(GFD-2021-8505) Keliru, Vaksin Flu Sebabkan Infeksi HIV dan Kanker
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 19/02/2021
Berita
Klaim bahwa vaksin flu sama dengan vaksin Covid-19 dan bisa menyebabkan infeksi HIV serta kanker beredar di Instagram pada 17 Februari 2021. Klaim itu dilengkapi dengan gambar sebuah diagram yang berisi berbagai nama penyakit dan gangguan yang terjadi pada manusia, yang diklaim disebabkan oleh vaksin.
Penyakit itu antara lain kanker, infeksi HIV/AIDS, stroke, diabetes, arthritis, dan serangan jantung. Terdapat pula gangguan autisme dalam diagram tersebut. Bahkan, di bagian bawah, disebutkan bahwa kematian adalah salah satu akibat dari pemberian vaksin.
"Inilah daftar penyakit akibat semua Vaksin!! Vaksin Flu sama dgn vaksin Covid. Mereka cuma pura2 aja meneliti. Buktikan bhw setelah di vaksin maka kasus HIV dan kanker akan meledak!! Vaksin FLu Vaksin paling beracun di dunia!" demikian narasi yang ditulis oleh sebuah akun Instagram.
Gambar tangkapan layar unggahan sebuah akun Instagram yang berisi klaim keliru terkait vaksin flu.
Hasil Cek Fakta
Dikutip dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat ( CDC ), influenza atau flu adalah penyakit pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza. Virus ini menginfeksi hidung, tenggorokan, dan terkadang paru-paru. Influenza juga bisa menyebabkan penyakit ringan hingga parah. Komplikasi serius dari influenza dapat membuat pengidapnya menjalani rawat inap, bahkan meninggal.
Ada dua jenis vaksin yang digunakan untuk influenza. Pertama, vaksin flu suntik. Vaksin ini terdiri dari vaksin influenza yang tidak aktif (IIV) dan vaksin influenza rekombinan (RIV). Vaksin tersebut tidak mengandung virus flu hidup. Vaksin ini hadir dalam berbagai jenis formulasi trivalen, kuadrivalen, dosis tinggi, adjuvan, berbasis sel, dan rekombinan.
Sementara yang kedua adalah vaksin flu semprotan hidung. Vaksin ini juga dikenal sebagai vaksin influenza hidup yang telah dilemahkan (LAIV). Vaksin yang digunakan dengan cara disemprotkan ke hidung tersebut mengandung virus hidup. Namun, virus itu telah dilemahkan sehingga tidak menyebabkan influenza.
Dilansir dari Health Line, selama setengah abad terakhir, jutaan orang telah mendapatkan vaksin flu. Namun, sangat sedikit orang yang mengalami masalah serius. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa vaksin flu dan bahan kimia yang terkandung di dalamnya aman.
Sebagaimana vaksin lainnya, efek samping dari vaksin flu kebanyakan ringan. Orang yang telah mendapatkan vaksin ini biasanya melaporkan gejala seperti nyeri, kemerahan, dan bengkak pada kulit di sekitar tempat suntikan, demam, kelelahan, dan sakit kepala.
Beberapa penyakit dan gangguan yang tercantum dalam diagram pada unggahan akun Instagram di atas tidak disebabkan atau berkaitan dengan vaksin flu. Berikut ini penjelasannya:
Kanker
Sekitar 40 persen kasus kanker disebabkan oleh virus. Beberapa virus memang telah diketahui sejak lama menjadi penyebab kanker. Namun, kasusnya diduga hanya 10 atau 20 persen. Virus yang dikenal luas terkait kanker adalah virus hepatitis B dan C, yang bisa menyebabkan kanker hati dan human papilloma virus (HPV), lalu memicu kanker serviks. Penyebab kanker lainnya adalah sering mengkonsumsi daging olahan, menghirup udara berpolusi, dan stres.
Dikutip dari situs resmi Preventive Medicine Cancer Care ( PMCC ) Denver, hingga kini, belum ada penelitian yang menemukan bukti bahwa vaksin mengarah pada risiko kanker yang lebih tinggi. Menurut sebuah publikasi, selama 1955-1963, memang terdapat sebuah virus yang dikaitkan dengan vaksin polio. Virus itu dikenal sebagai SV40, yang kemungkinan terkait dengan peningkatan risiko kanker.Namun, publikasi itu juga menyatakan tidak ada bukti yang cukup soal peningkatan risiko tersebut. "Penting untuk dicatat bahwa satu-satunya alasan adalah kontaminasi virus SV40, yang bukan merupakan bagian dari vaksin polio. Kontaminasi juga tidak ada lagi dalam vaksin polio modern yang diberikan kepada pasien," demikian penjelasan PMCC Denver.
Justru, menurut PMCC Denver, banyak penelitian saat ini yang mulai memberikan bukti bahwa vaksin bisa bermanfaat dalam menurunkan risiko kanker. Alasan utama di balik ini adalah karena ada virus tertentu yang diketahui menyebabkan perubahan pada DNA tubuh manusia (seperti HPV).
Ketika perubahan ini terjadi, hal itu dapat menyebabkan perubahan tertentu dalam aktivitas genetik yang diekspresikan oleh sel-sel tubuh. Akibatnya, sel-sel ini kemungkinan besar menjadi kanker. Ketika vaksin diberikan untuk melindungi dari virus, risiko terinfeksi mikroorganisme ini berkurang. Perlindungan itu juga dapat mengurangi risiko pengembangan kanker yang dikaitkan dengan virus.
HIV/AIDS
Dikutip dari situs kesehatan Alodokter, AIDS disebabkan oleh virus HIV. Virus HIV yang masuk ke tubuh akan menghancurkan sel CD4. Sel CD4 adalah bagian dari sel darah putih yang melawan infeksi. Semakin sedikit sel CD4 dalam tubuh, semakin lemah sistem kekebalan tubuh seseorang. Infeksi HIV terjadi saat darah, sperma, atau cairan vagina dari pengidap masuk ke dalam tubuh orang lain.
Pada Desember 2020 lalu, memang sempat beredar klaim bahwa uji coba salah satu vaksin Covid-19 di Australia telah membuat para relawan positif terinfeksi HIV. Namun, menurut verifikasi Reuters, klaim ini keliru. Vaksin yang dimaksud adalah vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi CSL dan University of Queensland, Australia.
Vaksin Covid-19 ini menggunakan fragmen kecil protein virus HIV untuk menstabilkan vaksin. Produksi dihentikan setelah uji coba menunjukkan bahwa antibodi yang dihasilkan sebagai respons terhadap fragmen protein itu dapat menyebabkan hasil positif palsu dalam beberapa tes HIV.
CSL mengatakan “kandidat vaksin tidak mengandung virus HIV dan tidak ada kemungkinan dapat menyebabkan HIV". Tes lanjutan pun menunjukkan tidak ada virus HIV di tubuh para relawan. Sementara dikutip dari laporan Live Science, tidak ada cara bagi vaksin untuk menyebabkan infeksi HIV, karena mengandung fragmen protein yang tidak berbahaya.
Autisme
Dilansir dari situs kesehatan Halodoc, autisme (Autism Spectrum Disorder/ASD) merupakan gangguan pertumbuhan saraf yang memengaruhi perkembangan bahasa dan kemampuan anak untuk berkomunikasi, berinteraksi, serta berperilaku. Beberapa faktor yang dapat memicu autisme adalah faktor keturunan, efek samping dari minuman beralkohol atau obat-obatan selama dalam kandungan, pengaruh gangguan lain (sindrom down, lumpuh otak, dan sebagainya), serta kelahiran prematur.
Hingga kini, penyebab autisme belum diketahui. Namun, para ahli mengidentifikasi adanya beberapa gen yang dicurigai memiliki kaitan dengan ASD. Kadang-kadang, gen ini muncul dan bermutasi secara spontan. Tapi, dalam kasus lain, orang mungkin mewarisi gen tersebut dari orang tua. Dalam kasus anak kembar, autisme bisa terjadi akibat gen kembar.
Dikutip dari Republika.co.id, vaksinolog sekaligus dokter spesialis penyakit dalam Dirga Sakti Rambe membantah kabar lawas yang kembali muncul bahwa vaksin bisa menyebabkan autisme. Dirga menegaskan bahwa mitos tersebut sama sekali tidak benar. Menurut Dirga, isu itu pertama kali diungkapkan oleh seorang dokter bedah asal Inggris, Andrew Wakefield, pada 1998.
Dokter ini menyebut vaksin MMR (gondong, campak, dan rubella) terkait dengan autisme. Namun, belakangan diketahui bahwa penelitian tersebut palsu. "Setelah itu, dilakukan penelitian luas untuk membuktikan benar atau tidaknya klaim dokter tersebut. Ternyata tidak benar dan dia terbukti memalsukan data," ujar Dirga pada 15 Desember 2020.
Stroke
Stroke adalah penyakit yang menyerang otak. Stroke terjadi bila aliran darah da
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa vaksin flu dapat menyebabkan infeksi HIV dan kanker, maupun penyakit serta gangguan serius lainnya, keliru. Vaksin flu telah banyak digunakan di berbagai negara, termasuk Indonesia, dan belum pernah dilaporkan menyebabkan infeksi HIV maupun kanker.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/vaksin
- https://www.instagram.com/p/CLXyCDYHsLP/?utm_source=ig_embed
- https://www.cdc.gov/vaccinesafety/vaccines/flu-vaccine.html
- https://www.tempo.co/tag/vaksin-flu
- https://www.healthline.com/health/cold-flu/flu-shot-ingredients#side-effects
- https://cantik.tempo.co/read/1290291/7-kebiasaan-sehari-hari-pemicu-kanker-menurut-studi-dekade-ini/full&view=ok
- https://www.pmccdenver.com/cancer-treatment-prevention-insight/vaccines-cause-cancer
- https://www.tempo.co/tag/kanker
- https://www.alodokter.com/hiv-aids/penyebab#:~:text=Penularan%20HIV%20terjadi%20saat%20darah,vagina%20maupun%20dubur%20(anal).
- https://www.reuters.com/article/uk-factcheck-hiv-idUSKBN28R2WT
- https://www.tempo.co/tag/vaksin-covid-19
- https://www.livescience.com/australia-covid-19-vaccine-false-positive-hiv-tests.html
- https://www.halodoc.com/kesehatan/autisme
- https://www.tempo.co/tag/autisme
- https://republika.co.id/berita/qldhz3414/vaksinolog-vaksin-tidak-sebabkan-autisme-dan-kanker
- https://cantik.tempo.co/read/789624/10-penyebab-stroke-yang-harus-dihindari/full&view=ok
- https://gaya.tempo.co/read/1287667/memahami-diabetes-penyebab-jenis-dan-cara-pengobatan/full&view=ok
- https://gaya.tempo.co/read/1411092/apa-saja-penyebab-radang-sendi-dan-3-kelompok-yang-mutlak-merasakan/full&view=ok
- https://gaya.tempo.co/read/1424076/aneka-penyebab-serangan-jantung-pahami-dan-hindari/full&view=ok
- https://www.tempo.co/tag/hiv-aids
(GFD-2021-6372) [SALAH] “Perdana Menteri Jepang Yoshiro Mori Salah Ucap Bahasa Inggris saat Bertemu Obama”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 19/02/2021
Berita
Akun Facebook Wildan Hariz (fb.com/blackangel45223) pada 11 Februari 2021 membagikan sebuah gambar yang berisi kisah tentang mantan Perdana Menteri Jepang Yoshiro Mori saat bertemu mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
Berikut narasi yang terdapat dalam gambar tersebut:
“English is a difficult language for some!
Prime Minister Mori was given some basic English conversations training before meets President Barack Obama. The instructor told Mori Prime Minister, when you shake hand with President Obama, please say “how r u” Then Mr Obama should say “I am fine and you?” Now, you should say “me too” Afterwards we translators, will do the work for you.’
It looks quite simple, but the truth is when Mori met Obama, he mistakenly said “who are you?”, instead of “How r u?’. Mr Obama was a bit shocked but still managed to react with humor: ‘well I’m Michelle’s husband haha..’ The Mori replied “me too” haha.’ Then there was a long silence in the meeting room.”
Berikut narasi yang terdapat dalam gambar tersebut:
“English is a difficult language for some!
Prime Minister Mori was given some basic English conversations training before meets President Barack Obama. The instructor told Mori Prime Minister, when you shake hand with President Obama, please say “how r u” Then Mr Obama should say “I am fine and you?” Now, you should say “me too” Afterwards we translators, will do the work for you.’
It looks quite simple, but the truth is when Mori met Obama, he mistakenly said “who are you?”, instead of “How r u?’. Mr Obama was a bit shocked but still managed to react with humor: ‘well I’m Michelle’s husband haha..’ The Mori replied “me too” haha.’ Then there was a long silence in the meeting room.”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, klaim adanya kisah mantan PM Jepang Yoshiro Mori yang salah ucap bahasa Inggris saat bertemu mantan Presiden AS Barack Obama merupakan klaim yang keliru.
Faktanya, bukan kisah nyata, melainkan humor politik atau anekdot. Anekdot ini pun merupakan hasil daur ulang dari kisah serupa yang beredar pada 2000. Ketika itu, tokoh dalam kisah tersebut adalah Mori dan mantan Presiden AS lainnya, Bill Clinton. Namun, dalam dokumentasi yang ada, tidak pernah disebutkan bahwa terjadi percakapan semacam itu antara Mori dan Clinton.
Dilansir dari Tempo, untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo melakukan penelusuran ke mesin pencari Google dengan menggunakan kata kunci “English is a difficult language for some”. Hasilnya, ditemukan informasi bahwa percakapan antara Mori dan Obama dalam gambar tersebut bukanlah kisah nyata, melainkan humor politik atau anekdot. Anekdot ini pun merupakan hasil daur ulang.
Dilansir dari organisasi cek fakta AS Snopes, terdapat kejanggalan dalam kisah itu, bahwa Yoshiro Mori melakukan perjalanan ke Washington DC untuk bertemu dengan Barack Obama. Masa jabatan Mori sebagai PM Jepang berakhir pada April 2001, hampir delapan tahun sebelum Obama menjadi Presiden AS. Ini menjadi petunjuk bahwa kisah di atas adalah hasil daur ulang.
Menurut Snopes, kisah itu adalah daur ulang dari kisah yang pernah beredar pada pertengahan 2000, selama tahun terakhir Bill Clinton menjabat sebagai Presiden AS. Anekdot tersebut beredar dengan judul yang berbeda, yakni “This is a true story from the Japanese Embassy in US”. Anekdot ini menceritakan percakapan yang melibatkan Mori dan Clinton.
Pada pertengahan 2009, ketika Obama menjabat sebagai Presiden AS, tokoh Clinton dalam kisah itu diubah menjadi Obama. Anekdot itu pun kembali beredar baru-baru ini, ketika Mori yang merupakan Ketua Olimpiade Tokyo 2020 menjadi pembicaraan publik setelah melontarkan pernyataan seksis dalam sebuah pertemuan komite Olimpiade bahwa wanita terlalu banyak bicara.
Menurut Snopes, pada 2009, lelucon yang sama juga muncul di AS, namun dikaitkan dengan Kim Young-sam, yang menjabat sebagai Presiden Korea Selatan selama lima tahun pada 1993-1998. Kisah apokrif yang sama juga telah menyasar sejumlah politikus dari berbagai negara yang dalam tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya.
Situs cek fakta Hoax or Fact juga telah menyatakan bahwa kisah itu tipuan. Pesan tersebut beredar setelah Yoshiro Mori bertemu dengan Bill Clinton pada 2000. Pada 2009, kisah itu kembali beredar, di era pemerintahan Barack Obama. “Kedengarannya lucu, tapi kejadian seperti itu tidak terjadi. Cerita tersebut adalah tipuan,” demikian penjelasan Hoax or Fact.
Menurut Hoax or Fact, Mori menjabat sebagai PM Jepang pada 2000-2001, sementara Obama menjabat sebagai Presiden AS sejak 2009. “Jadi, tidak ada kemungkinan bagi mereka untuk bertemu secara resmi, dan mengarah pada pembicaraan semacam itu.”
Clinton menjabat sebagai Presiden AS pada 1993-2001, dan Mori bertemu dengannya pada 5 Mei 2000, selama kunjungannya ke negara-negara G8. Pertemuan dan percakapan mereka didokumentasikan di situs American Presidency Project. Namun, di situ, tidak disebutkan kejadian semacam itu.
Ketika ditanya apakah Mori bisa berbicara dalam bahasa Inggris, jawabannya adalah: “Perdana Menteri tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik.” Jadi, percakapan dilakukan melalui penerjemah. “Karena itu, hal ini menunjukkan bahwa percakapan lucu antara Clinton (atau Obama) dan Mori tidak pernah benar-benar terjadi,” demikian penjelasan Hoax or Fact.
Terkait foto seorang pria yang sedang bersalaman dengan Obama, pria tersebut bukanlah Yoshiro Mori. Foto itu pernah dimuat dalam sebuah laporan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Jepang pada 2008. Foto ini memperlihatkan momen ketika Wakil PM Jepang Taro Aso bertemu dengan Presiden AS Barack Obama pada 24 Februari 2009 di Washington DC.
Tempo kemudian mencari berita maupun foto tentang pertemuan antara Yoshiro Mori dan Barack Obama. Namun, tidak ditemukan berita bahwa Mori dan Obama pernah bertemu atau pun foto yang memperlihatkan keduanya dalam satu frame di sebuah pertemuan.
Faktanya, bukan kisah nyata, melainkan humor politik atau anekdot. Anekdot ini pun merupakan hasil daur ulang dari kisah serupa yang beredar pada 2000. Ketika itu, tokoh dalam kisah tersebut adalah Mori dan mantan Presiden AS lainnya, Bill Clinton. Namun, dalam dokumentasi yang ada, tidak pernah disebutkan bahwa terjadi percakapan semacam itu antara Mori dan Clinton.
Dilansir dari Tempo, untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo melakukan penelusuran ke mesin pencari Google dengan menggunakan kata kunci “English is a difficult language for some”. Hasilnya, ditemukan informasi bahwa percakapan antara Mori dan Obama dalam gambar tersebut bukanlah kisah nyata, melainkan humor politik atau anekdot. Anekdot ini pun merupakan hasil daur ulang.
Dilansir dari organisasi cek fakta AS Snopes, terdapat kejanggalan dalam kisah itu, bahwa Yoshiro Mori melakukan perjalanan ke Washington DC untuk bertemu dengan Barack Obama. Masa jabatan Mori sebagai PM Jepang berakhir pada April 2001, hampir delapan tahun sebelum Obama menjadi Presiden AS. Ini menjadi petunjuk bahwa kisah di atas adalah hasil daur ulang.
Menurut Snopes, kisah itu adalah daur ulang dari kisah yang pernah beredar pada pertengahan 2000, selama tahun terakhir Bill Clinton menjabat sebagai Presiden AS. Anekdot tersebut beredar dengan judul yang berbeda, yakni “This is a true story from the Japanese Embassy in US”. Anekdot ini menceritakan percakapan yang melibatkan Mori dan Clinton.
Pada pertengahan 2009, ketika Obama menjabat sebagai Presiden AS, tokoh Clinton dalam kisah itu diubah menjadi Obama. Anekdot itu pun kembali beredar baru-baru ini, ketika Mori yang merupakan Ketua Olimpiade Tokyo 2020 menjadi pembicaraan publik setelah melontarkan pernyataan seksis dalam sebuah pertemuan komite Olimpiade bahwa wanita terlalu banyak bicara.
Menurut Snopes, pada 2009, lelucon yang sama juga muncul di AS, namun dikaitkan dengan Kim Young-sam, yang menjabat sebagai Presiden Korea Selatan selama lima tahun pada 1993-1998. Kisah apokrif yang sama juga telah menyasar sejumlah politikus dari berbagai negara yang dalam tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya.
Situs cek fakta Hoax or Fact juga telah menyatakan bahwa kisah itu tipuan. Pesan tersebut beredar setelah Yoshiro Mori bertemu dengan Bill Clinton pada 2000. Pada 2009, kisah itu kembali beredar, di era pemerintahan Barack Obama. “Kedengarannya lucu, tapi kejadian seperti itu tidak terjadi. Cerita tersebut adalah tipuan,” demikian penjelasan Hoax or Fact.
Menurut Hoax or Fact, Mori menjabat sebagai PM Jepang pada 2000-2001, sementara Obama menjabat sebagai Presiden AS sejak 2009. “Jadi, tidak ada kemungkinan bagi mereka untuk bertemu secara resmi, dan mengarah pada pembicaraan semacam itu.”
Clinton menjabat sebagai Presiden AS pada 1993-2001, dan Mori bertemu dengannya pada 5 Mei 2000, selama kunjungannya ke negara-negara G8. Pertemuan dan percakapan mereka didokumentasikan di situs American Presidency Project. Namun, di situ, tidak disebutkan kejadian semacam itu.
Ketika ditanya apakah Mori bisa berbicara dalam bahasa Inggris, jawabannya adalah: “Perdana Menteri tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik.” Jadi, percakapan dilakukan melalui penerjemah. “Karena itu, hal ini menunjukkan bahwa percakapan lucu antara Clinton (atau Obama) dan Mori tidak pernah benar-benar terjadi,” demikian penjelasan Hoax or Fact.
Terkait foto seorang pria yang sedang bersalaman dengan Obama, pria tersebut bukanlah Yoshiro Mori. Foto itu pernah dimuat dalam sebuah laporan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Jepang pada 2008. Foto ini memperlihatkan momen ketika Wakil PM Jepang Taro Aso bertemu dengan Presiden AS Barack Obama pada 24 Februari 2009 di Washington DC.
Tempo kemudian mencari berita maupun foto tentang pertemuan antara Yoshiro Mori dan Barack Obama. Namun, tidak ditemukan berita bahwa Mori dan Obama pernah bertemu atau pun foto yang memperlihatkan keduanya dalam satu frame di sebuah pertemuan.
Rujukan
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/1246/keliru-kisah-mantan-pm-jepang-yoshiro-mori-yang-salah-ucap-bahasa-inggris-saat-bertemu-obama
- https://www.snopes.com/fact-check/who-are-you/
- http://www.hoaxorfact.com/politics/japanese-prime-minister-mori-and-barack-obama-humor-facts.html
- https://www.mofa.go.jp/policy/other/bluebook/2009/html/h1/h1_01.html Terjemah
- https://bit.ly/3k4RkHs
(GFD-2021-6373) [SALAH] Foto Beruang Kutub Berkeliaran di Kota Thrall, Texas, Amerika Serikat
Sumber: facebook.comTanggal publish: 19/02/2021
Berita
Pengguna Facebook William Ramos mengunggah sebuah foto (15/2) yang menunjukkan seekor beruang kutub yang tengah berkeliaran di jalan. Foto tersebut juga disertai dengan keterangan yang menyatakan bahwa kejadian tersebut berlokasi di Kota Thrall, Texas, Amerika Serikat.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut bukan merupakan foto beruang kutub berkeliaran di Kota Thrall, Texas, yang tengah dilanda cuaca ekstrem, melainkan foto beruang kutub yang berkeliaran di Kota Longyearbyen, Norwegia, pada 28 Desember 2019 yang lalu. Foto serupa juga pernah diunggah oleh media Norwegia, ‘Svalbard Posten’, dalam artikel yang berjudul “Polar Bear in Longyearbyen: Ends Action Due to Bad Weather”.
Artikel dengan topik serupa juga telah diunggah oleh situs Reuters dengan judul artikel “Fact check: Photo Shows Polar Bear in Longyearbyen, Norway in 2019” dan mengkategorikannya sebagai ‘false’.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh pengguna Facebook William Ramos tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.
Artikel dengan topik serupa juga telah diunggah oleh situs Reuters dengan judul artikel “Fact check: Photo Shows Polar Bear in Longyearbyen, Norway in 2019” dan mengkategorikannya sebagai ‘false’.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh pengguna Facebook William Ramos tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.
Kesimpulan
Foto tersebut bukan merupakan foto beruang kutub berkeliaran di Kota Thrall, Texas, Amerika Serikat, melainkan foto beruang kutub yang berkeliaran di Kota Longyearbyen, Norwegia, pada 28 Desember 2019 yang lalu.
Rujukan
(GFD-2021-6374) [SALAH] Dahlan Iskan Meninggal Dunia
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 19/02/2021
Berita
Sebuah pesan singkat beredar melalui aplikasi perpesanan Whatsapp, pesan tersebut berisikan kabar duka meninggalnya tokoh Dahlan Iskan. Selain itu juga dituliskan doa-doa untuk almarhum.
NARASI :
Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un…
Allahumagfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu…
Turut berduka cita yang sangat mendalam atas wafatnya Bapak Dahlan Iskan MD.
Semoga almarhum Bapak Dahlan Iskan, diterima semua amal ibadahnya, diampuni segala kesalahannya dan ditempatkan di Jannah yang terbaik disisi Allah Subhanahu wa ta’ala ; serta keluarga yg ditinggalkan diberikan ketabahan, keikhlasan dan kekuatan iman… Aamiin yaa Rabbal ‘alamiin…
NARASI :
Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un…
Allahumagfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu…
Turut berduka cita yang sangat mendalam atas wafatnya Bapak Dahlan Iskan MD.
Semoga almarhum Bapak Dahlan Iskan, diterima semua amal ibadahnya, diampuni segala kesalahannya dan ditempatkan di Jannah yang terbaik disisi Allah Subhanahu wa ta’ala ; serta keluarga yg ditinggalkan diberikan ketabahan, keikhlasan dan kekuatan iman… Aamiin yaa Rabbal ‘alamiin…
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, melalui akun Instagram pribadinya @dahlaniskan19, Dahlan Iskan membantah kabar tersebut. Dahlan Iskan melabeli tangkapan layar informasi meninggalnya dengan stiker ‘hoax’ di Instastorynya.
“Tega bener yang bikin berita,” tambahnya pada Instastorynya.
Dikonfirmasi tentang kabar tersebut, Sahidin asisten pribadi Dahlan Iskan juga membantahnya. Dia menegaskan bahwa kabar tersebut hoaks. Saat ditanya kondisi kesehatan Dahlan Iskan, Sahidin menjelaskan saat ini kondisinya sehat usai dinyatakan negatif COVID-19.
Sehingga klaim mengenai meninggalnya Dahlan Iskan termasuk hoaks dengan kategori konten palsu.
“Tega bener yang bikin berita,” tambahnya pada Instastorynya.
Dikonfirmasi tentang kabar tersebut, Sahidin asisten pribadi Dahlan Iskan juga membantahnya. Dia menegaskan bahwa kabar tersebut hoaks. Saat ditanya kondisi kesehatan Dahlan Iskan, Sahidin menjelaskan saat ini kondisinya sehat usai dinyatakan negatif COVID-19.
Sehingga klaim mengenai meninggalnya Dahlan Iskan termasuk hoaks dengan kategori konten palsu.
Kesimpulan
Klaim tersebut salah. Faktanya, Dahlan Iskan membantah kabar tersebut melalui akun Istagramnya @dahlaniskan19.
Rujukan
Halaman: 6953/8117



