Berdasarkan laman luhutpandjaitan.id, Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan setidaknya mempunyai tiga media sosial, yaitu halaman Facebook @luhutbinsar.pandjaitan, akun Instagram @luhut.pandjaitan dan Youtube Luhut Binsar Pandjaitan. Tidak disebutkan Menko Luhut mempunyai akun Twitter dengan nama @LuhutBinsarr.
NARASI:
1. “Pengumuman Dia Masih Punya Stok Malu,” tulis akun Facebook Bhang Rhamlee atau @aghen.thanah, Rabu (1/4).
2. “Kalian kalo tidak suka sama saya ngomong ke saya, bisa via DM, via wa, bukan bikin tranding #LuhutPengkhianatRI Saya malus ama keluarga di rumah,” akun Facebook Bhang Rhamlee atau @aghen.thanah mengunggah screenshot Twitter atas nama Luhut Binsar Panjaitan atau @LuhutBinsarr, Rabu (1/4).
=====
(GFD-2020-3799) [SALAH] “Pengumuman Dia Masih Punya Stok Malu”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 04/04/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Bhang Rhamlee atau @aghen.thanah mengunggah screenshot atau tampilan layar Twitter dengan nama Luhut Binsar Panjaitan atau @LuhutBinsaar yang isinya keluhan terhadap trending #LuhutPengkhianatRI. Berikut isi cuitannya:
“Kalian kalo tidak suka sama saya ngomong ke saya, bisa via DM, via wa, bukan bikin tranding #LuhutPengkhianatRI Saya malus ama keluarga di rumah,” akun Facebook Bhang Rhamlee atau @aghen.thanah mengunggah screenshot Twitter atas nama Luhut Binsar Panjaitan atau @LuhutBinsarr, Rabu (1/4).
Akun @aghen.thanah juga menambahkan narasi yang berbunyi, “Pengumuman Dia Masih Punya Stok Malu,” tulisnya, Rabu (1/4).
Setelah ditelusuri melalui mesin pencari, diketahui unggahan dan tulisan dari akun Facebook @aghen.thanah adalah tidak benar atau keliru.
Dilansir dari medcom.id diketahui Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mempunyai situs resmi dengan nama luhutpandjaitan.id. Di sana disebutkan Luhut, setidaknya hanya memiliki akun resmi di tiga media sosial. Yaitu halaman Facebook @luhutbinsar.pandjaitan, akun Instagram @luhut.pandjaitan dan Youtube Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut tampak aktif hanya di akun-akun ini.
Seperti di Facebook, unggahannya yang terbaru berkaitan dengan kebijakan mudik di tengah pandemi virus korona atau covid-19. Ia berharap ketika kebijakan mudik diberlakukan, pembatasan sosial dan fisik harus tetap berlangsung dan mereka yang tidak sanggup bekerja dan berpenghasilan di masa-masa sulit ini, masih bisa bertahan hidup dengan bantuan dari pemerintah.
“Saya ingin tidak ada satupun warga yang bertambah sulit hidupnya di masa-masa sulit seperti ini,” kata Luhut, Selasa (31/3).
Selain itu, diketahui akun Twitter atas nama @LuhutBinsarr juga sudah tidak ada.
Unggahan akun Facebook @aghen.thanah dalam kategori misinformasi atau disinformasi dari First Draft dapat masuk ke dalam kategori fabricated content atau konten palsu.
“Kalian kalo tidak suka sama saya ngomong ke saya, bisa via DM, via wa, bukan bikin tranding #LuhutPengkhianatRI Saya malus ama keluarga di rumah,” akun Facebook Bhang Rhamlee atau @aghen.thanah mengunggah screenshot Twitter atas nama Luhut Binsar Panjaitan atau @LuhutBinsarr, Rabu (1/4).
Akun @aghen.thanah juga menambahkan narasi yang berbunyi, “Pengumuman Dia Masih Punya Stok Malu,” tulisnya, Rabu (1/4).
Setelah ditelusuri melalui mesin pencari, diketahui unggahan dan tulisan dari akun Facebook @aghen.thanah adalah tidak benar atau keliru.
Dilansir dari medcom.id diketahui Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mempunyai situs resmi dengan nama luhutpandjaitan.id. Di sana disebutkan Luhut, setidaknya hanya memiliki akun resmi di tiga media sosial. Yaitu halaman Facebook @luhutbinsar.pandjaitan, akun Instagram @luhut.pandjaitan dan Youtube Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut tampak aktif hanya di akun-akun ini.
Seperti di Facebook, unggahannya yang terbaru berkaitan dengan kebijakan mudik di tengah pandemi virus korona atau covid-19. Ia berharap ketika kebijakan mudik diberlakukan, pembatasan sosial dan fisik harus tetap berlangsung dan mereka yang tidak sanggup bekerja dan berpenghasilan di masa-masa sulit ini, masih bisa bertahan hidup dengan bantuan dari pemerintah.
“Saya ingin tidak ada satupun warga yang bertambah sulit hidupnya di masa-masa sulit seperti ini,” kata Luhut, Selasa (31/3).
Selain itu, diketahui akun Twitter atas nama @LuhutBinsarr juga sudah tidak ada.
Unggahan akun Facebook @aghen.thanah dalam kategori misinformasi atau disinformasi dari First Draft dapat masuk ke dalam kategori fabricated content atau konten palsu.
Rujukan
(GFD-2020-3800) [SALAH] Terlibat Pembuatan COVID-19 di China, FBI Menangkap Profesor Harvard
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 04/04/2020
Berita
Hasil Periksa Fakta Helmi Fadillah Dwi Putra (Anggota Komisariat MAFINDO IISIP)
Setelah ditelusuri, Lieber ditangkap karena masalah visa dan membuat pernyataan palsu. Sehingga tidak ada kaitannya dengan klaim pembuatan COVID-19 di China.
NARASI: “FBI Mengumumkan Penangkapan Profesor Harvard dan Ketua Biologi Kimia yang Tertangkap Bekerja dengan Universitas Cina di Wuhan, Cina”
FBI menahan seorang profesor dari Universitas Bostin yang berhubungan dengan Universitas China dan laboratorium penelitian di Wuhan
"Betul.ato tidak,tertangkapnya pembuat dan penjual virus corona"
FBI menahan seorang profesor dari Universitas Bostin yang berhubungan dengan Universitas China dan laboratorium penelitian di Wuhan
Setelah ditelusuri, Lieber ditangkap karena masalah visa dan membuat pernyataan palsu. Sehingga tidak ada kaitannya dengan klaim pembuatan COVID-19 di China.
NARASI: “FBI Mengumumkan Penangkapan Profesor Harvard dan Ketua Biologi Kimia yang Tertangkap Bekerja dengan Universitas Cina di Wuhan, Cina”
FBI menahan seorang profesor dari Universitas Bostin yang berhubungan dengan Universitas China dan laboratorium penelitian di Wuhan
"Betul.ato tidak,tertangkapnya pembuat dan penjual virus corona"
FBI menahan seorang profesor dari Universitas Bostin yang berhubungan dengan Universitas China dan laboratorium penelitian di Wuhan
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN:Akun Timothy Simamora memposting video berdurasi 2 menit 20 detik berisi konferesi pers FBI terkait penangkapan Profesor Kimia Biologi dari Universitas Harvard dengan dua orang warga negara China. Disebutkan pula dalam narasi bahwa orang-orang yang ditangkap tersebut bekerja untuk perguruan tinggi di Wuhan, China. Postingan Facebook tersebut sudah dibagikan 155 kali dan 105 penyuka.
Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa ketiga orang yang ditangkap dengan kasus yang berbeda. Hal itu diketahui setelah melakukan penelusuran dengan mesin pencari “FBI Arrested Harvard Professor.”
Dari hasil pencarian, ditemukan informasi resmi pada 28 Januari 2020 dari Departemen Kehakiman AS mengenai penangkapan Charles Lieber. Menurut Departemen Kehakiman, Charles Lieber dan dua warga negara Cina, Yanqing Ye dan Zaosong Zheng, didakwa dalam tiga kasus yang berbeda dan tidak terkait dengan perguruan tinggi di Wuhan.
Dalam dakwaannya, justru Charles Lieber didakwa akibat membuat pernyataan salah dan data fiktif serta pemalsuan visa. Sedangkan warga Negara China didakwa akibat menyeludupkan 21 vial bahan penelitian biologi kedalam kaus kaki dan membuat data fiktif serta pernyataan palsu. Sehingga informasi mengenai penangkapan profesor dari Universitas Harvard dan dua warga China menyesatkan, padahal dalam kasusnya ketiganya ditangkap dengan beda kasus.
Lieber dikaitkan dengan COVID-19 hanya karena kebetulan bekerja di sebuah universitas di Wuhan, kota di mana virus tersebut pertama kali muncul. Departemen Kehakiman Amerika telah membantah, bahwa mereka mendakwa Lieber atas tuduhan telah terlibat dalam pembuatan COVID-19. Jadi informasi yang diunggah akun Facebook Timothy Simamora merupakan sesat, dan masuk kategori Misleading Content atau konten yang menyesatkan.
==
Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa ketiga orang yang ditangkap dengan kasus yang berbeda. Hal itu diketahui setelah melakukan penelusuran dengan mesin pencari “FBI Arrested Harvard Professor.”
Dari hasil pencarian, ditemukan informasi resmi pada 28 Januari 2020 dari Departemen Kehakiman AS mengenai penangkapan Charles Lieber. Menurut Departemen Kehakiman, Charles Lieber dan dua warga negara Cina, Yanqing Ye dan Zaosong Zheng, didakwa dalam tiga kasus yang berbeda dan tidak terkait dengan perguruan tinggi di Wuhan.
Dalam dakwaannya, justru Charles Lieber didakwa akibat membuat pernyataan salah dan data fiktif serta pemalsuan visa. Sedangkan warga Negara China didakwa akibat menyeludupkan 21 vial bahan penelitian biologi kedalam kaus kaki dan membuat data fiktif serta pernyataan palsu. Sehingga informasi mengenai penangkapan profesor dari Universitas Harvard dan dua warga China menyesatkan, padahal dalam kasusnya ketiganya ditangkap dengan beda kasus.
Lieber dikaitkan dengan COVID-19 hanya karena kebetulan bekerja di sebuah universitas di Wuhan, kota di mana virus tersebut pertama kali muncul. Departemen Kehakiman Amerika telah membantah, bahwa mereka mendakwa Lieber atas tuduhan telah terlibat dalam pembuatan COVID-19. Jadi informasi yang diunggah akun Facebook Timothy Simamora merupakan sesat, dan masuk kategori Misleading Content atau konten yang menyesatkan.
==
Rujukan
(GFD-2020-4852) [SALAH] Pembunuhan Massal Berkedok Corona
Sumber: instagram.comTanggal publish: 04/04/2020
Berita
“Hindari Pembunuhan masal
berkedok Virus Corona. #Viralkan!! #BebasRepost, selama tulisan dibawah dicantumkan.
Intelijen dan TNI wajib baca!! #TeoriKonspirasi:
1.Dokter tidak dilengkapi standar keamanan yang memadai,sangat rentan tertular oleh virus corona (#VirusCina) beberapa sudah meninggal.
2.Timbul rasa ketakutan dikalangan dokter, dan bisa saja terjadi kematian atau mogok kerja.
3.Dokter Indonesia dianggap tidak mampu lagi menangani pasien virus corona.
4.Pemerintah terpaksa menginport Dokter dari Cina. Pengendalian wabah virus corona dikomandoi oleh Cina Komunis.
5.Akan dilakukan #TesMasalCorona oleh dokter Cina, merekalah yang akan mempastikan positif atau negatif Virus Corona, dia bisa nemfonis positif atau nrgatif, Walau keadaan negatif, Ruang Isolasi dikuasainya, org lain dn keluarga tdk bs Mendekat. > nasib TOKOH2 PENTING Indonesia tergantung CINA, hidup atau mati. Sdh di alami oleh SOEKARNO.
–
6.Vaksin Anti virus, negatif apa positif,
7.Target CINA KOMUNIS :
A.Tokoh penting negara.
B.Tokoh Agama.
C. Petinggi TNI.
D.Aktivis Anti Komunis.
E.Dosen, Ilmuwan, pemikir dsb.
Solusi:
1.Penunggulangan wabah virus corona
Harus diawasi oleh #TniMerahPutih!!
–
2.Tolak Komunis Cina dengan alasan apapun, bentuk apapun, Cina Komunis masuk Indonesia.
3.Pastikan Vaksin tidak berbahaya.
4.Mencegah lebih baik daripada mengobati. Patuhi cara2 pencegahan yang sudah ditentukan pemerintah.
5.TNI,Tokoh Negara, Tokoh Agama, Dosen, Tokoh penting dan aktivis, sebaiknya dirumah sakit khusus TNI. Karena cuma tinggal satu2nya cuma INSTITUSI TNI yang masih bisa dipercaya.
6.Jika petinggi TNI sudah banyak yang meninggal, maka TNI akan lemah, SESAMA TNI diadu domba, #TniPecah, Omnibuslaw disahkan.
7.Setelah TNI PECAH, rakyat Indonesia Perang Saudara.Indonesia jadi Negara Komunis Cina.
8.Dengan terang2an menggembangkan Virus Corana, Cina sudah melanggar HAK Azazi manusia se Dunia, Ajukan Cina ke Mahkamah Internasional !!.
Bentuk #KoalisiLintasNegara dan #KoalisiLintasAgama untuk menggugat dan EMBARGO Cina.
#UsirCinaKomunis dari NKRI.
–
sekian, trims.
Komisi Penjernihan dan Pemurnian Pancasila. #UyungPancasilaKppp.
@mabestni @mabes_ad @kodamsiliwangi @puspentni”
Alat Test Corona Asal China Berbahaya
berkedok Virus Corona. #Viralkan!! #BebasRepost, selama tulisan dibawah dicantumkan.
Intelijen dan TNI wajib baca!! #TeoriKonspirasi:
1.Dokter tidak dilengkapi standar keamanan yang memadai,sangat rentan tertular oleh virus corona (#VirusCina) beberapa sudah meninggal.
2.Timbul rasa ketakutan dikalangan dokter, dan bisa saja terjadi kematian atau mogok kerja.
3.Dokter Indonesia dianggap tidak mampu lagi menangani pasien virus corona.
4.Pemerintah terpaksa menginport Dokter dari Cina. Pengendalian wabah virus corona dikomandoi oleh Cina Komunis.
5.Akan dilakukan #TesMasalCorona oleh dokter Cina, merekalah yang akan mempastikan positif atau negatif Virus Corona, dia bisa nemfonis positif atau nrgatif, Walau keadaan negatif, Ruang Isolasi dikuasainya, org lain dn keluarga tdk bs Mendekat. > nasib TOKOH2 PENTING Indonesia tergantung CINA, hidup atau mati. Sdh di alami oleh SOEKARNO.
–
6.Vaksin Anti virus, negatif apa positif,
7.Target CINA KOMUNIS :
A.Tokoh penting negara.
B.Tokoh Agama.
C. Petinggi TNI.
D.Aktivis Anti Komunis.
E.Dosen, Ilmuwan, pemikir dsb.
Solusi:
1.Penunggulangan wabah virus corona
Harus diawasi oleh #TniMerahPutih!!
–
2.Tolak Komunis Cina dengan alasan apapun, bentuk apapun, Cina Komunis masuk Indonesia.
3.Pastikan Vaksin tidak berbahaya.
4.Mencegah lebih baik daripada mengobati. Patuhi cara2 pencegahan yang sudah ditentukan pemerintah.
5.TNI,Tokoh Negara, Tokoh Agama, Dosen, Tokoh penting dan aktivis, sebaiknya dirumah sakit khusus TNI. Karena cuma tinggal satu2nya cuma INSTITUSI TNI yang masih bisa dipercaya.
6.Jika petinggi TNI sudah banyak yang meninggal, maka TNI akan lemah, SESAMA TNI diadu domba, #TniPecah, Omnibuslaw disahkan.
7.Setelah TNI PECAH, rakyat Indonesia Perang Saudara.Indonesia jadi Negara Komunis Cina.
8.Dengan terang2an menggembangkan Virus Corana, Cina sudah melanggar HAK Azazi manusia se Dunia, Ajukan Cina ke Mahkamah Internasional !!.
Bentuk #KoalisiLintasNegara dan #KoalisiLintasAgama untuk menggugat dan EMBARGO Cina.
#UsirCinaKomunis dari NKRI.
–
sekian, trims.
Komisi Penjernihan dan Pemurnian Pancasila. #UyungPancasilaKppp.
@mabestni @mabes_ad @kodamsiliwangi @puspentni”
Alat Test Corona Asal China Berbahaya
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah video melalui akun instagram @uyungpancasila yang diberi judul pembunuhan massal berkedok corona pada 04 Februari 2020, video tersebut viral dan sudah disaksikan oleh lebih dari 1.500 pengguna instagram. Isi dari video tersebut adalah narasi-narasi tidak benar yang dituliskan oleh pemilik akun.
Namun setelah ditelusuri video tersebut tidak benar, serta pelaku pengunggah video juga telah diamankan oleh Satreskim Polres Bogor pada Minggu 22 Maret 2020 di daerah Pamijahan, Kabupaten Bogor. Melansir dari iNews.id pelaku dikenai Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 01 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman di atas tiga tahun penjara.
“Barangsiapa menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat dan atau barangsiapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga, bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat,” tutur Benny, dikutip dari iNews.id.
Klaim yang menyebutkan tes massal akan dilakukan dokter yang diimpor dari China tidak benar. Faktanya, Pemerintah Indonesia melakukan tes massal atau rapid test menggunakan alat tes dari China, bukan dokter dari China. Alat tersebut dipesan melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI atas instruksi dari Kementerian BUMN. Selain itu Presiden Joko Widodo meminta tim satuan gugus tugas COVID-19 untuk melakukan tes massal atau rapid test kepada masyarakat.
Mengutip dari suara.com Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi, Arya Sinulingga mengatakan, alat tersebut seperti alat tes kehamilan. Sehingga, untuk memastikan positif atau negatif virus corona bisa ditentukan secara cepat.
“RNI lagi kerja sama dari China itu masuk produksi rapid test covid-19. Ini kerja sama dengan pabrik China. Kami sedang pesan sekitar 500 ribu. Jadi, hasilnya bisa keluar hanya berapa menit 15 menit maksimal 3 jam,” ujar Arya kepada wartawan lewat teleconfernce di Jakarta, Rabu (17/3/2020).
Arya juga menyebutkan jika RNI saat ini sedang menunggu izin dari Kementerian Kesehatan untuk mengedarkan alat tersebut. Nantinya, alat tersebut bakal didistribusikan ke Rumah Sakit.
“Kalau dikasih izin oleh Kemenkes kami bisa kirim pakai Garuda dari Hangzhou jadi kebutuhan kita ini bisa dicukupi dengan cepat,” jelas dia, dikutip dari suara.com
Berdasarkan penjelasan tersebut, video yang diunggah oleh @uyungpancasila tidak benar, selain itu Indonesia juga tidak pernah mengimpor Dokter dari China untuk menangani pasien corona dan melakukan tes massal. Berdasarkan semua penjelasan tersebut informasi ini masuk ke dalam Konten Yang Menyesatkan atau Misleading Content.
Namun setelah ditelusuri video tersebut tidak benar, serta pelaku pengunggah video juga telah diamankan oleh Satreskim Polres Bogor pada Minggu 22 Maret 2020 di daerah Pamijahan, Kabupaten Bogor. Melansir dari iNews.id pelaku dikenai Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 01 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman di atas tiga tahun penjara.
“Barangsiapa menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat dan atau barangsiapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga, bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat,” tutur Benny, dikutip dari iNews.id.
Klaim yang menyebutkan tes massal akan dilakukan dokter yang diimpor dari China tidak benar. Faktanya, Pemerintah Indonesia melakukan tes massal atau rapid test menggunakan alat tes dari China, bukan dokter dari China. Alat tersebut dipesan melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI atas instruksi dari Kementerian BUMN. Selain itu Presiden Joko Widodo meminta tim satuan gugus tugas COVID-19 untuk melakukan tes massal atau rapid test kepada masyarakat.
Mengutip dari suara.com Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi, Arya Sinulingga mengatakan, alat tersebut seperti alat tes kehamilan. Sehingga, untuk memastikan positif atau negatif virus corona bisa ditentukan secara cepat.
“RNI lagi kerja sama dari China itu masuk produksi rapid test covid-19. Ini kerja sama dengan pabrik China. Kami sedang pesan sekitar 500 ribu. Jadi, hasilnya bisa keluar hanya berapa menit 15 menit maksimal 3 jam,” ujar Arya kepada wartawan lewat teleconfernce di Jakarta, Rabu (17/3/2020).
Arya juga menyebutkan jika RNI saat ini sedang menunggu izin dari Kementerian Kesehatan untuk mengedarkan alat tersebut. Nantinya, alat tersebut bakal didistribusikan ke Rumah Sakit.
“Kalau dikasih izin oleh Kemenkes kami bisa kirim pakai Garuda dari Hangzhou jadi kebutuhan kita ini bisa dicukupi dengan cepat,” jelas dia, dikutip dari suara.com
Berdasarkan penjelasan tersebut, video yang diunggah oleh @uyungpancasila tidak benar, selain itu Indonesia juga tidak pernah mengimpor Dokter dari China untuk menangani pasien corona dan melakukan tes massal. Berdasarkan semua penjelasan tersebut informasi ini masuk ke dalam Konten Yang Menyesatkan atau Misleading Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Indri Pramesti Widyaningrum (Anggota Komisariat MAFINDO Gunadarma)
Video berjudul “Pembunuhan Massal Berkedok Corona” yang beredar di Instagram berisikan informasi tidak benar. Indonesia tidak pernah mengimpor dokter dari China, selain itu pelaku pengunggah video telah diamankan Satreskim Polres Bogor pada Minggu (22/3/2020).
Video berjudul “Pembunuhan Massal Berkedok Corona” yang beredar di Instagram berisikan informasi tidak benar. Indonesia tidak pernah mengimpor dokter dari China, selain itu pelaku pengunggah video telah diamankan Satreskim Polres Bogor pada Minggu (22/3/2020).
Rujukan
- https://www.inews.id/news/megapolitan/polisi-tangkap-penyebar-hoaks-pembunuhan-massal-berkedok-virus-corona
- https://jabar.suara.com/read/2020/04/02/210704/sebar-video-pembunuhan-massal-berkedok-virus-corona-pria-bogor-ditangkap
- https://www.ayobandung.com/read/2020/04/03/84749/polres-bogor-bekuk-penyebar-hoaks-pembunuhan-massal-berkedok-corona
- https://www.wartaekonomi.co.id/read279622/menyebarkan-hoaks-pembunuhan-massal-berkedok-virus-corona-pria-tua-ditangkap
- https://www.suara.com/bisnis/2020/03/18/155421/pemerintah-bakal-impor-alat-pengecekan-virus-corona-dari-china
- https://health.grid.id/read/352069749/presiden-jokowi-perintahkan-tes-massal-virus-corona-pengamat-minta-siapkan-tenaga-ahlinya%3Fpage%3Dall
- https://www.kompas.tv/article/72095/jokowi-perintahkan-tes-massal-corona-segera-dilakukan
(GFD-2020-8027) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto Uang yang Dibuang oleh Warga Italia di Tengah Pandemi Corona?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 03/04/2020
Berita
Dua foto yang memperlihatkan ribuan lembar uang kertas yang berserakan di jalanan beredar di media sosial. Menurut narasi yang menyertai foto-foto itu, uang-uang tersebut merupakan uang yang dibuang oleh warga Italia di tengah pandemi virus Corona Covid-19.
Salah satu akun Facebook yang membagikan foto-foto itu adalah akun Anda Arl-khafie, yakni pada 1 April 2020. Akun ini menulis narasi, "Ini baru kiamat kecil. Harta yg selama ini mereka kumpulkan tiada artinya bagi mereka. Ini di Itali dimana masyarakat disana merasa kecewa karena hartanya (uang) tidak bisa menyelamatkan orang2 yg di cintainya. Maka dari itu mereka membuang uang2nya."
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Anda Arl-khafie yang memuat narasi keliru mengenai foto yang diunggahnya.
Apa benar kedua foto di atas merupakan foto uang yang dibuang oleh warga Italia ke jalanan di tengah pandemi virus Corona Covid-19?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, foto kedua yang diunggah akun Anda Arl-khafie pernah beredar sebelumnya di Facebook pada 22 Maret 2019. Saat itu, virus Corona Covid-19 belum muncul. Virus tersebut pertama kali dilaporkan pada Desember 2019. Foto itu dibagikan oleh akun Steve Hullet. Menurut akun ini, foto tersebut diambil di jalanan di Venezuela.
Berbekal petunjuk itu, Tempo pun menelusuri pemberitaan dari media kredibel dengan memasukkan kata kunci "money in the street of Venezuela". Hasilnya, ditemukan artikel di situs cek fakta Snopes yang berisi verifikasi atas foto tersebut.
Menurut temuan Snopes, foto tersebut diambil di Venezuela, kemungkinan pada 11 Maret 2019 dan menunjukkan hasil penjarahan di sebuah bank di Kota Merida. Media lokal di kota itu, Maduradas.com, pernah memuat beberapa foto lain dari insiden tersebut dan melaporkan bahwa para pelaku menebar uang-uang lama di jalanan dan membakarnya.
"Fakta ini dikonfirmasi oleh Wakil Majelis Nasional Venezuela William Davila serta koresponden El Nacional (salah satu surat kabar Venezuela) di Merida, Leonardo Leon. Melalui Twitter, mereka melaporkan bahwa warga menyebarkan tumpukan uang lama di jalanan, yang kemudian dibakar," demikian laporan yang ditulis oleh Snopes.
Adapun foto pertama yang diunggah akun Anda Arl-khafie juga merupakan foto dari peristiwa yang sama. Foto tersebut pernah dimuat oleh akun Twitter CNW dan Descifrando la Guerra pada 12 Maret 2019. Keduanya sama-sama menulis keterangan bahwa sebuah bank di Kota Merida, Venezuela, dijarah. Para pelaku menyebarkan uang itu di jalanan dan membakarnya.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Twitter CNW.
Dilansir dari Snopes, ekonomi Venezuela memang mulai runtuh sejak 2013 lalu. Terdapat berbagai masalah yang menyebabkan negara tersebut mengalami krisis ekonomi hingga kini, seperti jatuhnya harga minyak, korupsi oleh pejabat pemerintah, kerusuhan politik, serta kebijakan yang sosialis.
Seperti yang dilaporkan oleh Washington Post pada Januari 2018, kondisi ekonomi yang tidak menguntungkan itu pun melahirkan inflasi besar-besaran yang membuat mata uang Venezuela mengalami devaluasi. Devaluasi merupakan turunnya nilai mata uang suatu negara terhadap mata uang luar negeri.
Meskipun hiperinflasi membuat mata uang Venezuela tidak berharga, uang yang terlihat dalam kedua foto di atas merupakan mata uang lama Venezuela, Bolivar Fuerte. Pada Agustus 2018, mata uang ini digantikan oleh mata uang baru, Bolivar Soberano, sehingga mata uang Bolivar Fuerte dengan nominal lebih kecil dari 1.000 tidak lagi menjadi alat pembayaran yang sah.
Pada 5 Desember 2018, seluruh mata uang Bolivar Fuerte baru ditarik sepenuhnya. Oleh karena itu, uang yang dibuang dalam foto-foto di atas, yang diambil pada Maret 2019, tidak berharga bukan karena tidak memiliki nilai, melainkan karena telah sepenuhnya diganti oleh mata uang baru.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, narasi yang menyertai kedua foto di atas, bahwa foto-foto tersebut adalah foto uang yang dibuang oleh warga Italia ke jalanan di tengah pandemi virus Corona Covid-19, keliru. Foto itu diambil di Venezuela pada Maret 2019 di mana terdapat sebuah bank yang dijarah, kemudian pelaku menyebarkan uang-uang lama Venezuela, Bolivar Fuerte, di jalanan dan membakarnya.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- http://archive.ph/HZxwD
- https://web.facebook.com/photo.php?fbid=10156137068712196&set=a.77081582195&type=3&theater&ifg=1&_rdc=1&_rdr
- https://www.snopes.com/fact-check/venezuela-money-in-gutter/
- https://twitter.com/ConflictsW/status/1105241563620360193
- https://twitter.com/descifraguerra/status/1105393223462207488
- https://www.snopes.com/fact-check/venezuela-money-in-gutter/
Halaman: 7352/7817





