• (GFD-2020-5879) [SALAH] Video Vladimir Putin Tertawa dan Menyebut Trump “Pecundang”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 21/12/2020

    Berita

    “Vladimir Putin receives an update on Donald Trump and the 2020 election.”

    Narasi dalam video:

    “WE HAVE BEEN FOLLOWING CLOSELY THE ELECTIONS IN THE UNITED STATES
    OUR AMBASSADOR HAS AN UPDATE FOR US
    HAS DONALD TRUMP WON?
    DONALD TRUMP HAS BEEN BEHIND THE VOTES
    HE CLAIMED THERE WAS FRAUD BUT THERE WASN’T HIS LAWYERS EVEN SAID DEAD PEOPLE VOTED
    THEY SAID IT WAS A SCHEME FROM INDONESIA THIS WAS ALL INVESTIGATED BUT NO PROOF
    THEY HELD A PRESS CONFERENCE BY A SEX SHOP
    THEY SAID THEY WOULD RELEASE A KRAKEN WHICH IS A GIANT MYTHICAL SEA CREATURE
    YOU’RE TELLING ME THEY HAVE A KRAKEN?
    NO SIR. WE INVESTIGATED AND IT WAS ALL LIES
    SOUNDS ABOUT RIGHT.
    HE LOST GEORGIA THREE TIMES THEN IT WENT TO THE SUPREME COURT AND HIS OWN JUDGES LAUGHTED AT HIM
    HE’S SUCH A LOSER
    WHAT A LOSER.” […] (terjemahan dilanjutkan di bagian Terjemahan setelah Referensi)

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter Jared Pushner (@JaredPushner) mengunggah video rapat pemerintah Rusia dengan narasi “Vladimir Putin receives an update on Donald Trump and the 2020 election” (Presiden Rusia Vladimir Putin menerima kabar terbaru tentang Donald Trump and Pilpres AS 2020). Unggahan tersebut telah mendapat reaksi sebanyak 5,380 retweet, 20,395 suka, dan 683 balasan.

    Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut direkam pada tahun 2017 saat rapat kabinet pemerintah Rusia. Dalam video itu, Presiden Vladimir Putin tertawa setelah Menteri Pertanian Rusia Alexander Tkachev berencana untuk meningkatkan ekspor daging Rusia dengan mengambil contoh apa yang Jerman lakukan, yaitu mengekspor daging babi ke beberapa negara seperti China, Jepang, dan Indonesia. Mendengar hal tersebut, Putin pun tersenyum dan mengklarifikasi ucapan Tkachev bahwa orang Indonesia tidak memakan daging babi.

    “They don’t eat pork in Indonesia,” ujar Putin.

    Tkchev, usai melihat Putin tertawa segera menyadari kekeliruannya. Tkachev kemudian tersenyum dan mengklarifikasi bahwa yang ia maksud adalah Jepang, China, dan Korea Selatan, bukan Indonesia.

    Dengan demikian, unggahan akun Twitter Jared Pushner (@JaredPushner) dapat dikategorikan sebagai Konten yang Dimanipulasi karena video tersebut tidak membahas Donald Trump, Pilpres AS 2020 ataupun Putin tertawa dan menyebut Trump “pecundang.”. Putin tertawa setelah mendengar rencana Menteri Pertanian Rusia Alexander Tkachev untuk mengekspor daging babi ke Indonesia yang direkam pada tahun 2017.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Video dengan teks yang dimanipulasi. Faktanya, dalam video tersebut Presiden Vladimir Putin tertawa setelah mendengar rencana Menteri Pertanian Rusia Alexander Tkachev untuk mengekspor daging babi ke Indonesia yang direkam pada tahun 2017.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5880) [SALAH] “Penemuan hewan baru bermata 4 di South Sudan, menjadi salah satu keindahan di Afrika”

    Sumber: instagram.com
    Tanggal publish: 21/12/2020

    Berita

    Akun Instagram Ringkasdunia (instagram.com/ringkasdunia) mengunggah sebuah gambar dengan narasi “Empat mata”

    Gambar itu terdiri dari dua foto yang memperlihatkan seekor kambing hitam bermata empat dan narasi “Penemuan hewan baru bermata 4 di South Sudan, menjadi salah satu keindahan di Afrika”.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Periksa Fakta AFP, klaim adanya foto penemuan hewan baru bermata empat di South Sudan, Afrika adalah klaim yang salah.

    Faktanya, bukan hewan. Foto itu menunjukkan boneka makhluk mitos kuno dari Basque yang dibuat oleh seniman asal Spanyol.

    Dilansir dari AFP, foto pertama di unggahan menyesatkan adalah versi cermin dari foto Fuego Fatuo Art. Pencarian gambar terbalik dan kata kunci di Google menemukan foto yang diunggah pada tanggal 25 Oktober 2019, di akun Instagram Fuego Fatuo Art, milik seniman asal Spanyol Alvaro Herranz.

    Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, status unggahan itu berbunyi: “[EN] Akerbeltz sekarang tersedia untuk preorder di www.fuegofatuo.etsy.com! Tautan di bio!”

    Akerbeltz, yang menyerupai kambing atau anak kambing jantan berwarna hitam, adalah mahluk dalam mitologi Basque, di Spanyol bagian utara.

    Foto kedua di unggahan menyesatkan juga merupakan versi cermin dari foto Fuego Fatuo Art yang tertanggal 12 Oktober 2019.

    Keterangan foto itu berbunyi: “Izinkan saya memperkenalkan bayi kecil Akerbeltz ini. Akerbeltz adalah makhluk mitos dari mitologi Basque di Spanyol bagian utara. Awalnya dianggap sebagai pelindung alam dan hewan, hubungannya dengan penyihir dan grup penyihir dari zaman kuno membuat agama Kristen menganggap mereka makhluk jahat yang berhubungan dengan iblis. Simbolisme mana pun yang Anda pilih untuk percaya, tampaknya makhluk yang baik untuk musim seram tahun ini. Bagaimana menurut Anda?”

    Fuego Fatuo Art juga mempublikasikan video review boneka makhluk tersebut di kanal YouTubenya. Di menit ke-2:30, Herranz, sang seniman, menjelaskan dia menambahkan sepasang tanduk dan mata ekstra karena dia ingin membuat hewan itu “menjadi lebih fantastis”.

    Kesimpulan

    BUKAN hewan. Foto itu menunjukkan boneka makhluk mitos kuno dari Basque yang dibuat oleh seniman asal Spanyol.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5881) [SALAH] Video Jarum Suntik Menghilang Saat Proses Vaksinasi Covid-19

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 21/12/2020

    Berita

    “Disappearing needles!! There soo desperate, come on!!”

    Terjemahan Narasi:
    “Jarum yang menghilang!! Sangat putus asa, ayolah!!”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar video proses vaksinasi Covid-19 di media sosial dengan narasi yang menyebutkan jarum menghilang setelah disuntikan ke tubuh pasien.

    Dari hasil penelusuran, diketahui informasi tersebut tidak benar. Jarum pada suntikan tidak menghilang, tapi otomatis ditarik menggunakan suntikan khusus yang disebut “Safety Syringe” (Alat Suntik Pengaman). Alat suntik pengaman merupakan alat suntik dengan mekanisme keamanan tambahan untuk mengurangi risiko cedera pada petugas kesehatan dan orang lain akibat tertusuk jarum yang tidak disengaja.

    Alat suntik pengaman telah digunakan secara luas selama lebih dari satu dekade dan hingga kini terdapat banyak model untuk jarum suntik jenis ini. Menggunakan alat suntik pengaman tidak berdampak pada jumlah vaksin yang didapat seseorang dan tidak berbeda dengan menerima vaksin melalui jarum suntik tradisional.

    Dilansir dari bbc.com, klip video datang dari laporan yang disiarkan di BBC TV 16 Desember 2020, dibagikan oleh juru kampanye anti-vaksin. Mereka mengklaim jarum suntik palsu dengan “jarum yang menghilang” digunakan sebagai upaya pihak berwenang untuk mempromosikan vaksin yang sebenarnya tidak ada.

    Dari penelusuran di atas diketahui jarum suntik tidak menghilang saat proses vaksinasi, melainkan alat yang digunakan berupa suntikan dengan pengaman tambahan yang dapat menarik kembali jarum setelah digunakan. Sehingga status tersebut masuk kategori Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Rizqi Abdul Azis (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia).

    Jarum suntik tidak hilang. Alat suntik yang digunakan bernama “Safety Syringe” yang dapat menarik kembali jarum setelah digunakan.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5865) [SALAH] Foto Bupati Gowa dengan Narasi Lockdown Tanggal 19-27 Desember

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 20/12/2020

    Berita

    “Hasil Rapat Pimpinan insya Allah Kita akan lockdown mulai tanggal 19 Desember 2020 – 27 Desember 2020, pengumuman resmi akan menyusul dan diminta tetap bekerja dari rumah dan diminta untuk tidak keluar daerah terutama pergi rekreasi”.

    Hasil Cek Fakta

    Beredar pesan berantai di media sosial yang berisi informasi lockdown tanggal 19 – 27 Desember 2020. Pesan tersebut melampirkan foto Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

    Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Gowa, Arifuddin Saeni menyatakan informasi tersebut tidak benar. Ia mengatakan terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 di Gowa, Sulawesi Selatan sehingga masyarakat diharuskan mematuhi protokol kesehatan dengan disiplin menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dan tidak berkerumun. Kendati demikian, Pemkab tidak berencana untuk melakukan lockdown pada tanggal 19 – 27 Desember 2020.

    “Untuk lockdown tidak ada. Pak Bupati dan Wabup hanya mengingatkan untuk meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” ujar Arifuddin dilansir dari humas.gowakab.go.id, 18 Desember 2020.

    Menurutnya jika nanti akan diberlakukan lockdown, Pemerintah Gowa akan melakukan sosialisasi secara resmi, tidak melalui pesan berantai yang beredar. Lebih lanjut, Arifuddin mengimbau agar masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di masyarakat.

    Sementara itu, foto Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan yang dicatut bukan membahas perihal lockdown. Foto tersebut diambil ketika Adnan memimpin rapat perihal Pilkada 2020 bersama para pimpinan SKPD dan para camat lingkup Pemkab Gowa di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Senin 7 September 2020. Sehingga dari penelusuran di atas, pesan berantai tersebut masuk kategori Konten Palsu.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Rizqi Abdul Azis (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia).

    Pemerintah Kabupaten Gowa mengatakan informasi tentang lockdown tidak benar. Selain itu foto Bupati Gowa yang dilampirkan bukan sedang membahas tentang lockdown maupun Covid-19, namun perihal Pilkada 2020.

    Rujukan