• (GFD-2020-5794) [SALAH] Video Mensos Juliari Bantu Kampanye Paslon Pilkada Surabaya

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 11/12/2020

    Berita

    Akun Facebook Servita Ifanka memposting video berdurasi 42 detik dengan klaim bahwa Menteri Sosial nonaktif Juliari Peter Batubara membantu kampanye pasangan calon wali kota Surabaya nomor urut 01, Eri Cahyadi-Armuji dengan membagikan bantuan beras di Kecamatan Gayungan, Surabaya. Disebutkan juga bahwa Kadinsos Surabaya dicopot karena menolak menyalurkan bantuan untuk keperluan kampanye Erji. Postingan itu dibagikan pada Selasa (08/12/2020).

    Hasil Cek Fakta

    Dari hasil penelusuran, video tersebut merupakan kegiatan komunitas Cangkrukan 83 Family yang merupakan salah satu relawan paslon no 1 Eri-Pamuji di kawasan kampung Wilayah Sidonipah, Kelurahan Simolawang, Surabaya pada Rabu (02/12/2020). Dalam kampanye serta video tersebut tidak dibantu maupun dihadiri oleh Mensos Juliari Batubara, juga tidak berkaitan dengan kasus yang menjeratnya saat ini.

    Melansir beritajatim.com, bentuk kegiatan tersebut adalah Bakti Sosial Pasar Gratis. Kegiatan ini juga dipublikasikan beberapa media salah satunya adalah beritabangsa.com . Dalam berita itu disebutkan bahwa yang dibagikan adalah sayur mayur, bukan beras.

    Sedangkan foto kantong beras dalam plastik bergambar salah satu pasangan calon pada video tersebut adalah kegiatan komunitas Keluarga Besar Rakyat Surabaya (KBRS) Perjuangan yang juga adalah salah satu relawan pasangan calon yang dimaksud.

    Seperti diberitakan klikjatim.com, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo), M Fikser bahwa beras bantuan sosial Pemkot Surabaya tidak berlabel.

    Fakta lain, Kepala Dinas Sosial Surabaya, Suharto Wardoyo sampai saat ini masih aktif menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial, tidak mundur atau dipecat.

    Atas penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan informasi yang diklaim oleh akun Facebook Servita Ifanka adalah tidak benar dan masuk ke dalam kategori konten yang menyesatkan.

    #CekFaktaPilkadaMafindo

    Rujukan

  • (GFD-2020-8411) Tidak Terbukti, Klaim Terapi Gurah Minyak Kayu Putih Bisa Cegah dan Sembuhkan Covid-19

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 11/12/2020

    Berita


    Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria yang melontarkan klaim bahwa terapi gurah minyak kayu putih dapat mencegah sekaligus menyembuhkan infeksi virus Corona Covid-19 beredar di grup-grup percakapan WhatsApp pada 9 Desember 2020.
    Dalam video berdurasi sekitar 2 menit itu, pria tersebut menjelaskan bahwa proses dimulai dengan menggulung kecil tisu, kemudian kedua ujungnya dicelupkan ke minyak kayu putih. Setelah itu, kedua ujung tisu dimasukkan ke kedua lubang hidung.
    Menurut pria tersebut, terapi ini bisa mencegah sekaligus mengeluarkan berbagai virus dalam tubuh, termasuk SARS-Cov-2, virus Corona penyebab Covid-19. “Untuk yang positif (Covid-19), ini bisa dilakukan 2-3 jam sekali, tapi untuk mencegah bisa dua kali sehari,” kata pria itu.
    Gambar tangkapan layar video yang beredar di grup-grup WhatsApp terkait terapi gurah minyak kayu putih.

    Hasil Cek Fakta


    Klaim soal pencegahan dan penyembuhan Covid-19 dengan minyak kayu putih seperti dalam video tersebut bukan kali ini saja beredar. Klaim bahwa minyak kayu putih bisa menyembuhkan Covid-19 telah beredar sejak Mei 2020, baik dengan cara dihirup, digosokkan ke bagian tubuh tertentu, dipakai dalam bentuk kalung, dan kini dilakukan lewat terapi gurah.
    Peneliti Universitas Gadjah Mada Rini Pujiarti menyatakan belum ada bukti yang menunjukkan bahwa minyak kayu putih bisa digunakan sebagai obat Covid-19. Meskipun, tanaman ini dinilai memiliki potensi antivirus karena adanya kandungan aktif dalam minyak atsiri eucalyptus.
    “Eucalyptus memang berpotensi sebagai antivirus karena kandungan aktif dalam minyak atsiri kayu putih. Namun, jika kita mengklaim bahwa eucalyptus bisa membunuh virus Corona penyebab Covid-19, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut,” ujar dosen di Fakultas Kehutanan ini pada 9 Juli 2020.Riset eucalyptus sebagai antivirus Covid-19, kata Rini, masih sebatas riset in vitro dan riset molecular docking atau simulasi komputer yang dilakukan dengan menyamakan molekul zat aktif di eucalyptus dengan molekul protein SARS-CoV-2, virus Corona penyebab Covid-19.
    Meskipun begitu, bahan aktif dalam eucalyptus yang berpotensi digunakan sebagai anti Covid-19 adalah 1,8-cineole dan eucalyptol. Keduanya merupakan komponen kimia utama minyak atsiri kayu putih yang memiliki bioaktivitas sebagai antivirus.
    Hal senada disampaikan oleh Guru Besar Jurusan Farmakognosi dan Fitokimia Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Mangestuti, seperti dikutip dari situs resmi Unair. Menurut dia, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa eucalyptus efektif membunuh Covid-19.
    “Tanaman kayu putih sebenarnya hanya mampu membunuh virus SARS secara in vitro dan belum ada bukti bisa membunuh SARS Cov-2 (virus Corona penyebab Covid-19),” ujar Mangestuti pada 24 Juli 2020. Dia juga mengatakan tanaman eucalyptus dapat membunuh virus tertentu, tapi tidak yang lain. Tanaman kayu putih digunakan untuk menangani gejala awal penyakit pernafasan.
    Hingga saat ini, pencegahan Covid-19 yang direkomendasikan adalah menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Terkait penyembuhan, belum ada obat yang dibuat khusus untuk mengatasi Covid-19. Saat ini, sejumlah obat yang digunakan hanya untuk meningkatkan imunitas serta mengatasi gejala yang muncul pada pasien.
    Dikutip dari CNN Indonesia, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Agus Dwi Susanto mengatakan, berdasarkan temuan literatur, 81 persen pasien Covid-19 tidak memiliki gejala serta mengalami gejala ringan dan gejala sedang. Gejala ringan berupa demam, batuk, nyeri tenggorokan, kongesti hidung, malaise, sakit kepala, dan nyeri otot. Adapun gejala sedang berupa pneumonia ringan tanpa sesak napas.
    Sekitar 14 persen pasien tergolong dalam pasien bergejala berat yang ditandai dengan timbulnya pneumonia berat yang disertai sesak napas. Lalu, 5 persen pasien memiliki gejala kritis, yang dicirikan dengan pneumonia berat disertai gagal napas, syok sepsis, dan atau kegagalan multi organ. "Setiap tingkat keparahan punya pilihan obat yang akan diberikan berdasarkan konsensus dan kesepakatan dari perhimpunan profesi dokter di Indonesia."
    Mereka yang tidak memiliki gejala cukup melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, mengkonsumsi vitamin atau obat imunomodulator modern maupun tradisional, dan vitamin C dosis 3x1 tab untuk 14 hari. Sedangkan untuk gejala ringan, sedang, hingga berat, tersedia empat regimen obat, yakni:

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa minyak kayu putih (eucalyptus) bisa mencegah dan menyembuhkan Covid-19 belum terbukti. Perlu dilakukan pengujian hingga tahap klinis untuk membuktikan manfaat minyak kayu putih, baik untuk mencegah maupun mengobati Covid-19. Penelitian yang ada terkait eucalyptus baru sebatas in vitro dan simulasi komputer.
    IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-8412) Keliru, Dua Foto yang Disebut Jenazah Enam Anggota Laskar FPI

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 11/12/2020

    Berita


    Dua foto yang diklaim sebagai foto jenazah enam Anggota Laskar FPI beredar di Facebook. Dalam dua foto itu, terlihat enam jenazah pria yang terbaring di dalam kamar mayat. Dua foto ini juga disertai dengan sebuah foto saat Kapolri Jenderal Idham Azis sedang bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
    Foto ini beredar setelah terjadinya penembakan enam anggota FPI hingga tewas di Tol Cikampek pada 7 Desember 2020 dini hari. Peristiwa ini menjadi sorotan berbagai pihak. Komnas HAM bahkan membentuk tim khusus untuk menyelidiki peristiwa ini. Pada 7 Desember siang, Kapolda Metro Jaya mengumumkan bahwa pihaknya yang menembak enam anggota FPI tersebut.
    Salah satu akun yang membagikan foto-foto beserta klaim itu adalah akun Eko Febriyanto, tepatnya pada 7 Desember 2020. Akun ini menulis, "Tak ada kompromi. Biar 72 bidadari dibagi rata keenam laskar FPI." Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun tersebut telah mendapatkan lebih dari 400 reaksi dan 94 komentar serta dibagikan lebih dari 100 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Eko Febriyanto.

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan penelusuran dengan reverse image tool Google, Tim CekFakta Tempo menemukan bahwa dua foto tersebut bukan foto enam anggota Laskar FPI yang tewas. Dua foto itu juga diambil jauh sebelum terjadinya insiden yang menewaskan anggota FPI di Tol Cikampek pada 7 Desember 2020.
    Foto pertama, yang menunjukkan empat jenazah pria yang terbujur di kamar mayat, merupakan potongan dari foto yang pernah dimuat oleh situs Sindonews.com pada 2 Mei 2014 dalam artikelnya yang berjudul “5 perampok di Surabaya ditembak mati”.
    Menurut artikel ini, foto itu terkait dengan lima perampok yang tewas ditembak petugas Polrestabes Surabaya, dan jasadnya dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit dr. Soetomo. Para pelaku perampokan tersebut ditembak mati karena menyerang petugas.
    Komplotan perampok ini dikenal sudah malang melintang di Surabaya dan sekitarnya. Kelimanya pernah beraksi di sejumlah tempat, salah satunya di Villa Bukit Regency 1 Pakuwon City, Surabaya. Saat itu, pelaku berhasil membawa kabur perhiasan senilai Rp 2 miliar.
    Adapun foto kedua, yang memperlihatkan dua jenazah pria di kamar mayat, adalah foto jasad dua pencuri motor di kamar mayat RS dr. Soetomo. Foto ini pernah dimuat oleh Tribunnews dalam artikelnya yang berjudul "Timah Panas Hentikan Pelarian 2 Penjahat Kambuhan Asal Pasuruan, Sempat Baku Tembak Dengan Polisi" pada 5 Mei 2020.
    Tribun menjelaskan bahwa keduanya ditembak oleh Tim Jogoboyo Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur di kawasan Jalan Gempol, Pasuruan, pada 4 Mei 2020. Pelaku pencurian yang tewas itu berinisial ZA (36 tahun), warga Pandaan, Pasuruan, dan MIR (40 tahun), warga Purwosari, Pasuruan.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa dua foto di atas adalah foto jenazah enam anggota Laskar FPI, keliru. Foto pertama adalah foto lima jenazah perampok di Surabaya yang ditembak polisi pada 2 Mei 2014. Sementara foto kedua adalah foto dua pencuri motor di Pasuruan yang ditembak petugas pada 4 Mei 2020.
    IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-5773) [SALAH] Pesan Berantai Video “Suasana Petamburan Saat Ini Jam 5:49”

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 10/12/2020

    Berita

    Beredar video pada pesan berantai Whatsapp yang memperlihatkan suasana Petamburan pada jam 5:49 dengan narasi :
    “Suasana Petamburan saat ini
    Jam 5:49
    Polisi mulai menembak-nembakin lagi
    Polisi mulai nembak-nembakin lagi
    Biadab kalian polisi
    Tadi katanya mau negosiasi
    Tapi ternyata begini lagi
    Polisi menembaki rakyat-rakyatnya”

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan kembali video peristiwa tahun lalu (2019) untuk membuat kesimpulan salah bahwa peristiwa terjadi saat ini, berkaitan dengan HRS (Habib Rizieq Shihab).
    Video tersebut merupakan kerusuhan mrebet yang membakar asrama Brimob di Petamburan, Jakarta Pusat.

    Rujukan