• (GFD-2021-8460) Sesat, Unggahan yang Kaitkan Foto Kendaraan yang Hanyut Ini dengan Banjir Kalsel

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 19/01/2021

    Berita


    Foto yang memperlihatkan sejumlah mobil dan motor di jalanan yang terseret arus banjir beredar di media sosial. Foto ini dibagikan bersama narasi yang menyinggung banjir Kalsel (Kalimantan Selatan). Foto tersebut menyebar di tengah terjadinya banjir di Kalsel sejak 12 Januari 2021 lalu. Akibat banjir itu, ribuan rumah terendam dan 20 ribu warga mengungsi.
    Di Facebook, foto tersebut diunggah salah satunya oleh akun Beni Sulastiyo, tepatnya pada 16 Januari 2021. Berikut sebagian narasi yang ditulis oleh akun ini:
    "PERTAHANKAN HUTAN KALIAN! Bagi para sahabat yang daerahnya masih ada hutan...pertahankan hutan kalian. Jangan pernah melepaskannya kepada investor yang akan mengkonversinya menjadi kawasan tambang atau kebun sawit. Hutan kalian habis, banjir datang, derita bertebaran dan remuklah masa depan kita semua. *** Bung Ben, Ptk. 15.1.2021 #pray4kalimantan”
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Beni Sulastiyo yang mengaitkan foto unggahannya dengan banjir di Kalimantan Selatan.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto tersebut denganreverse image toolSource dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa banjir yang menghanyutkan sejumlah kendaraan dalam foto tersebut bukan banjir di Kalsel, melainkan banjir di Ciledug, Tangerang, Banten, pada awal Januari 2020.
    Video suasana banjir di kawasan perumahan Ciledug tersebut pernah diunggah ke YouTube oleh kanal The JEOX pada 1 Januari 2020 dengan judul “Detik Detik Banjir Besar 1 Januari 2020 Jakarta Bekasi”. Cuplikan yang identik dengan foto yang diunggah oleh akun Facebook Beni Sulastiyo terlihat pada pada detik pertama dalam video berdurasi sekitar 4 menit itu.
    Besarnya banjir di Ciledug yang mampu menyeret kendaraan itu juga pernah diberitakan oleh kanal YouTube milik situs media Suara.com, Suaradotcom, pada 1 Januari 2020 dengan judul “Mobil Terseret Arus Banjir di Ciledug Indah”. Dalam keterangannya, tertulis bahwa ketika itu banjir terjadi di sebagian wilayah Jakarta, Bekasi, dan Tangerang.
    Banjir tak kunjung surut seiring dengan tingginya intensitas hujan yang mengguyur sejak malam sebelumnya. Satu kawasan yang paling terdampak banjir adalah kompleks perumahan Ciledug Indah I dan II di Jalan KH Hasyim Ashari. Arus air yang membanjiri wilayah tersebut sangat deras hingga mobil-mobil yang terparkir di pinggir jalan hanyut dan tak dapat dihentikan.
    Video yang sama juga pernah ditayangkan oleh stasiun televisi BeritaSatu di kanal YouTube-nya pada 1 Januari 2020 dengan judul “Dahsyatnya Terjangan Banjir di Perumahan Ciledug Indah”.
    Berdasarkan arsip berita Tempo, sedikitnya lima kecamatan di Kota Tangerang dikepung banjir pada 1 Januari 2020. Hujan deras memang mengguyur Tangerang sejak perayaan tahun baru. Hujan itu menyebabkan sejumlah wilayah, seperti di Perumahan Pinang Griya, Kecamatan Pinang; Perumahan Ciledug Indah, Kecamatan Ciledug; Kecamatan Batuceper; Kecamatan Tangerang; dan Kecamatan Benda, tergenang banjir yang masuk hingga ke rumah-rumah warga.
    Banjir Kalimantan Selatan
    Dilansir dari Kompas.com, sejak 12 Januari 2021, beberapa daerah di Kalsel terendam banjir. Kepala Basarnas Banjarmasin Sunarto mengatakan ada dua daerah yang terparah dilanda banjir, yakni Kabupaten Banjar dan Kota Tanah Laut. Ketinggian air di daerah terparah ini mencapai 2 meter.
    Dikutip dari CNN Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 10 kabupaten dan kota terdampak banjir Kalsel per 17 Januari 2021. Kabupaten dan kota tersebut adalah Kabupaten Tapin, Kabupaten Banjar, Kota Banjar Baru, Kota Tanah Laut, Kota Banjarmasin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Batola.
    Dilansir dari arsip berita Tempo, di sela-sela kunjungannya ke lokasi banjir Kalsel, Presiden Jokowi mengatakan tingginya curah hujan, yang terjadi hampir selama 10 hari berturut-turut, yang menyebabkan banjir tersebut. Menurut dia, daya tampung Sungai Barito yang biasanya menampung 230 juta meter kubik meluap, hingga air sebanyak 2,1 miliar kubik membanjiri 10 kabupaten dan kota di Kalsel.
    Menurut arsip berita Tempo, Kepala Kampanye Jaringan Anti Tambang (Jatam) Nasional, Melky Nahar, menilai banjir Kalimantan Selatan terjadi akibat alih fungsi hutan menjadi tambang dan sawit. "Banjir yang terjadi, tampaknya akibat tata guna lahan yang amburadul akibat kawasan hutan berganti menjadi kawasan tambang dan sawit," kata Melky kepada Tempo pada 17 Januari 2021.
    Melky mengatakan, antara titik-titik banjir dari hulu ke hilir, tampak konsesi tambang perusahaan. Berdasarkan data Jatam, terdapat 177 konsesi di sejumlah kabupaten yang terdampak banjir. Menurut Melky, pekerjaan mendesak dan sangat penting bagi pemerintah adalah evaluasi rencana tata ruang wilayah atau pemanfaatan lahan dan hutan di Kalsel secara keseluruhan.
    Ia juga meminta pemerintah melakukan penegakan hukum, mencabut izin-izin tambang dan sawit di kawasan esensial bagi lingkungan dan rakyat. Selain itu, pemerintah juga harus memulihkan kerusakan yang telah terjadi untuk merespons banjir Kalsel. "Tanpa hal di atas, kejadian serupa akan terjadi dan kita akan mendengar ucapan basa-basi dari Presiden Jokowi lagi."

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, unggahan yang mengaitkan foto sejumlah kendaraan yang hanyut karena banjir di atas dengan banjir Kalimantan Selatan, menyesatkan. Banjir dalam foto tersebut terjadi di kawasan Ciledug, Tangerang, Banten, pada awal Januari 2020, jauh sebelum terjadinya banjir Kalsel pada Januari 2021.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2021-8461) Keliru, Klaim Ini Video Ratusan Warga yang Terkapar usai Disuntik Vaksin Sinovac

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 19/01/2021

    Berita


    Video yang diklaim memperlihatkan ratusan warga yang terkapar usai disuntik vaksin Sinovac beredar di YouTube. Video itu berjudul "Berita Terbaru Hari Ini ~ Kor.ban Bergelimpangan, Ratusan Warga Terkapar Usai Disuntik Sinovac!!". Video tersebut diunggah oleh kanal Catatan Hitam pada 18 Januari 2021.
    Video berdurasi sekitar 13 menit itu memperlihatkan sejumlah remaja yang tampak lemas lalu digotong ke sebuah fasilitas kesehatan. Lalu, pada menit 2:33, terdapat rekaman wawancara dengan anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani yang menyinggung soal vaksin Covid-19. Hingga artikel ini dimuat, video itu telah ditonton lebih dari 400 ribu kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan kanal YouTube Catatan Hitam yang memuat klaim keliru terkait video yang diunggahnya.

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tim CekFakta Tempo, video tersebut adalah hasil gabungan dari dua video yang berbeda konteks dan waktunya. Salah satu video, yang memperlihatkan sejumlah remaja yang digotong, diambil pada 2018, jauh sebelum munculnya Covid-19. Sehingga, mereka lemas dan akhirnya digotong bukan karena vaksin Sinovac.
    Tempo mendapatkan petunjuk dari salah satu komentar dalam video unggahan kanal Catatan Hitam, bahwa video tersebut memperlihatkan peristiwa di Pamekasan, Jawa Timur, pada 2018 setelah digelarnya imunisasi difteri. Petunjuk itu pun Tempo gunakan sebagai kata kunci untuk penelusuran lebih lanjut di YouTube.
    Lewat penelusuran ini, ditemukan bahwa salah satu cuplikan dalam video unggahan kanal Catatan Hitam sama dengan salah satu cuplikan dalam video yang diunggal oleh kanal Tribun Medan TV. Cuplikan itu memperlihatkan sejumlah orang yang sedang menggotong remaja berkerudung merah dan memasuki sebuah fasilitas kesehatan.
    Dalam keterangannya, tertulis bahwa video tersebut diambil dari unggahan akun Facebook Yuni Rusmini. Ada sekitar 90 siswi dan santriwati dari tiga sekolah di Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, yang mengalami pusing dan sesak nafas setelah disuntik vaksin difteri pada 11 Februari 2018. Mereka kemudian mendapatkan perawatan di Puskesmas Kadur dan Puskesmas Larangan.
    Dikutip dari situs Radio Karimata Pamekasan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur saat itu, Kohar Hari Santoso, mengatakan bahwa penyebab para siswa dan santri itu sakit bukan suntikan vaksin difteri, melainkan kondisi fisik dan kejiwaan pasien. Tim Dinkes Jatim telah memeriksa kondisi vaksin dan menyatakan vaksin tersebut masih cukup bagus.
    “Indikator obat masih bagus dan tidak ada yang masukexpired(kedaluwarsa), obatnya bagus, semuanya bagus. Sementara petugas juga kita mintai keterangan juga sesuai prosedur, bahkan melihat kondisi pasien itu bukan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), tapi karena reaksi berlebihan dari kejiwaan pasien,” kata Kohar.
    Kohar menduga para siswa sakit karena fisiknya lemah atau dalam kondisi resah sehingga psikologisnya terguncang. “Seharusnya juga saat dilakukan vaksinasi kondisi badan harus fit, tidak boleh sakit, bahkan juga tak boleh flu. Jadi, harus tetap makan yang cukup dan setelahnya juga tidak boleh langsung beraktivitas berlebihan,” katanya.
    Terkait rekaman wawancara anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani, video itu pernah dimuat oleh kanal DPR RI pada 11 Desember 2020. Video tersebut berisi tanggapan Netty terkait keamanan vaksin Sinovac yang telah sampai di Indonesia sebanyak 1,2 juta dosis. Video ini tidak berkaitan dengan video pertama, karena berbeda konteks dan waktunya.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video tersebut adalah video ratusan warga yang terkapar usai disuntik vaksin Sinovac, keliru. Video itu merupakan hasil gabungan dua video yang berbeda konteks dan waktunya. Video pertama memperlihatkan peristiwa di Pamekasan, Jawa Timur, pada 2018, jauh sebelum munculnya Covid-19. Sementara video kedua, video wawancara anggota DPR Netty Prasetiyani, adalah video pada 11 Desember 2020.
    IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2021-6132) [SALAH] Pesan Berantai Tautan Pendaftaran Kartu Prakerja

    Sumber: telegram.com
    Tanggal publish: 19/01/2021

    Berita

    “http: //www[dot]cm2f7nh[dot]top/app/job/tiaoban[dot] php”
    http://daftarprakerja.xyz/?gelombang12

    http://dashboard.prakerja12.xyz/?gel=12
    Kartu Prakerja Gelombang 12 Telah Dibuka

    http://dashboard.prakerja12.xyz/?gel=12
    Kartu Prakerja Gelombang 12 Telah Dibuka

    dashboard.prakerja12.xyz

    dashboard prakerja

    Kartu Prakerja Gelombang 12 Telah Dibuka

    http://dashboard.prakerja12.xyz/?gel=12
    Kartu Prakerja Gelombang 12 Telah Dibuka

    http://dashboard.prakerja12.xyz/?gel=12

    Prakerja gelombang 12

    http://dashboard.prakerja2021.info/?ref=0/?ref=0
    Kartu Prakerja Gelombang 12 Telah Dibuka

    http://dashboard.prakerja12.xyz/?gel=12
    Kartu Prakerja Gelombang 12 Telah Dibuka
    Kartu pekerja

    http://dashboard.prakerja12.info/?ref=insentif2021
    *Daftar Sekarang!*
    *Kartu Prakerja Gelombang 12 Telah Dibuka*

    kartu prakerja

    gelombang 12
    Intensif kartu prakerja
    Jokowi sebenarnya nggak disuntik
    https://kartu-prakerja.com/?ref=insentif600rb
    https://kartu-prakerja.com/?ref=insentif600rb
    💳 Resmi
    Daftar Kartu Prakerja Gelombang 12
    Pendaftaran hanya dibuka selama 5 hari
    http://dashboard.prakerja12.xyz/?gel=12
    Kartu Prakerja Gelombang 12 Telah Dibuka

    https://kartu-prakerja.com/?ref=insentif600rb
    💳 Resmi
    Daftar Kartu Prakerja Gelombang 12
    Pendaftaran hanya dibuka selama 5 hari

    Hasil Cek Fakta

    Telah beredar pesan berantai melalui Telegram yang berisi tautan terkait pendaftaran kartu prakerja. Setelah tautan tersebut dibuka, calon pendaftar diminta untuk mengisi formulir yang disediakan dengan memasukan status pekerjaan, nama, dan nomor telepon.

    Berdasarkan hasil penelusuran, tautan yang beredar melalui pesan berantai di Telegram itu bukanlah tautan resmi pendaftaran kartu pekerja. Adapun tautan resmi yang disediakan pemerintah untuk mendaftar kartu prakerja dapat diakses melalui https://www.prakerja.go.id/.

    Pesan berantai serupa sebelumnya pernah dibahas dalam artikel Turn Back Hoax berjudul [SALAH] Situs Untuk Mendaftar Kartu Prakerja dan [SALAH] “Langkah untuk mendaftar Prakerja, Kunjungi situs prakerja[dot]vip”.

    Dengan demikian, pesan berantai yang beredar melalui Telegram dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu karena pemerintah menyediakan informasi terkait pendaftaran kartu prakerja yang dapat diakses melalui tautan resmi https://www.prakerja.go.id/.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Pesan berisi tautan palsu. Faktanya, tautan asli terkait pendaftaran kartu prakerja hanya dapat diakses melalui https://www.prakerja.go.id/.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6133) [SALAH] Video Astronot Australia Lompat dari Pesawat Ruang Angkasa

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 19/01/2021

    Berita

    “An Australian astronaut jumped from space ship at an unbelievable height of 1,28,000 feet reaching surface of earth in just over 4 minutes and 5 seconds after travelling 1,236 kms. He could see the earth revolving – watch the amazing video by BBC.
    Enjoy this exotic free fall and imagine yourself in his place.
    It’s beautiful…😳 🙏

    Astronaut #Australia #jumped #World”

    “Seorang astronot Australia melompat dari pesawat luar angkasa pada ketinggian yang luar biasa yaitu 1,28,000 kaki mencapai permukaan bumi hanya dalam waktu 4 menit dan 5 detik setelah menempuh jarak 1.236 km. Dia bisa melihat bumi berputar – tonton video menakjubkan dari BBC.
    Nikmati terjun bebas yang eksotis ini dan bayangkan diri Anda berada di tempatnya.
    Itu indah … 😳 🙏

    Astronaut #Australia #jumped #Dunia”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Military Boy – මිලිටරි කොල්ලා mengunggah sebuah video disertai dengan narasi yang menyebutkan bahwa video tersebut merupakan pendaratan astronot Australia dari pesawat luar angkasa menuju bumi dari ketinggian 1,28,000 kaki dalam waktu 4 menit 5 detik. Unggahan tersebut telah dibagikan sebanyak 12 kali dan mendapat atensi berupa 24 reaksi serta 1 komentar.

    Berdasarkan hasil penelusuran, video unggahan itu adalah video seorang penerjung payung asal Austria bernama Felix Baumgartner yang melakukan pendaratan dalam projek bernama Red Bull Stratos pada 14 Oktober 2012. Ia berhasil mendarat menuju bumi dari balon helium dengan ketinggian 39 km (128,100 kaki) di atas permukaan New Mexico, Amerika Serikat. Diketahui Felix Baumgartner dan timnya membutuhkan waktu selama 5 tahun untuk melakukan misi tersebut.

    Dengan demikian, unggahan akun Facebook Military Boy – මිලිටරි කොල්ලා dikategorikan sebagai Konten yang Salah karena video tersebut bukanlah video pendaratan astronot Australia dari pesawat ruang angkasa, melainkan video penerjung payung asal Austria bernama Felix Baumgartner yang melakukan aksi pendaratan ke bumi dari balon helium.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Faktanya, video tersebut merupakan video penerjung payung asal Austria bernama Felix Baumgartner yang melompat dari balon helium dengan ketinggian 39 km menuju permukaan bumi dan mendapat di New Mexico, Amerika Serikat pada 14 Oktober 2012.

    Rujukan