• (GFD-2019-1787) Tebing Cipadung Longsor, Jalur Majalengka-Kuningan Lumpuh Total

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/04/2019

    Berita

    Hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Majalengka dan Kuningan, mengakibatkan Tebing Cipadung di Desa Sindangpanji, Kecamatan Cikijing, longsor.

    Peristiwa itu terjadi pada Senin(8/4), sekitar pukul 19.30WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, akses jalan dar arah Cikijing (Majalengka) menuju Kuningan maupun arah sebaliknya terputus dan lalu lintas kendaraan lumpuh total.

    Berdasarkan laporan sementara, titik longsor yang terjadi jalur Cikijing menuju Kuningan itu berada di empat titik. Lokasi terparah berada tepat di KM 51-700 dengan kondisi material tanah menutup badan jalan.

    1. Petugas mulai bersihkan material tanah longsor
    Tanah longsor yang berasal dari Tebing Cipadung mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Cikijing menuju Kuningan terputus total. Material tanah menutup badan jalan.

    Berdasarkan pantauan, hingga siang ini sejumlah petugas dan warga terus melakukan pembersihan material tanah yang menutupi jalan. Menurut petugas setempat, Entis, jalur Cikijing-Kuningan yang menjadi jalan utama kendaraan lintas tengah itu terjadi empat titik longsor.

    “Yang paling parah pada titik 51-700, di mana menutup badan jalan,” ujarnya.

    2. Arus Lalu lintas dialihkan
    Sementara itu, akibat terputusnya jalur utama kendaraan dari Cikijing menuju Kuningan maupun sebaliknya, arus lalu lintas kendaraan sementara dialihkan melalui jalur alternatif, yaitu dari Cikijing melalui Cidulang, Cipulus, Gunung Sirah, Karanganyar, Parung, Darma, Kuningan. Begitu pula, dari arah sebaliknya, dari Kuningan.

    Sementara itu, bus antar kota dari Tasikmalaya, Cikijing, Cirebon, sementara dialihkan antara lain ke jalur Cikijing, Maja, Rajagaluh, Sumber, Cirebon.

    3. Sebuah bus pariwisata sempat terjebak di antara titik longsor
    Tanah longsor yang terjadi di Jalur Cikijing-Kuningan ini sempat membuat panik 38 penumpang yang menggunakan bus pariwisata. Sebab, ketika kejadian, bus pariwisata dengan nopol Nopol E-7538-PB itu sempat terjebak di antara titik longsoran 51-300 dan 51-700.

    “Tapi, semua selamat. Sekarang penumpang sudah dievakuasi ke perkampungan Cipadung,” ujar seorang peserta ziarah Satori saat melihat upaya evakuasi bus yang terjebak itu.

    Dia menjelaskan, kejadian longsor lebih dulu terjadi di titik 51-700. Ketika bus mau mundur, ternyata terjadi longsor lagi di titik 51-300. Akibatnya, bus terjebak di tengah hingga menunggu upaya pembersihan selesai.

    4. Selain longsor, Majalengka juga dikepung banjir dan pergerakan tanah
    Sementara itu, hujan yang terus menerus mengguyur wilayah Majalengka sejak Minggu(7/4) siang hingga tengah malam mengakibatkan rusaknya sejumlah infrastuktur jalan dan jembatan serta terjadinya pergerakan tanah di dua RT di Blok Lamelaut, Desa Mekarmulya, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, Senin 8 April 2019.

    Akibat pergerakan tanah sebanyak 19 rumah yang dihuni 25 kk atau 72 jiwa di dua RT masing-masing RT 009/003 dan RT 001/001 kini terpaksa mengungsi ke rumah famili mereka. Rumah mereka sebagian besar kondisinya rusak parah dan sedang. Dikhawatirkan pergerakan tanah semakin parah dan rumah ambruk bisa ambruk.

    5. Warga mengungsi ke tetangga terdekat
    Warga yang pergi ke pengungsian sementara ini hanya membawa pakaian dan sebagian perabotan rumah tangga serta barang berharga yang dikahwatirkan akan rusak jika rumah mereka benar-benar ambruk. Sekaligus sebagai upaya penyelamatan terhadap harta benda meraka.

    Menurut keterangan sejumlah warga, pergerakan tanah tersebut diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 05.00WIB, karena sorenya walaupun hujan turun cukup deras tidak terjadi pergerakan tanah ataupun terjadi retakan pada permukaan tanah dan rumah.

    “Pagi usai salat subuh terdengar ada bunyi seperti retakan bambu, dan terasa rumah bergoyang. Saya pikir gempa bumi, begitu melihat ke luar ternyata lantai tanah sudah anjlok dan kondisi rumahnya miring karena permukaan tanah berubah,” ungkap Nonoh.

    Rumah panggungnya kini miring serta di bagian bawah dan halaman rumah terdapat bongkahan tanah memanjang tak beraturan akibat pergerakan tanah. Hal senada disampaikan Udi dan Karwan yang kini mengungsi di tumah familinya di Blok Desa yang jaraknya skeitar 250 meter dari lokasi tersebut.

    “Kemarin itu hujan sejak siang hingga malam hari, hanya kami tidak menduga kalau akan ada kejadian seperti ini. Ini tiba-tiba karena kondisi tanah sebelumnya aman-aman saja,” kata Udi.

    Menurut warga, pengalaman serupa di wilayahnya pernah terjadi di tahun 2014 lalu, namun kondisinya tidak separah saat ini, sehingga warga masih terus berupaya menempati pemukiman dan warga pun terus berupaya membangun rumah di kawasan tersebut. Baik rumah panggung ataupun rumah permanen.

    6. Pemerintah siapkan tenda darurat
    Camat Lemahsugih Rahmat Susanto didampingi Kepala Desa Mekarmulya Iyet Sumiati mengungkapkan, akan segera membangun tenda darurat bagi warga terdampak bencana. Tenda darurat itu disediakan Badan Penanggulangan Bencana Alam agar warga tidak berhimpitan di satu rumah. Karena warga yang saat ini mengungsi di rumah familinya tersebut ada yang ditempati hingga dua atau bahkan empat keluarga.

    “Yang terpenting sekarang adalah menenangkan warga agar kondisi psikologisnya tenang dulu, jangan sampai mereka panik karena kondisi ini. Selain itu warga terutama anak-anak dan ibu-ibu pastikan dulu keselamatan mereka serta ketenangan jiwanya. Soal tempat pengungsian kami telah berkoordinasi dengan BPBD untuk menyiapkan tenda darurat, mereka bisa berteduh dan berlindung saat hujan terjadi,” ujar Rahmat.

    Dia menyarankan sementara ini warga jangan berada di lokasi bencana, dikhawatirkan pergerakan tanah akan semakin parah.

    Rahmat juga mengaku segera melaporkan kasus tersebut untuk dilakukan penelitian oleh pihak BMKG dan Geologi guna memastikan apakah lahan tersebut masih terbilang aman untuk ditempati atau tidak. Jika tidak pemerintah harus segera menyiapkan lahan yang lebih aman dari ancaman bencana untuk merelokasi warga.

    Sementara itu di Desa Sunia, Kecamatan Banjaran, rumah milik Wawan Setiawan di Blok Margahayu juga sebagian ambruk akibat tebing yang berada di samping rumahnya longsor sedalam kurang lebih 4 meter.

    Tidak ada korban jiwa pada musibah tersebut, hanya sejumlah perabotan rumah tangga ikut hancur terbawa longsor. Pemilik rumah tak sempat menyelamatkan barang-barangnya saat longsor terjadi karena kejadian yang menimpanya sekitar pukul 20.00 WIB.

    Selain merusak rumah hujan deras yang mengguyur wilayah Majalengka mulai siang hari hingga tengah malam pukul 22.00 WIB juga mengakibatnya ajloknya rusas jalan antara Desa Cigeleuh-Desa Sinargalih, kecamatan lemahsugih sepanjang kurang lebih 15 meteran. Serta terputusnya jembatan Cugaleuh di Desa Cigaleuh, Kecamatan Lemahsugih.

    Hasil Cek Fakta

    Rujukan

  • (GFD-2019-1788) Gus Sholah Mendukung Prabowo

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/04/2019

    Berita

    Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Solahuddin kembali diterpa isu dukung mendukung dalam kontes Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Salah satu yang memposting isu tersebut adalah akun fanspage Ulama NU dukung prabowo ( facebook.com/NU.DUKUNG.PRABOWO )

    Akun ini memposting gambar dengan narasi sebagai berikut :

    “TAAT KOMANDO ULAMA
    COBLOS 02 PRABOWO SANDI
    -INDONESIA ADIL MAKMUR-“

    Gambar ini menyertakan foto ulama yang akrab dipanggil Gus Sholah tersebut.

    Hasil Cek Fakta

    Ini bukan kali pertama Gus Sholah diterpa isu seperti ini. Dan dari artikel yang dimuat di situs resmi milik Nahdlatul Ulama ( nu.or.id ), Gus Sholah menegaskan bahwa dia bersikap netral. Pernyataan ini juga disampaikan saat adik kandung Gus Dur ini ditemui Kompas.com di kediamannya.

    “Saya kan sudah menyatakan netral. Saya tidak mendukung Pak Jokowi, saya juga tidak mendukung Pak Prabowo,” katanya.

    Ditambahkan, para kiai dan tokoh yang tergabung dalam Jaringan Kiai dan Santri Nasional (JKSN) ataupun Barisan Kiai dan Santri Nahdliyin (BKSN), telah bertemu dan berdiskusi dengan mantan anggota Komnas HAM ini. Kepada keduanya, Gus Sholah menyatakan tidak akan berdiri pada salah satu pihak, baik JKSN maupun BKSN. “Sudah saya sampaikan kepada keduanya, saya harus netral,” ujarnya.

    Bantahan juga datang dari asisten pribadi Gus Solah, Ustadz Amin Zein. Menurutnya, Gus Solah sudah beberapa kali menjelaskan sikap netralnya dalam Pilpres 2019. Ia pun meminta semua pihak yang berkepentingan dalam Pilpres 2019 untuk menghentikan menyalahgunakan nama Gus Solah, sebelum ada pernyataan resmi soal pilihannya.

    “Stop menyalahgunakan nama beliau (Gus Solah) ya, Abah kan netral, tunggu saja,” tutupnya.

    Rujukan

  • (GFD-2019-1803) Benarkah Kapal Patroli Indonesia Dikejar Tentara Malaysia?

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/04/2019

    Berita

    “Ternyata Pak Prabowo Benar saat debat capres soal lemahnya kekuatan pertahanan RI, sayangnya kubu 01 malah mentertawakan”.

    https://www.facebook.com/groups/1330377660340090/permalink/2472127612831750/?app=fbl
    Benarkah kapal indonesia d kejar oleh kapal malaysia d perairan kita sendiri??
    Berita d publikasikan oleh halaman info dunia militer d fb pagi tadi

    Hasil Cek Fakta

    Dijelaskan bahwa sebuah kapal patroli milik Indonesia dicegat oleh kapal maritim Malaysia saat sedang berlayar di Perairan Belawan. Kapal Hiu 08 (milik Indonesia) sebelumnya menangkap dua kapal ilegal asal Malaysia yang kedapatan masuk wilayah Indonesia. Sebagaimana dilaporkan laman Sindonews.com, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memprotes kapal dan helikopter Pemerintah Malaysia yang menerobos masuk ke wilayah perairan Indonesia di Selat Malaka pada tanggal 3 dan 9 April 2019.
    Tidak hanya menerobos, kapal dan helikopter Malaysia juga mengejar kapal patroli (KP) Hiu 08 yang sedang menggiring dua kapal berbendera Malaysia yang kedapatan memasuki wilayah RI. Kedua kapal tersebut juga tidak memiliki izin dari Pemerintah Indonesia dan menggunakan alat tangkap yang dilarang. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Agus Suherman mengatakan, perbuatan kapal dan helikopter milik Pemerintah Malaysia yang memasuki wilayah Indonesia dapat dikategorikan sebagai salah satu bentuk pelanggaran kedaulatan. Agus mengungkapkan, KP Hiu 08 saat proses membawa kapal tangkapan, mengidentifikasi kedatangan kapal Maritim Malaysia jenis speedboat dengan nama Penggalang 13 yang melakukan manuver dan mendekati kapal tangkapan serta KP Hiu 08 yang berada di dalam perairan Indonesia.
    Selanjutnya Penggalang 13 merapat ke KP Hiu 08 dan meminta melepaskan ke dua kapal yang ditangkap. Permintaan tersebut ditolak. Setelah negosiasi tidak berhasil, Penggalang 13 beserta 3 helikopter meninggalkan KP. Sedangkan KP Hiu 08 kemudian melanjutkan pelayaran membawa kapal kedua kapal tangkapan ke Stasiun PSDKP Belawan dan tiba pada pukul 21.30 WIB.

    Kesimpulan

    Berdasarkan semua sumber yang ada, informasi yang disebarkan akun Hanuka ini akurat, namun konteksnya keliru. Insiden tersebut bukan terkait klaim kewilayahan namun penegakan hukum atas pencurian ikan oleh kapal Malaysia.

    Rujukan

  • (GFD-2019-1759) [SALAH] Anggaran Pemilu 2019 meningkat tapi kotak suara pakai kardus

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 11/04/2019

    Berita

    Akun Muhammad Syafii menyebutkan anggaran Pemilu 2014 mencapai Rp 7,9 T sedangkan anggaran Pemilu 2019 naik menjadi Rp 24,9 T.

    Mahalnya biaya Pemilu 2019 itu dikontraskan dengan pemakaian kotak suara dari kardus, berbeda dengan kotak suara 2014 yang berbahan aluminium. Narasi itu pun dilengkapi dua foto, kotak suara dari alumunium dan kotak suara kardus.

    “Waktu Pemilu 2014 di Zaman SBY, Biaya yg dikeluarkan Pemerintah sebesar Rp 7,9 T dan kotak suaranya terbuat dari alumunium. Sementara Pemilu 2019 di Zaman JKW ini dibutuhkan Biaya sebesar Rp 24,9 T dan kotak suaranya terbuat dari kardus... dan Anehnya lagi, rezim ini bilang hebat wkwkwkwkwkwkwk. Hebatnya dimana yaaa,” tulis akun itu.

    Hasil Cek Fakta

    Pada Pemilu 2019, pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengalokasikan anggaran sebesar Rp25,59 triliun atau naik 61% dibanding anggaran untuk Pemilu 2014 yang sebesar Rp15,62 triliun.

    Selain anggaran penyelenggaraan Pemilu sebesar Rp25,6 triliun, juga dialokasikan anggaran untuk pengawasan sebesar Rp4,85 triliun (naik dibanding 2014 sebesar Rp3,67 triliun), dan anggaran keamanan dialokasikan sebesar Rp3,29 triliun (anggaran 2014 sebanyak Rp1,7 triliun). Begitupun anggaran untuk kegiatan pendukung pemilu, meningkat dari Rp1,7 triliun pada Pemilu 2014 menjadi Rp3,29 triliun pada Pemilu 2019.

    Direktur Jenderal Anggaran (Dirjen Anggaran) Kementerian Keuangan, Askolani, mengatakan ada dua faktor utama kenaikan anggaran pemilu ini. Pertama, adanya pemekaran daerah, antara lain KPU Provinsi yang bertambah satu dari 33 menjadi 34.

    Sedangkan KPU Kabupaten bertambah 17, dari 497 menjadi 514 KPU Kabupaten/Kota. “Ini berdampak pula pada kenaikan jumlah penyelenggara pemilu di daerah, baik PPK, PPS, hingga KPPS,” kata Askolani melalui keterangan yang dirilis oleh laman Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

    Ketua KPU Arief Budiman, seperti ditulis oleh Katadata, menyatakan nilai pengadaan kotak suara hanya mencapai Rp 284,1 miliar atau hanya 29,2% dari pagu anggaran sebesar Rp 948 miliar.

    Ia juga mengatakan, kotak suara berbahan dasar karton atau karton kedap air bukan kali pertama digunakan untuk kepentingan pemilu. Kotak suara berbahan dasar karton, kata Arief, telah digunakan sejak Pilkada 2015, berlanjut ke Pilkada 2017, dan terakhir Pilkada 2018.

    Arief mengatakan, kotak suara berbahan dasar aluminium mulai ditinggalkan penggunaannya secara bertahap sejak 2014. Hal itu lantaran kotak suara berbahan aluminium sudah banyak yang rusak dan tidak bisa digunakan kembali.

    Pemakaian kotak suara kardus pada Pemilu sebelumnya memang benar. Secara bertahap KPU sudah mulai mengganti kotak suara aluminium dengan kardus pada 2013 untuk Pemilu 2014 dan Pilkada 2015.

    Rujukan