• (GFD-2020-5620) [SALAH] Info Lowongan Kerja di Puskesmas Wisma Indah, Bojonegoro Jawa Timur

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 25/11/2020

    Berita

    Info Lowongan Kerja
    Puskesmas Wisma Indah
    Dibutuhkan staff admin dan staff kantor
    Dikhususkan Perempuan
    Ijazah SMA/SMK/Ma
    Bisa komputer
    Jujur dan Disiplin

    Info Lengkap Bisa Menghubungi
    081615941016
    Bu Indayanti
    Atau Kirim Ke Alamat

    Jl. Patimura No.11, Ledok Kulon Dua, Ledok Kulon, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur

    Hasil Cek Fakta

    Beredar postingan dengan narasi yang menyatakan bahwa Puskesmas Wisma Indah di daerah Bononegoro, Jawa Timur, saat ini tengah membuka lowongan pekerjaan untuk posisi staf admin dan staf kantor.

    Namun, dilansir dari media sosial resmi Puskesmas Wisma Indah, pihaknya menyatakan bahwa informasi terkait lowongan pekerjaan tersebut tidak benar.

    “Selamat malam, kami menginformasikan bahwa informasi terkait lowongan pekerjaan di Puskesmas Wisma Indah tidaklah benar. Terimakasih,” tulis akun tersebut.

    Sebelumnya terdapat juga hoaks serupa dari akun Facebook Irmawati ini terkait beberapa info lowongan pekerjaan di Puskesmas. Di bulan november saja, hoaks ini sudah dibuat beberapa kali dengan mengganti nama kota dan puskesmas yang dituju.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa narasi tentang info lowongan pekerjaan di Puskesmas Wisma Indah adalah hoaks kategori fabricated content atau konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

    Faktanya, pihak Puskesmas Wisma Indah telah mengklarifikasi bahwa info lowongan pekerjaan itu tidaklah benar.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5621) [SALAH] Penyebab Flu Spanyol Adalah Bakteri dari Vaksin Meningitis

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 25/11/2020

    Berita

    Beredar di media sosial postingan terkait penyebab flu spanyol akibat bakteri dari vaksin meningitis. Postingan tersebut ramai dibagikan sejak bulan lalu dalam berbagai bahasa.

    Salah satu yang membagikannya adalah akun bernama Yulita Gollop. Dia mempostingnya pada 10 Oktober 2020.

    Dalam postingannya terdapat foto anak yang sedang disuntik pada bagian lengan. Foto tersebut disertai narasi:

    "Autopsies after the war proved that the 1918 flu was not a 'flu' at all” and that it was actually “caused by random dosages of an experimental 'bacterial meningitis vaccine'

    The massive, multiple assaults with additional vaccines on the unprepared immune systems of soldiers and civilians created a 'killing field'. Those that were not vaccinated were not affected."

    atau dalam Bahasa Indonesia:

    "Otopsi setelah perang membuktikan bahwa flu 1918 sama sekali bukan 'flu'” dan sebenarnya “disebabkan oleh dosis acak dari percobaan 'vaksin meningitis bakterial'

    Berbagai serangan besar-besaran dengan vaksin tambahan pada sistem kekebalan tentara dan warga sipil yang tidak siap menciptakan 'medan pembunuhan'. Mereka yang tidak divaksinasi tidak terpengaruh."

    Hingga saat ini postingan tersebut sudah mendapat 10 komentar dan 140 kali dibagikan.

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri fakta dan menemukan artikel dari AFP Fact Check yang berjudul "Facebook posts falsely claim that bacterial meningitis vaccine, not H1N1 virus, caused 1918 Spanish flu pandemic" dan tayang 24 November 2020.

    Dalam artikel tersebut terdapat penjelasan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) terkait Flu Spanyol 1918.

    "Pandemi influenza tahun 1918 adalah pandemi paling parah dalam sejarah baru-baru ini. Pandemi ini disebabkan virus H1N1 yang gennya berasal dari unggas. Meskipun tidak ada kesepakatan umum darimana virus itu berasal, namun virusnya menyebar ke seluruh dunia selama 1918 hingga 1919."

    Pernyataan lengkap CDC terkait pandemi Flu Spanyol bisa dilihat dalam link berikut ini...

    Selain itu AFP Fact Check juga meminta penjelasan dari Dr Peter Hobbins dari University of Sydney yang spesialisasinya dalam bidang medis dan teknologi.

    Ia menyebut autopsi yang dilakukan pada korban usai pandemi flu Spanyol tidak menunjukkan adanya bakteri yang berasal dari vaksin meningitis eksperimental.

    "Penyebab utama kematian adalah paru-paru yang penuh dengan cairan baik karena penyakit atau respons imun tubuh yang berlebihan pada infeksi. Tidak ada indikasi bahwa kematian itu karena vaksin eksperimental," ujar Hobbins.

    Dr. Hobbins juga menjelaskan penyebab utama dari pandemi Flu Spanyol adalah strain baru dari virus influenza A. Saat itu di seluruh dunia berupaya membuat vaksin namun mikroskop yang digunakan tidak cukup kuat untuk melihat virus.

    Kesimpulan

    Postingan yang menyebut pandemi Flu Spanyol tahun 1918 disebabkan oleh bakteri dari vaksin meningitis adalah hoaks. Faktanya pandemi ini disebabkan virus H1N1 yang gennya berasal dari unggas.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5622) [SALAH] Foto Pemandangan Saat Melewati Tol Laut

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 25/11/2020

    Berita

    Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim foto pemandangan saat melewati tol laut buatan pemerintah. Foto pemandangan saat melewati tol laut diunggah akun Facebook Dukung Jokowi 3 Periode, pada 20 November 2020.

    Foto yang diunggah menampilkan dalam kabin kendaraan dengan pemandangan kaca depan sejulah ikan dan tiga orang peselam.

    Dalam foto tersebut terdapat tulisan sebagai berikut:

    "Diving

    Lewat Tol Laut Aja"

    Foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

    "Mimin lagi lewat tol laut ehh ga sengaja bertemu orang lagi diving. Memang ya semuanya serba mudah diera Jokowi ini. Sembako murah segalanya murah apalagi ditambah dengan adanya Tol laut membuat jalur distribusi semakin pendek dan tentunya barang akan semakin murah. Terima kasih pak Jokowi".

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim foto pemandangan saat melewati tol laut, dengan menggunakan Yandex.

    Penelusuran mengarah pada situs dragonholidaysbd.com, dalam situs tersebut terdapat foto yang identik dengan klaim.

    Kesamaan foto tersebut terdapat pada tiga orang peselam, ikan berwarna oranye, dan letak ikan lain. Namun, di foto tersebut tidak ada kabin kendaraan seperti yang ada di klaim foto tol laut.

    Penelusuran dilanjutkan dengan memfokuskan pada kabin kendaraan dengan menggunakan Google Image.

    Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Merawat Tint Kaca Jendela Mobil agar Selalu Terlihat Bagus" yang dimuat situs rainbowrentcar.com, pada 19 September 2020.

    Situs rainbowrentcar.com memuat foto kabin kendaraan yang identik dengan klaim foto, adapun kesamaan foto tersebut adalah, posisi tangan yang menggenggam kemudi, stiker berbentuk bulat di pojok kanan bawah kaca, kaca sepion tengah dan lubang pendingin udara.

    Konsep Tol Laut

    Dalam artikel berjudul "Tol Laut dan Kereta Jalur Ganda Senjata Jokowi di Infrastruktur" yang dimuat situs liputan6.com, Presiden Joko Widodo menjelaskan mengenai konsep tol laut yang digagasnya adalah infrastruktur kapal laut yang menghubungkan antar pulau.

    "Infrastruktur di negara ini paling penting ke depan adalah tol laut. Tol laut ini artinya kapal dari barat sampai ke timur selalu bolak-balik," kata Jokowi.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim foto pemandangan saat melewati tol laut tidak benar. Foto tersebut hasil editan dari dua foto yang berbeda.

    Konsep tol laut adalah kapal yang menghubungkan antar pulau, bukan infrastruktur jalan yang dibangun di bawah laut.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5626) [SALAH] Akun Twitter Jenius Menyediakan Pelayanan Melalui Whatsapp

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 25/11/2020

    Berita

    “@Jenius_CS”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah akun Twitter mengatasnamakan Jenius bernama “@Jenius_CS”. Terlihat akun tersebut baru bergabung pada November 2020 lalu. Akun tersebut mengarahkan warganet ke sebuah nomor Whatsapp, dan akun ini menonaktifkan kolom komentar.

    Menanggapi hal tersebut, pihak Jenius memberikan klarifikasi melalui akun resmi Twitter Jenius yang bercentang biru @JeniusConnect dan @jeniushelp. Pihak Jenius menyatakan bahwa tidak menyediakan pelayanan melalui Whatsapp.
    Berikut klarifikasi lengkap oleh @JeniusConnect:

    “Waspada terhadap akun palsu yang mengatasnamakan Jenius di media sosial.
    Meski terlihat mirip, pastikan kamu teliti melihat nama profil dan username akun yang menghubungimu ya. Saat ini Jenius tidak memiliki layanan Whatsapp ya.” tulis Jenius dalam akun resmi Twitternya pada 12 November 2020.

    Dijelaskan pula bahwa Jenius hanya memiliki akun Twitter resmi yang sudah terverifikasi , yakni @JeniusConnect dan @jeniushelp yang sudah bercentang biru. Pihak Jenius turut mengimbau warganet untuk lebih waspada terhadap akun-akun yang mengatasnamakan pihaknya. Dan juga warganet diminta teliti dalam melihat nama profil dan username akun.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa akun Twitter @Jenius_CS yang menyediakan layanan Whatsapp adalah hoaks, dan termasuk kategori konten tiruan atau imposter content.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Rahmah An Nisaa (Uin Sunan Ampel Surabaya).

    Akun tersebut palsu. Pihak Jenius melalui akun Twitter resminya menyatakan bahwa Jenius hanya memiliki akun Twitter resmi yang bercentang biru dan tidak memiliki layanan Whatsapp.

    Rujukan