Foto Wapres Ma’ruf yang diunggah akun Facebook Nomost atau @nomost.nomost.1 pada Jumat, 20 Maret 2020 adalah foto kunjungan kerja Wapres Ma’ruf ke Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, Riau pada Jumat, 6 Maret 2020. Pada kunjungan kerja tersebut berdasarkan penelusuran dengan mesin pencari, tidak ditemukan pernyataan Wapres Ma’ruf yang mengatakan agar umat Islam Sholat Tobat untuk mengatasi virus corona.
NARASI:
“KH MARUF AMIN menghimbau kepada seluruh umat ISLAM di INDONESIA untuk melakukan sholat TOBAT supaya virus corona atau COVID19 agar cepat teratasi,” unggah akun Facebook Nomost atau @nomost.nomost.1, Jumat (20/3).
=====
(GFD-2020-3733) [SALAH] Wapres Ma’ruf Amin Imbau Umat Islam Sholat Tobat agar Virus Corona Cepat Teratasi
Sumber: www.facebook.comTanggal publish: 22/03/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Nomost atau @nomost.nomost.1 mengunggah foto Wakil Presiden (Wapres) KH. Ma’ruf Amin yang mengenakan jas berwarna biru dengan kemeja berwarna putih dan kopiah berwarna hitam yang tengah nampak memberikan sambutan di podium.
Dalam unggahan itu, akun @nomost.nomost.1 menambahkan narasi yang intinya mengatakan bahwa Wapres Ma’ruf meminta kepada rakyat Indonesia untuk Sholat Tobat guna mengatasi virus Corona atau COVID-19. Berikut narasi lengkapnya:
“KH MARUF AMIN menghimbau kepada seluruh umat ISLAM di INDONESIA untuk melakukan sholat TOBAT supaya virus corona atau COVID19 agar cepat teratasi,” unggah akun Facebook Nomost atau @nomost.nomost.1, Jumat (20/3).
Selain itu, akun Facebook @nomost.nomost.1 juga menambahkan narasi sebagai berikut:
“anda dan teman teman yg harus taubat pak…
ingat harun masiku pak..?
ingat arif budiman pak….?
ngerti kan pak…? mengapa diumumkan tengah malam buta..!
dunia tau pak….
bapak dkk yg harus taubat nasuha..!,” tulis akun Facebook @nomost.nomost.1, Jumat (20/3).
Setelah dilakukan penelusuran melalui mesin pencari, tidak ditemukan berita yang isinya seperti diklaim akun Facebook @nomost.nomost.1 bahwa Wapres Ma’ruf mengimbau seluruh umat Islam untuk Sholat Tobat guna mengatasi wabah COVID-19.
Selain itu, terkait foto Wapres Ma’ruf yang digunakan oleh akun Facebook @nomost.nomost.1 diketahui foto tersebut adalah foto dokumentasi Sekretariat Wakil Presiden yang ditayangkan oleh media daring republika.co.id pada artikel berujudul “Wapres Sebut Belum Ada Perubahan Persiapan Haji” pada Jumat, 6 Maret 2020.
Sementara diketahui dari website wapresri.go.id dan media daring antara.com, foto Wapres Ma’ruf tersebut adalah pada saat beliau kunjungan kerja ke Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, Riau pada Jumat, 6 Maret 2020.
Berdasarkan kategori Misinformasi atau Disinformasi yang dibuat First Draft, maka unggahan akun Facebook @nomost.nomost.1 dapat dinilai sebagai False Content atau Konten yang Menyesatkan. Artinya ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah.
Dalam unggahan itu, akun @nomost.nomost.1 menambahkan narasi yang intinya mengatakan bahwa Wapres Ma’ruf meminta kepada rakyat Indonesia untuk Sholat Tobat guna mengatasi virus Corona atau COVID-19. Berikut narasi lengkapnya:
“KH MARUF AMIN menghimbau kepada seluruh umat ISLAM di INDONESIA untuk melakukan sholat TOBAT supaya virus corona atau COVID19 agar cepat teratasi,” unggah akun Facebook Nomost atau @nomost.nomost.1, Jumat (20/3).
Selain itu, akun Facebook @nomost.nomost.1 juga menambahkan narasi sebagai berikut:
“anda dan teman teman yg harus taubat pak…
ingat harun masiku pak..?
ingat arif budiman pak….?
ngerti kan pak…? mengapa diumumkan tengah malam buta..!
dunia tau pak….
bapak dkk yg harus taubat nasuha..!,” tulis akun Facebook @nomost.nomost.1, Jumat (20/3).
Setelah dilakukan penelusuran melalui mesin pencari, tidak ditemukan berita yang isinya seperti diklaim akun Facebook @nomost.nomost.1 bahwa Wapres Ma’ruf mengimbau seluruh umat Islam untuk Sholat Tobat guna mengatasi wabah COVID-19.
Selain itu, terkait foto Wapres Ma’ruf yang digunakan oleh akun Facebook @nomost.nomost.1 diketahui foto tersebut adalah foto dokumentasi Sekretariat Wakil Presiden yang ditayangkan oleh media daring republika.co.id pada artikel berujudul “Wapres Sebut Belum Ada Perubahan Persiapan Haji” pada Jumat, 6 Maret 2020.
Sementara diketahui dari website wapresri.go.id dan media daring antara.com, foto Wapres Ma’ruf tersebut adalah pada saat beliau kunjungan kerja ke Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, Riau pada Jumat, 6 Maret 2020.
Berdasarkan kategori Misinformasi atau Disinformasi yang dibuat First Draft, maka unggahan akun Facebook @nomost.nomost.1 dapat dinilai sebagai False Content atau Konten yang Menyesatkan. Artinya ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah.
Rujukan
(GFD-2020-3734) [SALAH] Video “KELUYURAN DILUAR RUMAH? DI MALAYSIA DITEMBAK API PAKAI DRONE”
Sumber: FacebookTanggal publish: 22/03/2020
Berita
Akun Benny Presley (fb.com/100009931504251) mengunggah sebuah video dengan narasi :
“KELUYURAN DILUAR RUMAH…??
DI MALAYSIA DITEMBAK API PAKAI DRONE….”
Di video itu, tampak sebuah drone sedang menembaki warga dengan kembang api. Terdengar juga suara seseorang dengan bahasa Melayu.
“KELUYURAN DILUAR RUMAH…??
DI MALAYSIA DITEMBAK API PAKAI DRONE….”
Di video itu, tampak sebuah drone sedang menembaki warga dengan kembang api. Terdengar juga suara seseorang dengan bahasa Melayu.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa video itu adalah video drone yang menembaki warga Malaysia yang tetap keluar selama lockdown pencegahan virus Corona adalah klaim yang salah.
Faktanya, kejadian tersebut bukan terjadi di Malaysia, melainkan di Brasil. Video itu beredar sejak Juli 2019.
Sebagaimana dilansir dari AFP Fact Check, video itu telah ditonton jutaan kali di Facebook, Twitter, dan YouTube. Pada 2019, video itu disebut berisi kejadian drone meluncurkan kembang api di sebuah rumah usai kekacauan atas pesta miras.
Video itu menunjukkan aksi yang dilakukan oleh seorang influencer Brasil dengan teman-temannya di Brasil. Video ini diunggah pada 16 Juli 2019.
Akun Instragram Lucas Albert (instagram.com/eulucasalbert) mengungah video itu pada tanggal 14 Juli 2019 dengan narasi yang jika diterjemahkan sebagai berikut:
“Teman-teman saya mengadakan acara barbekyu di jalan dan mereka tidak mengundang saya. Lihat apa yang saya lakukan dengan mereka.”
Faktanya, kejadian tersebut bukan terjadi di Malaysia, melainkan di Brasil. Video itu beredar sejak Juli 2019.
Sebagaimana dilansir dari AFP Fact Check, video itu telah ditonton jutaan kali di Facebook, Twitter, dan YouTube. Pada 2019, video itu disebut berisi kejadian drone meluncurkan kembang api di sebuah rumah usai kekacauan atas pesta miras.
Video itu menunjukkan aksi yang dilakukan oleh seorang influencer Brasil dengan teman-temannya di Brasil. Video ini diunggah pada 16 Juli 2019.
Akun Instragram Lucas Albert (instagram.com/eulucasalbert) mengungah video itu pada tanggal 14 Juli 2019 dengan narasi yang jika diterjemahkan sebagai berikut:
“Teman-teman saya mengadakan acara barbekyu di jalan dan mereka tidak mengundang saya. Lihat apa yang saya lakukan dengan mereka.”
Kesimpulan
BUKAN di Malaysia. Video itu adalah aksi peluncuran kembang api yang dilakukan oleh seorang influencer Brasil dengan teman-temannya di Brasil. Video ini diunggah pada 16 Juli 2019.
Rujukan
(GFD-2020-3744) [SALAH] Gambar Sampul Koran Tempo “Gotong Royong Melawan Virus Corona”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 22/03/2020
Berita
Hasil suntingan. Judul asli: “Tersandung Perkara Gula”, terbitan 3 Mei 2019.
Akun “Dewa Saputra Saputra Saputra” (facebook.com/dewasaputrasaputra.saputra), sudah dibagikan 3 kali per tangkapan layar dibuat.
======
NARASI
“GOTONG
ROYONG
MELAWAN
VIRUS
CORONA
Giliran Koropsi
Diem~Diem”.
Akun “Dewa Saputra Saputra Saputra” (facebook.com/dewasaputrasaputra.saputra), sudah dibagikan 3 kali per tangkapan layar dibuat.
======
NARASI
“GOTONG
ROYONG
MELAWAN
VIRUS
CORONA
Giliran Koropsi
Diem~Diem”.
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN
(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang dimanipulasi
Ketika informasi atau gambar yang asli dimanipulasi untuk menipu”.
* SUMBER membagikan gambar hasil suntingan sehingga membangun kesimpulan yang salah.
(2) Gambar sampul asli, Koran Tempo: 3 Mei 2019.
https://bit.ly/2J65syw / http://archive.md/dG8YD (arsip cadangan).
======
(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang dimanipulasi
Ketika informasi atau gambar yang asli dimanipulasi untuk menipu”.
* SUMBER membagikan gambar hasil suntingan sehingga membangun kesimpulan yang salah.
(2) Gambar sampul asli, Koran Tempo: 3 Mei 2019.
https://bit.ly/2J65syw / http://archive.md/dG8YD (arsip cadangan).
======
Rujukan
(GFD-2020-3745) [SALAH] “PDIP USUL KE PEMERINTAH AGAR PESANTREN DI TUTUP SELURUH INDONESIA”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 22/03/2020
Berita
Hoaks lama beredar kembali. Klaim tersebut adalah tangkapan layar dari situs blogspot yang sudah dihapus oleh penyedia layanan. Dalam artikel dengan judul yang memuat klaim itu, sama sekali tidak ditemukan pernyataan dari politikus PDIP yang mengusulkan kepada pemerintah untuk menutup seluruh pesantren di Indonesia.
Akun Ayah-apnie (fb.com/ayahapnie.ayahapnie) mengunggah sebuah gambar tangkapan layar dengan narasi : “Akhir zaman”
Dalam gambar tersebut, terdapat narasi:
“Joko Lelono
CUKUP VIRALKAN INI DAN DIKOPI KASIKAN KE RAKYAT PLOSOK PLOSOK DESA INSYA ALLAH PASTI TUMBANG DAN PASTI DIBENCI RAKYAT TERUTAMA RAKYAT KAUM PEDE… Lihat lainnya
11 SEP 2018″
Dan “PDIP USUL KE PEMERINTAH AGAR PESANTREN DI TUTUP SELURUH INDONESIA – AndebaNews”
Tutup pesantren
Akun Ayah-apnie (fb.com/ayahapnie.ayahapnie) mengunggah sebuah gambar tangkapan layar dengan narasi : “Akhir zaman”
Dalam gambar tersebut, terdapat narasi:
“Joko Lelono
CUKUP VIRALKAN INI DAN DIKOPI KASIKAN KE RAKYAT PLOSOK PLOSOK DESA INSYA ALLAH PASTI TUMBANG DAN PASTI DIBENCI RAKYAT TERUTAMA RAKYAT KAUM PEDE… Lihat lainnya
11 SEP 2018″
Dan “PDIP USUL KE PEMERINTAH AGAR PESANTREN DI TUTUP SELURUH INDONESIA – AndebaNews”
Tutup pesantren
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengusulkan ke pemerintah agar menutup pesantren di Indonesia adalah hoaks lama yang beredar kembali. Sejumlah pemberitaan pada 2018 menyatakan bahwa artikel yang dimuat oleh blog yang bernama AndebaNews tersebut hoaks.
Dilansir dari situs cek fakta Turnbackhoax.id, artikel di blog AndebaNews tersebut berasal dari blog ID Sumatera News. Namun, blog itu juga telah dihapus. Adapun dalam artikel di blog AndebaNews itu, tidak ditemukan satu pun pernyataan dari politikus PDIP yang mengusulkan kepada pemerintah untuk menutup seluruh pesantren di Indonesia.
Verifikasi oleh situs media Jawapos.com pun menyatakan hal yang sama. Artikel di blog AndebaNews tersebut sama sekali tidak menyebutkan bahwa PDIP meminta pemerintah menutup pesantren. Isi artikel itu hanyalah hasil copy-paste dari artikel di situs Suaranasional.com yang berjudul “Sindir Ulama sebagai Peramal dan Belum Lihat Akhirat, Megawati Lecehkan Islam”.
Dalam artikel di situs Suaranasional.com tersebut, tidak ada pula penjelasan bahwa PDIP meminta pemerintah menutup pesantren. Artikel tersebut hanya membahas pidato Megawati dari pendapat seseorang bernama M. Ibnu Basuki yang disebut sebagai pemikir Islam. Pidato yang dibahas dalam artikel itu diucapkan saat perayaan HUT PDIP ke-44 di Jakarta pada 10 Januari 2017.
Dikutip dari Detik.com, pidato Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di HUT PDIP ke-44 yang dipermasalahkan oleh imam besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, terdapat pada bagian awal pidato. Mulanya, Megawati menegaskan bahwa PDIP adalah partai ideologis dengan ideologi Pancasila. Dengan diakuinya 1 Juni 1945 sebagai hari lahirnya, Pancasila adalah ideologi sah bangsa Indonesia.
Namun, menurut Megawati, Pancasila sebagai ideologi bangsa akhir-akhir ini terganggu. Ada sekelompok orang yang berusaha memaksakan ideologi tertutup. “Ideologi tertutup tersebut hanya muncul dari suatu kelompok tertentu yang dipaksakan diterima oleh seluruh masyarakat. Mereka memaksakan kehendaknya sendiri, tidak ada dialog, apalagi demokrasi,” kata Megawati dalam pidatonya.
Para penganut ideologi tertutup ini melakukan tindakan yang hanya didasarkan pada kekuasaan totaliter. Bagi mereka, teror dan propaganda adalah jalan kunci tercapainya kekuasaan.
“Tidak hanya itu, mereka benar-benar anti kebhinekaan. Itulah yang muncul dengan berbagai persoalan SARA akhir-akhir ini. Di sisi lain, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan dirinya sebagai pembawa ‘self fulfilling prophecy’, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya,” ujar Megawati.
Kalimat Megawati yang menyebut ‘peramal masa depan’ itulah yang dipersoalkan Rizieq. “Ini ada bukti pidato Megawati. Kami siapkan. Ini yang bilang rukun iman percaya pada hari akhir hanya ramalan. Kalau Megawati tidak diproses, berarti tidak ada keadilan. Ada bukti, ada laporan, wajib diproses tidak? Wajib!” kata Rizieq di Mabes Polri pada 16 Januari 2017.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengusulkan ke pemerintah agar menutup pesantren di Indonesia adalah hoaks lama yang beredar kembali. Sejumlah pemberitaan pada 2018 menyatakan bahwa artikel yang dimuat oleh blog yang bernama AndebaNews tersebut hoaks.
Dilansir dari situs cek fakta Turnbackhoax.id, artikel di blog AndebaNews tersebut berasal dari blog ID Sumatera News. Namun, blog itu juga telah dihapus. Adapun dalam artikel di blog AndebaNews itu, tidak ditemukan satu pun pernyataan dari politikus PDIP yang mengusulkan kepada pemerintah untuk menutup seluruh pesantren di Indonesia.
Verifikasi oleh situs media Jawapos.com pun menyatakan hal yang sama. Artikel di blog AndebaNews tersebut sama sekali tidak menyebutkan bahwa PDIP meminta pemerintah menutup pesantren. Isi artikel itu hanyalah hasil copy-paste dari artikel di situs Suaranasional.com yang berjudul “Sindir Ulama sebagai Peramal dan Belum Lihat Akhirat, Megawati Lecehkan Islam”.
Dalam artikel di situs Suaranasional.com tersebut, tidak ada pula penjelasan bahwa PDIP meminta pemerintah menutup pesantren. Artikel tersebut hanya membahas pidato Megawati dari pendapat seseorang bernama M. Ibnu Basuki yang disebut sebagai pemikir Islam. Pidato yang dibahas dalam artikel itu diucapkan saat perayaan HUT PDIP ke-44 di Jakarta pada 10 Januari 2017.
Dikutip dari Detik.com, pidato Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di HUT PDIP ke-44 yang dipermasalahkan oleh imam besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, terdapat pada bagian awal pidato. Mulanya, Megawati menegaskan bahwa PDIP adalah partai ideologis dengan ideologi Pancasila. Dengan diakuinya 1 Juni 1945 sebagai hari lahirnya, Pancasila adalah ideologi sah bangsa Indonesia.
Namun, menurut Megawati, Pancasila sebagai ideologi bangsa akhir-akhir ini terganggu. Ada sekelompok orang yang berusaha memaksakan ideologi tertutup. “Ideologi tertutup tersebut hanya muncul dari suatu kelompok tertentu yang dipaksakan diterima oleh seluruh masyarakat. Mereka memaksakan kehendaknya sendiri, tidak ada dialog, apalagi demokrasi,” kata Megawati dalam pidatonya.
Para penganut ideologi tertutup ini melakukan tindakan yang hanya didasarkan pada kekuasaan totaliter. Bagi mereka, teror dan propaganda adalah jalan kunci tercapainya kekuasaan.
“Tidak hanya itu, mereka benar-benar anti kebhinekaan. Itulah yang muncul dengan berbagai persoalan SARA akhir-akhir ini. Di sisi lain, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan dirinya sebagai pembawa ‘self fulfilling prophecy’, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya,” ujar Megawati.
Kalimat Megawati yang menyebut ‘peramal masa depan’ itulah yang dipersoalkan Rizieq. “Ini ada bukti pidato Megawati. Kami siapkan. Ini yang bilang rukun iman percaya pada hari akhir hanya ramalan. Kalau Megawati tidak diproses, berarti tidak ada keadilan. Ada bukti, ada laporan, wajib diproses tidak? Wajib!” kata Rizieq di Mabes Polri pada 16 Januari 2017.
Rujukan
Halaman: 7547/7990





