• (GFD-2019-1198) [SALAH] “SBY suruh coblos nomor 01 @Jokowi Amin”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 22/02/2019

    Berita

    “Waduh pak SBY kok gitu sih, suruh coblos nomor 01 @Jokowi Amin.
    Kasihan kan pak, ada yang akan punah.
    #OrangBaikPilihJokowi
    #JokowiLagi
    #01_IndonesiaMaju”.

    Hasil Cek Fakta

    Pelintiran daur ulang, konteks video sesungguhnya adalah dukungan ke pasangan Cagub dan Cawagub Kalimantan Selatan di tahun 2015, bukan dukungan ke Jokowi seperti premis yang dibangun oleh post SUMBER. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

  • (GFD-2019-1204) [BENAR] Klarifikasi Tokopedia Terkait Isu Kebocoran Data

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/02/2019

    Hasil Cek Fakta

    Menanggapi isu telah terjadi kebocoran data di Tokopedia, Vice President of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak memberikan klarifikasinya. Ia mengungkapkan bahwa informasi pada situs yang mengaku memperjualbelikan data tak benar.

    “Tokopedia tidak menemukan adanya kebocoran atau pembobolan data oleh pihak ketiga terhadap data rahasia pengguna kami,” ujarnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa data yang diklaim bocor itu sebenarnya memang data yang bisa diakses oleh siapapun. “Data yang ditampilkan di situs terkait adalah data penjual yang memang mempublikasikan email, nomor ponsel, dan alamat di laman tokonya untuk lebih mudah berkomunikasi dengan calon pembeli,” kata Nuraini.

    Dengan beredarnya data penjual itu, kata Nuraini, Tokopedia untuk sementara waktu menonaktifkan informasi publik tersebut. “Informasi publik tersebut akan dinonaktifkan demi mencegah penyalahgunaan data,” jelas Nuraini.

    Nuraini menambahkan, bisnis Tokopedia berbasis pada reputasi dan kepercayaan. Oleh karena itu, kerahasiaan dan keamanan data pribadi pengguna merupakan salah satu prioritas utama. “Bisnis Tokopedia adalah bisnis reputasi dan kepercayaan. Oleh karena itu, kerahasiaan dan keamanan data pribadi pengguna merupakan salah satu prioritas utama dalam bisnis Tokopedia,” ungkapnya.

    Tak hanya itu, Nuraini juga mengatakan, Tokopedia tidak pernah menjual data pelanggan kepada pihak manapun. “Tokopedia tidak pernah menjual data pelanggan kepada pihak manapun. Saat ini, kami masih melakukan investigasi terkait isu yang beredar,” imbuhnya.

    Rujukan

  • (GFD-2019-1240) [SALAH] “whatsapp akan mengumpulkan dana setiap kali gambar dibagikan”

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 22/02/2019

    Berita

    Bayi ini lahir dlm keadaan buta dan perlu $200,000 untuk perawatannya smp dia bisa melihat kembali.

    Hasil Cek Fakta

    Namun, postingan itu hanya tipuan jahat bahwa pengguna gambar bayi dan seorang wanita muda dicuri dari situs web lain. WhatsApp pasti tidak akan menyumbangkan uang untuk ini atau anak lain berdasarkan berapa kali sebuah pos dibagikan. Tidak akan ada perusahaan lain. Membagikan pos tidak akan membantu bayi dalam gambar dengan cara apa pun.

    Kenyataannya, pesan itu hanyalah satu dari sederetan panjang tipuan dan donasi amal “sumbangan untuk berbagi” yang serupa. Pesan apa pun yang mengklaim bahwa suatu perusahaan akan menyumbangkan uang untuk membantu anak yang sakit berdasarkan pada berapa kali pesan itu dibagikan pasti merupakan penipuan.

    Tidak ada perusahaan yang waras dan sah yang akan setuju untuk berpartisipasi dalam kampanye penggalangan dana yang konyol dan tidak masuk akal ini. Bahkan jika sebuah perusahaan memutuskan untuk terlibat dalam kampanye yang menjijikkan secara moral, tidak akan ada cara yang dapat diandalkan atau etis untuk merekam perjalanan satu pesan di berbagai platform dan format dan dengan demikian menghitung berapa banyak uang yang perlu disumbangkan.

    Rujukan

  • (GFD-2019-1196) [SALAH] ALAT BANTU PAK DE CANGGIH

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 20/02/2019

    Berita

    Capres petahana Joko Widodo atau Jokowi dituduh menggunakan alat bantu komunikasi atau wireless earphone dalam debat kedua Pilpres 2019, saat menghadapi Prabowo Subianto.

    NARASI :
    “Alat bantu pak de canggih banget ya,,,kerenn????”

    Hasil Cek Fakta

    Sejauh ini belum ada bukti sahih yang menguatkan dugaan bahwa Jokowi menggunakan alat bantu dengar dalam debat capres kedua pada Minggu, 17 Februari 2019. Bantahan telah disampaikan kubu Jokowi dan juga KPU. Cawapres 02, Sandiaga Uno juga tidak meyakini jika Capres 01 memakai alat bantu seperti isu yang beredar. Selengkapnya di REFERENSI

    Rujukan