“Wakaf Lailatur Qadar
YUK MENJADI BAGIAN ORANG BERWAKAF DI MALAM 1000 BULAN
Rekening Donasi
BCA
Irwanto 7015 33 8903″
(GFD-2021-6916) [SALAH] KPK Meminta Sumbangan Wakaf Lailatul Qadar
Sumber: Tangkapan LayarTanggal publish: 12/05/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar poster mengatasnamakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pejabat KPK meminta sejumlah dana untuk sumbangan Wakaf Lailatur Qadar. Pada selebaran tersebut juga tercantum nomor rekening BCA atas nama Irwanto sebagai rekening donasi.
Berdasarkan hasil penelusuran, poster tersebut bukan milik KPK. Poster asli sumbangan Wakaf Lailatul Qadar tersebut adalah milik Laziswaf Al Hilal, organisasi non-profit yang bergerak di bidang amil zakat, infaq, dan sedekah. Organisasi Laziswaf Al-Hilal juga memiliki Pesantren yang bernama Al-Hilal Nadzhir Wakaf. Poster Wakaf Lailatur Qadar tersebut diunggah di akun resmi @laziswafalhilal pada tanggal 03 Mei 2021.
Oknum penyebar hoaks membuat poster palsu dengan mencatutkan logo KPK dan juga nomor rekening BCA atas nama Pejabat KPK, Irwanto. Seharusnya nomor rekening resmi yang digunakan untuk donasi menggunakan nomor rekening bank BNI a.n Yayasan Alhilal Rancapanggung.
Menanggapi hal tersebut, KPK dalam situs resminya kpk.go.id juga memastikan bahwa kelembagaan ataupun pejabat KPK lainnya tidak pernah meminta sumbangan maupun kerja sama dengan pihak-pihak lain dalam rangka penggalangan dana untuk keperluan apa pun.
Melalui rilisnya KPK mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan bila mendapatkan informasi sejenis, dapat mengonfirmasi melalui call center 198 atau e-mail informasi@kpk.go.id.
Dengan demikian klaim bahwa KPK meminta sumbangan Wakaf Lailatur Qadar adalah hoaks dengan kategori konten yang dimanipulasi.
Berdasarkan hasil penelusuran, poster tersebut bukan milik KPK. Poster asli sumbangan Wakaf Lailatul Qadar tersebut adalah milik Laziswaf Al Hilal, organisasi non-profit yang bergerak di bidang amil zakat, infaq, dan sedekah. Organisasi Laziswaf Al-Hilal juga memiliki Pesantren yang bernama Al-Hilal Nadzhir Wakaf. Poster Wakaf Lailatur Qadar tersebut diunggah di akun resmi @laziswafalhilal pada tanggal 03 Mei 2021.
Oknum penyebar hoaks membuat poster palsu dengan mencatutkan logo KPK dan juga nomor rekening BCA atas nama Pejabat KPK, Irwanto. Seharusnya nomor rekening resmi yang digunakan untuk donasi menggunakan nomor rekening bank BNI a.n Yayasan Alhilal Rancapanggung.
Menanggapi hal tersebut, KPK dalam situs resminya kpk.go.id juga memastikan bahwa kelembagaan ataupun pejabat KPK lainnya tidak pernah meminta sumbangan maupun kerja sama dengan pihak-pihak lain dalam rangka penggalangan dana untuk keperluan apa pun.
Melalui rilisnya KPK mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan bila mendapatkan informasi sejenis, dapat mengonfirmasi melalui call center 198 atau e-mail informasi@kpk.go.id.
Dengan demikian klaim bahwa KPK meminta sumbangan Wakaf Lailatur Qadar adalah hoaks dengan kategori konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Fathia Islamiyatul Syahida (Universitas Pendidikan Indonesia)
Bukan milik KPK. Poster asli sumbangan Wakaf Lailatul Qadar tersebut adalah milik Laziswaf Al Hilal, organisasi non-profit yang bergerak di bidang amil zakat, infaq, dan sedekah.
Bukan milik KPK. Poster asli sumbangan Wakaf Lailatul Qadar tersebut adalah milik Laziswaf Al Hilal, organisasi non-profit yang bergerak di bidang amil zakat, infaq, dan sedekah.
Rujukan
- https://www.jpnn.com/news/pengumuman-penting-dari-kpk-untuk-seluruh-rakyat-indonesia
- https://www.kpk.go.id/id/berita/klarifikasi-informasi-hoaks/2149-klarifikasi-kpk-ingatkan-publik-waspadai-permintaan-dana-mengatasnamakan-kpk-dan-pejabat-kpk
- https://www.instagram.com/p/COZ3dHhBLmx/?igshid=nkzznxcpw26x
(GFD-2021-6917) [SALAH] Bank Indonesia Mengeluarkan Uang Pecahan 1.0
Sumber: Tiktok.comTanggal publish: 12/05/2021
Berita
“Kalian udah punya belum?”
NARASI DALAM VIDEO:
“Ngasih THR pake uang pecahan ini lucu kali ya?”
NARASI DALAM VIDEO:
“Ngasih THR pake uang pecahan ini lucu kali ya?”
Hasil Cek Fakta
Pengguna TikTok dengan nama pengguna PuspoTV mengunggah sebuah video (2/4) yang menunjukkan selembar uang pecahan 1.0 yang bergambarkan seorang penari pendet. Unggahan tersebut juga disertai keterangan yang menyatakan bahwa uang tersebut adalah uang pecahan yang baru saja beredar.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono menyatakan bahwa uang tersebut merupakan uang spesimen atau uang contoh yang dicetak dalam rangka uji cetak Perum Peruri, bukan merupakan alat pembayaran yang sah yang telah diedarkan oleh Bank Indonesia.
Uang spesimen sendiri merupakan uang yang tidak memuat ciri-ciri uang sah sesuai dengan yang diatur dalam UU Mata Uang No. 7 Tahun 2011, yaitu memuat gambar lambang negara Garuda Pancasila, frasa “Negara Kesatuan Republik Indonesia”, sebutan pecahan dalam angka dan huruf sebagai tanda nominal, tanda tangan pihak pemerintah dan Bank Indonesia, nomor seri pecahan, serta teks “Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia mengeluarkan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dengan nilai…”.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh pengguna TikTok dengan nama pengguna PuspoTV tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono menyatakan bahwa uang tersebut merupakan uang spesimen atau uang contoh yang dicetak dalam rangka uji cetak Perum Peruri, bukan merupakan alat pembayaran yang sah yang telah diedarkan oleh Bank Indonesia.
Uang spesimen sendiri merupakan uang yang tidak memuat ciri-ciri uang sah sesuai dengan yang diatur dalam UU Mata Uang No. 7 Tahun 2011, yaitu memuat gambar lambang negara Garuda Pancasila, frasa “Negara Kesatuan Republik Indonesia”, sebutan pecahan dalam angka dan huruf sebagai tanda nominal, tanda tangan pihak pemerintah dan Bank Indonesia, nomor seri pecahan, serta teks “Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia mengeluarkan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dengan nilai…”.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh pengguna TikTok dengan nama pengguna PuspoTV tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).
Uang tersebut merupakan uang spesimen atau uang contoh yang dicetak dalam rangka uji cetak Perum Peruri, bukan merupakan alat pembayaran yang sah yang telah diedarkan oleh Bank Indonesia.
Uang tersebut merupakan uang spesimen atau uang contoh yang dicetak dalam rangka uji cetak Perum Peruri, bukan merupakan alat pembayaran yang sah yang telah diedarkan oleh Bank Indonesia.
Rujukan
- https://www.liputan6.com/bisnis/read/4554148/viral-di-tiktok-uang-10-untuk-thr-bi-pastikan-bukan-alat-pembayaran-yang-sah
- https://money.kompas.com/read/2021/05/10/131812526/viral-uang-10-ini-kata-perum-peruri?page=all
- https://economy.okezone.com/read/2021/05/10/320/2408514/bi-buka-bukaan-soal-uang-pecahan-1-0-milik-peruri
(GFD-2021-6918) [SALAH] Jengkol, Pete, Pepaya Sebabkan Stroke! Dapat Reda Dengan Mengeluarkan Darah Dari Ujung Jari
Sumber: facebook.comTanggal publish: 12/05/2021
Berita
“Jangan Mengkonsumsi Jengko, Pete dan Pepaya”
Hasil Cek Fakta
Sebuah video yang beredar di media sosial Facebook memperlihatkan seorang wanita dengan gangguan saraf pada wajahnya yang mengakibatkan bentuk wajahnya sedikit berubah. Di dalam video, wanita tersebut diberikan pengobatan dengan mencucukkan ujung jarinya sampai berdarah. Terdengar seorang laki-laki menyebutkan bahwa itu adalah pengobatan agar stroke yang dialami wanita ini dapat reda. Dalam narasinya juga ditambahkan agar tidak mengonsumsi pete, jengkol dan pepaya karena dapat menyebabkan stroke.
Namun apakah gangguan pada wajah wanita tersebut adalah bentuk gejala stroke?
Setelah melakukan beberapa pencarian terkait gangguan saraf pada wajah, peristiwa yang dialami oleh wanita di dalam video tersebut tampaknya bukan gejala stroke. Perubahan bentuk wajah ini lebih mengarah pada gangguan saraf wajah yang disebut bell’s palsy.
Bell’ palsy dan stroke adalah dua jenis penyakit yang berbeda meski keduanya terlihat memiliki gejala yang mirip. Melansir Piedmont Healthcare dari Kompas.com, stroke disebabkan penyumbatan pembuluh darah atau pecah pembuluh darah di otak. Stroke ini dapat disebabkan karena faktor genetik, gaya hidup dan faktor lain yang mendukung gejalanya. Namun sampai sekarang, belum ada informasi yang menyatakan keterkaitan antara konsumsi jengkol, pete, dan pepaya dapat menyebabkan stroke.
Sementara itu, bell’s palsy adalah penyakit yang berasal dari kerusakan saraf wajah, tepatnya bagian saraf kranial ketujuh. Kerusakan saraf ini menyebabkan peradangan yang memengaruhi saraf yang mengendalikan wajah.
Keduanya dapat dibedakan dari gejala-gejala umum yang muncul.
Gejala bell’s Palsy antara lain:
Tidak bisa menoleransi suara kencang
Telinga berdenging
Hanya bagian wajah yang mengalami perubahan
Penglihatan tidak berubah
Sementara gejala stroke antara lain:
Sebagian wajah lemah diikuti mati rasa atau lemas di lengan, tungkai di satu sisi tubuh
Bingung, susah bicara, dan tidak bisa memahami pembicaraan
Mengalami gangguan penglihatan
Susah berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan
Sakit kepala parah
Dari video tersebut dapat dilihat bahwa wanita dengan gangguan pada wajahnya masih dapat berkomunikasi dengan baik terhadap orang di sekelilinya. Wanita tersebut juga masih dapat bergerak dengan baik dan melihat dengan baik. Tampak dari dirinya yang mampu berjalan sendiri saat selesai pengobatan untuk duduk di kursi lain. Menyebut bahwa dirinya terkena stroke adalah klaim yang harus diperiksa ulang.
Penyakit bells palsy adalah penyakit yang terdiri dari dua tingkatan, kategori ringan dan berat. Untuk kategori ringan biasanya para dokter menyarankan fisioterapi secara berkala dan obat tetes air mata untuk mencegah mata kering karena tidak dapat ditutup. Sementara kategori berat, dokter akan memberikan obat-obatan, fisioterapi berkala, sampai suntik botox untuk memperbaiki kerusakan pada wajah.
Namun metode pengobatan stroke dengan mencucukkan jari untuk mengeluarkan darah yang dilakukan di dalam video diketahui merupakan kabar hoaks.
Melansir dari artikel Merdeka.com, dalam artikel Antara berjudul “Tusuk jari dengan jarum bisa tangani stroke? Ini jawaban ahli” yang dimuat pada 22 Februari 2018, spesialis saraf dari FK Unika Atma Jaya, Dr. dr. Yuda Turuna, Sp,S mengatakan, menusuk ujung jari untuk pertolongan pertama penderita stroke tidak benar. Bahkan respons nyeri akibat tusukan jarum dapat meninggikan tekanan darah yang berisiko memperburuk stroke.
Penegasan bahwa metode ini tidak tepat juga diungkapkan oleh spesialis jantung dari Rumah Sakit Harapan Kita, dr. Dicky Armein Hanafy, SpJP (K),FIHA. Dia bahkan mengatakan cara ini tidak membawa hasil apapun.
Dari laman klikdokter.com, dr. Alvin Nursalim menyatakan bahwa penanganan awal stroke adalah menjaga patensi jalan nafas dan kestabilan sirkulasi darah pasien. Jika pasien tidak sadar, pastikan pasien dalam lingkungan yang aman, baringkan pada tempat yang aman. Posisikan pasien dengan tubuh menghadap ke samping kiri, untuk mencegah masuknya cairan ke saluran pernafasan (recovery position). Segera panggil pertolongan untuk membawa pasien ke unit gawat darurat terdekat. Penanganan pasti dari stroke tergantung dari jenis stroke yang terjadi. Hal ini dapat dipastikan dengan melakukan pemeriksaan penunjang seperti CT scan dan MRI.
Jadi dapat disimpulkan bahwa klaim di dalam video tersebut terkait penyakit stroke, penyebab stroke dan pengobatan stroke adalah hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Namun apakah gangguan pada wajah wanita tersebut adalah bentuk gejala stroke?
Setelah melakukan beberapa pencarian terkait gangguan saraf pada wajah, peristiwa yang dialami oleh wanita di dalam video tersebut tampaknya bukan gejala stroke. Perubahan bentuk wajah ini lebih mengarah pada gangguan saraf wajah yang disebut bell’s palsy.
Bell’ palsy dan stroke adalah dua jenis penyakit yang berbeda meski keduanya terlihat memiliki gejala yang mirip. Melansir Piedmont Healthcare dari Kompas.com, stroke disebabkan penyumbatan pembuluh darah atau pecah pembuluh darah di otak. Stroke ini dapat disebabkan karena faktor genetik, gaya hidup dan faktor lain yang mendukung gejalanya. Namun sampai sekarang, belum ada informasi yang menyatakan keterkaitan antara konsumsi jengkol, pete, dan pepaya dapat menyebabkan stroke.
Sementara itu, bell’s palsy adalah penyakit yang berasal dari kerusakan saraf wajah, tepatnya bagian saraf kranial ketujuh. Kerusakan saraf ini menyebabkan peradangan yang memengaruhi saraf yang mengendalikan wajah.
Keduanya dapat dibedakan dari gejala-gejala umum yang muncul.
Gejala bell’s Palsy antara lain:
Tidak bisa menoleransi suara kencang
Telinga berdenging
Hanya bagian wajah yang mengalami perubahan
Penglihatan tidak berubah
Sementara gejala stroke antara lain:
Sebagian wajah lemah diikuti mati rasa atau lemas di lengan, tungkai di satu sisi tubuh
Bingung, susah bicara, dan tidak bisa memahami pembicaraan
Mengalami gangguan penglihatan
Susah berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan
Sakit kepala parah
Dari video tersebut dapat dilihat bahwa wanita dengan gangguan pada wajahnya masih dapat berkomunikasi dengan baik terhadap orang di sekelilinya. Wanita tersebut juga masih dapat bergerak dengan baik dan melihat dengan baik. Tampak dari dirinya yang mampu berjalan sendiri saat selesai pengobatan untuk duduk di kursi lain. Menyebut bahwa dirinya terkena stroke adalah klaim yang harus diperiksa ulang.
Penyakit bells palsy adalah penyakit yang terdiri dari dua tingkatan, kategori ringan dan berat. Untuk kategori ringan biasanya para dokter menyarankan fisioterapi secara berkala dan obat tetes air mata untuk mencegah mata kering karena tidak dapat ditutup. Sementara kategori berat, dokter akan memberikan obat-obatan, fisioterapi berkala, sampai suntik botox untuk memperbaiki kerusakan pada wajah.
Namun metode pengobatan stroke dengan mencucukkan jari untuk mengeluarkan darah yang dilakukan di dalam video diketahui merupakan kabar hoaks.
Melansir dari artikel Merdeka.com, dalam artikel Antara berjudul “Tusuk jari dengan jarum bisa tangani stroke? Ini jawaban ahli” yang dimuat pada 22 Februari 2018, spesialis saraf dari FK Unika Atma Jaya, Dr. dr. Yuda Turuna, Sp,S mengatakan, menusuk ujung jari untuk pertolongan pertama penderita stroke tidak benar. Bahkan respons nyeri akibat tusukan jarum dapat meninggikan tekanan darah yang berisiko memperburuk stroke.
Penegasan bahwa metode ini tidak tepat juga diungkapkan oleh spesialis jantung dari Rumah Sakit Harapan Kita, dr. Dicky Armein Hanafy, SpJP (K),FIHA. Dia bahkan mengatakan cara ini tidak membawa hasil apapun.
Dari laman klikdokter.com, dr. Alvin Nursalim menyatakan bahwa penanganan awal stroke adalah menjaga patensi jalan nafas dan kestabilan sirkulasi darah pasien. Jika pasien tidak sadar, pastikan pasien dalam lingkungan yang aman, baringkan pada tempat yang aman. Posisikan pasien dengan tubuh menghadap ke samping kiri, untuk mencegah masuknya cairan ke saluran pernafasan (recovery position). Segera panggil pertolongan untuk membawa pasien ke unit gawat darurat terdekat. Penanganan pasti dari stroke tergantung dari jenis stroke yang terjadi. Hal ini dapat dipastikan dengan melakukan pemeriksaan penunjang seperti CT scan dan MRI.
Jadi dapat disimpulkan bahwa klaim di dalam video tersebut terkait penyakit stroke, penyebab stroke dan pengobatan stroke adalah hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)
Faktanya metode pengobatan ini adalah hoaks. Penyakit stroke dan penyakit saraf lainnya sebaiknya langsung diberikan penanganan dari dokter atau tenaga medis lainnya. Terkait ketiga makanan yang dapat sebabkan stroke tersebut, sampai sekarang belum ada informasi yang menyatakan kebenaran hal ini.
Faktanya metode pengobatan ini adalah hoaks. Penyakit stroke dan penyakit saraf lainnya sebaiknya langsung diberikan penanganan dari dokter atau tenaga medis lainnya. Terkait ketiga makanan yang dapat sebabkan stroke tersebut, sampai sekarang belum ada informasi yang menyatakan kebenaran hal ini.
Rujukan
- https://www.alodokter.com/bells-palsy
- https://amp.kompas.com/health/read/2020/12/30/180800768/perbedaan-gejala-bell-s-palsy-dan-stroke-yang-sekilas-mirip
- https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2696559/pertolongan-stroke-dengan-mengeluarkan-darah-di-ujung-jari-adalah-hoax
- https://m.merdeka.com/cek-fakta/cek-fakta-tidak-benar-menusuk-ujung-jari-pertolongan-pertama-untuk-penderita-stroke.html
- https://www.alodokter.com/bells-palsy/pengobatan
- https://www.alodokter.com/komunitas/topic/stroke-124
(GFD-2021-8624) Keliru, Klaim Ini Video Said Aqil Dibaptis di Gereja
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 12/05/2021
Berita
Sebuah kanal di YouTube mengunggah video yang berjudul "Said Aqil Di Baptis Atas Nama Yesus di Gereja" pada 13 April 2021. Video itu memperlihatkan momen ketika Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang berpakaian batik berwarna coklat tersebut hadir di sebuah gereja.
Terdapat pula foto dan video lain yang digabungkan dengan video tersebut. Hingga artikel ini dimuat, video berdurasi sekitar 13 menit itu telah ditonton lebih dari 300 ribu kali. Video tersebut juga mendapatkan banyak komentar yang percaya bahwa Said Aqil dibaptis.
Gambar tangkapan layar unggahan di YouTube yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya. Video ini bukan video saat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil dibaptis.
Hasil Cek Fakta
Hasil penelusuran Tim CekFakta Tempo menunjukkan bahwa video itu adalah video saat Ketua Umum PBNU Said Aqil mengunjungi Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Ia ke sana bukan untuk dibaptis, melainkan memberikan dukungan moral kepada umat Katolik setelah terjadinya bom bunuh diri di depan gereja tersebut pada 28 Maret 2021 lalu.
Untuk mendapatkan fakta tersebut, Tempo mula-mula menelusuri salah satu foto dalam video itu, yang memperlihatkan Said Aqil tengah berjalan bersama dua pastor di kiri-kanannya dan dikawal oleh dua polisi. Lewat penelusuran denganreverse image toolGoogle, ditemukan bahwa foto tersebut pernah dimuat oleh Detik.com pada 11 April 2021. Dalam foto ini, Said Aqil mengenakan pakaian batik yang sama dengan yang terlihat dalam video.
Foto itu terdapat dalam artikel yang berjudul "Dukungan Moral Said Aqil ke Katedral Makassar Pasca-bom Bunuh Diri". Menurut artikel tersebut, kedatangan Said Aqil ini bertujuan untuk menyampaikan duka atas ledakan bom di depan Gereja Katedral Makassar. "Alhamdulillah saya bersyukur bisa sampai ke sini, pada hari ini semata mata ingin berkabung, menyampaikan duka bom bunuh diri minggu lalu," katanya.
Tempo kemudian menelusuri foto lain yang terdapat dalam video tersebut, yang memperlihatkan Said Aqil, masih dengan pakaian batik yang sama, sedang berbincang dengan pastor yang sama pula dengan yang terlihat dalam foto sebelumnya.
Foto ini dimuat oleh RRI.co.id dalam artikelnya yang berjudul "Ketua Umum PBNUSupportWarga Katolik Makassar" pada 11 April 2021. Sama dengan Detik.com, RRI juga memberikan keterangan bahwa kedatangan Said Aqil ke gereja tersebut adalah untuk menyampaikan dukungan moral setelah terjadinya peristiwa ledakan bom.
Dengan petunjuk-petunjuk ini, Tempo kemudian menelusuri video berita yang pernah ditayangkan oleh media terkait kedatangan Said Aqil ke Gereja Katedral Makassar pada 11 April 2021. Hasilnya, ditemukan bahwa beberapa cuplikan video kedatangan Said Aqil itu pernah dimuat oleh tvOne dalam video beritanya di YouTube pada 12 April 2021.
Dalam keterangannya, tvOne menulis bahwa Ketua Umum PBNU Said Aqil mengunjungi Gereja Katedral Makassar pada 11 April 2021. Kedatangannya bertujuan untuk membangun semangat toleransi beragama serta memberikan dukungan moral untuk jemaat umat Katolik di Makassar.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video itu adalah video saat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil dibaptis di gereja, keliru. Video tersebut memperlihatkan momen ketika Said Aqil mengunjungi Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, untuk memberikan dukungan moral kepada umat Katolik setelah bom bunuh diri meledak di depan gereja tersebut pada 28 Maret 2021 lalu.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/said-aqil
- https://archive.fo/VXQfp
- https://www.tempo.co/tag/pbnu
- https://news.detik.com/berita/d-5528282/dukungan-moral-said-aqil-ke-katedral-makassar-pasca-bom-bunuh-diri
- https://www.tempo.co/tag/gereja-katedral-makassar
- https://rri.co.id/makassar/nasional/1022093/ketua-umum-pbnu-support-warga-katolik-makassar
- https://www.youtube.com/watch?v=c7zjJjUrpjU
- https://www.tempo.co/tag/makassar
- https://www.tempo.co/tag/nahdlatul-ulama
Halaman: 6806/8128



