Salah satu akun Facebook (FB) atas nama Nurul Lang Hastra ( http://facebook.com/langhastra ) membagikan tangkapan layar atau screenshot tentang artikel salah satu media daring, berjudul “Luhut: Jokowi Shalat Jumat Sampai 4 Rakaat, Prabowo Kalah Jauh.” dengan narasi :
“LUHUT : JOKOWI SHALAT JUMAT SAMPAI 4 RAKAAT, PRABOWO KALAH JAUH.
Waduh… ????????????
Jumlah Rakaat Sholat dimark-up?“
Akun twitter @AkunTofa ( http://twitter.com/AkunTofa ) pun membuat kicauan serupa dengan narasi: “Sebaiknya gak usah bahas Syariat Islam. Jika memang bukan Muslim“.
Artikel yang dimaksud adalah artikel yang dimuat situs asiasatu.online Dalam artikel di asiasatu yg ditayangkan tanggal 26 Feb 2019 dan dikutip oleh media Swararakyat, bunyi pernyataan Luhut ditulis sebagai berikut:
“Sejak saya kenal 12 tahun lalu, dia (Jokowi) tukang sembahyang, tukang puasa. Bahkan shalat Jumat hingga 4 rakaat. Yang sebelah sana kita belum jelas juga.”
(GFD-2019-1231) [SALAH] LUHUT : JOKOWI SHALAT JUMAT SAMPAI 4 RAKAAT, PRABOWO KALAH JAUH
Sumber: asiasatu.onlineTanggal publish: 01/03/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
Hasil penelusuran yang dilakukan Okezone, tidak menemukan pemberitaan di media mainstream baik online nasional dan lokal serta cetak yang menyimpulkan bahwa Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ada menyebut salat Jumat Jokowi 4 rakaat.
Sehingga dapat dipastikan bahwa artikel yang memuat bahwa Luhut menyebut salat Jumat Jokowi 4 rakaat adalah hoaks.
Dari sumber media seperti CNNIndonesia pada 10 Feb 2019 didapat kutipan serupa yang bunyinya,
“Jadi kalau dibilang, misalnya, dibilang kriminalisasi ulama, darimana? Sejak saya kenal 12 tahun lalu, dia [Jokowi] tukang sembahyang, tukang puasa. Yang sebelah sana kita belum jelas juga,“
Sebagai pembanding, dari Liputan6 pada 11 Feb 2019 juga menuliskan pernyataan Luhut sebagai berikut,
“Jadi kalau dibilang, misalnya dibilang kriminalisasi ulama, darimana? Sejak saya kenal 12 tahun dia tukang sembahyang, tukang puasa. Yang sebelah sana kita belum jelas juga,“
Jadi, tidak ada sama sekali pernyataan Luhut yg mengatakan : “Bahkan shalat Jumat hingga 4 rakaat.“
Selain itu situs asiasatu.online ini sendiri sudah pernah dilaporkan sebagai situs penyebar artikel hoaks dan sudah 2 kali dibuatkan konten klarifikasinya di https://turnbackhoax.id/?s=asiasatu .
Sehingga dapat dipastikan bahwa artikel yang memuat bahwa Luhut menyebut salat Jumat Jokowi 4 rakaat adalah hoaks.
Dari sumber media seperti CNNIndonesia pada 10 Feb 2019 didapat kutipan serupa yang bunyinya,
“Jadi kalau dibilang, misalnya, dibilang kriminalisasi ulama, darimana? Sejak saya kenal 12 tahun lalu, dia [Jokowi] tukang sembahyang, tukang puasa. Yang sebelah sana kita belum jelas juga,“
Sebagai pembanding, dari Liputan6 pada 11 Feb 2019 juga menuliskan pernyataan Luhut sebagai berikut,
“Jadi kalau dibilang, misalnya dibilang kriminalisasi ulama, darimana? Sejak saya kenal 12 tahun dia tukang sembahyang, tukang puasa. Yang sebelah sana kita belum jelas juga,“
Jadi, tidak ada sama sekali pernyataan Luhut yg mengatakan : “Bahkan shalat Jumat hingga 4 rakaat.“
Selain itu situs asiasatu.online ini sendiri sudah pernah dilaporkan sebagai situs penyebar artikel hoaks dan sudah 2 kali dibuatkan konten klarifikasinya di https://turnbackhoax.id/?s=asiasatu .
Rujukan
(GFD-2019-1228) [SALAH] Prabowo Marah Pada Ulama dan Tokoh Masyarakat di Madura
Sumber: Media SosialTanggal publish: 28/02/2019
Berita
Ini @prabowo kasar sekali menegur ulama & tokoh masyarakat di Sumenep Madura, panggil 'You You' segala, kalau mau negur pake lah cara yg baik, ini kejadian di Ponpes Assadad Sumenep 26 Feb #PrabowoRajaTega
Hasil Cek Fakta
Video marahnya Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 02, Prabowo Subianto, kepada ulama di Madura tidak benar. Sebab, menurut KH Moh Yazid, Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Assadad, Ambunten Timur, Sumenep, Madura, menyatakan, Prabowo tidak memarahi ulama, melainkan menegur relawan (warga) yang tengah duduk di depan karena berbicara. Suaranya pun cukup keras sehingga langsung terdengar oleh Prabowo, yang sedang berada di atas panggung. “Nah kebetulan ada satu relawan yang sedang mengobrol kencang kedengeran sama Pak Prabowo,” kata Kiai Yazid.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/846191932380010/
- https://turnbackhoax.id/2019/02/28/salah-prabowo-marah-pada-ulama-dan-tokoh-masyarakat-di-madura/
- https://news.detik.com/berita/d-4446654/kesaksian-ulama-madura-prabowo-tak-marah-marah-di-sumenep
- https://duta.co/ulama-madura-bantah-isu-prabowo-marah/
- https://news.detik.com/berita/d-4446186/beredar-video-prabowo-marah-ke-ulama-di-sumenep-ini-penjelasan-bpn
(GFD-2019-1224) [SALAH] Video Kecelakaan Dua Pelajar Tergilas Bus di Cileungsi Bogor
Sumber: FacebookTanggal publish: 27/02/2019
Berita
Chek and Richek
PERISTIWA
Kecelakaan, 2 orang Meninggal di Gilas Bus
Dua pelajar Wanita Berboncengan Mengalami Kecelakaan yang Merenggut Nyawanya.
Kejadian hari ini di Bekasi arah jalan ke Cileungsi jam 11 siang tadi.
PERISTIWA
Kecelakaan, 2 orang Meninggal di Gilas Bus
Dua pelajar Wanita Berboncengan Mengalami Kecelakaan yang Merenggut Nyawanya.
Kejadian hari ini di Bekasi arah jalan ke Cileungsi jam 11 siang tadi.
Hasil Cek Fakta
Kanit Laka Lantas Polres Bogor, Ipda Ade Kamsa memastikan bahwa kabar tersebut adalah hoaks. Ade mengaku bahwa sejak video ini beredar, pihaknya langsung melakukan pengecekan di lokasi kecelakaan yakni di Jalan Raya Narogong, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. "Kami sudah memeriksa pihak yang memiliki CCTV tersebut. Kejadiannya ternyata di bulan Maret 2018 lalu," kata Ade
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/845488105783726/
- https://turnbackhoax.id/2019/02/27/salah-video-kecelakaan-dua-pelajar-tergilas-bus-di-cileungsi-bogor/
- http://poskotanews.com/2019/02/26/viral-di-medsos-dua-pelajar-tewas-digilas-bus-ternyata-hoaks/
- http://bogor.tribunnews.com/2019/02/26/beredar-video-mengerikan-dua-pelajar-terlindas-bus-di-cileungsi-polisi-pastikan-hoaks
(GFD-2019-1225) [SALAH] Akun Facebook Polwan Dukung Prabowo Sandi
Sumber: facebook.comTanggal publish: 27/02/2019
Berita
Beredar foto seorang anggota polwan yang dijadikan sebagai foto profil oleh akun Murti NurLia ( https://www.facebook.com/nanda.poetra.545 )
Di unggahan foto tersebut, ada netizen yang memberikan komentar;
“Baru saya liat polisi brani gini,. Salut tuk baknya,,,,mudah-mudahan mbak diberi pemikiran yang luas dan slalu dilindungi Tuhan y.m.e,,,salam dua jari bak”
Di unggahan foto tersebut, ada netizen yang memberikan komentar;
“Baru saya liat polisi brani gini,. Salut tuk baknya,,,,mudah-mudahan mbak diberi pemikiran yang luas dan slalu dilindungi Tuhan y.m.e,,,salam dua jari bak”
Hasil Cek Fakta
Polda Lampung, melalui akun instagram terverikasi milik Humas Polda Lampung menyatakan bahwa foto yang digunakan oleh akun tersebut adalah foto milik polwan atas nama Bripda Chindi Ayu Permata Sari yang bertugas di Polres Peswaran dan pose yang ditampilakn polwan tersebut bukanlah bentuk dukungan kepada paslon capres 02, melainkan pose membentuk huruf “L” yang artinya “Lampung”. Foto itu sendiri sebenarnya sudah diunggah di akun instagram milik polwan tersebut sejak tahun 2016, jauh sebelum penentuan no urut pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk pilpres 2019.
Rujukan
Halaman: 7589/7786






