“Takbiir Allah Huakbar 3x
Mari Saudara2 MUSLIMKU Bantu Saudara kita Dengan Kirim Fotto ini Lewat Whatshaap
Insyaa Allah…. Allah SWT Membalas Niat Baik Kita
AAMiin Ya RA’AB”
–
“Bayi ini lahir dalam keadaan buta dan perlu $200,000 untuk perawatannya sampai dia bisa melihat kembali. Anda tidak perlu mendonasi satu senpun, tapi pihak whatsapp akan mengumpulkan dana setiap kali gambar ini dibagikan. Silahkan bagikan”
Bayi lahir buta
(GFD-2019-2900) [SALAH] “Bantu Saudara kita Dengan Kirim Fotto ini Lewat Whatshaap”
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 25/07/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
Whatsapp dan perusahaan lain yang waras dan sah tidak pernah membuat program penggalangan dana seperti yang disebutkan di narasi pesan berantai yang diedarkan.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
(GFD-2019-2902) [SALAH] “Megawati : Jokowi Itu Idaman Seluruh Alam, Bahkan “ALIEN” Saja Mau Di Pimpin Oleh Beliau.”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 25/07/2019
Berita
Postingan menampilkan tangkapan layar pemberitaan dengan judul “Megawati : Jokowi Itu Idaman Seluruh Alam, Bahkan “ALIEN” Saja Mau Di Pimpin Oleh Beliau.” Dalam postingan itu terpampang nama reporter Bayu Septianto dan tertanggal 23 Juli 2019. Berikut kutipan narasi penyertanya:
Ada yg lebih lucu sodara2...
Saya pribadi ihklaskan kalo Jokowi memimpin alien ????????
Sudah TDK ada kata2 untuk memuji nih emak...sampai alien di bawa2 ????????????
Ada yg lebih lucu sodara2...
Saya pribadi ihklaskan kalo Jokowi memimpin alien ????????
Sudah TDK ada kata2 untuk memuji nih emak...sampai alien di bawa2 ????????????
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, diketahui bahwa tangkapan layar itu merupakan hasil suntingan gambar. Sebab, judul berita yang sebenarnya ialah “Sekjen PDIP Pastikan Prabowo Bertemu Megawati Dalam Waktu Dekat” dan ditulis oleh Bayu Septianto dengan tanggal tayang 23 Juli 2019.
Dalam laman tirto.id, Bayu Septianto berstatus sebagai penulis. Pada tanggal 23 Juli 2019, Bayu tercatat dalam laman tirto.id menulis 9 berita.
Berikut kutipan berita sebenarnya:
[…] Sekjen PDIP Pastikan Prabowo Bertemu Megawati Dalam Waktu Dekat
tirto.id - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, akan ada pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam waktu dekat ini.
"Atas dasar semangat yang sama, maka Ibu Megawati Soekarnoputri memang direncanakan bertemu dengan Pak Prabowo. Pertemuan dalam waktu dekat, dan sebagai tradisi silaturahim yang baik untuk dijalankan para pemimpin," jelas Hasto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/7/2019).
Namun, Hasto belum mau menyebut waktu dan tempat dilaksanakannya pertemuan tersrbut.
"Adapun tentang kapan dan dimana pertemuan itu akan kami informasikan lbh lanjut," ucap dia.
Hasto meminta pertemuan itu nantinya jangan dimaknai terlalu jauh dengan pembentukan koalisi pendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf usai Pilpres 2019.
Menurut Hasto, terkait koalisi setelah Pilpres, haruslah dibahas bersama antara Jokowi sebagai presiden terpilih dengan seluruh ketua umum parpol Koalisi.
"Pertemuan tersebut menyangkut aspek mendasar, persahabatan antar pemimpin, meski dalam pilihan politik berbeda, tetap memiliki komitmen untuk berdialog dan meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya. Apapun rekonsiliasi pascapemilu penting untuk dilakukan," kata Hasto.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dikabarkan akan kembali bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Namun, dalam pertemuan nanti kedua calon presiden pada Pilpres 2019 itu juga akan bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Kalau tidak ada halangan besok, Pak Prabowo, Ibu Mega, dan Kangmas Joko Widodo bertemu," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono dalam pesan singkatnya yang diterima Tirto, Selasa (23/7/2019).
Arief juga mengatakan, pertemuan itu rencananya akan dilaksanakan pada pukul 12.00 WIB, namun untuk tempatnya ia mengaku belum mengetahuinya.
"Bertemu jam 12.00. [Waktunya] nanti dulu lagi diatur dulu ini," tuturnya.
Hubungan Megawati dan Prabowo pernah mesra saat keduanya maju sebagai Capres dan Cawapres 2009. Namun, kalah oleh Paslon Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono.
Hubungan dua politikus senior ini berseberangan kembali dalam Pilpres 2014 dan Pilpres 2019. Prabowo menantang Joko Widodo, calon yang diusung Ketum PDIP.
Sebelumnya, terjadi pertemuan antara dua calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Jokowi dan Prabowo akhirmya terwujud usai pencoblosan April lalu.
Keduanya bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan berlanjut menaiki MRT hingga Stasiun MRT Senayan, Sabtu (13/7/2019).
Usai menaiki MRT, Jokowi mengatakan pertemuan dengan Prabowo adalah pertemuan antara sahabat, kawan dan tentunya saudara setanah air.
Diketahui, Jokowi telah menginisiasi pertemuan usai Pilpres 2019, namun Prabowo enggan menanggapi. Namun setelah gugatan hasil Pilpres Prabowo ditolak oleh Mahkamah Konstitusi, rencana pertemuan kembali menguat.
Pertemuan ini merupakan rangkaian upaya rekonsiliasi antara dua paslon Pilpres 2019. Namun, belum diketahui kesepakatan usai terjadi pertemuan. […]
Dalam laman tirto.id, Bayu Septianto berstatus sebagai penulis. Pada tanggal 23 Juli 2019, Bayu tercatat dalam laman tirto.id menulis 9 berita.
Berikut kutipan berita sebenarnya:
[…] Sekjen PDIP Pastikan Prabowo Bertemu Megawati Dalam Waktu Dekat
tirto.id - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, akan ada pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam waktu dekat ini.
"Atas dasar semangat yang sama, maka Ibu Megawati Soekarnoputri memang direncanakan bertemu dengan Pak Prabowo. Pertemuan dalam waktu dekat, dan sebagai tradisi silaturahim yang baik untuk dijalankan para pemimpin," jelas Hasto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/7/2019).
Namun, Hasto belum mau menyebut waktu dan tempat dilaksanakannya pertemuan tersrbut.
"Adapun tentang kapan dan dimana pertemuan itu akan kami informasikan lbh lanjut," ucap dia.
Hasto meminta pertemuan itu nantinya jangan dimaknai terlalu jauh dengan pembentukan koalisi pendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf usai Pilpres 2019.
Menurut Hasto, terkait koalisi setelah Pilpres, haruslah dibahas bersama antara Jokowi sebagai presiden terpilih dengan seluruh ketua umum parpol Koalisi.
"Pertemuan tersebut menyangkut aspek mendasar, persahabatan antar pemimpin, meski dalam pilihan politik berbeda, tetap memiliki komitmen untuk berdialog dan meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya. Apapun rekonsiliasi pascapemilu penting untuk dilakukan," kata Hasto.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dikabarkan akan kembali bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Namun, dalam pertemuan nanti kedua calon presiden pada Pilpres 2019 itu juga akan bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Kalau tidak ada halangan besok, Pak Prabowo, Ibu Mega, dan Kangmas Joko Widodo bertemu," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono dalam pesan singkatnya yang diterima Tirto, Selasa (23/7/2019).
Arief juga mengatakan, pertemuan itu rencananya akan dilaksanakan pada pukul 12.00 WIB, namun untuk tempatnya ia mengaku belum mengetahuinya.
"Bertemu jam 12.00. [Waktunya] nanti dulu lagi diatur dulu ini," tuturnya.
Hubungan Megawati dan Prabowo pernah mesra saat keduanya maju sebagai Capres dan Cawapres 2009. Namun, kalah oleh Paslon Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono.
Hubungan dua politikus senior ini berseberangan kembali dalam Pilpres 2014 dan Pilpres 2019. Prabowo menantang Joko Widodo, calon yang diusung Ketum PDIP.
Sebelumnya, terjadi pertemuan antara dua calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Jokowi dan Prabowo akhirmya terwujud usai pencoblosan April lalu.
Keduanya bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan berlanjut menaiki MRT hingga Stasiun MRT Senayan, Sabtu (13/7/2019).
Usai menaiki MRT, Jokowi mengatakan pertemuan dengan Prabowo adalah pertemuan antara sahabat, kawan dan tentunya saudara setanah air.
Diketahui, Jokowi telah menginisiasi pertemuan usai Pilpres 2019, namun Prabowo enggan menanggapi. Namun setelah gugatan hasil Pilpres Prabowo ditolak oleh Mahkamah Konstitusi, rencana pertemuan kembali menguat.
Pertemuan ini merupakan rangkaian upaya rekonsiliasi antara dua paslon Pilpres 2019. Namun, belum diketahui kesepakatan usai terjadi pertemuan. […]
Kesimpulan
Dari kutipan berita dan judul itu, maka dipastikan bahwa gambar pada sumber postingan merupakan hasil suntingan dari berita yang ditulis oleh Bayu Septianto pada tanggal 23 Juli 2019. Dengan demikian, masuk ke dalam kategori manipulated content.
(GFD-2019-2907) [SALAH] “Hancur kota ya sengsara warga ya”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 25/07/2019
Berita
“Hancur kota ya…sengsara warga ya
@cagubnyinyir2 @kangdin223
@YRadianto @Mey_MeynieJT”.
@cagubnyinyir2 @kangdin223
@YRadianto @Mey_MeynieJT”.
Hasil Cek Fakta
Foto yang diberikan teks “JAKARTA” adalah dokumentasi tahun 2015 ketika Kali Sentiong dibersihkan, sementara Anies Baswedan mulai menjabat pada tahun 2017. Setelah sebelumnya sempat terhenti karena pergantian Gubernur, per tahun 2018 menjelang Asian Games kegiatan pembersihan kembali berjalan.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
(GFD-2019-2885) [KLARIFIKASI] Bukalapak dan ACT Memberikan Klarifikasi Atas Isu Menyokong Kelompok Radikal
Sumber: facebook.comTanggal publish: 24/07/2019
Berita
Beredar postingan yang menyebutkan bahwa Bukalapak dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terafiliasi dengan kelompok radikal. Dalam narasi yang beredar, tudingan itu didasari oleh ada pilihan memberikan donasi sebesar Rp500 saat hendak melakukan pembelian dan pembayaran di aplikasi Bukalapak.
Berikut kutipan narasi isu yang beredar:
BUKALAPAK, BUKALAH TOPENGMU
--------------------------
Bagi penggila belanja online, nama Bukalapak sebagai icon marketplace lokal sedikit banyak menyimpan beberapa "fenomena politik". Bagaimana sebuah situs online beromset trilyunan rupiah menjadi salah satu sisi gelap konspirasi ideologi di Indonesia.
Kronologisnya barangkali bisa disimak : Silahkan buka situs bukalapak, kemudian "pura-pura" lakukan pembelian maka munculah format pembayaran yang harus dilakukan. Pada salah satu pilihan tertera "Donasi Rp 500 melalui Lembaga ACT". Jika kita menyetujui, maka total angka yang harus dibayarkan bertambah Rp 500.
Apakah ACT itu? ACT (Aksi Cepat Tanggap) adalah sebuah lembaga pengumpul Donasi kemanusiaan. Untuk lebih jauh menelusuri ACT Silahkan Googling dengan kata kunci : "ACT dan ISIS" maka akan muncul beberapa link berita yang mengupas keterkaitan lembaga donasi itu dengan ISIS dan Suriah.
Di salah satu portal berita : http://liputanislam.com/…/melacak-aliran-dana-untuk-suriah…/ Meskipun bukan portal berita mainstream, tetapi liputanislam.com cukup akurat memberitakan tentang dana sumbangan kemanusiaan. Salah satu fakta menunjukkan ada foto sumbangan dari Indonesia berlabel IHR (Indonesia Humanitarian Relief) berada di kota Allepo ditengah markas pemberontak ISIS. IHR adalah proyek kemanusiaan yang menjadi sayap kanan dari ACT.
Berlanjut menelisik browsing dengan kata kunci IHR, maka kita akan menemukan beberapa berita keterkaitan IHR, ACT dan Bachtiar Nasir. Sosok yang satu itu pernah menjadi tersangka penyalahgunaan penyaluran dana kemanusiaan. Beliau salah satu aktivis HTI yang paling aktif menggalang sekaligus menyalurkan dukungan. Bagi yang masih meragukan silahkan Googling dengan keyword "Bachtiar Nasir dan HTI"
Singkat kata, adakah "hubungan intim" antara Bukalapak dengan ACT, HTI, Suriah dan Bachtiar Nasir, silahkan menganalisa sendiri. Yang bisa digaris bawahi adalah bukan tentang 500 perak sumbangan donasi tanpa paksaan itu, atau Bukalapak yang sudah meminta maaf pada Pakdhe gegara postingan "nyinyir" berujung uninstalbukalapak. Tetapi siapa berafiliasi dengan siapa patut menjadi pertimbangan saat kita belanja di Bukalapak, ada sepeser uang kita yang mengalir tanpa sadar mendukung perjuangan "pemberontakan" atas nama kemanusiaan.
Satu catatan penting mengapa HTI dan Khilafahnya tak kunjung redup meski pemerintah sudah membubarkannya.
Bukalapak, Bukalah Topengmu.
Dahono Prasetyo 23/07/19
Berikut kutipan narasi isu yang beredar:
BUKALAPAK, BUKALAH TOPENGMU
--------------------------
Bagi penggila belanja online, nama Bukalapak sebagai icon marketplace lokal sedikit banyak menyimpan beberapa "fenomena politik". Bagaimana sebuah situs online beromset trilyunan rupiah menjadi salah satu sisi gelap konspirasi ideologi di Indonesia.
Kronologisnya barangkali bisa disimak : Silahkan buka situs bukalapak, kemudian "pura-pura" lakukan pembelian maka munculah format pembayaran yang harus dilakukan. Pada salah satu pilihan tertera "Donasi Rp 500 melalui Lembaga ACT". Jika kita menyetujui, maka total angka yang harus dibayarkan bertambah Rp 500.
Apakah ACT itu? ACT (Aksi Cepat Tanggap) adalah sebuah lembaga pengumpul Donasi kemanusiaan. Untuk lebih jauh menelusuri ACT Silahkan Googling dengan kata kunci : "ACT dan ISIS" maka akan muncul beberapa link berita yang mengupas keterkaitan lembaga donasi itu dengan ISIS dan Suriah.
Di salah satu portal berita : http://liputanislam.com/…/melacak-aliran-dana-untuk-suriah…/ Meskipun bukan portal berita mainstream, tetapi liputanislam.com cukup akurat memberitakan tentang dana sumbangan kemanusiaan. Salah satu fakta menunjukkan ada foto sumbangan dari Indonesia berlabel IHR (Indonesia Humanitarian Relief) berada di kota Allepo ditengah markas pemberontak ISIS. IHR adalah proyek kemanusiaan yang menjadi sayap kanan dari ACT.
Berlanjut menelisik browsing dengan kata kunci IHR, maka kita akan menemukan beberapa berita keterkaitan IHR, ACT dan Bachtiar Nasir. Sosok yang satu itu pernah menjadi tersangka penyalahgunaan penyaluran dana kemanusiaan. Beliau salah satu aktivis HTI yang paling aktif menggalang sekaligus menyalurkan dukungan. Bagi yang masih meragukan silahkan Googling dengan keyword "Bachtiar Nasir dan HTI"
Singkat kata, adakah "hubungan intim" antara Bukalapak dengan ACT, HTI, Suriah dan Bachtiar Nasir, silahkan menganalisa sendiri. Yang bisa digaris bawahi adalah bukan tentang 500 perak sumbangan donasi tanpa paksaan itu, atau Bukalapak yang sudah meminta maaf pada Pakdhe gegara postingan "nyinyir" berujung uninstalbukalapak. Tetapi siapa berafiliasi dengan siapa patut menjadi pertimbangan saat kita belanja di Bukalapak, ada sepeser uang kita yang mengalir tanpa sadar mendukung perjuangan "pemberontakan" atas nama kemanusiaan.
Satu catatan penting mengapa HTI dan Khilafahnya tak kunjung redup meski pemerintah sudah membubarkannya.
Bukalapak, Bukalah Topengmu.
Dahono Prasetyo 23/07/19
Hasil Cek Fakta
Atas isu tersebut, pihak Bukalapak dan ACT memberikan klarifikasi. Head of Corporate Communication Bukalapak Intan Wibisono memastikan kabar tersebut hoaks. “Informasi itu tidak benar dan dapat menyesatkan masyarakat,” ujar Intan.
Menurut Intan, saat ini Bukalapak hanya bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan yang tersertifikasi pemerintah. Di antaranya ACT, BAZNAS, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Rumah Yatim, dan Kitabisa. Penyaluran donasi dilakukan melalui aplikasi.
Intan menegaskan bahwa program donasi yang diselenggarakan entitasnya akan disalurkan untuk kepentingan pendidikan. Salah satunya untuk program Pendidikan Tepian Negeri.
Ia melanjutkan, sebagai mitra dari jutaan usaha mikro, kecil, dan menengah Bukalapak juga mesti membangun kepercayaan masyarakat. Karena itu, program-program yang dijalankan mesti berdampak positif dan mendukung inovasi teknologi.
Adapun, dari pihak ACT, klarifikasi disampaikan oleh Vice President Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan berpotensi menyesatkan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memercayai dan tidak menyebarkan berita hoaks melalui jejaring media sosial dan WhatsApp Group,” ujarnya.
Ibnu menegaskan, ACT adalah lembaga kemanusiaan yang menjunjung transparansi dalam penyaluran donasi yang kami dapat dari berbagai mitra, dan tersertifikasi oleh pemerintah, dan telah menyalurkan bantuan ke tempat - tempat yang membutuhkan bantuan kemanusiaan seperti Lombok, Palu, Mentawai, Selat Sunda, Sentani dan berbagai lokasi lainnya.
Direktur Komunikasi ACT, Lukman Azis Kurniawan pun ikut memberikan klarifikasi sekaligus menjelaskan program kerja sama ACT dengan Bukalapak. Ia mengatakan, mengatakan bantuan dari Bukalapak disalurkan khusus untuk masyarakat pedalaman di Tanah Air.
“Yang saat ini sedang dikerjasamakan dengan Bukalapak adalah program Tepian Negeri. Program ini membantu masyarakat di perbatasan yang mengalami kondisi kekurangan, kemiskinan,” kata Azis.
Menurut Azis, ada 100 daerah binaan yang menjadi tujuan penyaluran bantuan. Seluruhnya berada di Indonesia, semisal di Nusa Tenggara Timur, Papua, Sulawesi, hingga pulau-pulau kecil seperti Pulau Buru.
Tak hanya itu, Azis juga menyatakan, tuduhan kepada ACT terkait dengan kelompok radikal sudah pernah dialami sejak 2 tahun lalu. “Dua tahun lalu pernah dihantam hoaks tapi hasil audit enggak membuktikan hal itu. Hasil audit menyatakan bahwa tidak ada aktivitas penyaluran bantuan pihak berkonflik,” ujarnya.
Mengenai penyaluran bantuan ke Suriah, Azis memastikan ACT hanya memberikan donasi kepada korban dan pengungsi. Penyaluran sengaja tidak dilakukan lewat pemerintah Suriah karena pemerintah terlibat dalam kepentingan dan konflik.
“Pemerintah Suriah adalah pihak yang masuk ke pihak berkonflik. Jadi kami enggak mungkin kirim bantuan lewat pemerintah,” ucapnya.
Menurut Intan, saat ini Bukalapak hanya bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan yang tersertifikasi pemerintah. Di antaranya ACT, BAZNAS, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Rumah Yatim, dan Kitabisa. Penyaluran donasi dilakukan melalui aplikasi.
Intan menegaskan bahwa program donasi yang diselenggarakan entitasnya akan disalurkan untuk kepentingan pendidikan. Salah satunya untuk program Pendidikan Tepian Negeri.
Ia melanjutkan, sebagai mitra dari jutaan usaha mikro, kecil, dan menengah Bukalapak juga mesti membangun kepercayaan masyarakat. Karena itu, program-program yang dijalankan mesti berdampak positif dan mendukung inovasi teknologi.
Adapun, dari pihak ACT, klarifikasi disampaikan oleh Vice President Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan berpotensi menyesatkan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memercayai dan tidak menyebarkan berita hoaks melalui jejaring media sosial dan WhatsApp Group,” ujarnya.
Ibnu menegaskan, ACT adalah lembaga kemanusiaan yang menjunjung transparansi dalam penyaluran donasi yang kami dapat dari berbagai mitra, dan tersertifikasi oleh pemerintah, dan telah menyalurkan bantuan ke tempat - tempat yang membutuhkan bantuan kemanusiaan seperti Lombok, Palu, Mentawai, Selat Sunda, Sentani dan berbagai lokasi lainnya.
Direktur Komunikasi ACT, Lukman Azis Kurniawan pun ikut memberikan klarifikasi sekaligus menjelaskan program kerja sama ACT dengan Bukalapak. Ia mengatakan, mengatakan bantuan dari Bukalapak disalurkan khusus untuk masyarakat pedalaman di Tanah Air.
“Yang saat ini sedang dikerjasamakan dengan Bukalapak adalah program Tepian Negeri. Program ini membantu masyarakat di perbatasan yang mengalami kondisi kekurangan, kemiskinan,” kata Azis.
Menurut Azis, ada 100 daerah binaan yang menjadi tujuan penyaluran bantuan. Seluruhnya berada di Indonesia, semisal di Nusa Tenggara Timur, Papua, Sulawesi, hingga pulau-pulau kecil seperti Pulau Buru.
Tak hanya itu, Azis juga menyatakan, tuduhan kepada ACT terkait dengan kelompok radikal sudah pernah dialami sejak 2 tahun lalu. “Dua tahun lalu pernah dihantam hoaks tapi hasil audit enggak membuktikan hal itu. Hasil audit menyatakan bahwa tidak ada aktivitas penyaluran bantuan pihak berkonflik,” ujarnya.
Mengenai penyaluran bantuan ke Suriah, Azis memastikan ACT hanya memberikan donasi kepada korban dan pengungsi. Penyaluran sengaja tidak dilakukan lewat pemerintah Suriah karena pemerintah terlibat dalam kepentingan dan konflik.
“Pemerintah Suriah adalah pihak yang masuk ke pihak berkonflik. Jadi kami enggak mungkin kirim bantuan lewat pemerintah,” ucapnya.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/941046952894507/
- https://turnbackhoax.id/2019/07/24/klarifikasi-bukalapak-dan-act-memberikan-klarifikasi-atas-isu-menyokong-kelompok-radikal/
- https://kominfo.go.id/content/detail/20175/hoaks-bukalapak-sokong-kelompok-radikal/0/laporan_isu_hoaks
- https://blog.bukalapak.com/berita/pernyataan-resmi-bukalapak-109429
- https://news.detik.com/berita/d-4636522/bukalapak-tepis-isu-gandeng-lembaga-donasi-terafiliasi-gerakan-radikal
- https://kabar24.bisnis.com/read/20190723/15/1127746/cek-fakta-bukalapak-danai-isis-ini-pernyataan-resmi-bukalapak
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190723184459-25-414853/act-bantah-terkait-radikalisme
- https://www.merdeka.com/peristiwa/act-bantah-terafiliasi-gerakan-radikal.html
- https://bisnis.tempo.co/read/1227642/viral-tudingan-sokong-kelompok-radikal-bukalapak-angkat-suara
- https://bisnis.tempo.co/read/1227715/dituding-kirim-bantuan-untuk-isis-act-jelaskan-posisi-kerja-sama-dengan-bukalapak
- https://bisnis.tempo.co/read/1227882/bantah-sokong-isis-bukalapak-kerja-sama-tak-hanya-dengan-act
- https://www.gatra.com/detail/news/431897/economy/act-tepis-isu-hoaks-dikaitkan-dengan-organisasi-radikal
Halaman: 7685/7976






