai pendapat oleh tim pemeriksa fakta Africa Check pun menyatakan bahwa kedua bocah itu terlihat tengah melakukan latihan kuda-kuda Ma Bu.

    Marco Kavalier, Founder The Chinese Martial Arts and Health Centre in South Africa, menjelaskan bahwa kedua bocah dalam video itu memang terlihat tengah berlatih kuda-kuda Ma Ba. Menurutnya, kuda-kuda itu lumrah diajarkan sebagai dasar di berbagai beladiri asal China.

    Selain itu, Kavalier menambahkan, kuda-kuda itu memang diajarkan agar siswa beladiri asal China dapat memahami pentingnya tekad, kesabaran, dan ketahanan otot. “Orang China keras pada siswa seni bela diri mereka ketika mengajarkan sistem ini. Mereka mengkondisikan anak-anak mereka sendiri dengan pelatihan ekstrem semacam ini,” terang Kavalier.

    Berikut kutipan penjelasan mengenai kuda-kuda Ma Bu:

    […] To train Ma Bu is the basic training of learning martial arts. Some call it zhan ma bu(to stand on ma bu), zhan zhuang(to stand solidly like a pillar), di pen(to stand firmly on the ground like a basin), or zhuang gong(the skill of standing solidly like a pillar.) Ever since I have some idea of what martial arts is all about, I have considered it a golden rule to train ma bu, something that cannot be changed or a step that cannot be skipped, if you are serious about martial arts. I have studied kung fu for several decades, and I have endured the hardships of training ma bu, driven by the environmental factors and my own will power. When I started to teach, I have seen some people sweat it out and persevere, and yet still more people try to avoid the pain, or simply give up the idea of taking up martial arts training. So through the observation and experimentation during the teaching sessions, I spent a couple of years delving into the further understanding and consolidated what I learned about ma bu. Thus I hope I can help students overcome the obstacle, let more people benefit from kung fu training and have some fun in the process.

    FUNCTIONS OF MA BU

    All styles of kung fu have ma bu, especially among traditional styles, it is very much emphasized. I myself have suffered a lot from its training. In our Chang Hong system, we further divide ma bu into the Chang Chuan Ma (northern ma bu) and Hong Chuan Ma(southern ma bu.) What exactly are the functions of ma bu? Some pugilists in the past consider it only a way to train muscular endurance. Indeed it is basically correct to say ma bu can train the endurance abilities of muscles. Human body is made up of skeleton and muscles. The application of power is correlated to the endurance and tightening and loosening of muscles. But we will not emphasize here in order not to lose sight of the more important and fundamental aspect of Chi (breathing.) […]

    Kesimpulan

    Berdasarkan hal tersebut, maka klaim dalam narasi postingan video tersebut tidak tepat. Oleh sebab itu, maka konten tersebut masuk kategori False Context atau Konten yang Salah.

    Rujukan

  • (GFD-2019-3365) [KLARIFIKASI] ITB STIKOM Bali Berikan Klarifikasi Atas Isu Telah Terpapar ISIS

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 04/12/2019

    Berita

    Beredar informasi yang menyebutkan bahwa Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (Stikom) Bali telah terpapar ISIS. Adapun, dalam informasi yang beredar itu terdapat empat poin argumen yang menguatkan hal tersebut.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, pihak ITB Stikom Bali telah memberikan klarifikasinya. Klarifikasi itu sudah dipublikasikan melalui akun media sosial milik kampus tersebut. Berikut klarifikasi pihak perguruan tinggi tersebut melalui akun Facebooknya:

    […] Klarifikasi & Pernyataan Sikap ITB STIKOM BALI
    Terkait Hoax “Masyarakat Bali vs STIKOM Bali”

    Tujuan pendirian STMIK STIKOM BALI pada tahun 2002 adalah bentuk kecintaan dan komitmen kami — para pendiri yaitu Ida Bagus Dharmadiaksa, Satria Dharma, Dadang Hermawan, dan saya sendiri, Made Bandem — atas situasi dunia pendidikan tinggi di Bali saat itu yang belum memiliki sebuah lembaga pendidikan tinggi dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.

    Berbekal keyakinan bahwa TIK akan menjadi salah satu bidang ilmu yang merubah dunia, kami pun berkolaborasi, berjuang, dan bekerja keras mewujudkan STMIK STIKOM BALI.

    Visi itu pun menjadi visi bersama, masyarakat Bali mendukung kami, dan sampai saat ini STMIK STIKOM BALI, dengan status barunya ITB STIKOM BALI telah meluluskan ribuan sarjana komputer dan ahli madya komputer. Tidak ada maksud lain, selain memajukan pendidikan TIK di Bali yang mampu meluluskan SDM yang berkompetensi dalam bidangnya. Prestasi ini bukan semata milik kami, bukan untuk memperkaya diri, namun menjadi prestasi masyarakat Bali dalam berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui TIK.

    Dan ketika passion dan kecintaan bersama ini dinodai oleh hoax ‘berita palsu’, dan ujaran kebencian, yang bertujuan merusak kepercayaan, kerukunan, dan toleransi di antara kita, maka ijinkanlah saya, atas nama ITB STIKOM BALI, menyampaikan klarifikasi dan pernyataan sebagai berikut:

    1. Berita palsu bermuatan SARA yang ditujukan kepada ITB STIKOM BALI adalah isu lama yang didaur ulang sehingga tidak ada validitas dan relevansinya dengan kondisi ITB STIKOM BALI dewasa ini.
    2. Kegaduhan dari berita palsu bermuatan adu-domba ini mesti disadari bukan semata-mata ingin menghancurkan nama baik dan prestasi ITB STIKOM BALI, namun ditujukan sebagai upaya memecah-belah kebersamaan, kerukunan dan kedamaian di Bali, dan ini sangatlah berbahaya karena bisa menimbulkan konflik di tataran akar rumput.
    3. Keluarga besar ITB STIKOM BALI mengecam penyebaran hoax bermuatan SARA ini, dan akan menjalankan tanggung jawab moral menjaga NKRI dengan menempuh jalan hukum.
    4. ITB STIKOM BALI tetap berkomitmen menjadi kampus TIK yang berlandaskan pada keteguhan melestarikan, mengembangkan, dan memajukan kebudayaan Bali.

    Demikan pernyataan ITB STIKOM BALI, dan saya mengajak semua lapisan masyarakat untuk berpikir jernih dan menghindari tindakan anarkis yang merugikan kita semua. Kepada semua anggota Keluarga Besar ITB STIKOM BALI, termasuk para alumni yang kini mengabdi di berbagai tempat di Indonesia, mari kita gunakan masalah ini sebagai kesempatan berharga untuk menunjukkan kualitas kita sebagai insan akademis yang menghargai toleransi serta setia kepada Pancasila dan NKRI.

    Denpasar, 3 Desember 2019

    Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar - ITB STIKOM BALI,

    Prof. Dr. I Made Bandem, M.A.

    #KamiKlarifikasi
    #PernyataanSikap
    #TurnBackHoax
    #SaringSebelumSharing […]

    Selain klarifikasi tertulis, pihak ITB Stikom Bali pun sudah menggelar konferensi pers dengan mengundang sejumlah media di Bali. Melalui konferensi pers tersebut, Prof. I Made Bandem selaku pendiri Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar yang menaungi kampus Stikom Bali menegaskan bahwa isu yang beredar tidak benar.

    “Isu itu tidak benar. Itu hoaks. Kampus kami sangat menghargai keberagaman dan menjunjung tinggi nasionalisme serta adat dan budaya,” tegas Prof. I Made Bandem.

    Menurut Prof Bandem, isu hoaks yang menimpa kampus ITB Stikom Bali itu sebenarnya terjadi sangat lama, yakni tepatnya 28 November 2015 lalu. Namun pada 29 November hingga 1 Desember 2019, isu ini kembali disebarluaskan kembali di medsos (facebook dan whatsapp).

    Untuk itu, tak mau kejadian serupa terulang dan sebagai upaya memberikan efek jera meluruskan informasi palsu tersebut, pihak Stikom Bali berencana akan menempuh jalur hukum.

    Namun sebelum mengambil langkah hukum, pihak kampus kata Prof Bandem terlebih dahulu melakukan kajian mendalam. Selain itu juga akan dilakukan kerjasama dengan pihak kepolisian, provider dan juga media sosial untuk menelusuri asal muasal hoaks ini beredar.

    "Akan dikaji dulu nanti. Pihak-pihak mana saja yang akan dilaporkan. Tujuannya adalah supaya ada kesadaran bersama bahwa hal ini merugikan. Agar ke depannya masyarakat juga bisa bersikap dan terhindar dari hoaks," tambahnya.

    Rektor ITB Stikom Bali Dr Dadang Hermawan Ak pun angkat bicara memberikan klarifikasinya. Ia mengatakan, berita hoaks yang beredar ini sejatinya sudah pernah diklarifikasi pada tahun 2015 silam.

    Dimana saat itu, Stikom Bali diisukan berafiliasi dengan kelompok radikal ISIS.

    Kata Dadang, pihak penyebar hoaks menghubungkan tudingan itu dengan sejumlah sarana milik kampus ITB Stikom Bali diantaranya mobil operasional milik kampus yang memiliki nomor polisi dengan angka unik, yakni 1515.

    "Masalah ini pertama kali di tahun 2015. Terkait nomor kendaraan mobil kami 1515. Nomor itu sendiri ada karena ingin ada ciri khas saja. Makanya dikasih nomor plat yang sama dengan beberapa mobil lain juga. Tidak ada hubungannya dengan ISIS," terangnya.

    berita hoaks yang beredar ini sejatinya sudah pernah diklarifikasi pada tahun 2015 silam.

    Dimana saat itu, Stikom Bali diisukan berafiliasi dengan kelompok radikal ISIS.

    Kata Dadang, pihak penyebar hoaks menghubungkan tudingan itu dengan sejumlah sarana milik kampus ITB Stikom Bali diantaranya mobil operasional milik kampus yang memiliki nomor polisi dengan angka unik, yakni 1515.

    "Masalah ini pertama kali di tahun 2015. Terkait nomor kendaraan mobil kami 1515. Nomor itu sendiri ada karena ingin ada ciri khas saja. Makanya dikasih nomor plat yang sama dengan beberapa mobil lain juga. Tidak ada hubungannya dengan ISIS," terangnya.

    Rujukan

  • (GFD-2019-3359) [SALAH] “Mengapa Canada menolak menghilangkan babi dari menu makanan sekolah?”

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 03/12/2019

    Berita

    “Jawaban gubernur motreal begini :
    “Akhirnya, mereka ( orang orang muslim yang di Canada ) harus mengerti bahwa di Kanada (Quebec) dengan akar Yudeo-Kristen, pohon natal, gereja dan festival keagamaannya, agama harus tetap berada dalam wilayah pribadi.
    Kotamadya Dorval benar menolak konsesi apapun terhadap Islam dan Syariah.”

    Salinan narasi selengkapnya di (3) bagian REFERENSI.

    Hasil Cek Fakta

    Hoaks yang berulang kali muncul sejak tahun 2013. Selain Dorval (Kanada), pernah juga disebut di Belgia dan Australia.

    Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

  • (GFD-2019-3361) [KLARIFIKASI] Pergantian Kartu Keluarga Warga DKI Jakarta

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 03/12/2019

    Berita

    "Pergantian kk baru sampai akhir bulan desember 2019"
    "Pergantian kartu keluarga sampai bulan desember 2019"
    Dinas Dukcapil Jakarta tidak mewajibkan warga Jakarta mengganti KK lamanya dengan tenggat waktu. Imbauan untuk segera memutakhirkan data memang terus didorong pemerintah, terutama input data status pernikahan, golongan darah, dan susunan anggota keluarga.

    Beredar pesan berantai di aplikasi media sosial yang memuat informasi pemilik Kartu Keluarga (KK) warga DKI Jakarta harus mengganti KK baru. Disebutkan, pembaruan data KK baru, bisa diurus di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

    Pula, pesan tersebut memuat informasi bahwa batas terakhir pengurusan KK baru berakhir pada 31 Desember 2019. Informasi tersebut menyebar sejak Rabu, 27 November 2019.

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mengklarifikasi informasi di atas melalui akun Twitter resminya, @dukcapiljakarta, pada Rabu, 27 November 2019.

    Dinas Dukcapil Jakarta menyatakan tidak pernah mengeluarkan informasi mengenai kewajiban mengganti KK lama dengan KK elektronik. Saat ini, memang telah berlaku KK format baru di mana, untuk status perkawinan, dibagi menjadi dua kategori, yakni kawin tercatat dan kawin tidak tercatat.

    Selain itu, dalam KK format baru, pejabat penandatangannya sudah memakai sistem barcode. Namun, Dinas Dukcapil Jakarta menyatakan bahwa mereka tidak mewajibkan warga Jakarta mengganti KK lamanya dengan tenggat waktu seperti yang disebutkan dalam pesan berantai di atas.

    Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Dukcapil Jakarta, Dhany Sukma, saat dihubungi Tempo. Dia menjelaskan bahwa informasi dalam pesan berantai itu tidak sepenuhnya salah. Imbauan untuk segera memutakhirkan data memang terus didorong pemerintah, terutama input data status pernikahan, golongan darah, dan susunan anggota keluarga.

    Namun, informasi yang keliru dalam pesan berantai itu adalah informasi di mana pemutakhiran data KK berbatas waktu. “Kami luruskan, terkait informasi di media sosial yang mengatakan bahwa batas waktunya 31 Desember 2019, adalah tidak benar,” kata Dhany.

    Seluruh warga Jakarta, menurut Dhany, bisa melakukan pemutakhiran data kependudukan di kelurahan di seluruh Jakarta, melalui petugas Dukcapil, atau mendaftar via aplikasi Alpukat Betawi. “Untuk informasi lebih lengkap, bisa langsung kunjungi website atau sosial media Dukcapil,” ujarnya.

    Pemutakhiran Data KK Jakarta
    Dikutip dari laman Sindonews.com, Dinas Dukcapil Jakarta mulai melakukan pemutakhiran data KK sejak 2018. Pemutakhiran itu menggunakan model terbaru berbasis Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) versi 7.

    Pada tahap pertama, yakni Oktober 2018 hingga 2 Januari 2019, Dinas Dukcapil Jakarta dapat menyelesaikan pemutakhiran sebanyak 935.604 Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan 299.513 KK.

    Menurut Kepala Dinas Dukcapil Jakarta Dhany Sukma, untuk mendukung program ini, Dinas Dukcapil akan membuka rekrutmen Pekerja Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) untuk dijadikan sebagai operator.

    Proses pemutakhiran data KK juga dilakukan dengan cara bervariasi. “Itu tergantung karakteristik masyarakat. Ada masyarakat yang biasanya dikumpulkan di balai warga. Yang menengah ke atas, kita door to door. Ada juga yang sulit ditembus, harus melalui satpam,” kata Dhany.

    Kepala Bidang Kependudukan Dinas Dukcapil Jakarta, Sapto, menjelaskan bahwa perbedaan antara KK model lama dengan KK model baru adalah, pada KK model baru, ada lebih banyak kolom dibandingkan dengan model lama.

    Kolom tersebut di antaranya memuat informasi Nomor Akta Pernikahan, golongan darah, agama atau kepercayaan, hingga informasi pribadi sebagai data kependudukan yang lebih lengkap dan akurat.

    “Untuk itu, kami meminta kepada masyarakat untuk ikut pro aktif dalam memperbarui KK dengan langsung datang ke kantor kelurahan tempat domisili,” kata Sapto. Persyaratan pemutakhiran itu adalah membawa KK versi lama, surat nikah, dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

    Pesan berantai yang berisi imbauan agar warga Jakarta segera mengganti Kartu Keluarga (KK) lamanya dengan yang baru beredar di grup-grup percakapan WhatsApp. Pesan berantai itu tersebar sejak Rabu, 27 November 2019.
    Berikut ini isi lengkap pesan berantai itu:

    “Info bagi temen2 yg tinggal di DKI
    KK DKI hrs diganti baru…
    sdh 3 bulan yl dimulai..
    kl sp 31 Dec 2019 tdk diurus
    di kelurahan masing2..
    maka 01Jan 2020
    KK HRS DIURUS DI DUKCAPIL.
    KRN KK TERBARU ADL E-KK.
    bila ibu bpk mau ambil KK BARU
    mohon KK lama nya dibawa serta
    krn KK lama itu akan diserahkan kembali ke kelurahan bagian kependudukan catatan sipil (dukcapil).
    dan bagi yg blom mendpt KK baru.. boleh diurus Ke Kelurahan sendiri dgn membawa :
    1. Foto copy KK
    2. Foto copy Akte Lahir
    3. Foto copy Akte Perkawinan
    4. Foto copy Ijazah
    KK yg baru memakai *Barkot* tdk ada ttd tangan Lurah lg.
    Terima kasih.”

    Rujukan