(GFD-2019-3340) [SALAH] Demi Palestina, Cristiano Ronaldo Sumbang Rp 21,7 Miliar
Sumber: maklumatnews.comTanggal publish: 27/11/2019
Berita
Demi Palestina, Cristiano Ronaldo Sumbang Rp 21,7 Miliar
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, sejumlah media asing sebenarnya telah mempublikasikan artikel yang membantah klaim bahwa Cristiano Ronaldo menyumbangkan uangnya untuk Palestina saat Ramadan.
Pada 28 Mei 2019, AFP menerbitkan artikel yang memuat bantahan dari manajemen Cristiano Ronaldo. “Itu keliru, sama seperti cerita lain yang dipublikasikan tentang Cristiano Ronaldo,” ujar Gestifute, perusahaan manajemen pemain sepak bola, termasuk Cristiano Ronaldo, kepada AFP.
Penjelasan dari Gestifute juga dimuat oleh Associated Press. Menurut juru bicara Gestifute, klaim bahwa Cristiano Ronaldo menyumbangkan uangnya untuk Palestina saat Ramadan merupakan klaim yang keliru. “Dia mengatakan bahwa Cristiano Ronaldo sering menjadi subyek laporan palsu yang serupa,” tulis Associated Press melalui artikelnya pada 25 Mei 2019.
Menurut Associated Press, situs berita olahraga 9sportpro juga menurunkan artikel itu. Situs ini mengklaim bahwa artikel tersebut diambil dari Infoshqipmedia. Dari situs-situs inilah, informasi keliru mengenai Cristiano Ronaldo yang menyumbang untuk Palestina terus beredar hingga sekarang.
Pada 28 Mei 2019, AFP menerbitkan artikel yang memuat bantahan dari manajemen Cristiano Ronaldo. “Itu keliru, sama seperti cerita lain yang dipublikasikan tentang Cristiano Ronaldo,” ujar Gestifute, perusahaan manajemen pemain sepak bola, termasuk Cristiano Ronaldo, kepada AFP.
Penjelasan dari Gestifute juga dimuat oleh Associated Press. Menurut juru bicara Gestifute, klaim bahwa Cristiano Ronaldo menyumbangkan uangnya untuk Palestina saat Ramadan merupakan klaim yang keliru. “Dia mengatakan bahwa Cristiano Ronaldo sering menjadi subyek laporan palsu yang serupa,” tulis Associated Press melalui artikelnya pada 25 Mei 2019.
Menurut Associated Press, situs berita olahraga 9sportpro juga menurunkan artikel itu. Situs ini mengklaim bahwa artikel tersebut diambil dari Infoshqipmedia. Dari situs-situs inilah, informasi keliru mengenai Cristiano Ronaldo yang menyumbang untuk Palestina terus beredar hingga sekarang.
Kesimpulan
Faktanya, setelah ditelusuri, Pada 28 Mei 2019, AFP menerbitkan artikel yang memuat bantahan dari manajemen Cristiano Ronaldo. “Itu keliru, sama seperti cerita lain yang dipublikasikan tentang Cristiano Ronaldo,” ujar Gestifute, perusahaan manajemen pemain sepak bola, termasuk Cristiano Ronaldo, kepada AFP.
Rujukan
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/492/fakta-atau-hoaks-benarkah-cristiano-ronaldo-sumbang-rp-217-miliar-untuk-palestina-saat-ramadan
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4118904/cek-fakta-hoaks-cristiano-ronaldo-sumbang-rp-217-miliar-untuk-palestina
- https://factcheck.afp.com/no-ronaldo-did-not-donate-15-million-palestinians-gaza-ramadan
(GFD-2019-3341) [SALAH] “Ide ‘gila’ Nadiem Makarim: ingin memangkas jumlah tahun pendidikan SD, SMP, SMA”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 27/11/2019
Berita
Ide ‘gila’ Nadiem Makarim
Gagasan Nadiem Makarim (Mendikbud) ingin memangkas jumlah tahun pendidikan SD, SMP & SMA. Demi percepatan dan kualitas SDM Bangsa ini sesuai reformasi industri di era 4.0 ini. Untuk SD dari 6 th menjadi 4 th. SMP & SMA akan jadi 2 th. Agar menyesuaikan umur ketika melanjutkan kuliah sampai sarjana S1, S2, S3. Saya inginnya Umur 18 th sudah selesai S3. Saya tau ini akan jadi pro kontra. Makanya kita akan bicarakan secara nasional!?.
@buku_generasi_biru
Jangan cuma bicara lu punya ide… lu pikirin tuh Nasib & Jeritan Guru-guru Honorer!!
Gagasan Nadiem Makarim (Mendikbud) ingin memangkas jumlah tahun pendidikan SD, SMP & SMA. Demi percepatan dan kualitas SDM Bangsa ini sesuai reformasi industri di era 4.0 ini. Untuk SD dari 6 th menjadi 4 th. SMP & SMA akan jadi 2 th. Agar menyesuaikan umur ketika melanjutkan kuliah sampai sarjana S1, S2, S3. Saya inginnya Umur 18 th sudah selesai S3. Saya tau ini akan jadi pro kontra. Makanya kita akan bicarakan secara nasional!?.
@buku_generasi_biru
Jangan cuma bicara lu punya ide… lu pikirin tuh Nasib & Jeritan Guru-guru Honorer!!
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan oleh Tim CekFakta Tempo yang memasukkan kata kunci “Mendikbud Nadiem Makarim akan pangkas tahun pendidikan” ke mesin pencarian Google untuk menelusuri pemberitaan terkait. Hasilnya, Tempo menemukan satu artikel yang dimuat di situs Kompasiana dengan judul “Ide ‘Gila’ Buat Mendikbud Nadiem Makarim” yang dimuat pada 19 November 2019, sehari sebelum akun Buku Generasi Biru mengunggah gambar yang diunggah kembali oleh sumber klaim.
Artikel opini itu ditulis oleh Johanis Malingkas. Dalam profilnya di Kompasiana, Johanis menyebut dirinya sebagai dosen. Saat dibaca secara lengkap, paragraf empat dan lima artikel Johanis itu sama dengan tulisan dalam gambar unggahan akun Buku Generasi Biru.
Berikut isi lengkap paragraf empat dan lima artikel Johanis:
“Nah, seandainya jenjang itu dilakukan terobosan perubahan yang dapat di pertanggung jawabkan mengapa tidak? Perubahan disini disesuaikan dengan era kekininian, apa salah? Lama waktu di SD menjadi 4 tahun, SMP dan SMA masing-masing 2 tahun maka akan ada selisih 4 tahun lama studi. Seseorang akan menamatkan SMA pada usia 13 tahun. S2 dan S3 selama 5 tahun berarti kita akan produk SDM bergelar doktor pada usia 18 tahun.
Gagasan ini mengacu dari era “percepatan” dan jelang era revolusi industri 4.0 sehingga Indonesia akan menyiapkan tenaga profesional yang akan berkompetisi bukan hanya di negeri ini namun ke kancah internasional.”
Sebenarnya, konteks artikel Johanis itu adalah sebagai gagasan dan harapan agar Mendikbud Nadiem Makarim bisa mengubah pendidikan di Indonesia. Itu pula yang tercermin dalam judul artikel itu, “Ide ‘Gila’ Buat Mendikbud Nadiem Makarim”.
Hal tersebut juga ditegaskan dalam paragraf dua artikel Johanis yang berbunyi: “Saya maksud dengan istilah ide ‘gila’ disini adalah gagasan baru yang bisa dianggap kontroversil. Gagasan yang menerobos pola lama sistem pendidikan yang lazim saat ini. Gagasan yang dapat dijadikan bahan diskusi bersama untuk menemukan kegiatan yang dapat dilaksanakan disesuaikan dengan potensi sumber daya yang tersedia.”
Dengan demikian, gagasan soal pemangkasan waktu pendidikan SD, SMP, dan SMA tidak dilontarkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim, melainkan penulis artikel opini di Kompasiana, Johanis Malingkas.
Artikel opini itu ditulis oleh Johanis Malingkas. Dalam profilnya di Kompasiana, Johanis menyebut dirinya sebagai dosen. Saat dibaca secara lengkap, paragraf empat dan lima artikel Johanis itu sama dengan tulisan dalam gambar unggahan akun Buku Generasi Biru.
Berikut isi lengkap paragraf empat dan lima artikel Johanis:
“Nah, seandainya jenjang itu dilakukan terobosan perubahan yang dapat di pertanggung jawabkan mengapa tidak? Perubahan disini disesuaikan dengan era kekininian, apa salah? Lama waktu di SD menjadi 4 tahun, SMP dan SMA masing-masing 2 tahun maka akan ada selisih 4 tahun lama studi. Seseorang akan menamatkan SMA pada usia 13 tahun. S2 dan S3 selama 5 tahun berarti kita akan produk SDM bergelar doktor pada usia 18 tahun.
Gagasan ini mengacu dari era “percepatan” dan jelang era revolusi industri 4.0 sehingga Indonesia akan menyiapkan tenaga profesional yang akan berkompetisi bukan hanya di negeri ini namun ke kancah internasional.”
Sebenarnya, konteks artikel Johanis itu adalah sebagai gagasan dan harapan agar Mendikbud Nadiem Makarim bisa mengubah pendidikan di Indonesia. Itu pula yang tercermin dalam judul artikel itu, “Ide ‘Gila’ Buat Mendikbud Nadiem Makarim”.
Hal tersebut juga ditegaskan dalam paragraf dua artikel Johanis yang berbunyi: “Saya maksud dengan istilah ide ‘gila’ disini adalah gagasan baru yang bisa dianggap kontroversil. Gagasan yang menerobos pola lama sistem pendidikan yang lazim saat ini. Gagasan yang dapat dijadikan bahan diskusi bersama untuk menemukan kegiatan yang dapat dilaksanakan disesuaikan dengan potensi sumber daya yang tersedia.”
Dengan demikian, gagasan soal pemangkasan waktu pendidikan SD, SMP, dan SMA tidak dilontarkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim, melainkan penulis artikel opini di Kompasiana, Johanis Malingkas.
Kesimpulan
Bukan ide Nadiem Makarim. Mendikbud Nadiem Makarim tidak pernah melontarkan gagasan untuk memangkas waktu pendidikan SD, SMP, dan SMA. Gagasan itu merupakan opini Johanis Malingkas melalui artikelnya di Kompasiana pada 19 November 2019 yang berjudul “Ide ‘Gila’ Buat Mendikbud Nadiem Makarim”.
Rujukan
(GFD-2019-3342) [SALAH] “Video kontraktor ahokers sabotase galian drainase”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 27/11/2019
Berita
Akun R D’Janoko (fb.com/r.djanoko.16) mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut :
“Kontraktor Drainase di DKI ini sengaja memasukkan galian ke dalam saluran drainase ut membuat banjir Jakarta tujuannya SABOTASE ut menjatuhkan Gubernur DKI JKT VIRALKAN AGAR DIKETAHUI PUBLIK kontraktornya AHOKERS penghianat bangsa .AHLAK NYA ORANG KAFIR BEJAAT”
Di dalam video tersebut memperlihatkan sejumlah pekerja kontraktor memasukkan pasir hasil galian yang dibungkus karung ke dalam saluran drainase.
“Kontraktor Drainase di DKI ini sengaja memasukkan galian ke dalam saluran drainase ut membuat banjir Jakarta tujuannya SABOTASE ut menjatuhkan Gubernur DKI JKT VIRALKAN AGAR DIKETAHUI PUBLIK kontraktornya AHOKERS penghianat bangsa .AHLAK NYA ORANG KAFIR BEJAAT”
Di dalam video tersebut memperlihatkan sejumlah pekerja kontraktor memasukkan pasir hasil galian yang dibungkus karung ke dalam saluran drainase.
Hasil Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran, kegiatan memasukkan karung pasir ke dalam saluran drainase yang terlihat dalam video tersbut merupakan aktivitas yang disebut manhole utilitas. Tujuannya sebagai upaya antisipasi kecelakaan.
Disitat dari akun resmi Dinas Bina Marga DKI Jakarta @BinaMargaDKI, memberikan klarifikasi melalui tayangan video berdurasi 39 detik. Video itu berisi narasi bertuliskan:
Lubang tersebut bukan sumur resapan, tapi manhole utilitas. Memang speknya harus dimasukkan karung pasir sebelum ditutup. Hal tersebut untuk mengantisipasi jika terjadi kecelakaan.
Saat proses pengerjaan utilitas maka karung pasir tersebut akan diangkat setelah itu proses boring subduct. Setelah selesai maka karung yang berisi pasir akan dimasukkan manhole kembali. Di beberapa tempat memang sering terisi air karena kemungkinan muka air tanah di daerah tersbut tinggi.
Sementara itu, dilansir dari Kompas.com, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugraha, mengklarifikasi video viral tersebut pada Senin, 25 November 2019. Hari menyebutkan, peristiwa yang direkam dalam video yang beredar itu terjadi di Jalan Karang Anyar, Jakarta Pusat.
“Lokasi tersebut di Jalan Karang Anyar Jakarta Pusat, sisi dari Mangga Besar ke Jalan Sukaryo Wiryopranoto,” ujar Hari.
Oleh karena itu, ia memastikan, tidak benar jika aktivitas itu disebut upaya untuk menciptakan banjir di Jakarta dan menjatuhkan pemerintah daerah.
“Ya (itu hoaks),” jawab Hari singkat.
Disitat dari akun resmi Dinas Bina Marga DKI Jakarta @BinaMargaDKI, memberikan klarifikasi melalui tayangan video berdurasi 39 detik. Video itu berisi narasi bertuliskan:
Lubang tersebut bukan sumur resapan, tapi manhole utilitas. Memang speknya harus dimasukkan karung pasir sebelum ditutup. Hal tersebut untuk mengantisipasi jika terjadi kecelakaan.
Saat proses pengerjaan utilitas maka karung pasir tersebut akan diangkat setelah itu proses boring subduct. Setelah selesai maka karung yang berisi pasir akan dimasukkan manhole kembali. Di beberapa tempat memang sering terisi air karena kemungkinan muka air tanah di daerah tersbut tinggi.
Sementara itu, dilansir dari Kompas.com, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugraha, mengklarifikasi video viral tersebut pada Senin, 25 November 2019. Hari menyebutkan, peristiwa yang direkam dalam video yang beredar itu terjadi di Jalan Karang Anyar, Jakarta Pusat.
“Lokasi tersebut di Jalan Karang Anyar Jakarta Pusat, sisi dari Mangga Besar ke Jalan Sukaryo Wiryopranoto,” ujar Hari.
Oleh karena itu, ia memastikan, tidak benar jika aktivitas itu disebut upaya untuk menciptakan banjir di Jakarta dan menjatuhkan pemerintah daerah.
“Ya (itu hoaks),” jawab Hari singkat.
Kesimpulan
Bukan sabotase untuk membuat banjir Jakarta dan menjatuhkan Gubernur DKI Jakarta. Lubang tersebut bukan sumur resapan, tapi manhole utilitas. Memang speknya harus dimasukkan karung pasir sebelum ditutup. Hal tersebut untuk mengantisipasi jika terjadi kecelakaan.
Rujukan
(GFD-2019-3332) [KLARIFIKASI] “Sosok misterius Oligarki?”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 25/11/2019
Berita
Yang ditanyakan oleh SUMBER adalah patung Jenderal Sudirman, pada tahun 2013 (masa Presiden SBY) patung tersebut sudah menempati posisinya seperti saat ini.
NARASI
“Sosok misterius siapa ini di belakang Pak Jokowi? Oligarki?”
NARASI
“Sosok misterius siapa ini di belakang Pak Jokowi? Oligarki?”
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN
“Patung Jenderal Sudirman berukuran cukup besar mengenakan pakaian ciri khasnya dengan bentuk pose sedang berdiri tegap dan tangan kanannya memegang tongkat. Pada bagian bawah patung tersebut terdapat plakat berisi keterangan patung tersebut. Tidak diketahui persis sejak kapan patung tersebut berada di dalam Istana Merdeka namun pada tahun 2013 (masa Presiden SBY) patung tersebut memang sudah menempati posisinya seperti saat ini.”
Selengkapnya di http://bit.ly/2D6dQLk / http://archive.md/vitLp (arsip cadangan).
======
REFERENSI
(1) Beberapa artikel dengan foto dan video yang berkaitan,
* detikNews: “Jokowi Diminta Tepati Janji, Prabowo Diminta Tobat”, selengkapnya di http://bit.ly/2OCkBJZ / http://archive.md/qsQDJ (arsip cadangan).
* CNN Indonesia: “Surya Paloh Duga Demo Besar karena Ada yang Tak Suka Jokowi”, selengkapnya di http://bit.ly/2OgAyqB / http://archive.md/Lj4RB (arsip sumber).
* Merdeka.com: “Gerindra ingin hubungan SBY dan Megawati seperti Jokowi dan Prabowo”, selengkapnya di http://bit.ly/339bkyx / http://archive.md/zflBg.
* TEMPO.CO: “Begini Imbauan Jokowi dan Jusuf Kalla soal Demo 4 November”, selengkapnya di http://bit.ly/2XC4S1Q.
* CNN Indonesia: “Melongok Istana Bersolek Jelang Hari Kemerdekaan” (galeri, foto ke 9), selengkapnya di http://bit.ly/34kioK8 / http://archive.md/lwvbw.
“Patung Jenderal Sudirman berukuran cukup besar mengenakan pakaian ciri khasnya dengan bentuk pose sedang berdiri tegap dan tangan kanannya memegang tongkat. Pada bagian bawah patung tersebut terdapat plakat berisi keterangan patung tersebut. Tidak diketahui persis sejak kapan patung tersebut berada di dalam Istana Merdeka namun pada tahun 2013 (masa Presiden SBY) patung tersebut memang sudah menempati posisinya seperti saat ini.”
Selengkapnya di http://bit.ly/2D6dQLk / http://archive.md/vitLp (arsip cadangan).
======
REFERENSI
(1) Beberapa artikel dengan foto dan video yang berkaitan,
* detikNews: “Jokowi Diminta Tepati Janji, Prabowo Diminta Tobat”, selengkapnya di http://bit.ly/2OCkBJZ / http://archive.md/qsQDJ (arsip cadangan).
* CNN Indonesia: “Surya Paloh Duga Demo Besar karena Ada yang Tak Suka Jokowi”, selengkapnya di http://bit.ly/2OgAyqB / http://archive.md/Lj4RB (arsip sumber).
* Merdeka.com: “Gerindra ingin hubungan SBY dan Megawati seperti Jokowi dan Prabowo”, selengkapnya di http://bit.ly/339bkyx / http://archive.md/zflBg.
* TEMPO.CO: “Begini Imbauan Jokowi dan Jusuf Kalla soal Demo 4 November”, selengkapnya di http://bit.ly/2XC4S1Q.
* CNN Indonesia: “Melongok Istana Bersolek Jelang Hari Kemerdekaan” (galeri, foto ke 9), selengkapnya di http://bit.ly/34kioK8 / http://archive.md/lwvbw.
Rujukan
Halaman: 7631/7978




