• (GFD-2018-66) [KLARIFIKASI] Klarifikasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta Terkait Anggaran Rp56 Miliar Untuk Bangun 3 JPO

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/05/2018

    Berita

    Sempat beredar isu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menganggarkan Rp56 miliar untuk pembangunan tiga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Menanggapi hal tersebut, Dinas Marga DKI Jakarta memberikan klarifikasi. Dilansir dari kompas.com, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal menjelaskan, anggaran Rp56 miliar untuk pembangunan tiga JPO di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin belum merupakan angka final dan angka tersebut merupakan asumsi untuk pembangunan JPO baru. “Angka Rp56 miliar itu kalau bangun baru yang membentang 68 meter lebar 3 meter, dengan JPO yang wah begitu,” kata Yusmada.

    Hasil Cek Fakta

    Sempat santer isu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menganggarkan Rp56 Miliar untuk pembangunan tiga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Menanggapi hal tersebut, Dinas Marga DKI Jakarta memberikan klarifikasi. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal menjelaskan, anggaran Rp56 miliar untuk pembangunan tiga JPO di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin belum merupakan angka final. Menurut Yusmada, angka tersebut merupakan asumsi untuk pembangunan JPO baru.

    “Angka Rp56 miliar itu kalau bangun baru yang membentang 68 meter lebar 3 meter, dengan JPO yang wah begitu,” kata Yusmada.

    Tiga JPO yang menjadi prioritas di Jalan Sudirman, Yusmada menambahkan, ialah JPO Ratu Plaza, JPO Gelora Bung Karno, dan JPO Polda Metro Jaya. Pengerjaannya ditargetkan selesai sebelum penyelenggaraan Asian Games pada pertengahan Agustus mendatang.

    Adapun, tiga JPO itu tidak akan dibangun baru tetapi hanya direvitalisasi. Dengan demikian, anggaran yang dibutuhkan tidak akan mencapai Rp56 miliar.

    Revitalisasi JPO harus memenuhi tiga komponen, yakni aspek fungsional, estetika, dan keamanan. Untuk memenuhi aspek fungsional, Yusmada menjelaskan, JPO harus ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil.

    Lalu, pada aspek keamanan, kata Yusmada, JPO harus dilengkapi CCTV, lampu penerangan, dan lift. Sementara untuk memenuhi aspek estetika, Yusmada mengatakan, JPO akan dibuat dengan desain terkini.

    Yusmada mengatakan, dirinya belum tahu berapa banyak anggaran yang dibutuhkan. Saat ini Dinas Bina Marga sedang menyusun perkiraan anggaran untuk revitalisasi tiga JPO tersebut. Namun, anggaran pembangunan JPO yang standar tanpa lift dan desain biasa sekitar Rp7 miliar sampai Rp8 miliar per JPO.

    “Yang ini nanti bisa lebih dari itu,” ujar Yusmada.

    Rujukan

  • (GFD-2018-69) [DISINFORMASI] "Kebersamaan Pemimpin Depok dengan Robot Prabowo – Jokowi (Wowi)"

    Sumber: instagram.com
    Tanggal publish: 02/05/2018

    Berita

    Setelah dilakukan penelusuran berita, robot tersebut bernama Water Wizard atau disingkat Wowi. Robot tersebut adalah mampu memisahkan air kotor dan air jernih yang disimulasikan dengan bola. Robot Wowi sendiri adalah karya pelajar MA Technonatura, Depok, Jawa Barat. Mereka berhasil meraih juara dua dalam ajang International First Global Challenge Olympic Robot Competition yang berlangsung di Washington D.C., Amerika Serikat pada Juli 2017 lalu.

    Hasil Cek Fakta

    Akun instagram Fathir Fajar Sidiq (@fathirfs) yang mengatakan adanya kebersamaan pemimpin Depok dengan robot pemersatu perbedaan yaitu Robot Wowi atau singkatan dari Prabowo – Jokowi adalah tidak benar adanya. Setelah dilakukan penelusuran berita, Robot Wowi sesungguhnya singkatan dari Water Wizard, yang mampu memisahkan air kotor dengan air jernih, hasil karya pelajar Madrasah Aliyah (MA) Technonatura, Depok, Jawa Barat. Robot ini meraih juara dua dalam ajang International First Global Challenge Olympic Robot Competition di Washington D.C., Amerika Serikat pada Juli 2017 lalu.

    Rujukan

  • (GFD-2018-67) [KLARIFIKASI] Lambangnya Dicatut Sekber Gerindra-PKS, PBB Beri Klarifikasi

    Sumber: tempo.co
    Tanggal publish: 30/04/2018

    Berita

    Atas terpampangnya logo Partai Bulan Bintang (PBB) di peresmian Sekretariat Bersama (Sekber) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN), pihak PBB melakukan klarifikasi. Dilansir dari tempo.co, Ketua Bidang Pemenangan PBB Sukmo Harsono membantah partainya terlibat dalam peresmian Sekber tersebut. “Pencantuman logo PBB dalam rumah sekretariat bersama tanpa konfirmasi ke saya selaku Ketua Bidang Pemenangan Presiden dan tanpa ada surat ke Sekretariat Jenderal PBB,” ujar Sukmo.

    Hasil Cek Fakta

    Partai Bulan Bintang (PBB) memberikan klarifikasi atas terpampangnya logo partai tersebut dalam acara peresmian Sekretariat Bersama (Sekber) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN). Dilansir dari tempo.co, Ketua Bidang Pemenangan PBB Sukmo Harsono membantah partainya terlibat dalam peresmian Sekber tersebut.

    “Pencantuman logo PBB dalam rumah sekretariat bersama tanpa konfirmasi ke saya selaku Ketua Bidang Pemenangan Presiden dan tanpa ada surat ke Sekretariat Jenderal PBB,” ujar Sukmo.

    Sukmo mengatakan, saat ini PBB tengah mempersiapkan diri menghadiri pemilu legislatif dan mengkaji kemungkinan melakukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) perihal Undang-Undang Pemilihan Presiden 2019. “Kami akan mengkaji posisi pencapresan di mukernas dan MDP pada tanggal 5 Mei, apakah akan memposisikan oposisi atau mendukung calon,” kata Sukmo.

    Persoalan itu pun ditanggapi oleh Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra melalui akun Twitter pribadinya. Dilansir dari republika.co.id, Yusril membantah partainya terlibat dalam pembentukkan Sekber yang didirikan Gerindra dan PKS. Yusril menegaskan, pihaknya tidak pernah diajak berkomunikasi terkait pembentukkan Sekber untuk kepentingan Pilpres 2019.

    “Benar. PBB tidak pernah diajak bicara membentuk koalisi empat parpol tiba-tiba meresmikan Sekber seolah-olah PBB adalah bagian dari koalisi,” cuitnya (28/4).

    Yusril pun menyesalkan nama partainya disebut dalam empat partai yang terlibat dalam Sekber Gerindra-PKS. Bilapun ingin membawa nama PBB, menurut Yusril, harusnya pihak penggagas Sekber lebih dulu mengajak PBB berbicara.

    “PBB menyesalkan namanya dicantumkan begitu saja tanpa pembicaraan lebih dahulu,” ungkapnya.

    Rujukan

  • (GFD-2018-9) [DISINFORMASI] Perlakuan Berbeda antara GNPF MUI dengan Teman Ahok Terkait Sumbangan Dana di Hadapan Polri

    Sumber: Others
    Tanggal publish: 29/04/2018

    Berita

    GNPF- Dana sedekah umat jelas sumbernya dan penggunaannya, Dipolisikan
    Teman Ahok : Dana sumbangan untuk kegiatan poltik dan tidak jelas sumbernya. Dibiarkan.
    Kok beda perlakuannya? Apakah umat tidak boleh bersedekah

    Hasil Cek Fakta

    1. Teman Ahok pernah diperiksa KPK.
    Link : https://googleweblight.com/…

    2. Teman Ahok didirikan memang untuk membantu kampanye Calon Gubernur Basuki Tjahya Purnama atau dengan kata lain kegiatan politik. Visi misi Teman Ahok jelas tertera di websitenya.
    http://temanahok.com/visi-ahok?l=id

    3. Laporan keuangan teman Ahok bisa diakses siapa saja di laman http://www.temanahok.com/laporan?l=id

    4. Laporan Keuangan GNPF sebenarnya tidak jelas sumber dan penggunannya. Tidak ada laporan yang bisa diakses publik melalui media apapun selain klaiman dari pihak GNPF sendiri. Bahkan penggunaan dana aksi demo dicurgai sebagai pencucian uang kini sedang diusut pihak Kepolisian
    http://www.cnnindonesia.com/…/ketua-gnpf-mui-jalani-pemeri…/

    5. Dan yang terakhir tentu saja umat masih boleh bersedekah.
    Salah satu laman acuan untuk bersedekah
    http://ayosedekah.org/

    Rujukan