• (GFD-2020-8028) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Pesan Berantai tentang Penjelasan Ilmiah Corona Ini dari Ahli Virus Indro Cahyono?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 03/04/2020

    Berita


    Berbagai pesan berantai yang berisi penjelasan soal virus Corona Covid-19 hingga cara mengatasinya terus beredar di tengah pandemi Corona. Salah satu pesan berantai yang dalam beberapa hari terakhir ini ramai dibagikan di grup-grup percakapan WhatsApp adalah pesan yang berjudul "Penjelasan Ilmiah terkait Covid-19".
    Isi pesan tersebut diklaim berasal dari seorang ahli virus, Mohammad Indro Cahyono. Pesan berantai ini berisi sembilan poin mengenai virus Corona, yakni:
    Gambar tangkapan layar pesan berantai yang beredar di WhatsApp yang mengatasnamakan ahli virus Mohammad Indro Cahyono.
    Apa benar pesan berantai di atas berasal dari ahli virus Indro Cahyono?

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan penjelasan dari ahli virus Indro Cahyono di akun Facebook -nya pada 31 Maret 2020, pesan berantai di atas hanya mencatut namanya dan bukan berasal dari dirinya. "Pesan ini seolah-olah memberikan pesan positif padahal isinya sangat menyesatkan," kata dokter hewan lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada tersebut.
    Indro pun menulis perbaikan terhadap pesan berantai itu. Berikut ini perbandingan antara pesan berantai di atas dengan perbaikan dari Indro:
    Pesan berantai poin 1: Virus (termasuk Covid-19) adalah benda mati yang dapat hidup di media hidup. Namun, ada catatannya. Kalau misalnya ada orang yang sudah terinfeksi mengeluarkan droplet (cairan flu atau ludah), lalu kena di baju, kain, atau meja, maka dia tetap hidup selama droplet itu belum mengering. Kalau baju dicuci atau setidak-tidaknya mengering sendiri karena pengaruh lingkungan, misalnya karena panas atau hembusan angin, maka virusnya akan mati. Begitu pun di meja, kursi, lantai, karpet, dan sejenisnya. Kalau sudah mengering, ya sudah virusnya akan mati.
    Revisi dari Indro: Virus (termasuk Covid-19) hanya bisa bertahan hidup di media yang gelap, basah, dan dingin. Dia tidak bisa bertahan hidup lama tanpa perantara media tersebut. Jika misalnya ada orang yang sudah terinfeksi mengeluarkan droplet (cairan lendir atau ludah), lalu kena di baju, kain, atau meja, maka dia tetap hidup selama droplet itu belum mengering. Jika baju dicuci atau setidak-tidaknya mengering sendiri karena pengaruh lingkungan, misalnya karena panas atau disinfektan, maka virusnya akan mati. Begitu pun di meja, kursi, lantai, karpet, dan sejenisnya. Jika sudah mengering, ya sudah virusnya akan mati.
    ---
    Pesan berantai poin 2: Virus ini tidak bisa hidup di udara. Dia hanya jadi butir-butir kristal saja. Semua jenis virus, mau virus flu, TB, paru, dan lain-lain. Bagaimana dengan berjabat tangan? Sama seperti penjelasan nomor satu. Walau tangan ini termasuk bagian hidup, tapi selama dropletnya kering, dibersihkan, maka virus pun akan mati. Karena virus hanya bisa masuk lewat tiga jalur yakni mata, hidung, dan mulut. Maka, jika selesai berjabat tangan, dianjurkan membasuhnya dengan Antis, sabun, air panas, asing, atau cairan cuka/asam.
    Revisi dari Indro: Virus ini tidak bisa hidup di udara. Dia hanya bisa hidup di droplet dan kemudian jatuh ke bawah. Semua jenis virus, mau virus flu, atau virus lain, sifatnya sama. Bagaimana dengan berjabat tangan? Sama seperti penjelasan nomor satu. Walau tangan ini termasuk bagian hidup, tapi selama dropletnya kering, dibersihkan dengan sabun atau hand sanitizer, maka virus pun akan hacur. Karena virus hanya bisa masuk lewat dua jalur, yakni hidung, dan mulut. Maka, jika selesai berjabat tangan, dianjurkan membasuhnya dengan sabun atau hand sanitizer.
    ---
    Pesan berantai poin 3: Virus tidak bisa hidup di air panas, air asin, cuka, atau cairan asam. Maka, jika sudah terinfeksi, segera konsumsi vitamin E (brokoli, kelor) dan vitamin C (jeruk, mangga, dan lain-lain).
    Revisi dari Indro: Virus bisa dinetralkan oleh antibody dari dalam tubuh dan antibody bisa dinaikan produksinya dengan konsumsi vitamin E dan C. Budayakan untuk mengkonsumsi vitamin E (brokoli, kelor) dan vitamin C (jeruk, mangga, dan lain-lain) selama masa wabah Covid-19.
    ---
    Pesan berantai poin 4: Yang terinfeksi atau dinyatakan positif berpeluang sembuh total bagi mereka yang ketahanan tubuhnya kuat, tidak memiliki riwayat penyakit bawaan seperti paru, TB, hippertensi, asma, kanker, dan tumor.
    Revisi dari Indro: Yang terinfeksi atau dinyatakan positif berpeluang sembuh. Jika memiliki riwayat penyakit bawaan seperti paru, TB, hippertensi, asma, kanker, dan tumor, sebaiknya berkonsultasi ke dokter.
    ---
    Pesan berantai poin 5: Bagi anak-anak muda atau yang ketahanan tubuhnya kuat yang sudah dinyatakan positif, cukup treatment (perlakuan) mandiri di rumah. Karena usia produktif, antibodinya berproduksi 2-3 kali lipat dibandingkan dengan manula. Antibodi pada hari ke 4-5 akan keluar untuk menyerang virus. Untuk menekan rasa stres, bagi yang sudah positif, cukup mengonsumsi vitamin dan antibiotik. Jangan ke RS yang sudah ditentukan karena itu diperuntukan bagi mereka yang produksi antibodinya rendah.
    Revisi dari Indro: Bagi manusia yang ketahanan tubuhnya normal dan kemudian dinyatakan positif, dapat melakukan treatment (perlakuan) mandiri di rumah dengan cukup beristirahat, konsumsi vitamin E dan C dan madu, karena dengan asupan vitamin yang bagus, maka produksi antibodi bisa meningkat 2-3 kali lipat dari standard. Antibodi pada hari ke-7 akan diprodukai tubuh untuk menetralkan virus dan mencapai puncaknya pada hari 14. Jangan panik dan stress karena stress akan menekan siatem kekebalan kita. RS sebaiknya dikhususkan untuk kelompok risiko tinggi (lansia, pasien dengan komplikasi penyakit dan gangguan pernafasan kronis) sehingga RS tidak terlalu penuh dan membuat para pejuang kesehatan menjadi kerepotan dan kelelahan.
    ---
    Pesan berantai poin 6: Jangan stres dan panik. Karena, jika stres dan panik, maka antibodinya akan lambat berproduksi. Dengan itulah kita mudah terserang. Apalagi, stres itu hanya membuat psikosomatik (kondisi jiwa yang tersugesti), lalu membuat tubuh lemah.
    Revisi dari Indro: Jangan stres dan panik. Karena, jika stres dan panik, memicu reaksi psikosomatis yang berakibat pada menurunnya produksi antibodi dari dalam tubuh.
    ---
    Pesan berantai poin 7: Virus yang dikatakan bertahan hidup di tempat basah lebih dari 9 jam itu hoaks. Di panci, di kardus, di udara, di gagang pintu, di aluminium, dan lainnya, itu hoaks. Sekali lagi, virus tidak dapat hidup di benda-benda mati. Jika dicurigai ada droplet di sana, maka cukup dibersihkan saja.
    Revisi dari Indro: Virus tidak bisa bertahan hidup di tempat kering, terang, dan panas. Jika dicurigai ada droplet di perabot rumah, maka cukup dibersihkan saja dengan disinfektan atau cairan pembersih.
    ---
    Pesan berantai poin 8: Pasien yang terinfeksi berpeluang sembuh seperti orang yang kena flu karena status positif itu sementara.
    Revisi dari Indro: Pasien yang terinfeksi berpeluang sembuh dalam 14 hari jika rajin mengkonsumsi vitamin E dan C dan cukup istirahat.
    ---
    Pesan berantai poin 9: Mantan pasien positif atau yang sudah sembuh berpeluang kecil untuk terinfeksi kembali. Asumsinya, di dalam tubuh kita ini, ada yang namanya sel memori. Jika dia terinfeksi kembali, maka masa inkubasinya tidak selama waktu awal terifeksi, hanya 24 jam (1 hari). Karena sel memorinya akan menampilkan data bawah orang ini pernah terinfeksi. Sehingga, sehari kena, besok atau paling lambat dua hari sudah sembuh lagi.
    Revisi dari Indro: Manusia yang sudah pernah terinfeksi dan sembuh masih bisa terkena infeksi ulangan dari lapang, tapi sel memory tubuh akan mengeluarkan antibody lebih cepat (bukan 7 hari seperti infeksi pertama), tapi langsung keluar dalam waktu 1 hari (24 jam).
    Penjelasan dari Indro Cahyono juga dimuat di situs media Detik.com. Menurut Indro, terdapat sebagian informasi yang benar dalam pesan berantai itu. "Tapi banyak fakta yang sengaja dipelintir sehingga akan memicu polemik," kata Indro.
    Dilansir dari Suara.com, Indro Cahyono juga menyatakan bahwa bukan dia yang membuat dan menyebarkan pesan berantai tersebut. "Itu hoaks. Pesan inis eolah-olah memberikan pesan positif padahal isinya sangat menyesatkan," ujar Indro.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, pesan berantai yang berisi penjelasan ilmiah terkait Covid-19 di atas bukan berasal dari dokter hewan dan ahli virus Mohammad Indro Cahyono. Indro telah memastikan bahwa pembuat pesan yang disebarkan di WhatsApp itu telah mencatut namanya. Namun, ia juga telah membuat revisi terhadap poin-poin yang tercantum dalam pesan berantai tersebut.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-8029) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Bentuk Virus Corona yang Berhasil Difoto Ilmuwan India?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 03/04/2020

    Berita


    Sebuah foto yang memperlihatkan dua tangan yang bersalaman dan dipenuhi berbagai organisme kecil dengan berbagai bentuk beredar di media sosial. Menurut narasi yang menyertainya, makhluk kecil yang menempel pada kedua tangan itu adalah virus Corona Covid-19 yang berhasil difoto dan diperbesar oleh ilmuwan India.
    Di Facebook, foto tersebut diunggah salah satunya oleh akun Fika Emelia Siahaan, yakni pada Rabu, 1 April 2020. Dalam foto tersebut, terdapat tulisan yang berbunyi, "Seperti inilah bentuk corona yang berhasil difoto dan diperbesar oleh ilmuwan India, jadi harus selalu cuci tangan." Hingga artikel ini dimuat, foto tersebut telah dibagikan lebih dari 1.300 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan sebuah akun di Facebook yang memuat foto dengan narasi keliru mengenai wujud virus Corona Covid-19.
    Apa benar organisme kecil dalam foto di atas merupakan virus Corona Covid-19 yang berhasil difoto dan diperbesar oleh ilmuwan India?

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, foto tersebut pernah digunakan dalam artikel di situs Tribunnews yang dimuat pada 29 Maret 2020. Artikel tersebut berjudul "Pertama Kalinya, Ilmuwan di India Publikasikan Gambar Penampakan Virus Corona".
    Namun, foto tersebut diberi keterangan, "Ilustrasi-Pertama Kalinya, Ilmuwan di India Publikasikan Gambar Penampakan Virus Corona". Pada pojok kanan bawah foto itu juga tercantum sumber foto tersebut, yakni berasal dari media sosial Twitter.
    Tempo pun menelusuri sumber foto tersebut dengan menggunakanreverse image toolTinEye. Hasilnya, ditemukan foto yang sama namun berwarna di situs stok foto Shutterstock. Foto itu dimuat pada 15 Juni 2015. Foto tersebut juga diberi tag sebagai foto ilustrasi.
    Adapun keterangannya yang ditulis dalam bahasa Polandia terjemahannya adalah sebagai berikut: "Penyakit infeksi menyebar sebagai simbol kebersihan, karena orang berpegangan tangan dengan virus yang bereproduksi dan bakteri yang menyebar bersama penyakit sebagai konsep dari risiko kesehatan ketika tidak mencuci tangan".
    Foto ilustrasi di Shutterstock tersebut telah beredar luas di internet dan digunakan oleh beberapa lembaga untuk berkampanye seputar isu kesehatan. Salah satunya adalah USAID Indonesia yang mengunggah foto ilustrasi itu di Twitter pada 12 Oktober 2018.
    Bentuk virus Corona Covid-19
    Berdasarkan arsip pemberitaan Tempo, sebuah lembaga yang menangani penyakit menular dan alergi yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan Amerika Serikat, National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) Integrated Research Facility (IRF) merilis hasil foto mikroskop wujud virus Corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

    Foto-foto tersebut dibuat menggunakan pemindaian dan transmisi elektron mikroskop di laboratorium NIAID di Hamilton, Montana. Emmie de Wit, Kepala Unit Patogenesis Molekuler NIAID, menyediakan sampel virus itu. Elizabeth Fischer, ahli mikroskop, menghasilkan foto-foto tersebut. Sementara kantor seni visual medis laboratorium mewarnai foto-foto itu secara digital.
    NIAID mencatat bahwa foto virus tersebut tampak sedikit mirip dengan foto MERS-CoV, virus Corona sindrom pernapasan Timur Tengah yang muncul pada 2012, dan SARS-CoV, virus Corona sindrom pernafasan akut yang muncul pada 2002.
    "Ini tidak mengejutkan. Paku pada permukaan virus tersebut membuat keluarga dari virus ini diberi nama Corona, yang merupakan bahasa Latin untuk 'mahkota', dan sebagian besar virus Corona memang memiliki penampilan seperti mahkota," demikian penjelasan dari NIAID.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, narasi yang menyertai foto di atas, bahwa organisme kecil dalam foto itu adalah virus Corona Covid-19 yang berhasil dipotret dan diperbesar oleh ilmuwan India, keliru. Foto itu merupakan foto ilustrasi virus dan bakteri yang menempel di tangan. Foto itu pun dimuat di situs Shutterstock pada 15 Juni 2015, jauh sebelum virus Corona muncul pertama kali di Wuhan, Cina, pada Desember 2019.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-3786) [SALAH] Rakyat Italia Buang Duit ke Jalan karena Sudah Tidak Berguna Akibat Virus COVID-19

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/04/2020

    Berita

    Akun Facebook Safie Fbr memposting foto pada tanggal 30 Maret 2020 yang diklaim terjadi di Italia dan diikuti narasi bahwa rakyat Italia membuang uangnya yang dianggap sudah tidak berguna karena virus Corona yang semakin menular. Berikut kutipan narasinya:

    “Di Italia rakyat buang duit kejalan disebabkan harta tidak berguna lagi ….
    Bila virus Covid-Nineteen makin menular ????

    #jagasehatsebelumsakit
    #sayangikeluarga”

    Hasil Cek Fakta

    Dari hasil penelusuran informasi, hal tersebut tidak benar. Foto yang diunggah akun Facebook Safie Fbr tidak ada kaitannya dengan Italia dan virus Corona. Faktanya foto tersebut merupakan keadaan di Venezuela saat terjadinya krisis di negara tersebut, dimana rakyat Venezuela membuang uangnya dikarenakan mata uang Boliver Fuerte dianggap sudah tidak berharga dan digantikan Bolivar Seberano.

    Melalui penelusuran lebih lanjut, pada foto tersebut terdapat lembaran uang bewarna hijau yang jika ditelusuri dengan mesin pencari Google dengan kata kunci “50 Bolivar Fuerte Venezuela” akan muncul lembaran uang yang identik seperti unggahan akun Facebook Safie.

    Dimuat pada portal media snopes.com, sebuah artikel yang berjudul “A photograph shows piles of currency throw in a gutter in Venezuela, money made worthless due to socialism.” Terdapat foto yang sama seperti yang diunggah akun Facebook Safie Fbr. Di bawah foto tersebut terdapat keterangan “This is a genuine photograph of worthless money dumped in the gutter of a Venezuelan street.”

    Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia “Ini adalah foto asli dari uang tidak berharga yang dibuang di selokan jalan Venezuela”.

    Dilansir dari truthorfiction.com, semua uang kertas Bolívar Fuerte telah ditarik. Bank Bicentenario dijarah pada Maret 2019 ketika Bolivar Fuerte tidak berharga.

    Kesimpulan

    Maka dapat disimpulkan bahwa informasi yang beredar dengan mengatakan rakyat Italia membuang uangnya karena dianggap sudah tidak berharga akibat virus Corona adalah salah atau hoaks dan masuk ke kategori Konten yang Salah.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4850) [SALAH] Video “Ini lockdown di Spanyol”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/04/2020

    Berita

    “Ini lockdown di Spanyol
    Kalian di India beruntung…kalian hanya dipukul menggunakan tongkat..”

    (“This is lockdown in Spain
    You guys in India are lucky…u just get caned..”).

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan video protes di Baku (Azerbaijan) dengan beberapa tujuan yang TIDAK terkait COVID-19. SUMBER menambahkan narasi yang salah yang menyebabkan kesimpulan keliru.

    Reuters: “Polisi di Azerbaijan pada hari Sabtu menahan sejumlah demonstran, termasuk pemimpin oposisi utama Front Rakyat, pada awal rapat umum yang direncanakan melawan gaji rendah, korupsi dan kurangnya demokrasi di bekas negara kaya energi Soviet. negara.”

    Wikipedia: “Protes Baku tahun 2019 adalah serangkaian aksi damai tanpa kekerasan pada 8, 19 dan 20 Oktober di Baku , ibu kota Azerbaijan . Protes pada 8 dan 19 Oktober diselenggarakan oleh Dewan Nasional Pasukan Demokrat (NCDF), aliansi partai- partai oposisi , dan menyerukan pembebasan tahanan politik dan untuk pemilihan yang bebas dan adil. Mereka juga menentang meningkatnya pengangguran dan ketimpangan ekonomi . Di antara mereka yang ditahan pada 19 Oktober adalah pemimpin Partai Front Rakyat Azerbaijan , Ali Karimli . Pada 20 Oktober beberapa lusin perempuan mengadakan protes terhadap kekerasan dalam rumah tangga .”

    The Quint: “Quint dapat mengonfirmasi bahwa meskipun video belum diubah dengan cara apa pun, klaim yang dengannya video tersebut diedarkan benar-benar salah. Video ini bukan yang terbaru atau dari Spanyol. Ini sebenarnya dari Baku di Azerbaijan di mana polisi menahan demonstran pada Oktober 2019.”

    Kesimpulan

    BUKAN di Spanyol. Lokasi yang benar adalah Baku (Azerbaijan), protes dengan beberapa tujuan yang TIDAK terkait COVID-19.

    Rujukan