• (GFD-2020-4746) [SALAH] Diduga Terinfeksi Virus Corona, Seorang Warga di Depok Diisolasi

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 29/01/2020

    Berita

    Barusan dishare dari group faskes rs sedepok, baru Suspek, masih diteliti lebih lanjut.

    Toraknya si pneumonia mirip tapi masih tunggu pemeriksaan lebih lanjut.

    Org Pancoran Mas. Dia abis dr Cina. Dia MCU ke Permata. Tp dh di isolasi kyna, tapi dah dikarantina infonya penelitian lebih lanjut.

    Hasil Cek Fakta

    Maraknya kasus virus corona yang tengah terjadi di Wuhan, China membuat beberapa pihak memanfaatkan situasi tersebut dengan menyebarkan informasi yang tidak sesuai dengan fakta. Yang terbaru beredar melalui pesan berantai Whatsapp perihal penemuan virus corona di wilayah Depok, Jawa Barat. Dalam narasi yang beredar, si pembuat pesan menyebut bahwa diduga telah ditemukan seorang dengan gejala mirip penderita virus corona yang dikategorikan suspek di Depok.

    Namun informasi tersebut langsung mendapat bantahan dari Dinas Kesehatan setempat dengan menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar. Melansir dari beritasatu.com, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita menyatakan bahwa informasi dalam pesan berantai tersebut adalah tidak benar alias hoaks.

    “Tidak ada pasien yang dirawat di RS Permata Sawangan karena terjangkit corona. Dapat dipastikan ini hoaks. Saya juga baru tahu tapi sudah saya konfirmasi dan ini hoaks,” tegas Novarita.

    Dibalik munculnya virus corona, pihak Dinkes Kota Depok sendiri telah mengeluarkan surat edaran tentang Kewaspadaan terhadap Pneumonia Novel Coronavirus (nCov). Surat tersebut dikeluarkan menyusul dengan upaya deteksi, pencegahan, respon dan antisipasi muculya kasus pneumonia berat akibat nCoV di Kota Depok.

    “Sudah kami keluarkan edaran Nomor: 445/0404/SURVIM sebagai kewaspadaan terhadap virus korona. Kami minta agar dapat ditindaklanjuti sebagai antisipasi,” jelas Novarita.

    Kesimpulan

    Maraknya kasus yang tengah terjadi di Wuhan, China membuat beberapa pihak memanfaatkan situasi tersebut dengan menyebarkan informasi yang tidak sesuai dengan fakta. Yang terbaru beredar melalui pesan berantai Whatsapp perihal penemuan virus corona di wilayah Kota Depok, Jawa Barat. Namun informasi tersebut langsung mendapat bantahan dari Dinas Kesehatan setempat dengan menyatakan bahwa pesan tersebut tidak benar alias hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4750) [SALAH] “CHINA Baru Saja Bangun Rumah Sakit 57 Lantai”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 29/01/2020

    Berita

    “RUAAAARRRR.. BIASAAA..👍

    CHINA Baru Saja Bangun Rumah Sakit 57 Lantai,
    Khusus Untuk Pasien Virus Corona..
    Dalam Waktu 16 Jam Menyelesaikan Lantai Pertama, dan 19 Hari Selesai 57 Lantai Termasuk Listrik, Air dan Semua Peralatan Rumah Sakit…

    #VIRUS_CORONA

    @ANDRE_OCTA_”.

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan video proses pembangunan Gedung “Mini Sky City” pada tahun 2015. SUMBER menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan konteks video yang sesungguhnya sehingga menimbulkan kesimpulan yang salah.
    Salah satu video mengenai pembangunan Gedung “Mini Sky City”, YouTube: “Tonton Gedung 57 Lantai yang Naik dalam 19 Hari

    4.127.729 kunjungan • 13 Maret 2015

    Wall Street Journal
    1,92 juta pelanggan

    Tonton video timelapse gedung pencakar langit 57 lantai yang dibangun di Tiongkok dalam 19 hari. Gedung pencakar langit adalah bagian dari proyek “Mini Sky City” di Changsha.”
    “Sebuah perusahaan pengembangan China membangun menara 57 lantai dalam rekor 19 hari di Changsha, Provinsi Hunan di Cina selatan. Video ini menunjukkan gedung pencakar langit Mini Sky City yang dibangun pada tingkat bata-demi-bata dari tiga tingkat penuh per hari. Untuk melihat lebih banyak video dari Grup Luas, kunjungi situs webnya”
    “Sebuah perusahaan konstruksi Tiongkok mengklaim sebagai pembangun tercepat di dunia setelah mendirikan gedung pencakar langit 57 lantai dalam 19 hari kerja di Cina tengah.

    Broad Sustainable Building, sebuah perusahaan konstruksi prefab, memasang Mini Sky City persegi panjang, kaca dan baja di ibukota provinsi Hunan, Changsha, merakit tiga lantai sehari menggunakan metode modular, kata wakil presiden, Xiao Changgeng.”
    Mengenai pembangunan Rumah Sakit Huoshenshan (untuk menangani pasien Virus Corona), QUARTZ:

    “Di Wuhan, Cina, ada tontonan memukau dalam drama yang sedang berlangsung untuk menampung virus coronavirus yang menyebar cepat yang telah merenggut 132 nyawa dan menginfeksi lebih dari 6.000, pada hitungan terakhir yang dikonfirmasi . Sebagian besar dari mereka yang terinfeksi ada di Wuhan, dan pemerintah Cina menggunakan sumber dayanya untuk membangun fasilitas medis baru dengan cepat. Jutaan orang menonton video harian tentang prestasi arsitektur: dua rumah sakit yang berfungsi penuh bangkit dari tanah hanya dalam beberapa hari.

    Kesimpulan

    Video proses pembangunan Gedung “Mini Sky City” pada tahun 2015. BUKAN Rumah Sakit, TIDAK ADA kaitannya dengan Virus Corona.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3562) [SALAH] “Diduga Terjangkit Virus Corona, Satu Pasien RS Doris Sylvanus Diisolasi”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 29/01/2020

    Berita

    Kegiatan SIMULASI, BUKAN benar-benar terduga terjangkit. Per post ini disusun media yang artikelnya dibagikan sudah merevisi judulnya.

    NARASI

    “Diduga Terjangkit Virus Corona, Satu Pasien RS Doris Sylvanus Diisolasi”.

    ======

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN


    (1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah

    Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.

    * SUMBER membagikan artikel mengenai SIMULASI penanganan pasien terduga terjangkit Virus Corona.


    (2) Artikel yang dibagikan yang semula berjudul “Diduga Terjangkit Virus Corona, Satu Pasien RS Doris Sylvanus Diisolasi” per post ini disusun sudah direvisi menjadi “Simulasi Virus Corona, Satu Pasien RS Doris Sylvanus Diisolasi”.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3563) [SALAH] “Mayat orang Cina bergelimpangan di jalan kota Wuhan”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 29/01/2020

    Berita

    BUKAN mayat dan BUKAN di Wuhan. Foto orang-orang yang berbaring di Frankfurt (Jerman) pada 24 Maret 2014, bagian dari proyek seni mengenang korban kamp konsentrasi Nazi “Katzbach”.

    NARASI

    (1) “Keterangan Foto Mayat mayat orang Cina bergelimpangan di jalan jalan kota Wuhan Cina foto di ambil dari Satelit
    Azab Untuk China Komunis …”

    Salinan selengkapnya di (3) bagian REFERENSI.



    (2) “Di Wuhan Kiriman WA”.

    ======

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN


    (1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah

    Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.

    * SUMBER membagikan foto orang-orang yang berbaring di Frankfurt (Jerman) pada 24 Maret 2014, bagian dari proyek seni mengenang korban kamp konsentrasi Nazi “Katzbach”.

    * SUMBER menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan konteks foto yang sesungguhnya sehingga menimbulkan kesimpulan yang salah.



    (2) Sumber foto, REUTERS: “TANGGAL: 24 Maret 2014

    Orang-orang berbaring di zona pejalan kaki sebagai bagian dari proyek seni untuk mengenang 528 korban kamp konsentrasi Katzbach Nazi, di Frankfurt, 24 Maret 2014. Para tahanan di kamp konsentrasi Katzbach, bagian dari bekas pabrik industri Adler , dipaksa melakukan mars kematian ke kamp konsentrasi Buchenwald dan Dachau pada 24 Maret 1945. Sekitar 528 korban Katzbach dimakamkan di pemakaman pusat Frankfurt. REUTERS / Kai Pfaffenbach (JERMAN – Tag: SOCIETY ANNIVERSARY ANNIVERSARY TPX GAMBAR OF THE HARI ENTERTAINMENT)”.

    Google Translate Chrome extension, https://reut.rs/2S0vtTG / http://archive.md/HJDP8 (arsip cadangan).

    Rujukan