• (GFD-2019-861) [BENAR] Penjelasan MUI terkait Pernyataan Tengku Zulkarnain yang Sebut MUI akan Ajukan Hukuman Potong Tangan Bagi Koruptor

    Sumber: islampos.com
    Tanggal publish: 03/01/2019

    Berita

    Pernyataan Tengku Zulkarnain saat mengisi Dzikir Nasional Festival Republik 2018: Menebar Kebaikan Menguatkan Kepedulian di Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur, Senin (31/12) malam, membuat heboh masyarakat. Dia menyebut MUI sedang menggodok aturan baru yang sesuai dengan syariat Islam bagi pencuri dan koruptor. Aturan tersebut adalah tentang hukuman potong tangan bagi pencuri dan koruptor. Tengku Zulkarnain yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) mengatakan, aturan tersebut akan diajukan usai Pemilihan Presiden 2019.

    Hasil Cek Fakta

    Menanggapi pernyataan Tengku Zulkarnain, Ketua Bidang Infokom Majelis Ulama Indonesia Masduki Baidlowi mengatakan MUI tidak pernah mengusulkan hukuman potong tangan untuk masuk dalam rangkaian hukum positif. Menurut Masduki, MUI tidak pernah membahas sedikitpun terkait wacana tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat tidak terpancing dengan beragam pernyataan terkait wacana potong tangan. Sistem hukum positif di Indonesia, kata dia, memiliki tingkatan dan kerumitan apabila hendak diubah, ditambah dan atau dikurangi produknya.

    Rujukan

  • (GFD-2019-833) [KLARIFIKASI] Klarifikasi TNI-Polri Terhadap Tudingan Melakukan Penyanderaan Rombongan Tim Evakuasi Kemanusiaan dan Pemda Nduga

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/01/2019

    Hasil Cek Fakta

    TNI dan Polri melakukan mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak melakukan penyanderaan kepada beberapa Pejabat Pemerintahan Nduga seperti yang ditudingkan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)/Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kepala Penerangan Daerah Militer XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menyebutkan, kabar aparat TNI menyandera sekelompok pejabat daerah di Kabupaten Nduga, Papua, merupakan kabar bohong. Aidi menerangkan, TNI bersama dengan masyarakat dan pejabat daerah justru melakukan perayaan Natal di lokasi tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2019-834) [BENAR] Penjelasan Bupati Nduga Terkait Foto Anaknya sedang Memegang Bendera Bintang Kejora

    Sumber: instagram.com
    Tanggal publish: 02/01/2019

    Berita

    Akun Instagram bernama rockdoggs telah memposting sebuah foto yang memperlihatkan seorang pemuda yang sedang memegang bendera Bintang Kejora dengan caption ‘Tidak bisa menyangkal jati diri sebagai ank Bangsa Papua’ MERDEKA dengan dibumbui emoji kepalan tangan dan 100 persen # lawan #merdeka. Diduga bahwa pemuda yang di dalam foto tersebut merupakan anak ketiga dari Bupati Nduga, Yarius Gwijangge, yang tengah menempuh pendidikan di Australia.

    Hasil Cek Fakta

    “Itu foto editan. Sebetulnya anak saya duduk di sebuah kursi merah, tapi entah mengapa dibuat seperti itu,” katanya didampingi Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi di Bukit Polimak, Kota Jayapura, Papua, Selasa (1/1/19).

    Rujukan

  • (GFD-2019-852) [SALAH] Foto di Istana Bogor, Bayar Rp. 15 ribu

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 02/01/2019

    Berita

    Akun Facebook atas nama Joko Lelono membuat postingan yang isinya masuk Istana Bogor, membayar sebesar Rp. 15 ribu. Berikut narasi lengkapnya: “Duh..Foto Di Istana Bogor Saja Rp 15 Ribu. Saya Gibran Hidayatullah bin Joko Kalijogo. Telah lama saya ingin melihat Istana Bogor, tempat Bung Karno bermuhasabah untuk negeri di awal berdirinya republik ini… Sayang mau masuk saja saya perlu menyisihkan uang susuku Rp. 15. 000. Bukan saya tak ikhlas gak beli susu karena dipakai beli tiket masuk Istana Bogor… Saya penasaran dengan uang anak – anak negeri seusai 3 tahunan, memamg dipakai Pak Presiden, apa ya?… Masak mau dipakai bangun tol laut? Mana cukup? Dan kalau iya, masak gak malu sih para pejabat negeri yang berlimpah harta harus Makai uang anak – anak untuk bangun tol laut…? Kata ayah saya, nenek moyang negeri ini bangsa adi luhung. Kok sekarang, hatinya pejabat negeri seperti pada mati, ya… Ya Allah, luruskanlah negeri ini dari hawa nafsu duniawi yang melalaikanMu…aminn,”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter @DivHumas_Polri menyatakan postingan akun Facebook Joko Lelono yang menyatakan masuk Istana Bogor dengan membayar Rp. 15.000 adalah tidak benar. “Istana Bogor adalah tertutup untuk umum. Kemudian foto yang diunggah akun tersebut, berada di Kebun Raya Bogor dan yang dikenakan biaya adalah Kebun Raya Bogor bukan Istana Bogor, sebagaimana penjelasan dari Kapolresta Bogor, Kombes. Pol. Ulung Sampurna Jaya, S.I.K., M.H.,” cuit akun @DivHumas_Polri, Rabu (2/1/2019).

    Rujukan