• (GFD-2018-61) [KLARIFIKASI] "PT. Dirgantara Indonesia Tak Dijual ke Pihak Asing"

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/05/2018

    Berita

    Setelah dilakukan penelusuran berita, faktanya pada tahun 2017, Manager Hukum dan Humas PTDI, Irfan Budiman pernah menyatakan isu penjualan PTDI yang tersebar di Whatsapp dan media sosial adalah tidak benar atau hoaks.

    Hasil Cek Fakta

    PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) melalui akun media sosial resmi Twitternya @officialptdi membantah kabar yang mengatakan PTDI dijual ke pihak asing. Menurut PTDI, kabar tersebut bohong atau hoaks yang sudah pernah terjadi di tahun 2017.

    Rujukan

  • (GFD-2018-64) [KLARIFIKASI] FPI Tidak Menyebarkan Spanduk Habib Rizieq Dukung Khilafah

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/05/2018

    Berita

    Front Pembela Islam (FPI) membantah telah memasang dan menyebarkan spanduk bergambarkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab mendukung khilafah di sejumlah titik Kota Depok, Jawa Barat. Dilansir dari sindonews.com, okezone.com, dan rmol.co, Novel Bamukmin, Anggota FPI, membantah pihaknya telah melakukan pemasangan spanduk tersebut. “Iya tidak benar itu dan kami tidak bertanggung jawab atas pemasangan spanduk oleh orang yang tidak bertanggung jawab itu yang ingin memfitnah kami,” ujar Novel.

    Hasil Cek Fakta

    Pihak Front Pembela Islam (FPI) membantah telah memasang dan menyebarkan spanduk bergambarkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) mendukung khilafah di sejumlah titik Kota Depok, Jawa Barat. Dilansir dari sindonews.com, okezone.com, dan rmol.co, Novel Bamukmin, Anggota FPI, membantah pihaknya telah melakukan pemasangan spanduk tersebut.

    Menurut Novel, pemasangan spanduk tersebut merupakan ulah oknum-oknum yang ingin memfitnah HRS dan FPI. Selain itu, Novel mengatakan, pihak FPI maupun HRS tidak bertanggung jawab atas pemasangan spanduk tersebut.

    “Iya tidak benar itu dan kami tidak bertanggung jawab atas pemasangan spanduk oleh orang yang tidak bertanggung jawab itu yang ingin memfitnah kami,” ungkap Novel.

    Dalam spanduk yang mencatut logo FPI dan gambar HRS tersebut tertulis ‘Indahnya Bersatu Dalam Naungan KHILAFAH ISLAMIYAH.’ Selain ada logo FPI, dalam spanduk tersebut juga terpampang logo Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan FPI di sebelah kanan.

    Adapula di bagian bawah spanduk serentetan hastag #BersamaHRS, #BelaIslam, #RahmatanLilAlamin, dan #ReturnTheKilafah. Selain itu, pada spanduk, gelar HRS disebutkan sebagai Ketua Umum FPI.

    Saat ini, Novel mengatakan, pihaknya tengah mencari siapa oknum yang memasang spanduk provokatif tersebut. “Kita lagi cari oknumnya. Kejadian ini bukan kali ini saja, akan tetapi sudah sering dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab untuk memfitnah HB Rizieq. Nama dan jabatannya pun salah,” pungkas Novel.

    Rujukan

  • (GFD-2018-71) [DISINFORMASI]: Pesan Singkat Penangkapan Seorang Ibu yang Merupakan Pengedar Narkoba di Sekolah

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 04/05/2018

    Berita

    Kejadian nyata Seny Resto, Kemang kemarin sore..
    .
    Slmt pagi ibu2 terkasih..
    Sekedar sharing aja…
    Kmrn sore resto saya kedatangan seorg ibu dg 1 balita.
    Baru saja dia memesan mie ayam baso dan duduk di meja, tiba2 didatangi 3 lelaki yg lsg menggeledah tas ibu itu…
    Ternyata 3 lelaki itu intel narkoba. Dan ibu itu adalah pengedar narkoba..

    Hasil Cek Fakta

    Beredar informasi melalui aplikasi pesan singkat mengenai peredaran narkoba dengan sasaran utama siswa sekolah. Pesan tersebut menyebut, seorang ibu yang ditangkap di sebuah resto di kawasan, Kemang Pratama, Bekasi, merupakan pengedar narkobanya.

    Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan saat dikonfirmasi mengatakan, cerita yang telah tersebar tersebut hoaks.

    “Tidak ada cerita itu. Tapi memang kemarin kami melakukan penangkapan yang mirip seperti cerita itu dan foto yang tersebar memang foto penyidik kami. Tapi runutan ceritanya tidak benar,” ujar Suwondo, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (2/5/2018).

    Suwondo menjelaskan, pihaknya memang melakukan penangkapan seorang pengedar narkoba jenis sabu, Senin (30/4/2018) sekitar pukul 15.00 WIB, di depan Bank BCA Perum Kemang Pratama, Bojong Rawa Lumbu, Bekasi.

    “Tersangka bernama Heriyanto. Dia ditangkap saat sedang mengambil uang di mesin ATM di dekat sekolah” tambahnya.

    Di TKP itu, tersangka bersama istri dan anaknya yang masih balita dan mengendarai mobil. Di dalam mobil itu, tersangka menyimpan narkoba di beberapa bungkus kopi,” kata Suwondo.

    Suwondo mengatakan, saat melakukan penangkapan polisi juga mengamankan istri korban karena berada di lokasi yang sama saat suaminya ditangkap.

    “Tapi istrinya ini tidak tahu aktivitas peredaran narkoba suaminya. Setelah dites urine, dia juga negatif narkoba. Kasian kalau fotonya tersebar dan dianggap pengedar narkoba,” lanjut Suwondo.

    Tidak hanya di mobil, setelah dilakukan pengembangan, polisi juga menemukan barang bukti narkoba di rumah Heriyanto, di kawasan Kalapa Nunggal, Bogor, Jawa Barat.

    “Jadi tolong diluruskan. Ibu itu bukan pengedar, tapi suaminya. Dan saya harap masyarakat juga jangan lagi menyebarkan foto ibu itu sebagai pelengkap cerita yang tidak benar tersebut,” ujar Suwondo.

    Rujukan

  • (GFD-2018-72) [HOAKS]: Info Penerimaan Pegawai Non PNS Pada Ditjen Kesmas Kementrian Kesehatan

    Sumber: instagram.com
    Tanggal publish: 04/05/2018

    Berita

    Belum lama ini beredar info lowongan pekerjaan yang diposting oleh akun instagram lowongan kesehatan mengenai info penerimaan pegawai non PNS pada Direktorat Jendral Kementrian Kesehatan. namun melalui laman web resmi Ditjen Kesmas menyebut informasi tersebut adalah HOAKS.

    Hasil Cek Fakta

    Belum lama ini beredar info yang menyebutkan bahwa Direktorat Jendral Kesehatan Masyarakat Kementrian kesehatan. Info itu tersebar lewat akun instagram @lowongankesehatan.

    Dalam postingannya itu, akun tersebut memposting gambar dimana di kop surat tertera nama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan mengatasnamakan panitia rekrutmen.

    Didalam surat postingan tersebut juga terdapat beberapa kualifikasi yang dapat dipilih pelamar sesuai dengan bidangnya.

    Menanggapi infromasi itu, Ditjen Kesmas memalui akun twitter resminya menegaskan bahwa info penerimaan pegawai non PNS pada ditjen kesmas @kemenkesRI melalui akun instagram @lowongankesehatan adalah palsu.

    “Ditjen Kesmas @KemenkesRI tidak pernah mengeluarkan info penerimaan pegawai non PNS, seperti yg diunggah pada akun instagram @lowongankesehatan ini adalah penipuan https://www.instagram.com/p/BiJaUhOAVX5/ “ pungkas kementrian tersebut di twitternya.

    Selain itu, dalam laman web resminya, mereka juga menghimbau beredarnya informasi tersebut.

    “Hati-Hati dengan Penipuan Pengumuman Rekrutmen Calon Pegawai Tidak Tetap Non PNS Ditjen Kesmas, Kementerian Kesehatan sebagaiman beredar melalui media sosial. Sampai saat ini kami tidak sedang melakukan perekrutan pegawai tersebut “.

    Rujukan