Akun Facebook Mujahid mengunggah tulisan yang intinya menyatakan bahwa istilah Kadal Gurun atau Kadrun itu berasal dari Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk mengejek umat Islam atau menetapkan sasaran kepada ulama yang akan dibunuh.
Selain tulisan tersebut, akun Facebook Mujahid ini juga menyematkan video berdurasi satu (1) menit yang inti pesannya serupa dengan tambahan narasi bahwa istilah Kadrun yang berasal dari PKI ini dipopulerkan pada tahun 1960 an.
NARASI:
“KADRUN itu dari PKI Barokallahu fiik Habib @husein.baagil . Label KADRUN yang disematkan kepada ummat Islam itu ternyata berasal dari PKI. Di zaman tahun 60’an apabila PKI menargetkan salah satu dari para Ulama yg ditargetkan akan dibunuh, mereka menjulukinya dengan istilah KADRUN atau Kadal Gurun. Di zaman kita sekarang, istilah KADRUN mulai diperdengarkan kembali untuk mengejek ummat Islam, entah mereka itu memang berideologi komunis atau hanya sebatas kebencian terhadap gerakan ummat Islam. Wallahu ‘Alam Bishowab. Semoga kita semua dilindunggi oleh Allah dari fitnah dan bahaya PKI.,” tulis akun Facebook Mujahid, Sabtu (9/5).
(GFD-2020-5113) [SALAH] Istilah Kadrun Berasal dari PKI
Sumber: facebook.comTanggal publish: 21/06/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Seteleh melakukan penelusuran, klaim unggahan akun Facebook Mujahid ini dibantah oleh Sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Asvi Warman Adam. Ia menjelaskan istilah Kadrun, baru muncul setelah Pilkada DKI 2012 hingga Pilpres 2019, setelah munculnya istilah kampret dan cebong. Istilah kadrun belum ada saat era PKI masih ada.
“Waktu Pemilu 1955 ada persaingan yang tajam antara Masyumi dan PKI. Masyumi menuduh orang komunis itu ateis. PKI menuduh Masyumi dapat bantuan dana dari AS. Tidak ada istilah kadal gurun tersebut. Tahun 1960-an, yang ada yakni istilah Nekolim, Aksi Sepihak, Setan Desa, Setan Kota,” tutur Asvi kepada detikcom, Rabu (10/6/2020).
Menurut Asvi, istilah-istilah seperti kadrun, cebong, dan kampret, itu bersifat memecah belah. Ini tidak sehat. “Istilah-istilah tersebut yang memecah belah, mengelompokkan kawan dan lawan yang berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, diketahui juga, kadal gurun atau Dhab ini adalah hewan reptil dengan nama latin Uromastyx aegyptia yang banyak hidup di daerah gurun seperti Mesir, Libya dan seluruh kawasan gurun Timur Tengah. Dan dagingnya pun halal dimakan.
“Waktu Pemilu 1955 ada persaingan yang tajam antara Masyumi dan PKI. Masyumi menuduh orang komunis itu ateis. PKI menuduh Masyumi dapat bantuan dana dari AS. Tidak ada istilah kadal gurun tersebut. Tahun 1960-an, yang ada yakni istilah Nekolim, Aksi Sepihak, Setan Desa, Setan Kota,” tutur Asvi kepada detikcom, Rabu (10/6/2020).
Menurut Asvi, istilah-istilah seperti kadrun, cebong, dan kampret, itu bersifat memecah belah. Ini tidak sehat. “Istilah-istilah tersebut yang memecah belah, mengelompokkan kawan dan lawan yang berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, diketahui juga, kadal gurun atau Dhab ini adalah hewan reptil dengan nama latin Uromastyx aegyptia yang banyak hidup di daerah gurun seperti Mesir, Libya dan seluruh kawasan gurun Timur Tengah. Dan dagingnya pun halal dimakan.
Rujukan
(GFD-2020-4118) [SALAH] Wapres Pemerintah Gak Sengaja Memakai Dana Haji Jadi Gak Berdosa
Sumber: facebook.comTanggal publish: 20/06/2020
Berita
Akun Facebook Putra Inka membagikan gambar judul salah satu laman daring abhynews.com dengan judul “Wapres Pemerintah Gak Sengaja Memakai Dana Haji Jadi Gak Berdosa.” Dalam postingan tersebut, akun Putra Inka menyertakan narasi yang menyamakan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dengan Jaksa Fredrik Adhar perihal kutipan judul pada gambar yang dibagikannya.
Berikut kutipan narasinya:
Narasi postingan:
“Satu Guru Satu Ilmu'Dilarang Saling Mengganggu Biarpun Bareng"Dungu. Entah JAKSA Fredrik Adhar Yang Berguru Pada Mbah Amin.Atau Mbah Amin Yang Berguru Sama JAKSA Fredrik Adhar,Kalau Dalilnya JAKSA Fredrik Adhar Dari PASAL KUHP 😄 Kalau Si Mbah Kyai Dari Mana Coba Dalilnya Pemirsa Apa Ada Yang Tau ?”
Narasi dalam gambar:
“Wapres Pemerintah Gak Sengaja Memakai Dana Haji Jadi Gak Berdosa”
Berikut kutipan narasinya:
Narasi postingan:
“Satu Guru Satu Ilmu'Dilarang Saling Mengganggu Biarpun Bareng"Dungu. Entah JAKSA Fredrik Adhar Yang Berguru Pada Mbah Amin.Atau Mbah Amin Yang Berguru Sama JAKSA Fredrik Adhar,Kalau Dalilnya JAKSA Fredrik Adhar Dari PASAL KUHP 😄 Kalau Si Mbah Kyai Dari Mana Coba Dalilnya Pemirsa Apa Ada Yang Tau ?”
Narasi dalam gambar:
“Wapres Pemerintah Gak Sengaja Memakai Dana Haji Jadi Gak Berdosa”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, diketahui bahwa gambar yang dibagikan akun Putra Inka merupakan hasil suntingan. Diketahui bahwa judul asli artikel yang menggunakan foto Wapres Ma’ruf tersebut berjudul “Ma'ruf Amin : Jika Jokowi Terpilih Lagi, Ibu Ibu Belanja Cukup Bayar Pakai Kartu” yang tayang pada Februari 2019.
Isi artikel tersebut mengenai posisi Ma’ruf saat masih berkontestasi pada Pilpres 2019 sebagai Cawapres yang menjelaskan mengenai konsep program kartu dari Pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 01. Dalam pemberitaan tersebut tidak disebutkan mengenai penggunaan dana haji.
Terkait klaim pemerintah menggunakan dana haji tidak tepat. Mengacu kepada laporan periksa fakta medcom.id dan antaranews.com, diketahui bahwa dana haji masih tersimpan di rekening Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalam bentuk valuta asing dan rupiah. Selain itu, isu penggunaan dana haji juga pernah diperiksa MAFINDO pada artikel periksa fakta berjudul “[SALAH] Dana haji dipakai oleh pemerintah Jokowi untuk membangun infrastruktur.”
Isi artikel tersebut mengenai posisi Ma’ruf saat masih berkontestasi pada Pilpres 2019 sebagai Cawapres yang menjelaskan mengenai konsep program kartu dari Pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 01. Dalam pemberitaan tersebut tidak disebutkan mengenai penggunaan dana haji.
Terkait klaim pemerintah menggunakan dana haji tidak tepat. Mengacu kepada laporan periksa fakta medcom.id dan antaranews.com, diketahui bahwa dana haji masih tersimpan di rekening Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalam bentuk valuta asing dan rupiah. Selain itu, isu penggunaan dana haji juga pernah diperiksa MAFINDO pada artikel periksa fakta berjudul “[SALAH] Dana haji dipakai oleh pemerintah Jokowi untuk membangun infrastruktur.”
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, gambar yang dibagikan merupakan hasil suntingan. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Manipulated Content atau Konten yang Dimanipulasi.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1213684978964035
- https://turnbackhoax.id/2020/06/20/salah-wapres-pemerintah-gak-sengaja-memakai-dana-haji-jadi-gak-berdosa/
- https://www.abhynews.com/2019/02/maruf-amin-jika-jokowi-terpilih-lagi.html (arsip:
- https://archive.fo/Nz6Mv)
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/ObzMLJ1N-cek-fakta-wapres-sebut-pemerintah-tidak-sengaja-pakai-dana-haji?utm_source=desktop&utm_medium=cekfakta&utm_campaign=WP
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/4bamJa2b-cek-fakta-jokowi-ternyata-sudah-pakai-rp38-5-triliun-dana-haji-simak-fa
- https://www.antaranews.com/berita/1548960/hoaks-jokowi-pakai-rp385-triliun-dana-haji
- https://turnbackhoax.id/2019/04/08/salah-dana-haji-dipakai-oleh-pemerintah-jokowi-untuk-membangun-infrastruktur/
(GFD-2020-4119) [SALAH] “dokter gigi di Surabaya stres telanjang di jalan karena suaminya dan anaknya mati kena covid”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 20/06/2020
Berita
Akun facebook Samuel Moeliadji mengunggah sebuah gambar tangkapan layar tweet dari akun Twitter @filipus_nove yang berisi narasi “ini dokter gigi di srby…suaminya.ama anak nya mati kena covid…. ini istrinya stres sampe telanjang dijalan”
Sumber klaim juga menyertan salinan isi artikel berjudul “Ketua RT Sebut Perempuan Telanjang di Surabaya Seorang Dokter” yang dimuat di situs news.detik.com pada Kamis, 18 Juni 2020.
Sumber klaim juga menyertan salinan isi artikel berjudul “Ketua RT Sebut Perempuan Telanjang di Surabaya Seorang Dokter” yang dimuat di situs news.detik.com pada Kamis, 18 Juni 2020.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, bahwa wanita di video yang diunggah oleh akun Twitter @filipus_nove itu adalah seorang dokter yang stres karena suami dan anaknya meninggal akibat virus Corona COVID-19 adalah klaim yang salah.
Wanita di video itu memang seorang dokter, namun dia bukan stres akibat suami dan anaknya meninggal karena COVID-19.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Surabaya dan Ketua RT setempat menyatakan suami dan anak perempuan tersebut dalam kondisi sehat dan berada di rumahnya.
Menurut keterangan dari istri Ketua RT setempat, dokter tersebut berinisial IS. Kejadian tersebut terjadi sekitar 4 hari setelah lebaran Idul Fitri.
“Jadi kata warga tiba-tiba saja ibu tersebut pergi keluar rumah dengan kondisi berpakaian lengkap. Tidak tahu seperti apa ceritanya, tiba-tiba beliau melepas pakaiannya di pinggir jalan hingga jadi perhatian orang,” kata Iis Hidayati pada Basra, Senin (15/6/2020).
“Kami menyayangkan banyak yang merekam dan bukan segera menutup tubuh beliau. Lalu ada warga yang laporan ke kami. Begitu tahu kami segera ke lokasi bawa selimut dan kain. Sekitar satu jam baru kami bisa membujuk beliau untuk kembali ke rumah yang memang tidak jauh dari lokasi kejadian,” kata Iis.
Iis menyatakan, tidak benar bila IS mengalami depresi karena suami dan anaknya meninggal karena COVID-19. “Suami dan anaknya ada di rumah. Mereka sehat,” kata Iis.
Saat kejadian pun keluarga IS ada di rumah dan IS tidak menunjukkan gejala yang aneh. “Ketika membujuk beliau pulang kami ditemani dokter pribadinya ya. Beliau juga sempat diberi obat penenang supaya bisa meredam emosinya,” kata Iis.
Di mata Iis, IS adalah warga yang baik dan ramah pada tetangga sekitar. “Orangnya baik sekali. Kami sampai hari ini tidak bertanya pada pihak keluarga ada apa, karena kami juga tidak mau mencampuri urusan beliau. Kami tahu sudah ada dokter pribadi yang menangani, ya sudah,” kata Iis.
Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Surabaya, dr Brahmana Askandar juga membenarkan bahwa wanita di video itu merupakan seorang dokter.
Namun, dia menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak terkait dengan wabah Covid-19. “Betul memang dokter, tapi tidak ada hubungannya dengan Covid-19. Keluarganya masih sehat-sehat saja,” ujar Brahmana singkat, Jumat (19/6/2020).
Berikut kutipan artikel berjudul “Ketua RT Sebut Perempuan Telanjang di Surabaya Seorang Dokter” yang menyertai unggahan gambar dari sumbe klaim tersebut:
“Surabaya – Perempuan telanjang di Surabaya yang videonya viral dipastikan seorang dokter. Perempuan tersebut membuka praktik di rumahnya.
“Benar yang bersangkutan adalah seorang dokter,” ujar Ketua RT setempat Darojat kepada detikcom, Kamis (18/6/2020).
Meski mengetahui bahwa perempuan itu seorang dokter, Darojat tidak tahu persis yang bersangkutan dokter di bidang apa. Yang pasti, perempuan tersebut membuka praktik di rumah.
“Saya gak paham betul beliau dokter spesialis apa, yang saya tahu dia dokter. Dia praktik buka di rumah sendiri depan gang yang warna biru,” jelasnya.
Sebuah video yang menampilkan seorang perempuan telanjang bulat di pinggir jalan di Surabaya viral di media sosial. Perempuan itu disebut seorang dokter yang sedang mengalami depresi.
Video itu viral setelah diposting oleh Filipus di akun twitter miliknya @filipus_nove pada tanggal 9 Juni. Dalam video berdurasi 44 detik itu akun Filipus memberi caption bahwa perempuan yang telanjang di dalam video tersebut adalah seorang dokter gigi di Surabaya yang sedang depresi. Adapun penyebab depresi menurut caption video itu karena suami dan anaknya meninggal karena COVID-19.”
Wanita di video itu memang seorang dokter, namun dia bukan stres akibat suami dan anaknya meninggal karena COVID-19.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Surabaya dan Ketua RT setempat menyatakan suami dan anak perempuan tersebut dalam kondisi sehat dan berada di rumahnya.
Menurut keterangan dari istri Ketua RT setempat, dokter tersebut berinisial IS. Kejadian tersebut terjadi sekitar 4 hari setelah lebaran Idul Fitri.
“Jadi kata warga tiba-tiba saja ibu tersebut pergi keluar rumah dengan kondisi berpakaian lengkap. Tidak tahu seperti apa ceritanya, tiba-tiba beliau melepas pakaiannya di pinggir jalan hingga jadi perhatian orang,” kata Iis Hidayati pada Basra, Senin (15/6/2020).
“Kami menyayangkan banyak yang merekam dan bukan segera menutup tubuh beliau. Lalu ada warga yang laporan ke kami. Begitu tahu kami segera ke lokasi bawa selimut dan kain. Sekitar satu jam baru kami bisa membujuk beliau untuk kembali ke rumah yang memang tidak jauh dari lokasi kejadian,” kata Iis.
Iis menyatakan, tidak benar bila IS mengalami depresi karena suami dan anaknya meninggal karena COVID-19. “Suami dan anaknya ada di rumah. Mereka sehat,” kata Iis.
Saat kejadian pun keluarga IS ada di rumah dan IS tidak menunjukkan gejala yang aneh. “Ketika membujuk beliau pulang kami ditemani dokter pribadinya ya. Beliau juga sempat diberi obat penenang supaya bisa meredam emosinya,” kata Iis.
Di mata Iis, IS adalah warga yang baik dan ramah pada tetangga sekitar. “Orangnya baik sekali. Kami sampai hari ini tidak bertanya pada pihak keluarga ada apa, karena kami juga tidak mau mencampuri urusan beliau. Kami tahu sudah ada dokter pribadi yang menangani, ya sudah,” kata Iis.
Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Surabaya, dr Brahmana Askandar juga membenarkan bahwa wanita di video itu merupakan seorang dokter.
Namun, dia menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak terkait dengan wabah Covid-19. “Betul memang dokter, tapi tidak ada hubungannya dengan Covid-19. Keluarganya masih sehat-sehat saja,” ujar Brahmana singkat, Jumat (19/6/2020).
Berikut kutipan artikel berjudul “Ketua RT Sebut Perempuan Telanjang di Surabaya Seorang Dokter” yang menyertai unggahan gambar dari sumbe klaim tersebut:
“Surabaya – Perempuan telanjang di Surabaya yang videonya viral dipastikan seorang dokter. Perempuan tersebut membuka praktik di rumahnya.
“Benar yang bersangkutan adalah seorang dokter,” ujar Ketua RT setempat Darojat kepada detikcom, Kamis (18/6/2020).
Meski mengetahui bahwa perempuan itu seorang dokter, Darojat tidak tahu persis yang bersangkutan dokter di bidang apa. Yang pasti, perempuan tersebut membuka praktik di rumah.
“Saya gak paham betul beliau dokter spesialis apa, yang saya tahu dia dokter. Dia praktik buka di rumah sendiri depan gang yang warna biru,” jelasnya.
Sebuah video yang menampilkan seorang perempuan telanjang bulat di pinggir jalan di Surabaya viral di media sosial. Perempuan itu disebut seorang dokter yang sedang mengalami depresi.
Video itu viral setelah diposting oleh Filipus di akun twitter miliknya @filipus_nove pada tanggal 9 Juni. Dalam video berdurasi 44 detik itu akun Filipus memberi caption bahwa perempuan yang telanjang di dalam video tersebut adalah seorang dokter gigi di Surabaya yang sedang depresi. Adapun penyebab depresi menurut caption video itu karena suami dan anaknya meninggal karena COVID-19.”
Rujukan
- https://kumparan.com/beritaanaksurabaya/perempuan-tanpa-busana-di-surabaya-yang-viral-bukan-stres-karena-covid-19-1tcJ4QRCcmi/full
- https://regional.kompas.com/read/2020/06/19/20003681/dokter-gigi-di-surabaya-stres-bukan-karena-suami-dan-anak-meninggal
- https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5059238/ketua-rt-sebut-perempuan-telanjang-di-surabaya-seorang-dokter
(GFD-2020-4120) [SALAH] “Ibu Kota Pindah, Anies Bakal Jual Gedung Pemerintah Pusat”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 20/06/2020
Berita
Beredar artikel berjudul “Ibu Kota Pindah, Anies Bakal Jual Gedung Pemerintah Pusat” yang dimuat di situs metrotv-2020[dot]blogspot.com pada Jumat, 19 Juni 2020.
Berikut kutipan artikelnya;
“Dia juga yakin Jakarta bisa menjadi pusat bisnis global.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, optimistis pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur takkan menghambat pertumbuhan ekonomi Jakarta. Malah, dia menyebut kota ini akan menjadi pusat bisnis global. BacaSelengkapnya>>>>”
Berikut kutipan artikelnya;
“Dia juga yakin Jakarta bisa menjadi pusat bisnis global.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, optimistis pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur takkan menghambat pertumbuhan ekonomi Jakarta. Malah, dia menyebut kota ini akan menjadi pusat bisnis global. BacaSelengkapnya>>>>”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan akan menjual gedung pemerintah pusat jika Ibu Kota pindah adalah klaim yang salah.
Judul “Ibu Kota Pindah, Anies Bakal Jual Gedung Pemerintah Pusat” adalah judul suntingan dari situs abal-abal.
Situs resmi MetroTV adalah metrotvnews.com. Judul asli artikel tersebut adalah “Ibu Kota Pindah, Anies Bakal Manfaatkan Gedung Pemerintah Pusat” yang dimuat di situs dream.co.id pada Sabtu, 31 Agustus 2019.
Tidak ada pernyataan dari Anies yang menyebutkan dia akan menjual gedung pemerintah pusat jika Ibu Kota pindah pada artikel tersebut.
Berikut kutipan dari artikel asli:
“ia akan menunggu arahan dari pemerintah pusat, terutama untuk area perkantoran instansi pusat. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini yakin, area itu akan disulap menjadi tempat yang bermanfaat untuk perekonomian.
“ Tapi saya percaya, bahwa lahan-lahan yang semula digunakan perkantoran itu akan menjadi tempat kegiatan yang berdampak juga bagi perekonomian dan lingkungan nantinya,” kata Anies di Jakarta.
Dia menyebut bisa saja area perkantoran diubah menjadi ruang terbuka hijau (RTH) untuk Jakarta.
“ Ini saya juga mengusulkan sebagian bisa menjadi taman kota. Sehingga satu adalah efek lingkungan hidupnya baik, yang kedua yang untuk komersial itu akan menggerakkan perekonomian,” kata dia.
Judul “Ibu Kota Pindah, Anies Bakal Jual Gedung Pemerintah Pusat” adalah judul suntingan dari situs abal-abal.
Situs resmi MetroTV adalah metrotvnews.com. Judul asli artikel tersebut adalah “Ibu Kota Pindah, Anies Bakal Manfaatkan Gedung Pemerintah Pusat” yang dimuat di situs dream.co.id pada Sabtu, 31 Agustus 2019.
Tidak ada pernyataan dari Anies yang menyebutkan dia akan menjual gedung pemerintah pusat jika Ibu Kota pindah pada artikel tersebut.
Berikut kutipan dari artikel asli:
“ia akan menunggu arahan dari pemerintah pusat, terutama untuk area perkantoran instansi pusat. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini yakin, area itu akan disulap menjadi tempat yang bermanfaat untuk perekonomian.
“ Tapi saya percaya, bahwa lahan-lahan yang semula digunakan perkantoran itu akan menjadi tempat kegiatan yang berdampak juga bagi perekonomian dan lingkungan nantinya,” kata Anies di Jakarta.
Dia menyebut bisa saja area perkantoran diubah menjadi ruang terbuka hijau (RTH) untuk Jakarta.
“ Ini saya juga mengusulkan sebagian bisa menjadi taman kota. Sehingga satu adalah efek lingkungan hidupnya baik, yang kedua yang untuk komersial itu akan menggerakkan perekonomian,” kata dia.
Kesimpulan
Judul suntingan dari situs abal-abal. Situs resmi MetroTV adalah metrotvnews.com. Judul asli artikel tersebut adalah “Ibu Kota Pindah, Anies Bakal Manfaatkan Gedung Pemerintah Pusat” yang dimuat di situs dream.co.id pada Sabtu, 31 Agustus 2019.
Rujukan
Halaman: 7305/7897




